500 research outputs found
Persepsi Siswa Kelas X Terhadap Keberagaman Budaya Di SMA Negeri 1 Talun Tahun Ajaran 2015/2016
ABSTRACT Setiawan, Dika. 2016. Persepsi Siswa Kelas X Terhadap Keberagaman BudayaDi SMA Negeri 1 Talun Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi Jurusan Hukumdan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih M.Si (II) Hj. Yuniastuti SH,M.Pd.Kata kunci: Persepsi Siswa, Keberagaman Budaya (Di SMA Negeri 1 Talun).Kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk memiliki beberapa implikasipositif dan negatif. Masyarakat Indonesia yang memiliki kebudayaan daerah yangberagam itu, pada dasarnya merupakan potensi kekayaan kultural bangsa yangmenjadi energi kemajemukan dan demokrasi, namun dibalik itu juga sangat rentandengan konflik. Keadaan masyarakat Indonesia yang beragam membuatkekawatiran terhadap konflik yang rawan, sehingga perlu adanya sebuah sikaptoleransi di masyarakat mengenai adanya perbedaan didalam masyarakatkhususnya generasi penerus bangsa. Keberagaman yang ada di lingkungansekolah dapat terlihat dengan jelas, seperti halnya keberagaman dalam hal sukuyang berbeda antara siswa yang ada. Sebagai siswa yang merupakan generasipenerus bangsa merupakan pilar utama dalam menjaga persatuan serta wujudsaling menghargai keberagaman yang ada di SMA Negeri 1 Talun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). persepsi siswa kelas Xterhadap keberagaman bahasa yang ada di SMA Negeri 1 Talun tahun ajaran2015/2016. (2.) persepsi siswa kelas X terhadap keberagaman agama yang ada diSMA Negeri 1 Talun tahun ajaran 2015/2016. (3.) persepsi siswa kelas X terhadapkeberagaman adat istiadat yang ada di SMA Negeri 1 Talun tahun ajaran2015/2016.Tujuh unsur kebudayaan yang menjadi isi pokok tiap kebudayaan di dunia.Ketujuh unsur pokok tersebut dianggap dapat ditemukan dalam semuakebudayaan suku bangsa di dunia, sehingga seringkali sekali disebut sebagaicultural universal atau unsur kebudayaan universal. Ketujuh unsur tersebut adalahsebagai berikut: (1) bahasa. (2) agama. (3) adat istiadat. (4) kesenian. (5) matapencaharian. (6) sistem teknologi. (7) sistem mata pencaharianPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pendekatankuantitatif deskriptif ini digunakan karena peneliti ingin menjelaskan ataumemaparkan persepsi siswa terhadap keberagaman budaya yang ada di SMANegeri 1 Talun. Data penelitian berupa data angket maupun dokumentasi darisiswa SMA Negeri 1 Talun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknikangket/kuisioner dan disertai dokumentasi berupa foto siswa.iiBerdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga simpulan hasil penelitiansebagai berikut, yang pertama, persepsi siswa kelas X SMA Negeri 1 Talunmemiliki persepsi terhadap keberagaman bahasa dengan banyak yang mimilihsangat setuju terhadap keberagaman bahasa, sehingga keberagaman bahasa yangada di SMA Negeri 1 Talun dapat diterima oleh siswa.Kedua, persepsi siswa kelas X SMA Negeri 1 Talun memiliki persepsiterhadap keberagaman agama dengan banyak yang mimilih sangat setuju terhadapkeberagaman agama, sehingga keberagaman agama yang ada di SMA Negeri 1Talun dapat diterima oleh siswa.Kedua, persepsi siswa kelas X SMA Negeri 1 Talun memiliki persepsiterhadap keberagaman adat istiadat dengan banyak yang mimilih sangat setujuterhadap keberagaman adat istiadat, sehingga keberagaman adat istiadat yang ada di SMA Negeri 1 Talun dapat diterima oleh siswa
THE READINESS OF GAPOKTAN SIMPATIK’S ORGANIC RICE FARMERS, MANONJAYA SUB-DISTRICT, TASIKMALAYA REGENCY, IN THE IMPLEMENTATION OF INDUSTRY 4.0
Indonesia is currently entering the 4.0 Industrial Revolution that has the concept of Smart Factories, Industrial Internet of Things, Smart Industry, Advanced Manufacturing, Big Data, and artificial intelligence. The development of the 4.0 industry is agricultural technology. Technology in the field of agriculture is expected to support agricultural productivity in both quantity, quality, and continuity. This research aims to determine the readiness of organic rice farmers in the Gapoktan Simpatik in the implementation of the 4.0 industry. Research was conducted in Gapoktan Simpatik’s farmer, Sub-district Manonjaya, Tasikmalaya District. The research design used quantitative with survey method. The analysis tool used in this research was Mutula & Brakel. The selection of samples in this research used a simple random sampling technique with the formula Slovin of 51 respondents and used the proportional allocation formula to determine the number of samples in each farmer group. Based on calculations using Mutula & Brakel, it showed unprepared results in the Enterprise Readiness. Human Resources Readiness, and ICT Readiness components, while the information Readiness and External Readiness categories were included in the Category ready. Thus, it can be concluded that farmers are still not ready for the implementation of Industrial Technology 4.0
'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)
In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PERIODE 10 AGUSTUS – 12 SEPTEMBER 2015 DI SMA NEGERI 1 JOGONALAN, KLATEN JAWA TENGAH
Kegiatan praktik pengalaman lapangan bertujuan memberi gambaran kepada
mahasiswa bagaimana caranya menyampaikan materi kepada peserta didik dengan
metode dan model pembelajaran yang sesuai, sehingga diharapkan lulusan
Universitas Negeri Yogyakarta kelak dapat menjadi tenaga kependidikan yang
profesioanal, unggul serta mampu menjadi pendidik bagi calon penerus bangsa.
SMA Negeri 1 Jogonolan, yang menjadi salah satu sasaran penempatan
mahasiswa PPL diharapkan dalam proses pembelajran selanjutnya menjadi lebih
aktif dan kreatif. Di sekolah ini setiap kelas sudah dilengkapi dengan sarana dan
prasarana yang mendukunng dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya
kegiatan praktik mengajar, selain untuk melatih mahasiswa menjadi pendidik juga
untuk memberikan inovasi belajar dengan memanfaatkan fasilitas ynag ada di
sekolah.
Program PPL meliputu kegiatan observasi dan pelaksanaan ppl di sekolah.
Praktik mengajar disesuaikan dengan guru pembimbing, dalam hal ini praktikan
melakukan PPL di kelas XA-XH, XI IPS 1-4, XII IPA 1. Dalam praktik mengajar
mahsiswa sebagai praktikan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
sebagai acuan dalam mengajar dari tanggal 2 Agustus sampai dengan 12 September
2015. Dalam kegiatan ini mahasiswa mempunyai guru pembimbingg lapangan dan
dosen pembimbing lapangan yamg memberi setiap pengarahan dalm melaksanakan
PPL
FORMULA DALAM SERIAL TELEVISI MALAM MINGGU MIKO SEASON 1 KARYA RADITYA DIKA
Bergenre komedi, Malam Minggu Miko Season 1 (M3S1) memiliki formula khusus dalam penceritaannya yang membedakannya dengan genre film lainya. M3S1 yang ditulis dan disutradarai oleh Raditya Dika merupakan salah satu jenis film (serial televisi) yang banyak diminati oleh masyarakat karena pada awal mula kemunculannya di YouTube telah berhasil merebut perhatian masyarakat dengan mendapatkan 1.679.874 viewer. Serial televisi ini terdiri atas 26 episode yang semuanya memiliki formula yang sama. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana formula dalam serial televisi M3S1. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis formula dengan membandingkan episode-episode tersebut lalu menggeneralisasikannya sehingga diperoleh formula umum dalam serial televisi ini, kemudian dilanjutkan dengan menghubungkan M3S1 dengan budaya sehingga diperoleh gambaran mengapa formula ini disukai oleh masyarakat. Hasil dari penelitian ini, yaitu M3S1 memiliki formula: (1) karakter tokoh yang unik; (2) tokoh mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, menarik, dan menggelikan; (3) terdapat tokoh wanita yang menjadi sasaran cinta tokoh utama; (4) tema cerita diangkat dari kejadian-kejadian aktual di masyarakat; dan (5) dalam setiap episode tokoh utama selalu mengalami kesialan, tetapi pada akhirnya cerita berakhir dengan happy ending. M3S1 disukai oleh masyarakat karena memiliki unsur kelucuan yang dipengaruhi oleh faktor incongruity dan superioritas dalam memancing gelak tawa penonton.Kata kunci: formula, serial televisi, malam minggu Mik
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Research objectives for describing an application of scientific learning approach on Islamic religious education lessons in Elementary School Muhammadiyah Sapen and application of authentic assessment in the subject Islamic studies, as well as the description do approach to scientific learning and assessment can improve the quality of learning of authentic Islamic education in Muhammadiyah Sapen elementary school. The type of research used is evaluative research program with research approaches to mixed methods (qualitative and quantitative). The technique of collecting data through in-depth interviews and documentation. The results of these research findings are as follows (1) On scientific learning administration device owned by the teachers have not been adequate because of the completeness of an administration owned teachers still refers to KTSP curriculum. Padaproses PAI has not fully observed the teaching steps in scientific learning, which includes observations, asking questions, trying, rational and communicate. (2) on the assessment process, authentic teachers still experience difficulties especially since the high and complexity of curriculum assessment of 2013. (3) the quality of learning Occurs in the primary PIE Muhammadiyah Sapen experience increased, ranging from improved process i.e. business guru PAI SD Muhammadiyah Sapen to creatively make administration curriculum tailored to 2013 and the end result be the values obtained showed an increase in students from semester to semester I
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Research objectives for describing an application of scientific learning approach on Islamic religious education lessons in Elementary School Muhammadiyah Sapen and application of authentic assessment in the subject Islamic studies, as well as the description do approach to scientific learning and assessment can improve the quality of learning of authentic Islamic education in Muhammadiyah Sapen elementary school. The type of research used is evaluative research program with research approaches to mixed methods (qualitative and quantitative). The technique of collecting data through in-depth interviews and documentation. The results of these research findings are as follows (1) On scientific learning administration device owned by the teachers have not been adequate because of the completeness of an administration owned teachers still refers to KTSP curriculum. Padaproses PAI has not fully observed the teaching steps in scientific learning, which includes observations, asking questions, trying, rational and communicate. (2) on the assessment process, authentic teachers still experience difficulties especially since the high and complexity of curriculum assessment of 2013. (3) the quality of learning Occurs in the primary PIE Muhammadiyah Sapen experience increased, ranging from improved process i.e. business guru PAI SD Muhammadiyah Sapen to creatively make administration curriculum tailored to 2013 and the end result be the values obtained showed an increase in students from semester to semester II</jats:p
Slank, Musik, dan Kepentingan
Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita
ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN KELOMPOK LANSIA DENGAN MASALAH DEFISIT KESEHATAN KOMUNITAS AKIBAT PENINGKATAN KADAR ASAM URAT DI POSYANDU MAWAR DESA CIKAL TUNTANG KABUPATEN SEMARANG
Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Poltekkes Kemenkes SemarangKIAN, Juni 2022Dika Yasinta Nurfitriani(1), Maria Ulfa(2), Yeni Yulistanti(3), Mukti Setiawan(4) Email : [email protected] ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN KELOMPOK LANSIA DENGAN MASALAH DEFISIT KESEHATAN KOMUNITAS AKIBAT PENINGKATAN KADAR ASAM URAT DI POSYANDU MAWAR DESA CIKAL TUNTANG KABUPATEN SEMARANGLatar Belakang : Penyakit asam urat merupakan suatu penyakit yang diakibatkan karena penimbunan kristal monosodium urat didalam tubuh. Asam urat merupakan hasil metabolism akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Asam urat termasuk penyakit degeneratif yang menyerang persendian, dan paling sering dijumpai di masyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat yaitu dengan terapi air rebusan daun sirsak. Terapi ini merupakan salah satu terapi alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat sebagai pengganti obat farmakologi.Tujuan : Menjelaskan asuhan keperawatan dengan pemberian terapi air rebusan daun sirsak pada kelompok lansia dengan masalah keperawatan defisit kesehatan komunitas.Metode : Menggunakan studi kasus pendekatan deskriptif dengan penerapan terapi air rebusan daun sirsak pada tiga pasien dengan kadar asam urat tinggi. Lokasi studi kasus dilaksanakan di Posyandu Mawar Desa Cikal Tuntang pada tanggal 19-21 Juni 2022. Pengumpulan data dilakukan pengkajian dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengukuran kadar asam urat.Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan dan penerapan terapi air rebusan daun sirsak menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat pada ketiga pasien
LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Penulis:
Bambang Setiawan, M.Pd.
Rina Kurnia, M.Pd.
ISBN: 978-623-96554-8-8
Tebal: viii + 134 halaman, 21 x 15 cm
Editor: Muhsyanur
Penata Letak: Dika Saputra
Perancang Sampul: Echa el Syah
Penerbit
PUSTAKA AKADEMIKUS
Jalan Pendidikan No. 3 Doping Lama
Kec. Penrang, Kab. Wajo, Sulawesi Selatan, 90928
Telp. 0485-2106832 | HP. 082260022285 Email [email protected]
ANGGOTA IKAPI
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit
- …
