7,873 research outputs found

    Ein unedierter ihšididischer Dirham

    No full text
    Revue Numismatique, 6e série, XIX, 1977, pp. 109-110. Hermann Simon, Ein unedierter ihšldidischer Dirham. — Exemplaire unique, provenant d'une trouvaille faite en Poméranie en 1903 et aujourd'hui conservé à Berlin- DDR, d'un dirham de Misr, sans date, et attribué à l'Ihsïdide Muhammad (323-334 H).Simon Hermann. Ein unedierter ihšididischer Dirham. In: Revue numismatique, 6e série - Tome 19, année 1977 pp. 109-110

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Get PDF
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Restoring The Golden Glory: Tracing The Implementation of Dinar-Dirham In The Financial System of Prophet Muhammad And its Significance as a Global Currency

    Get PDF
    This study explores the concept of Dinar and Dirham, their use during the Prophet's era as mediums of exchange, evaluates their strengths and weaknesses, and analyzes their potential as international currencies to address currency crises and inflation. A qualitative method is employed in this study, involving the collection and analysis of data from various literary sources through a descriptive analysis approach. The research findings reveal that Dinar and Dirham, although adopted from Roman and Persian cultures, were chosen due to the robust stability provided by gold as the underlying value of Dinar. However, the use of Dinar and Dirham cannot directly serve as an alternative to address the economic problems caused by currencies. Limited gold supply and vulnerability to criminal misuse are key drawbacks of Dinar and Dirham. Moreover, economic issues and crises stem not only from currency problems but also from various other contributing factors. Nevertheless, the reintroduction of the concept of Dinar and Dirham as relevant currencies to address modern currency crises is still worth considering. With a clear understanding of their strengths and weaknesses, and careful management of related issues, Dinar and Dirham have the potential to help address today's global currency crises and inflation.Sistem barter yang lazim pada masa Nabi Muhammad SAW telah memicu sebuah pertanyaan penting: Apakah Dinar dan Dirham, konsep mata uang pada masa itu, dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis mata uang saat ini? Mengingat kegagalan uang kertas dalam menghadapi tantangan krisis, maka perlu untuk memahami konsep Dinar dan Dirham sebagai alat tukar pada masa Rasulullah dan menganalisis potensi kebangkitannya sebagai mata uang yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Dinar dan Dirham, memahami penggunaannya sebagai alat tukar dan media transaksi pada masa Nabi, mengevaluasi kekuatan dan kelemahannya, dan menganalisis potensi penggunaan kembali Dinar dan Dirham sebagai mata uang internasional yang dapat menawarkan solusi terhadap krisis mata uang dan inflasi. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber literatur melalui pendekatan analisis deskriptif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Dinar dan Dirham, meskipun diadopsi dari budaya Romawi dan Persia, dipilih karena stabilitas yang kuat yang disediakan oleh emas sebagai nilai dasar Dinar. Namun, penggunaan Dinar dan Dirham tidak dapat secara langsung berfungsi sebagai alternatif untuk mengatasi masalah ekonomi yang disebabkan oleh mata uang. Terdapat keterbatasan dalam pasokan emas yang tersedia, dan penggunaan Dinar dan Dirham juga rentan terhadap kegiatan kriminal. Selain itu, masalah ekonomi dan krisis tidak hanya terkait dengan mata uang, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang relevan. Namun demikian, pengenalan kembali konsep Dinar dan Dirham sebagai mata uang yang relevan untuk mengatasi krisis mata uang modern masih layak untuk dipertimbangkan. Dengan pemahaman yang tepat terhadap kekuatan dan kelemahannya, ditambah dengan penanganan yang bijak terhadap masalah-masalah lain yang relevan, Dinar dan Dirham memiliki potensi untuk menjadi solusi dalam menanggulangi krisis mata uang dan inflasi yang dihadapi dunia saat ini

    Transaksi dengan Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah Samarinda: (Perspektif Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang)

    Get PDF
          Penelitian ini dilatar belakangi oleh kajian yang kurang mendalam mengenai Pasar Muamalah, baik mengenai bagaimana norma pelaksanaan pasar tersebut, ataupun kajian secara interdisipliner. Kajian yang muncul justru cenderung logical fallacy dengan melibatkan dogma komunitas tertentu sehingga tidak obyektif.  Penelitian ini mengkaji keberadaan pasar muamalah dengan norma norma pelaksanaan yang berlaku di dalamnya, terutama penggunaan dinar dan dirham dalam pasar tersebut. Selain itu penelitian ini akan memfalsifikasi penggunaan pasal 33 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sebagai peraturan yang digunakan untuk menyatakan bahwa penggunaan dinar dan dirham adalah suatu perbuatan yang melanggar aturan dengan menggunakan pendekatan penafsiran hukum, sejarah uang, dan metode barter yang sebenarnya telah dijustifikasi dalam aturan-aturan hukum di Indonesia. Serta fallacy yang terjadi jika masih menganalogikan dinar dan dirham sebagai mata uang yang berimplikasi pada adat kebiasaan barter yang dilakukan masyarakat pada umumnya.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris normatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, studi dokumen, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara memilih data yang dinilai redundant, dan menyaringnya kemudian data akan disajikan dalam format narasi yang informatif lalu berakhir dengan kesimpulan dari data-data yang didapatkan.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ditemui dalam norma pelaksanaan Pasar Muamalah melarang penggunaan alat tukar selain dinar dan dirham, Rupiah tetap diperbolehkan untuk digunakan bahkan dilarang untuk menggunakan mata uang asing. Penggunaan pasal 33 ayat 1 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata uang untuk menjerat pelaku pencetak dinar dan dirham adalah tidak tepat karena jika dikaji secara mendalam, peraturan tersebut hadir sebagai peraturan untuk melindungi kemerdekaan Mata Uang Rupiah dari Mata Uang asing, namun dinar dan dirham bukanlah Mata Uang. Penggunaan peraturan tersebut akan berimplikasi pada praktek barter yang telah hidup di tengahtengah masyarakat Indonesia.    &nbsp

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    Studi Analisis Pendapat Muhaimin Iqbal tentang Dinar dan Dirham sebagai Mata Uang

    Get PDF
    Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep mata uang dalam Islam dan pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep dinar dan dirham sebagai mata uang. Tujuan dari permasalahan ini adalah pertama untuk mengetahui pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep mata uang dalam Islam dan untuk mengetahui pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep dinar dan dirham sebagai mata uang. Dalam menyelesaikan permasalahan ini penulis melakukan penelitian menggunakan jenis library research dengan mengumpulkan data-data kepustakaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer dari buku yaitu buku Dinar Solution: Dinar Sebagai Solusi serta Dinar The Real Money: Dinar Emas, Uang dan Investasiku. Dan sumber data sekunder Ahmad Hasan dalam bukunya yang berjudul Mata Uang Islami Telaah Komprehensif Sistem Keuangan Islami, Muhammad dalam bukunya yang berjudul Kebijakan Fiskal dan Moneter Dalam Ekonomi Islam, Muhammad Ismail Yusanto dkk dalam bukunya yang berjudul Dinar Emas: Solusi Krisis Moneter, Umer Chapra dalam bukunya yang berjudul Sistem Moneter Islami. Dalam penelitian ini menggunakan analisis yang bersifat “diskriptif” yang berusaha menggambarkan mengenai masalah tersebut. Metode ini digunakan untuk memahami pendapat dan dasar Muhaimin Iqbal dalam perencanaan finansial jangka panjang berbasis dinar dan dirham. Hasil penulis dalam menganalisis pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai dinar dan dirham sebagai mata uang adalah perkembangan perekonomian Dunia berpengaruh terhadap tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Selama perekonomian dikelola dengan baik dan sistem yang benar, pasti akan memberikan dampak yang positif bagi penduduk negara tersebut. Dalam Ekonomi Mikro Islam, perbedaan konsep Ekonomi Islam dan Konvensional terletak pada konsep utility pada sisi permintaan dan konsep produksi pada sisi penawaran. Dalam Ekonomi Islam, konsep uang sangatlah jelas bahwa uang adalah alat tukar dalam muamalah, bukan komoditas. Dinar dan dirham merupakan alat transaksi yang stabil, kestabilannya telah diakui oleh Dunia.. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan mengenai mata uang dalam Islam serta dinar dan dirham sebagai mata uang. Selain itu juga dapat memberikan pembelajaran yang berimplikasi pada terwujudnya perekonomian yang sejahtera dan yang berkualitas

    Arab-Sassanian silver dirham, Rahman Ibn Muhammad (Ibn al-Ashas), 7th Century AD

    No full text
    FRONT: Image of an Arab-Sassanian silver dirham with the profile of Rahman Ibn Muhammad.REVERSE: Image of an Arab-Sassanian silver dirham depicting two individuals standing to either side of a central column.IMAGE SOURCE: Mahnaz Bagheri, Curator, Malek National Museum, Tehran, Iran

    Dinar dan dirham: satu kajian terhadap piawai ukur nilai barangan dan perkhidmatan pada zaman Nabi Muhammad S.A.W.

    No full text
    Kajian ini membincangkan tentang kesesuaian dinar emas dan dirham perak sebagai alat ukur nilai semua jenis barangan dan perkhidmatan. Menurut sejarah Islam, logam ini diperakui fungsinya sebagai alat ukur nilai sejak dahulu lagi. Jadi, persoalan kajian di sini ialah bagaimana kedua-dua logam ini diaplikasikan sebagai alat ukur nilai pada zaman Nabi Muhammad S.A.W. Kajian ini menggunakan teknik pengumpulan data secara kualitatif dengan menganalisis hadis Baginda S.A.W. Akhirnya, dapatan kajian menunjukkan bahawa dua logam tersebut adalah dijamin nilainya (kalis inflasi) dan sesuai dijadikan sebagai piawai ukur nilai barangan dan perkhidmatan sepanjang zaman untuk kebajikan dan kesejahteraan semua manusia

    Penerapan transaksi jual beli dinar dan dirham : studi kasus di BMT Daarul Muttaqiin Depok

    No full text
    Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Daarul Muttaqiin Depok merupakan salah satu lembaga keuangan syari�ah yang menyediakan wadah jual beli, tabungan dan investasi melalui produk dinar dan dirham. BMT Daarul Muttaqiin Depok menghadirkan kembali Dinar dan Dirham sebagai solusi dan timbangan yang adil di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapanagan (field research). Adapun teknik pengumpulan data meliputi interview, dokumentasi. Sedangkan teknik analisisnya deskriptif analitis. Deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan obyek penelitian apa adanya secara proporsional. Sedangkan maksud analitis adalah berfikir tajam dan mendalam dengan berusaha menemukan kelemahan atau kekurangannya. BMT Daarul Muttaqiin Depok , sebagai lembaga keuangan syari�ah tidak menutup kemungkinan terdapat ketidaksesuaian dalam melakukan penerapan jual beli, tabungan dan investasi. Apalagi penerapan yang dilakukan BMT Daarul Muttaqiin Depok dengan cara lebih modern, yaitu dengan cara online. Sehingga perlu diteliti bagaimana pelaksanaannya, dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap pelaksanaan jual beli, tabungan dan investasi menggunakan dinar dan dirham secara online di BMT Daarul Muttaqiin Depok ?

    THE IMPOSSIBILITY OF REVIVING DINAR AND DIRHAM CURRENCY SYSTEM IN THE MODERN ECONOMY WORLD

    No full text
    This study proves that in the discourse of fiqh, Islamic history, and Islamic banking the position of the concept of reviving the currency of dirham and dinar is very weak.Indicators that justify the conclusion of this study are: (1) there is a correspondence with historical evidence of inflation in the Islamic world, (2) there is correspondence with thoughts of fiqh, (3) there is a correspondence with modern syariah financial concept, and (4) there is a correspondence with Islamic banking attitude.This study is written to challenge the idea of Ahmad Hasan, Hifzu Rab, Khan-Mirakhor, Meera-Larbani, and ‘Umar Vadillo who state that inflation problem in Islamic world is best solved by reapplying the currencies of dinar and dirham as bases of transaction mediation. The inaccuracy of conclusion of the modern Islamic economist figures was shown by many historical facts showing the turmoil in values of these two gold bills in time of inflation. Other reasons for the fragility of these two currencies are;(i) lack of support of the fiqh expert in strengthening these currency systems as way out of the inflation-affected transaction, (ii)lack of support of fiqh experts to urge Islamic worlds to use only dinar and dirham as official currency,(iii) lack of support of Islamic banking experts to revive the use of dinar and dirham as transaction bases and remedy for inflation-affected transaction. The facts showed that the chosen system taken by fiqh and Islamic banking experts in settling the inflation-affected transaction was the strengthening of mu‘âmalah transaction system instead of alternating the currency system. The outcome of the strengthening the mu‘âmalah transaction system is a concept of price adjustment.The concept of price adjustment gives a strong implication to modern Islamic banking as an instrument of the mu‘âmalah transaction system support when facing inflation cases.Keywords: inflation, islamic banking, dinar, dirha
    corecore