1,721,877 research outputs found
Is The U.S. Losing Its Competitiveness in the Global Chicken Markets: A Spatial Equilibrium Analysis
Though the last forty years of data showed that the U.S. chicken export growth was still positive, but it has slowed in more recent years. Other countries such as Brazil, the U.S. main competitor in the global chicken trade was able to expand its market shares in recent years. Simulation results showed that the United States will play important roles in future global chicken trade providing that the U.S. firms are willing to accommodate the non-tariff trade barriers imposed by major importing countries.International Relations/Trade,
PEMIKIRAN POLITIK MAHBUB DJUNAIDI
Penenelitian ini difokuskan untuk memperoleh data tentang Pemikiran Politik Mahbub Djunaidi. Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah menganalisis Pemikiran Politik Mahub Djunaidi dan Kritik Mahbub Djunaidi di masa Orde Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library Research) dan mengunakan analisisi data kualitatif, dengan pendekatan sejarah dan politik. Sumber data penelitian penelitian ini terdiri dari dua jenis. Pertama: sumber data primer adalah data pokok sebagai kajian utama bersumber dari buku-buku karangan Mahbub Djunaidi sendiri: Dari Hari Ke Hari, Politik Tingkat Tinggi Kampus, Kolom Demi Kolom, Humor Jurnalistik, Mahbub Djunaidi Asal Usul. Kedua data sekunder yaitu data pendukung yang diperoleh dari berbagai literatur lainnya yang relevan dengan topik yang sedang diteliti. Antara lain sumbernya adalah berasal dari tulisan-tulisan berupa buku, jurnal, maupun artikel-artikel yang ditulis orang lain tentang Pemikiran Mahbub Djunaidi. Mahbub Djunaidi mengkeritik Orde Baru sebagai demokrasi itu bisa dibunuh di dalam lembaga demokrasi, dengan cara-cara yang demokratis. Mahbub Djunaidi mengkeritik dengan tulisannya bergaya jenaka, humoris dan penuh dengan sindira
PEMIKIRAN POLITIK MAHBUB DJUNAIDI
This research is focused on obtaining data on Mahbub Djunaidi's Political Thought. The purpose of this research is in accordance with the formulation of the problem to analyze the political thought of Mahbub Djunaidi and the criticism of Mahbub Djunaidi in the New Order era. This research is a library research and uses qualitative data analysis, with historical and political approaches. The research data sources of this research consist of two types. First: primary data sources are basic data as the main study sourced from books written by Mahbub Djunaidi himself: From Day to Day, Campus High-Level Politics, Column by Column, Journalistic Humor, Mahbub Djunaidi Origins. The twosecondary data are supporting data obtained from various other literatures that are relevant to the topic being studied. Among other things, the sources come from writings in the form of books, journals, and articles written by other people about Mahbub Djunaidi's thoughts. Mahbub Djunaidi criticized the New Order as a democracy that could be killed in democratic institutions, by democratic means. Mahbub Djunaidi criticized his writing in a humorous, humorous and full of satire style
Mahbub Djunaidi, Seniman Politik Nahdlatul Ulama (1960-1987)
Abstrak: Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini lahir tentu dari para tokoh-tokoh besar yang menggawanginya, salah satunya Mahbud Djunaidi. Kemampuan politiknya diperoleh dari berbagai pengalaman organisasi dan kemampuan dalam kepenulisan. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana riwayat politik Mahbub Djunaidi sebagai aktivis politik Nahdlatul Ulama pada tahun 1960-1987. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menguraikan perjalanan politik Mahbub Djunaidi (1960-1987). Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian tersebut, maka metode yang digunakan adalah metode historis yang terdiri dari tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Mahbub Djunaidi memiliki konsep khittah plus. Demokrasi politik ala Mahbub Djunaidi adalah cita-cita demokrasi yang diperjuangkan melalui garis politik.Kata Kunci: Mahbub Djunaidi, Demokrasi Politik, Nahdlatul Ulama.Abstract: Nahdlatul Ulama is one of the largest Islamic organizations in Indonesia. This organization was born of course from the big figures who oversee it, one of them Mahbud Djunaidi. His political abilities are obtained from various organizational experiences and abilities in writing. The problem raised in this research is how the political history of Mahbub Djunaidi as a political activist of Nahdlatul Ulama in 1960-1987. Based on these problems, this study aims to describe the political journey of Mahbub Djunaidi (1960-1987). Based on the problems and objectives of the research, the method used is the historical method which consists of heuristics, source criticism, interpretation and historiography stages. The results of the study show that Mahbub Djunaidi has the concept of khittah plus. Political democracy in the style of Mahbub Djunaidi is the ideal of democracy which is fought for through political lines. Keywords: Mahbub Djunaidi, Political Democracy, Nahdlatul Ulama
MAHBUB DJUNAIDI: AKTIVIS POLITIK NAHDLATUL‘ ULAMA (1960-1987)
Skripsi yang berjudul “Mahbub Djunaidi: Aktivis Politik Nadlatul’ Ulama (1960-1987)” ini bertujuan menggambarkan bagaimana pemikiran demokrasi politik ala Mahbub Djunaidi. Penelitian ini menjawab bagaimana riwayat karir dan pemikiran politik Mahbub Djunaidi. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Sumber penelitian terbagi menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer penelitian ini adalah arsip yang diterbitkan langsung oleh PBNU dan PMII. Selain itu, sumber penelitian ini juga berasal dari wawancara terhadap Isfandiari MD dan Chatibul Umam. Sementara itu, sumber sekunder penelitian ini berasal dari buku-buku, artikel, dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan
topik yang diteliti.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Mahbub Djunaidi mengaktualisasikan pemikiran politiknya melalui PMII, PPP, dan NU. Khittah plus NU yang digagas Mahbub pada tahun 1987 adalah monument penting pemikiran Mahbub Djunaidi terhadap demokrasi dan politik. Dalam mendefinisikan demokrasi politik ala Mahbub, penulis merujuk pada nilai-nilai Demokrasi Pancasila hasil Muktamar NU tahun 1967 yang diaktualisasikan melalui aktivitas politik praktis.
*************
This study which titled “Mahbub Djunaidi: Political Activist of Nahdlatul’ Ulama (1960-1987)” aims to describe how political democracy is in the style of
Mahbub Djunaidi. This study used historical research method. The source of this study is divided into primary and secondary sources. The primary sources of this study is archives that published directly by PBNU and PMII. In addition, the primary source of this study also came from interviews with Isfandiari MD and Chatibul Umam. Meanwhile, the secondary source of this study come from books, articles, and related documents to this topics studied.
This study shows that Mahbub Djunaidi actualized his political thoughts through PMII, PPP, and NU. The khittah plus which was initiated by Mahbub in 1987 is an important monument of Mahbub Djunaidi’s thoughts on democracy, the author referes to the values of Pancasila Democracy as the result of the NU’s Congress in 1967 which was actualize through practical political activities
Bung : memoar tentang Mahbub Djunaidi
Buku ini menjelaskan bagaimana keseharian Mahbub Djunaidi di tengah keluarga, bagaimana ia memotret fenomena disekitarnya.xvi, 182 hlm.: ilus.; 21 cm
Mahbub Djunaidi : Studi Pemikiran Tentang Khittah Plus NU Tahun 1987
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: 1). Bagaimana riwayat hidup Mahbub Djunaidi? 2). Bagaimana kondisi politik NU pasca Khittah NU 1926? 3). Bagaimana pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Khittah Plus?. Untuk menjawab permasalahan tersebut penulis menggunakan metode sejarah dengan pendekatan biografis-historis dan menggunakan teori partisipasi politik, langkah-langkah yang digunakan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, agar dalam penelitian ini dapat tercapai tujuan: 1). Mengetahui bagaimana riwayat hidup Mahbub djunaidi. 2). Mengetahui kondisi politik NU pasca Khittah NU 1926. 3). Mengetahui bagaimana pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Khittah Plus. Dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa (1). Mahbub Djunaidi yang lahir di Jakarta pada 27 juli 1933 dari pasangan H. Djunaidi dengan ibu Muchsinati merupakan tokoh besar dalam dunia jurnalistik, organisasi dan politik. Pada usia muda Mahbub sudah aktif dalam dunia organisasi NU dan pada tahun 1960 menjadi anggota DPR-GR/MPRS dari fraksi partai NU. Mahbub Djunaidi meninggal di Bandung pada 1 Oktober 1995 pada usia 63 tahun. (2). Dinamika yang terjadi setelah adanya Khittah adalah ketidakjelasan sikap NU apakah NU meninggalkan politik praktis ataukan NU masih ada hubungan dengan PPP, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tokoh NU yang berada dalam kepengurusan partai PPP, kemudian muncul ketegangan politik antara NU dan PPP yang kemudian disusul dengan aksi penggembosan suara PPP oleh para tokoh NU untuk menjaga kenetralan politik dalam tubuh NU.(3). Pada tahun 1987 tepatnya pada Munas dan Konbes NU di Cilacap, muncul pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Khittah Plus yang menginginkan NU menjadi partai politik kembali, latar belakang pemikirannya adalah karena masih banyaknya tokoh NU yang masih berada di PPP, NU hanya dijadikan alat pendulang suara bagi partai-partai lain dan menurut Mahbub politik merupakan satu-satunya cara efektif untuk mencapai tujuan. Dampak yang timbul dari pemikiran Mahbub Djunaidi antaranya mempertegas identitas NU bahwa NU benar-benar meninggalkan politik praktis yang dilakukan pada muktamar ke 28, tetapi juga membuka peluang bagi para politisi untuk tetap berpolitik praktis
Peranan Kh.Muhammad Djunaidi dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Sawangan Depok
Dzikir merupakan suatu metode yang digunakan oleh KH. Muhammad Djunaidi dalam menangani korban penyalahgunaan Narkoba di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi�ien. Banyak lembaga-lembaga yang menyelenggarakan dzikir bersama atau membantu orang-orang yang berdzikir dan adapun yang menyelenggarakan dzikir sendiri. Akan tetapi, metode dzikir yang digunakan oleh KH. Muhammad Djunaidi berbeda dengan dzikir-dzikir pada umumnya. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana Peranan KH. Muhammad Djunaidi Dalam Menangani Korban Penyalahgunaan Narkoba di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi�ien Sawangan Depok. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan subjek yang diteliti adalah Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi�ien, pembimbing dan para santri. Dengan proses wawancara dan observasi, fokus penelitiannya adalah pada peranan KH.Muhammad Djunaidi dalam menangani korban penyalahgunaan Narkoba. Melalui analisis dan hasil penelitian yang memfokuskan pada kegiatan dzikir yang diberikan kepada korban penyalahgunaan narkoba dengan metode dzikir yang diterapkan oleh KH.Muhammad Djunaidi. Adapun metode dzikir yang digunakan KH. Muhammad Djunaidi adalah membaca Ratibul Al-Athas, ratibul hadad, shalawat, asmaul husna dan membaca istigfar sebanyak 1000 kali. Dengan dzikir hati santri menjadi tenang, santri mengingat kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuatnya dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT
TAFSIR DEMOKRASI MAHBUB DJUNAIDI (STUDI SOSIOLOGI POLITIK TERHADAP ARTIKEL MAHBUB DJUNAIDI)
Pemerintahan Orde Baru bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi karena
berwatak otoritarian dan represif dalam menjalankan sistem pemerintahan.
Demokrasi telah dibajak oleh segelintir orang saja, sedangkan idealnya anggaran
negara harus dialokasikan dan diperuntukkan kepentingan rakyat dan
meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu tokoh secara keras mengkritik
sistem demokrasi yang tengah dijalankan oleh pemerintah Orde Baru adalah
Mahbub Djunaidi. Tokoh yang aktiv menulis dan memberikan kontribusi
pemikiran bagi tumbuhnya proses demokratisasi di Indonesia.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library
research). Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-histories dan
factual histories. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptifinterpretatif,
suatu model untuk menginterpretasikan pemikiran yang akan
mengarah pada setting sosial atau latar belakang pemikiran. Penelitian ini
menggunakan teori konstruksi sosial. Teori ini digunakan untuk melihat
konstruksi sosial-politik pemikiran Mahbub Djunaidi tentang demokratisasi
Indonesia.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mahbub Djunaidi menentang
praktek kekuasaan Orde Baru yang melakukan kontrol ketat terhadap masyarakat.
Kekuatan Orde Baru tidak hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi juga
memainkan peranan penting dalam politik kebudayaan. Militer digunakan untuk
mengintimidasi, termasuk dengan jalan kekerasan terhadap siapa saja yang
dianggap berani menentangnya. Sedangkan melalui politik kebudayaan, Orde-
Baru membangun kultur yang sesuai dengan kepentingan penguasa. Bagi Mahbub
praktek tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Mahbub berjuang
untuk membuka “kran” kebebasan ruang demokratisasi di Indonesia. Ide-idenya
ditransformasikan ke generasi-generasi selanjutnya, seperti ide tentang demokrasi,
pembatasan tentang masa presiden, sistem multi-partai, pemilihan legislator
berdasarkan suara terbanyak, dan penegakan hak-hak asasi manusia, serta ide
supaya Indonesia menjadi negara maritim menjadi orientasi pembangunan
nasional. Proyeksi itu menunjukkan pemikiran Mahbub Djunaidi telah
memainkan peran strategis dalam usaha membangun bangsa Indonesia
PEMIKIRAN MAHBUB DJUNAIDI TENTANG AGAMA DAN POLITIK PADA TAHUN 1970-1995
Skripsi ini berjudul “Pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Agama dan Politik Pada Tahun 1970-1995”. Studi ini secara garis besar ingin menjawab pertanyaan “Bagaimana pemikiran Mahbub Djunaidi tentang agama dan politik pada tahun 1970-1995?”. Untuk membahas permasalahan tersebut, peneliti melakukan kajian dengan menggunakan metode historis yang terdiri dari pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Peneliti memilih pemikiran Mahbub Djunaidi tentang agama dan politik pada tahun 1970-1995 karena banyak orang yang tidak mengetahui Mahbub Djunaidi sebagai tokoh pemikir dari kalangan Nahdlatul Ulama, sehingga peneliti mengkaji lebih dalam mengenai pemikiran Mahbub Djunaidi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa : Mahbub Djunaidi merupakan seorang kolumnis dari kalangan Nahdlatul Ulama yang dalam tulisannya banyak menuangkan pemikiran tentang agama dan politik. Dalam pemikirannya tentang agama pada tahun 1970-1995 selalu berbicara tentang kehidupan sosial kemasyarakatan yang tidak terlepas dari paham Ahlussunnah Wal Jama’ah, dan dalam pemikirannya tentang politik pada tahun 1970-1995 selalu berbicara tentang hubungan Islam dengan negara dan hubungan Nahdlatul Ulama dengan negara yang tidak terlepas dari paham demokrasi.;---The title of this paper is “The Thoughts of Mahbub Djunaidi About Religion and Politic In 1970-1995”. In general, this study intended to answer the question “How is the thoughts of Mahbub Djunaidi About Religion and Politic In 1970-1995?”. To examine this question, the researcher conducted a study with using historical method that consists of source collection, source critic, interpretation and historiography. The researcher choose the thoughts of Mahbub Djunaidi about religion and politic in 1970-1995 is because there are a lot of people didn’t know that Mahbub Djunaidi is a thinker from Nahdlatul Ulama group, so that the researcher conducted a deeper study about the thoughts of Mahbub Djunaidi. The results of this research can be explained that : Mahbub Djunaidi is a columnist from Nahdlatul Ulama group that issued a lot of thoughts about religion and politic in his written. His thoughts about religion in 1970-1995 always spoken about social life that was inseparable Ahlussunnah Wal Jama’ah understanding, and his thoughts about politic in 1970-1995 always spoken about Islamic relations with the state and Nahdlatul Ulama relation with the state that was inseparable from democracy understanding
- …
