34 research outputs found
MENINGKATKAN AKURASI KETERAMPILAN SHOOTING BOLABASKET MELALUI METODE DRILL PADA PEMAIN BOLABASKET PUTRI DI EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 2 JEMBER
ABSTRAK Aditya, Dimas Dwi, 2017. “Meningkatkan Akurasi Keterampilan Shooting Bolabasket Melalui Metode Drill PadaPemain Bolabasket Putri Di Ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Jember”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmanidan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. AgusTomi, M.Pd, (II) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd Kata Kunci : Shooting bolabasket,Permainan bolabasket, Metode drill Peneliti melakukan observasi awal dengan melihat banyaknya minat pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Jember. Berdasarkan data yang didapat bolabasket adalah ekstrakurikuler terbanyak dengan 78 peserta dibandingkan dengan bolavoli 20 peserta, catur 22 peserta, taekwondo 11 peserta dan pencaksilat 10 peserta. Dari data tersebut peneliti melakukan observasi pada tim bolabasket SMA Negeri 2 Jember, diperoleh hasil bahwa keterampilan teknik dasar shooting permainan bolabasket memiliki persentase yang terkecil dibandingkan dengan keterampilan teknik lainnya yaitu dribble 58,15%, passing 69,78, rebound 72,62%, sedangkan shooting mencapai 34,97%.Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan akurasi keterampilan teknik shooting permainan bolabasket di SMA Negeri 2 Jember dengan menggunakan metode drill.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian tindakan olahraga. Penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian tindakan kelas, dimana penelitian ini juga menggunakan siklus dalam pelaksanaannya. Dalam 1 siklus terdiri dari 6x pertemuan dan terdapat beberapa tahapyaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Setelah siklus 1 selesai dan tidak terdapat peningkatan yang signifikan makadilanjutkan siklus 2 dengan diadakannya lanjutan perlakukan yang belum tuntas dan apabila pada siklus ke 2 telah selesai maka tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Subjek yang ada dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang semuanya adalah perempuan. Hasil penelitian melalui metode drill menunjukan bahwa keterampilan teknik shooting dalam permainan bolabasket di tim basket SMA Negeri 2 Jember mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan yang terdiri dari 2 siklus. Dalam siklus 1 observer menilai teknikdasar dari shooting dengan ketuntasan yang diperoleh dari observer 1 sebesar 48,97%, observer 2 41,3%. Di siklus 2 observer 1 59,66%, observer 2 57,34%. Penilaian akurasi dilakukan dengan 2 kali tes, dala
Analisis Minat Perilaku Pengguna Aplikasi Pemesanan Hotel Online Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (Tam) Dan Theory Of Planned Behavior (Tpb)
Teknologi informasi dan komputer, terutama internet, telah mengubah konteks sosial ekonomi industri pawisata dan perhotelan. Dengan maraknya aktivitas penggunaan teknologi internet di dunia, Indonesia sebagai negara berkembang mencoba untuk beradaptasi dan mempelajari kemajuan teknologi itu. Peranan internet mempengaruhi gaya hidup masyarakat dan berdampak pada perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Mayoritas masyarakat memilih aplikasi reservasi hotel secara online berdasarkan pengalaman dari reservasi sebelumnya, selain itu beberapa aplikasi reservasi hotel secara online juga menawarkan diskon dan produk yang menguntungkan.
Beberapa developer teknologi membuat aplikasi pemesanan hotel online yang memudahkan konsumen untuk mengakses melalui smartphone yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan perilaku dari pengguna aplikasi pemesanan hotel online dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB) dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki aplikasi pemesanan hotel online agar dapat meningkatkan kualitas layanan aplikasi berdasarkan minat perilaku pengguna. Tahapan dalam penelitian ini yaitu meliputi penentuan model dan hipotesis, penentuan populasi dan sampel, perancangan kuesioner, penyebaran dan pengumpulan kuesioner, pengolahan data, analisis hasil dan penyusun rekomendasi.
Penelitian ini menggunakan 423 responden dari pengguna aplikasi pemesanan hotel online. Pengolahan data menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan model hanya mampu menjelaskan 44,2% varians pada pembentukan behavioral actual aplikasi pemesanan hotel online. Rekomendasi yang dapat diberikan, pihak aplikasi pemesanan hotel online adalah dapat memberikan promo yang dapat menarik banyak pelanggan dan informasi pada aplikasi harus selalu up to date agar manfaat yang dirasakan oleh pengguna saat menggunakan aplikasi pemesanan hotel online dapat meningkat
Faith in terms of participation in the organization of the Asmaul Husna 165 Al-Quran Love Council, Medan City
61Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan keimanan masyarakat yang baru ikutserta organisasi Majelis Cinta Al-Qur’an Asmaul Husna 165 dan setelah ikutserta organisasi tersebut di Kota Medan. Sampel penelitian sebanyak 32 anggota. Dengan hipotesis: Adanya perbedaan keimanan sebelum ikutserta organisasi dan setelah ikutserta dalam organisasi. Penelitian ini disusun berdasarkan metode skala Likert dengan menggunakan skala Aspek-aspek keimanan menurut Syaifuddin (2019) : Ideological, , Intelectual, Ritualistic, Eksperiental, Consequential, Comunity. Untuk menguji hipotesis yang diajukan dilakukan dengan menggunakan teknik
independent T test. Setelah dilakukan analisis data maka diperoleh hasil penelitian : Adanya perbedaan keimanan antara anggota yang baru ikutserta organisasi dan setelah ikutserta organisasi, dimana T = 2.672, dengan signifikan p = 0.010 ˂ 0,050. Dari hasil penelitian terdahulu dari Anita Rahmawati dan Yulianti Dwi Astuti (2008) yang berjudul Perbedaan “religisitas ditinjau dari keikutsertaan dalam kegiatan kerohanian Islam (ROHIS)” menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan religiusitas. Berdasarkan penelitian terdahulu tidak sesuai dengan hasil peneliti yang diteliti saat ini. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan yaitu adanya perbedaan keimanan sebelum ikutserta organisasi dan setelah ikutserta dalam organisasi, diterima. Basically, this study aims to see the differences in the faith of the people who have just joined the Asmaul Husna 165 Al-Qur'an Love Council organization and after joining the organization in Medan City. The research sample was 32 members. With the hypothesis: There are differences in faith before participating in the organization and after participating in the organization. This research was prepared based on the Likert scale method using the Aspects of faith scale according to Syaifuddin (2019): Ideological, Intellectual, Ritualistic, Experiential, Consequential, Community. To test the hypothesis proposed was done using the independent T test technique. After analyzing the data, the research results obtained: There is a difference in faith between members who have just joined the organization and after joining the organization, where T = 2,672, with a significant p = 0.010 ˂ 0.050. From the results of previous research by Anita Rahmawati and Yulianti Dwi Astuti (2008) entitled Differences "religiosity in terms of participation in Islamic spiritual activities (ROHIS)" shows that there is no difference in religiosity. Based on previous research, it is not in accordance with the results of researchers studied at this time. This means that the hypothesis proposed that there is a difference in faith before participating in the organization and after participating in the organization, is accepted
ABSTRAK Nurianti, Dwi Selly. 2016. Implementasi Penilaian Hasil Belajar berdasarkan Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMAN 2 Malang
ABSTRACT Nurianti, Dwi Selly. 2016. Implementasi Penilaian Hasil Belajar berdasarkan Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMAN 02 Malang.Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si, (II) Drs.Marsudi, M.Hum. Kata Kunci: Penilaian Hasil Belajar, Kurikulum 2013, Penilaian Autentik Kurikulum 2013 merupakan kebijakan baru untuk meningkatkan mutupendidikan di Indonesia sebagai pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Sejak tahun 2013 pemerintah menetapkan Kurikulum 2013 untuk diterapkandiseluruh sekolah di Indonesia. Perombakan dari Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan ke Kurikulum 2013 cukup signifikan dalam hal tataran konsepkurikulum, buku, pembelajaran dan penilaian. Komponen-komponen Kurikulum2013 seperti penilaian yang implementasinya belum dilaksanakan secara optimalsesuai dengan standar penilaian Kurikulum 2013. Guru sebagai tenaga pendidikharus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, apalagi yang berkaitan denganpenilaian hasil belajar yang sesuai dengan standar penilaian Kurikulum 2013.Namun dalam kenyataanya, seringkali penilaian hasil belajar yang sesuai denganstandar masih diabaikan. Fenomena ini jugaterjadi di SMAN 2 Malang. Hal tersebutyang menarik minat peneliti untuk mengkaji implementasi penilaian hasil belajarberdasarkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sejarah di SMAN 2 Malang. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanarencana pelaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013pembelajaran sejarah di SMAN 2 Malang (2) Bagaimana pelaksanaan penilaianhasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 pembelajaran sejarah di SMAN 2Malang. Penelitan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan rencanapelaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013 di SMAN 2Malang dan pelaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan Kurikulum 2013pembelajaran sejarah di SMAN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiandeskriptif. Informan adalah guru sejarah SMAN 2 Malang. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Data yangdiperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis model interaksi Miles danHuberman dengan tahapan (1) pengumpulan data, (2) reduksi dan penyajian data,(3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua kesimpulan sebagai berikut :(1) Persiapan penilaian hasil belajar Kurikulum 2013 pembelajaran sejarah diSMAN 2 Malang guru cukup memahami persiapan yang harus dilakukan sebelummelakukan penilaian. Meskipun terdapat beberapa komponen yang belumdilakukan oleh guru sejarah sesuai denganKurikulum 2013. Persiapan yang belumdilaksanakan secara maksimal sesuai dengan standar yaitu penyusunan kisi-kisi danpelaksanaan ujian harian serta penggunaan ranah afektif. (2) Pelaksanaan penilaianhasil belajar Kurikulum 2013 pembelajaran sejarah di SMAN 2 Malang. Guru sejarah di SMAN 2 Malang melaksanakan penilaian secara maksimal akan tetapimasih bersifat kondisional. Guru sejarah bersifat kondisional terhadap keadaansiswa dan sekolah serta disesuaikan dengan otoritas guru sebagai pelaksanaanpenilaian. Pelaksanaan penilaian yang diterapkan belum semua sesuai denganstandar penilaian Kurikulum 2013. Saran dalam penelitian ini adalah : (1) Bagi guru harapannya terusberupaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap Standar Penilaian pendidikanagar penilaian dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah, (2).Bagi sekolah secara berkala melakukan kegiatan workshop, seminar mengenaievaluasi hasil belajar sehingga guru dapat memahami hakikat penilaian dengan baikdan meningkatkan kualitas mengenai cara melakukan persiapan serta pelaksanaanpenilaian, (3). Fokus penelitian masih sempit sehingga bagi peneliti selanjutnyadisarankan untuk memperluas populasi penelitian. ABSTRAKNurianti, DwiSelly. 2016. Implementation of Learning AssessmentOn Curriculum 2013 In History Learning at SMAN 02 Malang. Thesis, Department ofHistory, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor:(I) Drs. I WayanLegawa, M.Si, (II) Drs. Marsudi, M.Hum. Keywords: Learning Assessment, Curriculum 2013, AutenticAssesmentCurriculum 2013 is a new policy to improve the quality of education inIndonesia in alternate Education Unit Level Curriculum. Since 2013 thegovernment set the curriculum in 2013 to be implemented in all schools inIndonesia. An overhaul of the Education Unit Level Curriculum for 2013 is quitesignificant in terms of the level of the concept of curriculum, books, learning andassessment. Components of Curriculum 2013 as assessment of implementation hasnot been implemented optimally match the curriculum assessment standards in2013. Teachers as educators should be able to do their job properly, especially withregard to assessment in accordance with the learning assessment standards incurriculum 2013. But in reality, often thelearning of assessment accord withStandards are still ignored. This phenomenon also occurs in SMAN 2 Malang. Thething that interests researchers to examine Implementation of LearningAssessmentOn Curriculum 2013 In History Learning at SMAN 02 Malang. Issues examined in this study: (1) How is the preparation of learningassessment in curriculum 2013 the history learning SMAN 2 Malang (2) How is theimplementation of learning assessmenton curriculum 2013 in history learning atSMAN 02 Malang. This research carried the aim to describe preparation of learningassessment in curriculum 2013 the history learning SMAN 02 Malang andimplementation of learning assessmenton curriculum 2013 in history learning atSMAN 02 Malang This research used a qualitative approach with descriptive research. Theinformant is a history teacher SMAN 2 Malang. Data collection techniques usedwere interviews, observation and document study. Data were analyzed usinganalysis of interaction models with stages Miles and Huberman (1) data collection,(2) reduction and presentation of data, (3) conclusion and percentage analysis. Based on results this research obtained two conclusions that : (1)Preparation of learning assessment in curriculum 2013 the history learning SMAN02 Malangquite understand the preparation that must be done before makingjudgments. Although there are several components that have not been carried outby a history teacher in accord the curriculum of 2013. The preparation has not beenimplemented optimally within their standards, namely the preparation of the gratingand implements selected Daily Exam and use the affective domain. (2).Implementation of learning assessmenton curriculum 2013 in history learning atSMAN 02 Malang. History teacher at SMAN 2 Malang implement assesmentmaximally but still conditional. The history teacher is conditional on the situationof students and schools as well as adapted to the teacher's authority as executorassessment. Besides more conditional, teachers less receive the socialization of assessment in curriculum 2013 that must be practiced in the field. So that not allratings are applied in accordance with the standard curriculum in 2013. Suggestions in this study are: (1) For the teacher hopes continually striveto improve their understanding of education Assessment Standards that assessmentis made according to the procedures set by the government, (2). For schoolsregularly conduct workshops, seminars on the evaluation of the results of ALearning so that teachers can understand the nature of good judgment and improvethe quality of how to do the preparation and implementation of the assessment, (3).The focus of research is still narrow so for further research is recommended toextend the study population. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Implementasi Penilaian Hasil Belajar Berdasarkan Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMAN 02 Malang”. Skripsi ini terwujud berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Ibu Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd selaku Dekan Fakultas IlmuSosial yang menaungi Jurusan Sejarah dan telah memberikan ijin penyusunan skripsi ini. 2. Bapak Dr. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum selaku Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yang telah memberikan kemudahan dalam proses penyusunan skripsi ini. 3. Bapak Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd selaku dosen penguji yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk membantu menyelesaikan penulisan skripsi. 4. Drs. I Wayan Legawa, M.Si selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk membantu menyelesaikan penulisan skripsi. 5. Drs. Marsudi, M.Hum selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, masukan dan saran selama proses penulisan skripsi. 6. Drs. Muksin danYuli Hastuti,S.Pd, M.Pd selaku guru Sejarah di SMAN 2 Malang yang sangat membantu dalam penelitian ini. 7. Siswa-siswi kelas X IIS 2 danKelas XI MIPA 1 SMAN 2 Malang. 8. Kedua orang tua penulis Nur Rokhimin dan Siti Rohma, kakak EkaVivianti dan adik kecilku Vivi Puti Ardiansyah yang telah memberikan kasih sayang, dukungan baik moril maupun materil, bimbingan serta doa kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi. 9. Sahabat-sahabatku Kontrakan Pink Mbok (Bunga P.), Tika (Kartika Tri L.), Mak (R. Wiga), FebrinaWahyuning T, dan pengunjung setianya serta teman diskusiMbak Gaga (Olga Gusfi P), Zen Hasan, VinnyAprilia, NoviaIsniawati, A. Rozikin, Dimas Indaranata, PututNugraha W, Aditya W. terimakasih sudah membantu dan memberikan bantuan moril. 10. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Sejarah Offering A 2012 terimakasih sudah membantu dan memberikan dukungan.Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah ikut membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Segala upaya telah penulis lakukan untuk menyempurnakan skripsi ini, tetapi penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Dengan demikian pembaca dapat memberikan kritik dan saran untuk perbaikan penulisan skripsi selanjutnya. Semoga dengan ditulisnya skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa Universitas Negeri Malang maupun bagi pembaca lainnya
Kedudukan Saksi Dalam Putusan yang Diputus dengan Verstek pada Perkara Perceraian di Pengadilan Agama (Studi Kasus Putusan No. 1970/PDT.G/2014/PA.MDN)
Pertengkaran terkadang memunculkan masalah-masalah yang mana
mengacu pada pertengkaran yang berujung perceraian antara suami isteri.
Didalam sidang perceraian kedudukan saksi sebagai alat bukti yang putusannya
diputus secara verstek di Pengadilan Agama Medan menimbulkan pertanyaanpertanyaan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kedudukan saksi sebagai alat
bukti dalam putusan verstek di Pengadilan Agama Medan serta untuk mengetahui
dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian dengan verstek.
Metode penulisan dalam skripsi ini memakai yaitu sumber data primer dan
data sekunder. Dalam data primer diperoleh data baik melalui wawancara.
Sedangkan dalam data sekunder diperoleh data melalui tulisan-tulisan dalam
keperpustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis terhadap
putusan No. 1970/Pdt.G/2014/PA.Mdn Peran saksi dalam suatu persidangan
perkara perceraian di Pengadilan Agama Medan dipandang sangat penting,
pembuktian dengan kesaksian merupakan cara yang terpenting dalam suatu
perkara yang sedang diperiksa di depan hakim. Suatu kesaksian harus mengenai
peristiwa-peristiwa yang dilihat dengan mata sendiri atau yang dialami sendiri
oleh seorang saksi. Selanjutnya dalam penelitian ini, pertimbangan hakim
terhadap putusan perkara perceraian No. 1970/Pdt.G/2014/PA.Mdn dengan alasan
perceraian yaitu Majelis hakim dalam hal perkara perceraian ini memutus verstek
karena ketidakhadiran tergugat serta tidak mengirim wakil atau kuasanya. Hal ini
disamping untuk mengetahui dalil gugatannya juga untuk mengetahui apakah
gugatan tersebut berdasarkan hukum dan beralasan hukum atau tidakMarriage sometimes makes trowbles which make a fight and ending with
divorce. In the court of Religion witness as evidence which the decision mades
with verstek give some questions. The study aims to see the witness as evidence
in the decision of the verstek in the Courts and to determine the basis for
consideration of the judges in deciding the case of a divorce by verstek.
The method of writing in the thesis, the sources of data used is the source
of data, primary and the secondary. In the primary data obtained either through an
interview. Meanwhile, in the secondary data obtained through writings in to the
library.
Based on the results of research has demonstrated the author against the
decision of the No.1970/Pdt.G/2014/PA.Mdn the role of a witness in a court case
divorce rate in the Court of Religion in Medan is seen as very important, proof by
testimony is the most important thing in a case that is being inspected in front of a
judge. One witness had to be about events that are seen with my own eyes or
experienced by a witness. Furthermore in this research is, the judges to the
decision of the case of divorce No. 1970/Pdt.G/2014/PA.Mdn on the grounds of
divorce, which is the judge in this case the divorce. Breaking the verstek because
of the absence of the defendant and didn't send a representative or counsel. It is in
addition to knowing of the lawsuit also to find out whether the lawsuit is based on
legal and reasonable legal or no
KLASIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG CAVENDISH MENGGUNAKAN ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK MODEL VGG-19
Bananas found in Cavendish Banana Gardens Purbalingga Regency have different levels of maturity and quality, as a local fruit that has high economic value and has a market potential that is still wide open, Cavendish bananas are one of the most reliable fruit commodities in Indonesia[1]. The government through the National Standardization Agency sets standards for bananas, maintaining the quality of bananas. The purpose of this study was to analyze the influence of light and image quality in classifying the ripeness level of bananas based on the color characteristics of bananas in the Cavendish Banana Garden, Banyumas Regency, Central Java according to SNI 7422:2009[2]. In this study the authors classify the maturity level of cavendish bananas using the Convolutional Neural Network with the Vgg-19 Model, VGG-19 is used to categorize the maturity level of cavendish bananas and the reason for choosing VGG-19 is because VGGNet is deeper and more reliable architecture for ImageNet technology.The author is also interested in learning how accurate the VGG-19 model is. With a total of 9,000 datasets, 80% of which are training data, 10% are validation data, and 10% are test data, The accuracy obtained for epochs 32, 64 and 96 varies. The accuracy results obtained using VGG-19 were 97% at epochs 32, 64 and 96.Pisang yang terdapat di Kebun Pisang Cavendish Kabupaten Purbalingga memiliki tingkat kematangan dan kualitas yang berbeda beda, sebagai buah lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi pasar yang masih terbuka luas, buah pisang cavendish menjadi salah satu komoditas buah-buahan yang dapat diandalkan di indonesia[3]. Pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional menetapkan standar untuk buah pisang, menjaga mutu buah pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh cahaya dan kualitas citra dalam mengklasifikasikan tingkat kematangan buah pisang berdasarkan ciri warna buah pisang di Kebun Pisang Cavendish kabupaten banyumas jawa tengah sesuai dengan SNI 7422:2009[1]. Dalam penelitian ini, para peneliti mengelompokkan tingkat kematangan buah pisang Cavendish dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) yang menggunakan arsitektur model VGG-19. Penggunaan VGG-19 difokuskan pada identifikasi tingkat kematangan buah pisang varietas Cavendish. Pemilihan model VGG-19 dilatarbelakangi oleh kedalaman serta keandalan arsitektur VGGNet yang terbukti efektif dalam teknologi ImageNet. Keterlibatan peneliti adalah untuk menguji ketepatan model VGG-19 dalam eksperimen ini, yang melibatkan total 9.000 dataset. Di antara jumlah tersebut, 80% digunakan sebagai data latihan, 10% sebagai data validasi, dan 10% sebagai data uji. Namun, hasil akurasi yang tercatat pada epoch 32, 64, dan 96 menunjukkan variasi yang signifikan. Pada epoch 32, 64, dan 96, VGG-19 berhasil mencapai akurasi tertinggi sebesar 97%
Legal Protection Regarding the Absentee Sale and Purchase of Agricultural Land in Pekalongan City, Central Java
The objective of this study is to examine and analyze the considerations used by the Land Office of Pekalongan City in rejecting applications for the transfer of ownership rights over agricultural land in Pekalongan City, Central Java. Additionally, this study aims to explore and analyze the resolution of issues related to the sale and purchase of agricultural land that do not meet the minimum land area requirements stipulated by law. This research adopts a descriptive approach with an empirical juridical method. The study involves library research to obtain secondary data through document analysis, while field research is conducted to gather primary data through interviews with research subjects using structured interview guidelines. The analysis employed in this study is qualitative and presented descriptively. Based on the anticipated findings, the author expects that the considerations used by the National Land Office include the following: first, the land is being purchased by a buyer who resides outside the subdistrict where the agricultural land is located, with a distance of approximately nine kilometers between the land and the buyer’s residence. The second consideration pertains to the land size, as the object of the sale measures less than two hectares. To address these issues, buyers may pursue several resolution strategies. One approach is to designate one among them as the sole owner or transfer ownership to another party, in accordance with Article 9(2) of Law No. 56 Prp of 1960. Another possible solution is land conversion through drainage, as the land in question does not fall within a designated green area
DETEKSI DINI APENDISITIS AKUT UNTUK WARGA IMIGRAN DI INTERNATIONAL ORGANIZATION OF IMMIGRATION SIDOARJO
Apendisitis akut adalah indikasi paling umum untuk operasi perut darurat di seluruh dunia dan alasan umum untuk konsultasi di unit gawat darurat. Dalam beberapa dekade terakhir, pencitraan diagnostik telah memainkan peran mendasar dalam mengidentifikasi radang usus buntu akut, membantu mengurangi angka laparotomi buta dan biaya rumah sakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai deteksi dini apendisitis akut kepada imigran di International Organization for Migration (IOM) Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan mengenai deteksi dini appendicitis atau usus buntu. Materi yang disampaikan mengenai definisi appendicitis, gejala dan tanda, serta langkah yang harus dilakukan jika terdapat orang disekitar yang mengalami gejala dan tanda appendicitis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana pada tanggal pelaksanaan pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2024. Acara dilaksanakan di halaman parkir kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 40 peserta. Peserta merupakan warga migran di bawah naungan IOM. Evaluasi penulis mengenai kegiatan ini adalah peserta dapat menjawab tiga pertanyaan dari pemateri dengan benar, diantaranya adalah anatomi perut, tanda dan gejala gawat darurat abdomen, dan apa yang harus dilakukan jika ada orang disekitar yang mengalami keluhan tersebut. Peserta antusias dan aktif bertanya kepada pemateri seputar materi yang disampaikan. Harapan penulis agar peserta mengetahui tanda-tanda dan gejala usus buntu, sehingga jika terjadi pada orang sekitarnya mereka dapat memberi masukan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan segera guna mengatasi kondisi gawat daruratny
Pemanfaatan rasch model untuk memetakan kemampuan kader Nasyiatul Aisyiah kabupaten Jember
Abstrak Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisiyah (PDNA) Kabupaten Jember memiliki beberapa permasalahan, diantaranya (1) Belum memiliki metode untuk memetakan pemahaman, pengetahuan serta keahlian kader, (2) Belum memiliki metode merancang pengkaderan sesuai dengan peta pemahaman, pengetahuan serta keahlian kader. Tujuan kegiatan ini adalah agar PDNA memiliki pemahaman menganai rasch model sebagai sebuah metode untuk memetakan kemampuan kader. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan koordinasi, penyiapan bahan dan alat, bimbingan dan penyuluhan, simulasi serta evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai posttest peserta sebesar 85 poin. Sebaliknya nilai pretest peserta sebesar 26,67 poin. Peningkatan kemampuan peserta bernilai positif yakni sebesar 58,33. Hasil evaluasi tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian masuk dalam kategori berhasil. Kata kunci: rasch model; ministep; PDNA; pengkaderan AbstractThe Regional Leadership of Nasyiatul Aisiyah (PDNA) of Jember Regency has several problems, including (1) not having a method to map the understanding, knowledge and expertise of cadres, (2) not having a method to design cadre according to the map of understanding, knowledge and expertise of cadres. The purpose of this activity is for the PDNA to have an understanding of the Rasch model as a method for mapping cadre abilities. The method of implementing this activity begins with coordination, preparation of materials and tools, guidance and counseling, simulation and evaluation of the success of the activity. The evaluation results showed that the posttest score of the participants was 85 points. In contrast, the pretest score was 26.67 points. The increase in participants' abilities was positive, namely 58.33. The evaluation results indicate that the service activities are in the successful category. Keywords: rasch model; ministep; PDNA; cadr
Optimalisasi Pemasaran Digital Dan Pendaftaran Hak Merek Pada UMKM Batik Menuju Dayasaing Global
Community service activity partners are a group of productive partners, namely batik MSMEs in Pekalongan City, namely those who are members of the Kauman batik kampoeng association and the Pesindon batik tourism village. The main problem is marketing, especially digital product marketing in improving the brand image of batik MSMEs towards global competitiveness. This is in line with the aim of community service to optimize digital marketing for batik MSMEs to be able to increase global competitiveness through digital marketing training and mentoring activities by utilizing social media and e-commerce platforms and brand rights registration as part of MSME branding and functions so that consumers can characterizes a product owned by batik MSMEs so that it can differentiate it from other batik products. This activity is divided into three stages, namely the preparation stage including identifying each partner\u27s problem and preparing a problem solving plan, the implementation stage in the form of introducing digital marketing strategies as well as training on marketing utilization and optimization as well as introduction and assistance in creating brand rights, the conclusion evaluation stage of the entire activity, suggestions and conclusions from the results of community service activities. The results obtained from this activity are that batik MSMEs are still minimal in optimizing digitalization for marketing their products, as well as brand rights, only 20% of batik MSMEs have trademarks, the rest have no awareness of trademarks and don\u27t even want to officially register their danang brands
