34 research outputs found

    Moderasi Beragama melalui Film Animasi: Peluang dan Tantangan pada Generasi Digital

    Get PDF
    This research aims to examine the opportunities and challenges in the use of animated films as a medium to instill religious moderation in Indonesia. The method used in this research is literature research by analyzing the results of research, legal text, and information related to religious moderation and animated film media. The results found that Indonesia has a great opportunity to utilize information and multimedia technology, especially in producing animated films. The opportunity can be detailed that Indonesia has a technology infrastructure that is almost evenly distributed in all corners of the country, rich in local culture and wisdom, and has reliable human resources in the field of multimedia technology. On the other hand, the rapid flow of information containing religious conservatism through online media and television media dominated by violence is a challenge for the Government of Indonesia. The ideology of religious moderation must be packaged creatively and attract the interest of the audience. Thus, understand the moderation of religion that is expected to be ingrained in the life of the nation and state.Keyword

    PROBLEMATIKA PERS LOKAL DALAM MENGHADAPI KONTESTASI PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DI PROVINSI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    AbstractLocal press problems in facing the contestation of the election of Regional Heads in West Sumatra Province can be grouped into two broad lines: first, the local press is dragged into a conflict of interest in the election of the Regional Head including 1) The Press supports one candidate pair, 2). Incitement of the success team, 3). The interests of media owners and stakeholders in media companies. Second, the intervention of the Regional Head towards local media includes 1). Change the Regional Head changes journalists, 2). Contract termination threats and 3). Media blockade. As for the solution to the problem, an alternative solution can be proposed that: 1). Re-guided Law Number 40 of 1999 concerning Press. 2). Balancing the press as a business industry with the press as a professional institution (social control). 3). The media owner should not use and manipulate his press company into the realm of practical politics. 5). In establishing cooperation with local governments, strive to stick to the principles and ethics of the journalistic profession. 6). Journalists must increase the capacity and quality of journalistic products, adhere to journalists' code of ethics, and not bring the profession into the realm of practical politics. 7). Report regional heads or parties who attempt to intimidate the media and journalists in carrying out their profession, to the Public Information Commission (KIP), police and Ombudsman at certain levels of government.Keywords: Local Press, Problems, Pemilukada Contestation. AbstrakProblematika pers lokal dalam menghadapi kontestasi pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Sumatera Barat dapat dikelompokkan pada dua garis besar: yaitu pertama, pers lokal terseret dalam konflik kepentingan pemilihan Kepala Daerah meliputi 1) Pers mendukung salah satu pasangan calon, 2). hasutan tim sukses, 3). kepentingan pemilik media dan pemangku kewenangan pada perusahaan media. Kedua, intervensi Kepala daerah terhadap media lokal meliputi 1). berganti Kepala Daerah berganti wartawan, 2). ancaman putus kontrak dan 3). blokade media. Adapun solusi untuk permasalahan tersebut, dapat diajukan alternative penyelesaiannya bahwa: 1). Mempedomani kembali Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. 2). Menyeimbangkan antara pers sebagai industry bisnis dengan pers sebagai lembaga professional (control social). 3). Pemilik media jangan memanfaatkan dan memperalat perusahaan pers miliknya ke ranah politik praktis. 5). Dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, upayakan tetap berpegang pada prinsip dan etika profesi jurnalistik. 6). Wartawan mesti meningkatkan kapasitas dan kualitas produk jurnalistiknya, menaati kode etik wartawan, dan tidak membawa profesi ke ranah politik praktis. 7). Melaporkan kepala daerah atau pihak-pihak yang berupaya mengintimidasi media dan wartawan dalam menjalankan profesinya, ke Komisi Informasi Publik (KIP), polisi dan ombusman pada level pemerintahan tertentu.Kata Kunci: Pers Lokal, Problematika, Kontestasi Pemilukada

    Participation of Millennials in the Development of the Al-Qur'an Village: A Sustainable Promotion Perspective

    Get PDF
    This study aims to shed light on the government's approach to promoting community involvement in the creation of religious villages. The focus of the study is on community involvement, local government involvement, and policy solutions to ensure the success of Kampung Al-Quran, a religious village development programme in Lumban Dolok Village, Siabu District, Mandailing Natal District. Through the use of qualitative research, observations were concentrated on three distinct locations that served as the hubs of religious activity, interviews with six selected participants who held important positions and knowledge, and documentation data were collected. Including this study, the community actively participated in the construction of the Raya al-Muttaqin mosque, which serves as the central focus of the Kampung Al-Qur'an programme. The village government is still rigorous in how it exercises its authority at the local level, despite the fact that the government lacks an operational strategy for the sustainability of the Kampung Al-Quran programme. It is implied that the Kampung Al-Qur'an programme being carried out in an incalculable way. In order to strengthen the Kampung Al-Qur'an programme in an integrated and long-lasting way, a collaborative strategy is suggested in this article

    Begini cara menggunakan data wawancara dan observasi pada penelitian skripsi dan tesis mahasiswa

    Get PDF
    Pada bagian ini dimulailah paragraf pembuka yang mendeskripsikan persepsi mahasiswa kampus A terhadap Ustad B. Kemudian, perkuat pernyataan tersebut dengan kutipan langsung wawancara minimal satu kutipan langsung. Perkuat wawancara dengan sumber lain, namun tidak perlu dituliskan kutipan langsungnya. Setelah mencantumkan kutipan wawancara minimal dua kutipan wawancara dari sumber yang berbeda. Mengapa harus dua dan dari sumber yang berbeda. Ini dilakukan untuk memenuhi uji keabsahan data dengan triangulasi. Jadi, minimal harus ada dua sumber berbeda yang memperkuat pernyataan kita pada paragraf pembuka tadi itu

    Menata laboratorium dakwah terintegrasi

    Get PDF
    Laboratorium adalah tempat para akademisi untuk merancang, membangun, mengembangkan, dan mengevaluasi program riset atau pembelajaran. Kalau definisi ini dikaitkan dengan Dakwah, yang pada satu sisi dakwah adalah ilmu sosial berbasiskan pada nilai dan perspektif agama. Maka secara sederhana, laboratorium dakwah identik dengan laboratorium sosial. Dengan begitu, laboratorium dakwah itu adalah tempat untuk akademisi dakwah (dosen peneliti) untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi dakwah, baik dakwah praktis maupun dakwah teoretis. Laboratorium dakwah tempat bagi para dosen Fakultas Dakwah untuk merancang model, metode, materi, dan media dakwah. Bahkan, dampak (impact) dakwahpun dirumuskan di sini. Singkatnya, laboratorium dakwah itu sebagai wadah untuk dosen dakwah berkreativitas dan berinovasi

    Pemberdayaan kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Pasaman

    Get PDF
    Kabupaten Pasaman memiliki populasi besar mencapai 263,800 jiwa, dengan komposisi penduduk pasangan usia subur sebanyak 46,311 rumah tangga. populasi yang besar, ada sebuah keluarga yang dikategorikan sangat miskin dan miskin, sebanyak 23,861 rumah tangga. Ancaman overpopulasi dan kemiskinan siap untuk menghantam wilayah tersebut. pengendalian penduduk dapat dilakukan untuk memaksimalkan program keluarga berencana di Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Di sisi lain, program keluarga berencana memiliki sekelompok Pendapatan Usaha Kesejahteraan Keluarga untuk menambah sumber pendapatan untuk peserta program keluarga berencana. Dengan asumsi upaya integrasi program keluarga berencana dengan program untuk meningkatkan pendapatan dari keluarga yang dapat menghemat Pasaman dari ancaman kelebihan populasi dan kemiskinan

    URGENSI ETIKA PROFESI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

    Get PDF
    Ethics becomes a guiding tool in running a profession. Profession is not only defined as work done with skill or expertise, because in fact the profession includes mastery of theoretical knowledge, theoretical (practical) and experiential implementation. Similarly, the work of the community facilitator profession, which requires an ethical standard to be used as a guide in carrying out its work.Using ethical comparative analysis according to Western and Islamic philosophy, which then attempts to formulate the urgency of the ethical profession of Islamic community facilitator, which includes (a) Guidelines for community facilitator to carry out their duties and responsibilities, (b) the system of norms for professional development and personality, c) benchmark in evaluating the professionalism of community facilitator work

    PARADIGMA PERUBAHAN SOSIAL PERSPEKTIF CHANGE AGENT DALAM AL-QURAN (Analisis Tematik Kisah Nabi Yusuf as)

    Get PDF
    Social change can be studied through the classical theory of sociology, which is known as the theory of historical circle. This theory explains that history is a recurring process.Social change is not moving along a straight line but rather it follows a circle. According to the theory, history becomes a decisive factor in the process of social change. Historical events cannot be separated from the actors of history (actor), namely the leaders that ultimately affect the course of changes that occur in society. This paper  attempts to present the study of social change perspective of history of a great man, namely the Prophet Yusuf. The success of the Prophet Yusuf inrescuing the Egyptians from the long drought deserves to be studied, both his position as the messenger of Allah and his status as a human being who has its own charm. Using the thematic interpretation method to interpret Quranic verses and fenomenological analysis methods to analyze topics related to the social phenomena contained in the story of Prophet Yusuf, this research founds that the concept of social change in the story of Yusuf lies on three aspects, namely the integrity of solid sturdiness, the concept of clear social change, and the planned process of social change. Perubahan sosial dapat dikaji melalui teori klasik sosiologi yakni teori lingkar sejarah. Teori ini menjelaskan bahwa sejarah merupakan proses yang berulang, perubahan sosial tidak bergerak menurut garis lurus melainkan melingkar. Menurut teori tersebut, sejarah menjadi faktor penentu dalam proses perubahan sosial. Peristiwa sejarah tidak dapat dipisahkan dari pelaku sejarah (actor), yakni profil orang besar yang pada akhirnya mempengaruhi jalannya perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat. Dalam paper ini penulis berupaya menyajikan kajian perubahan sosial perspektif sejarah orang besar, yakni Nabi Yusuf as. Keberhasilan Nabi Yusuf as menyelamatkan rakyat Mesir dari masa kemarau yang panjang patut untuk dikaji, baik posisinya sebagai utusan Allah dan statusnya sebagai manusia biasa yang memiliki daya tarik tersendiri. Dengan menggunakan metode analisis tafsir tematik untuk menafsir ayat-ayat al-Quran dan metode analisis fenomenologi untuk menganalisis topik yang terkait dengan fenomena sosial yang ada dalam kisah Nabi Yusuf. Penulis mendapatkan konsep perubahan sosial dari kisah Yusuf as atas tiga aspek, yaitu integritas ketokohan yang mantap, konsep perubahan sosial yang jelas dan proses perubahan sosial yang terencana

    Kepemimpinan komunitas : kepemimpinan komunitas muslim menurut hadis Rasulullah SAW

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang hadis-hadis yang menyatakan bahwa urusan kepemimpinan dipegang oleh Bani Quraisy yang terdapat dalam kitab-kitab hadis shahih. Dengan menggunakan kajian studi kepustakaan melalui pendekatan metode pemahaman hadis dan pendekatan sosiologis terhadap sumber data berupa kitab-kitab hadis klasik dalam kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Imam Ahmad dan Musnad Abu Daud, buku-buku dan artikel ilmiah, didapatkan hasil kajian bahwa ulama sepakat atas keshahihan hadis-hadis tentang kekhalifahan (kepemimpinan) di tangan Quraisy, namun para ulama itu berbeda pendapat dalam menginterpretasikan hadis, antara afdlaliyyah (syarat keutamaan) dengan in‟iqad (syarat mutlaq). Pada masyarakat kontemporer dengan pendekatan sosiologis terhadap hadis-hadis shahih tersebut didapatkan pemahaman bahwa pemimpin itu harus memiliki rasa keadilan, berkasih sayang, menepati janji, menegakkan agama dan mengajak kepada kabajikan serta mencegah kemaksiatan. Pemimpin yang memiliki persyaratkan itu wajib ditaati oleh rakyatnya (komunitasnya)
    corecore