81 research outputs found

    Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Sanitasi, Biopori, dan Hidroponik untuk Mengatasi Kekeringan di Kecamatan Batumarmar

    Get PDF
    Salah satu kecamatan di Pamekasan adalah Kecamatan Batumarmar (Mitra), pada Kecamatan Batumarmar terdapat 3 desa yang merupakan desa kekeringan yaitu bujur timur, bujur barat dan bujur tengah. Ketiga desa tersebut sangat kekurangan air, contohnya pada saat mandi masyarakat yang berada di 3 desa tersebut mandi di sungai yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer. Untuk mandi saja membutuhkan perjalanan yang melelahkan. Masyarakat ini juga mencuci pakaian atau ternaknya di sungai ini. Bahkan untuk kebutuhan minum saja ketiga desa tersebut membeli dengan trek tangki ukuran besar sehingga bisa menimbun air yang cukup panjang. Tujuan Tim PKM mengatasi kekeringan dengan menggunakan sistem sanitasi, biopori dan hidroponik untuk menimbun air. Dengan adanya sistem ini diharapkan bisa membantu permasalahan diatas. Sistem ini bisa memaksimalkan penimbunan air bahkan dengan menggunakan hidroponik pakan ternak bisa tumbuh dengan lebat. Hasil yang didapat dalam pengabdian ini adalah perubahan pola pemikiran masyarakat untuk menimbun air serta ketersediaan air didalam tanah melimpah

    Analyzing Lexical Density of Reading Texts in the Elt Textbook for Senior High School Students

    No full text
    Reading is an interactive process that goes on between the author, the reader and the text. In the process of trying to understand a written text, the reader has to perform a number of simultaneous tasks, decode the message by recognizing the written signs, interpret the message by assigning meaning to the string of words, and finally, understand what the author’s intention was (murcia, 2000). In teaching learning process of reading, the lessons are typically represented in the form of texts which consists of vocabulary. In this case, the teachers should provide the appropriate textbook to be applied in teaching learning process

    PENGARUH KEDISIPLINAN GURU KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MI TAHFIZH AL FURQON PONOROGO

    Get PDF
    ABSTRAK Fatoni, Dimas Nahrul. 2023. Pengaruh kedisiplinan guru kelas terhadap hasil belajar siswa Di MI Tahfizh Al Furqon Ponorogo. Fakultas Agama Islam. Universitas muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing (1) Dr Ayok Ariyanto, M.Pd.I, Pembimbing (II) Lilis Sumaryanti, M.Pd Kata kunci : kedisiplinan, guru, hasil belajar, siswa Pengaruh kedisiplinan guru terhadap hasil belajar siswa, Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah disiplin guru dalam mengajar. Disiplin guru dapat berpengaruh pada motivasi siswa, keteraturan kelas, dan interaksi antara guru dan siswa. siswa akan belajar lebih efektif jika mereka termotivasi dan memiliki lingkungan yang kondusif. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, responden penelitian ini adalah siswa MI Tahfizh Al Furqon dengan jumlah responden 45 orang. Teknik pengumpulan dat menggunakan angket, dalam penelitian ini menggunakan 2 variabel. Penelitian ini memiliki tujuan penting yaitu Bagaimana pengaruh kedisiplinan guru kelas terhadap hasil belajar siswa? temuan penelitian ini adalah Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa signifikansi kedisiplinan guru lebih kecil daripada taraf signifikansi yaitu 0,012 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh antara kedisiplinan guru kelas terhadap hasil belajar siswa di MI Tahfidz Al-Furqon Ponorogo. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat kedisiplinan guru maka semakin tinggi hasil belajar siswa yang diperole

    Gender Dominance Portrayed in Indonesian ELT Textbook for Junior High School Students

    No full text
    In general, people view a man and a woman differently. Crawford (2004)states that women‟s occupations are associated with their gentle and other feminine characteristics, while men‟s jobs are related to their strengths and masculinities. Thus, there is stillexistence of gender inequality practices in society. Due to this, the gender issue is still important to be examined, particularly in English textbooks. Because when there is inequality representation between man and woman in the textbook, then it will contribute to slow down the process of establishing equality among people. To minimize the gender bias portrayed in ELT textbook, the researcher sketches out the literature in analyzing gender dominance in ELT textbook, such as gender equality and its practices in Indonesia, and gender equality materials in ELT textbooks. Gender equality does not mean that women and men should become the same, but that women‟s and men‟s rights, responsibilities, and opportunities will not depend on whether or not they are born male or female. When gender equality exists, a society equally values men‟s and women‟s similarities and differences. However, the practice of gender inequality in Indonesia is found in many sectors according to The Global Gender Gap Report, 2014.Almost in all aspects of life, women are not much better than men. Due to this, the textbook plays a leading role in making a mental image of males and females in society (Greshuny, 1977; Kobia, 2009). As textbooks play a crucial role as the main reference which supports and influence the whole learning activities especially for the students, then a balanced portrayal of gender in ELT textbooks should be improved. The gender dominance was analyzed including female/male pictures, female/male mentioned, female/male roles, female/male games, and female/male role models (Longsdon, 1985).In this study, the content of the English textbook was analyzed through the representation of the images which contain gender dominance by using visual semiotic of Roland Barthes which contain two layers (denotation and connotation).The textbook analyzed was entitled BahasaInggris When English Rings the Bell SMP/MTs Kelas VIII. There were five steps of procedure analysis, they were identification, code, analysis, interpret, and discussion. The result of analysis based on Longsdon (1985) aspects, the findings reveal that the textbook male dominated in three aspects consisting of female/male pictures, female/male mentioned, and female/male roles, while in the aspect of female/male games there was balanced number representation and in the aspect of female/male role model, the representation of female was outnumbered of male. From the visual semiotic analysis, the result of analysis demonstrated that in the textbook selected in this study represented where man had more opportunities in almost all aspects discussed, however the portrayal of woman was appeared as having opportunity such as higher education in some aspects analyzed. In short, the aims of schools textbooks should reduce portrayal of gender bias in society and culture. This would demonstrate both men and women that are competent and can be equally good if both are provided with equal opportunities. Furthermore, the researcher hopes that this study will be useful as information for English teachers, textbook author, and other textbook analysts who want to analyze another different textbook particularly in Indonesia

    MANFAAT WORKSHOP PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI KELOMPOK KERJA GURU GUGUS SEKOLAH SATRIYO UTOMO KECAMATAN NGAWEN BLORA TAHUN 2010

    Get PDF
    Abstract This report describes how physic teachers?óÔé¼Ôäó competency can be strengthening by exploring their writing capability through a workshop conducted by team of community service. This training was given to KKG / teachers?óÔé¼Ôäó group of Satriyo Utomo Ngawen Blora in 2010. The materials are how to find the topic, how to write a proposal of classroom research, and how to arrange a report of classroom action research, then how to make it into an article. By having these skills, it is expected that they will be able to arrange their own action research and article in order to raise their grade and prosperity. Team also gives them a full advice for those who want to make a proposal, a report and an article until they enable make their own classroom research by themselves. Through this training, KKG Satriyo Utomo Ngawen feels that it is really needed to sharpen and empower their writing skill especially writing a classroom action research and an article. Key words : teachers?óÔé¼Ôäó competency, a classroom action research, an article

    PROSEDUR KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SUKOHARJO

    Get PDF
    Pegawai Negeri adalah mereka yang bekerja di sektor publik dan bekerja untuk pemerintah suatu negara. Mereka dipilih dalam ujian tertentu, mendapatkan gaji dan tunjangan khusus, serta memperoleh pensiun. Untuk mewujudkan Pegawai Negeri yang berkualifikasi baik, maka pegawai negeri perlu dibina sebaik-baiknya dengan jenjang karier dan sistem prestasi kerja seperti pemberian kenaikan pangkat dan pemberian kenaikan jabatan sehingga akan tercipta suasana yang kondusif. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo yang diharapkan bisa bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan serta sebagai sarana untuk memperoleh sebutan Ahli Madya Program Studi Manajemen Administrasi. Jenis pengamatan ini adalah deskriptif kualitatif yaitu pendiskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya di lapangan studinya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Prosedur kenaikan pangkat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo adalah sebagai berikut : Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) yang mengajukan kenaikan pangkat harus mengumpulkan berkas persyaratan ke sub bagian umum dan kepegawaian. Sub bagian umum dan kepegawaian menerima dan meneliti semua berkas persyaratan yang diajukan PNSD. Jika ada persyaratan yang kurang, maka berkas kenaikan pangkat tersebut akan dikembalikan ke PNSD dan meminta untuk melengkapinya. Apabila berkas yang terkumpul sudah lengkap, semua berkas akan dikirim ke Badan Kepegawaian Daerah beserta nota usul yang disertai surat pengantar dari kepala SKPD. Proses kenaikan pangkat selanjutnya akan diproses oleh BKN sampai BKN mengeluarkan Nomor Nota Persetujuan Kenaikan Pangkat yang kemudian akan dikirim kembali ke BKD untuk kemudian menerbitkan Surat Keputusan Pegawai Negeri Sipil. Kata Kunci : PNS dan Kenaikan Pangka

    Dampak Penerapan Budidaya Tanaman Sehat Terhadap Usahatani Padi di Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember

    Get PDF
    Tanaman sehat adalah suatu metode budidaya yang diadopsi dari salah satu prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu dengan memanfaatkan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas dan hasil produksi tanaman. Sementara tanaman konvensional merupakan tanaman yang memaksimalkan pupuk kimia (anorganik) sebagai sumber nutrisi tanaman dan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) perbedaan produktivitas lahan usahatani padi sehat dan konvensional; (2) perbedaan keuntungan antara usahatani padi sehat dan konvensional; (3) perbedaan efisiensi biaya antara usahatani padi sehat dan konvensional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dilakukan di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Pengambilan sampel menggunakan metode quota sampling sebanyak 60 sampel. Metode analisis data menggunakan analisis produktivitas, keuntungan, R/C ratio serta uji Z rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan, (1) tidak ada perbedaan produktivitas lahan sebesar 0,53 ton/ha dan signifikan pada taraf kepercayaan 90% antara dua macam usahatani padi, produktivitas padi sehat 4,74 ton/ha, lebih tinggi dibanding usahatani padi konvensional sebesar 4,21 ton/ha, (2) ada perbedaan keuntungan sebesar Rp 3.101.072/ha, dan signifikan pada tingkat kepercayaan 90%, antara dua macam usahatani padi, keuntungan usahatani padi sehat sebesar Rp 16.615.620/ha, lebih tinggi dibanding usahatani padi konvensional sebesar Rp 13.514.548/ha, (3) ada perbedaan efisiensi biaya sebesar 0,34 dan signifikan pada tingkat kepercayaan 90%, antara dua macam usahatani padi, efisiensi biaya usahatani padi sehat sebesar 2,85 lebih tinggi dibanding usahatani padi konvensional sebesar 2,5

    TINDAK TUTUR DALAM PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO “VISI INDONESIA” (SPEECH ACTION IN PRESIDENT JOKO WIDODO'S SPEECH “VISION OF INDONESIAN”)

    Get PDF
    AbstractSpeech Actions in President Joko Widodo's Speech "Vision of Indonesia." Language is an essential factor in human life that functions as a means of communicating and exchanging information in everyday life. This shows that humans have a very close relationship with language, where language is a key for humans in their role as social beings. Humans use language in various lines where there are many variations of language use. It is not only used as a means of exchanging information. Language is also used in a political context. In this case, language is used as a means of invitation or command for a particular interest in the issue discussed in the community. In addition, language in a political context aims to form a person's identity. Therefore, this study examines the use of Ludwig Wittgenstein's second-period language game, complemented by John Langshaw Austin's perspective in President Joko Widodo's speech. The theoretical basis used in this study uses the thoughts of the philosopher Ludwig Wittgenstein II with the addition of understanding through the perspective of the philosopher John Langshaw Austin. The data analysis technique used hermeneutics. The data source was President Joko Widodo's speech taken from the YouTube site KOMPAS TV which was uploaded on July 14, 2019, with the title "Speech of the Elected President Joko Widodo: Visi Indonesia," and the video duration was twenty-three minutes and eleven seconds. In the analysis process, there is a language game in President Joko Widodo's speech with the title Visi Indonesia carried out. It can be concluded that the language game in the delivery of President Joko Widodo's speech entitled "VISION Indonesia" contains locutionary speech acts (phonetics and fatigue), illocutionary (verdicative) speech acts. Exercisive, commissive, behatitive, and expositive), and perlocutionary, the most dominant speech act found in the speech is locutionary speech acts, namely phonetic acts. This is under the subject matter in the book Philosophical Investigations (Kaelan, 2004); Wittgenstein explains that language games are a process of using words and rules for using language.Key words: Speech Act, Austin Perspective, Jokowi's SpeechAbstrakTindak Tutur dalam Pidato Presiden Joko Widodo “Visi Indonesia”. Bahasa merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia yang memiliki fungsi sebagai sarana berkomunikasi dan bertukar informasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memperlihatkan bahwa manusia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan bahasa, dimana bahasa merupakan suatu kunci manusia atas perannya sebagai makhluk sosial. Bahasa digunakan manusia dalam berbagai lini yang terdapat banyak variasi penggunaan bahasa. Tidak hanya digunakan sebagai sarana bertukar informasi, bahasa salah satunya juga digunakan dalam konteks politik. Dalam hal ini, bahasa digunakan sebagai sarana ajakan atau perintah untuk suatu kepentingan khusus dalam isu yang sedang dibahas di kalangan masyarakat. Selain itu, bahasa dalam konteks politik bertujuan untuk membentuk suatu identitas seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini membahas penggunaan permainan bahasa (language ame) Ludwig Wittgenstein periode kedua yang dilengkapi dengan perspektif John Langshaw Austin dalam pidato presiden Joko Widodo. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pemikiran dari filsuf Ludwig Wittgenstein II dengan penambahan pemahaman melalui perspektif filsuf John Langshaw Austin. Teknik analisis data menggunakan hermeneutika. Data yang digunakan dalam penelitian ini pidato presiden Joko Widodo yang diambil melalui sumber situs YouTube KOMPAS TV yang diunggah pada tanggal 14 Juli 2019 dengan judul “Pidato Presiden Terpilih Joko Widodo: Visi Indonesia” dan durasi video dua puluh tiga menit sebelas detik. Pada proses analisis terdapat permainan bahasa pada pidato Presiden Joko Widodo dengan judul Visi Indonesia yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa permainan bahasa dalam penyampaian pidato presiden Joko Widodo yang berjudul “Visi Indonesia” ini terdapat tindak tutur lokusi (fonetik dan fatik), ilokusi (verdiktif, eksersitif, komisif, behatitif, dan ekspositif), dan perlokusi, tindak tutur yang paling dominan terdapat dalam pidato tersebut adalah tindak tutur lokusi, yaitu tindak fonetik. Hal ini sesuai dengan pokok bahasan dalam buku Philisophical Investigations (Kaelan, 2004), Wittgenstein menjelaskan bahwa permainan bahasa adalah suatu proses pemakaian kata dan aturan penggunaan bahasa.Kata-kata kunci: tindak tutur, perspektif austin, pidato jokow
    corecore