45 research outputs found
Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang
ABSTRAK Febriyani, Dian. 2013. Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: pola asuh authoritative, perilaku prososial Pola asuh authoritative merupakan pola pengasuhan orang tua yang memberikan kebebasan pada anak sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditentukan bersama. Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi orang lain dan orang yang menolong akan merasa bahwa seseorang yang ditolongnya lebih sejahtera. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah pola asuh orang tua terutama pola asuh authoritative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya perilaku prososial remaja seperti tidak bersedianya meminjami alat tulis, tidak bersedia berbagi makanan, atau tidak peduli pada seseorang yang membutuhkan pertolongan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang dengan sampel sebanyak 142 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode skala dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial. Hasil penelitian ini menunjukkan 5 siswa (3%) memiliki pola asuh authoritative sangat tinggi, 42 siswa (30%) memiliki pola asuh authoritative tinggi, 48 siswa (34%) memiliki pola asuh authoritative sedang, 37 siswa (26%) memiliki pola asuh authoritative rendah dan 10 siswa (7%) memiliki pola asuh authoritative sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran pola asuh authoritative (α=0,942). Sedangkan 6 siswa (4%) memiliki perilaku prososial sangat tinggi, 35 siswa (25%) memiliki perilaku prososial tinggi, 47 siswa (33%) memiliki perilaku prososial sedang, 46 siswa (32%) memiliki perilaku prososial rendah dan 8 siswa (6%) memiliki perilaku prososial sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran skala prososial (α=0,927). Perolehan koefisien korelasi anatar X dan Y sebesar 0,368 dengan probabilitas Phitung≤Pstandar (0,000 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala pola asuh authoritative maupun skala perilaku prososial sehingga dapat mengurangi kemungkinan untuk subjek memberikan respon yang normatif serta menambah atau mengganti variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi perilaku prososial anak. Serta diadakan penelitian kembali dengan sampel yang lebih luas dan pengukuran yang lebih akurat dan reliabel.
Pengaruh Jumlah Dana Pihak Ketiga dan Penyaluran Pembiayaan Perbankan Syariah Terhadap Pembiayaan Sektor UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya perbankan syariah yang dibarengi dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi di Banten yang dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Perbankan syariah sebagai lembaga yang menjembatani kebutuhan modal kerja dan investasi memberikan kontribusi terhadap pembiayaan UMKM dan mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jumlah dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan perbankan syariah terhadap pembiayaan sektor UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten (PDRB). Metode penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pengujian regresi linier berganda pada dua persamaan atau model X1, X2 terhadap Y1 dan X1, X2 terhadap Y2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan besaran dana pihak ketiga dan penyaluran perbankan syariah berpengaruh terhadap pembiayaan sektor UMKM yang ditunjukkan dengan nilai F hitung > F tabel = 15,330 > 3,316, pengaruh besarnya dana pihak ketiga dana pihak dan penyaluran perbankan syariah pada pembiayaan sektor UMKM sebesar 54, , 1%. Hasil analisis untuk persamaan kedua secara simultan (Uji F) jumlah dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan berpengaruh signifikan, dengan nilai F hitung > F tabel = 3,758 > 3,316, besarnya pengaruh besaran dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 20,6%, sehingga besarnya dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan perbankan syariah berpengaruh terhadap pembiayaan sektor UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten .
 
Analisis Produktivitas Dan Aplikasi Lean Manufacturing Pada Divisi Produksi Pengecoran (Workshop I) PT. Barata Indonesia
Divisi Produksi Pengecoran (Workshop I) di PT. Barata Indonesia memiliki permasalahan yang paling kompleks disbanding divisi-divisi lainnya. Penggunaan sumber daya produksi seringkali tidak efisien sehingga mengakibatkan rendanya produktivitas. Penelitian ini akan mengidentifikasi pemborosan (waste ) yang teijadi dalam proses produksi yang mengganggu tingkat produktivitas. Penelitian diawali dengan pengukuran produktivitas menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) berdasarkan beberapa kriteria produktivitas parsial. Selanjutnya, pendekatan lean manufacturing dimanfaatkan untuk mengidentifikasi jenis-jenis waste yang paling banyak teijadi. Metode-metode yang digunakan antara lain: Process Activity Mapping, Supply Chain Responce Matrix dan Quality Filter Mapping. Kemudian dianalisa akar penyebab pemborosan tersebut yang kemudian diberikan rekomendasi perbaikan guna meminimasi pemborosan yang teijadi sehingga produktivitas perusahaan meningkat. Hasil pengukuran dengan menggunakan OMAX menunjukkan indeks produktivitas bulanan masing - masing kriteria mengalami penurunan di Bulan November dan Februari. Sedangkan pendekatan lean manufacturing memmjukkan waste yang paling banyak teijadi adalah defect dan waiting. Beberapa rekomendasi perbaikan, misalnya sistem paralel pattern & core making, pemberian papan patuh SOP, alat bantu penataan dalam furnace, melakukan quenching & tempering dengan rentang waktu kurang dari 8 jam, dan mempeibaiki sistem preventive maintenance guna meminimasi waste yang teijadi sehingga produktivitas perusahaan meningkat.
============================================================================================================================
Foundry Division of PT. Barata Indonesia demonstrates the highest level of complexity compared to other divisions. The use of reseources is often inefficient which potentially affect the low productivity level. This study tried to identify any waste which probably occured in the production process that might bother the level of
productivity. The study began with measuring productivity by using Objective Matrix (OMAX) based on some criteria of partial productivity. Subsequently, an approach of lean manufacturing was utilized to identify type of waste which mostly occured. The methods used here are Process Activity Mapping, Supply Chain Response Matrix and Quality Filter Mapping as well. Finally, the root cause of each waste was analyzed in order to design a proper recomendation for minimizing waste and increasing productivity. The result of OMAX repreasented the monthly productivity index for each criterion declined on November and February while lean manufacturing resulted the largest amount of waste are defect and waiting. Some recommendations for instance : parallel system ofpattern & core making, giving the SOP compliance board, structuring tools in the furnace, do quenching & tempering with the time span of less than eight hours, and improve preventive maintenance system are proposed in the final chapter in order to decrease waste and improve productivity
ANALISIS PERBANDINGAN BRAND EQUITY INDOMIE REAL MEAT DENGAN BAKMI MEWAH DI SURABAYA
Sektor industri makanan dan minuman terdiri atas beberapa kategori
produk yang salah satunya adalah mie instan. BPS mencatat bahwa 98% pangsa
pasar mi di Indonesia adalah pasar mi instan Data World Instan Noodles
Association (WINA) juga memberi konfirmasi bahwa konsumsi mie instan
masyarakat Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tingginya angka
konsumsi mie instan ini menempatkan Indonesia di posisi kedua sebagai negara
pengkonsumsi mie instan terbesar di dunia setelah Cina. Peningkatan tersebut
juga diikuti dengan pertumbuhan masyarakat Middle Affluent Class (MAC) yang
di proyeksikan pada tahun 2020 yang tumbuh dua kali lipat menjadi 141 juta
penduduk.
PT. Indofood yang telah bertahun – tahun menjadi market leader di pasar
mie instan dan mulai terkikis market share-nya ternyata didahului oleh PT.
Mayora Indah Tbk dan langsung membidik masyarakat upper-middle class dalam
meluncurkan produk mie instan premium jenis baru yaitu dengan kemasan
premium dan originnal topping yaitu merek Bakmi Mewah. Seolah tidak mau
kalah lagi dengan pesaingnya, PT. Indofood, Tbk tetap menunjukkan ekistensinya
dalam dunia persaingan mie instan premium dengan meluncurkan produk baru
“Real Meat” langsung dengan dua varian yaitu rendang dan ayam jamur. Kedua
produk ini saat ini bersaing ketat di pasaran.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui brand equity secara
keseluruhan dan per elemennya yaitu brand awareness (kesadaran merek), brand
association (asosiasi merek), perceived quality (persepsi kualitas), dan brand
loyalty (loyalitas merek) dari Indomie Real Meat dan Bakmi Mewah.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan brand equity dari mie
instant premium merek Indomie Real Meat dengan merek Bakmi Mewah. Dimana
merek Indomie Real Meat memiliki brand equity yang lebih rendah secara
signifikan. Namun ternyata jika dilihat per dimensinya, yang memiliki perbedaan
signifikan hanya brand awareness. Sehingga brand awareness menjadi poin
penting bagi Indomie Real Meat agar brand equity yang dimiliki Indomie Real
Meat dapat menyamai Bakmi Mewah
EKONOMI DAN PERBANKAN SYARIAH DI TENGAH ERA DIGITAL
Teknologi digital merupakan salah satu produk ataupun fitur dari perkembangan teknologi era modern. Perkembangan teknologi digital turut berkembang pada sistem lain di kehidupan, terutama pada bidang ekonomi. Perubahan yang masif turut dirasakan oleh pelaku-pelaku ekonomi dan sebagian besar dari perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi digital ingin mengadakan perubahan mendasar pada bisnisnya. Sistem ekonomi syariah dikenal juga dengan sistem ekonomi islam yang berlandaskan hukum-hukum islam dalam pelaksanaannya. Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk muslim yang besar dan berada di kisaran 87 % atau sekitar 207 juta jiwa. Hal ini menjadi peluang yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi kemajuan ekonomi syariah berbasis digital di tengah era digital. Penelitian ini merujuk pada kondisi dan pengetahuan masyarakat mengenai ekonomi syariah dan potensi pengembangannya di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahunnya terjadi penurunan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, minimnya informasi yang dimiliki masyarakat mengenai ekonomi syariah dan potensi pengembangannya di era digital. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis oleh semua pihak terkait untuk memanfaatkan potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.Kata Kunci: ekonomi syariah, era digita
Urgensi Media Digital Dalam Proses Pembelajaran Bagi Guru Sekolah Dasar
Artikel ini adalah membahas tentang urgensi media digital dalam proses pembelajaran bagi guru Sekolah Dasar. Media digital sebagai instrument teknologi informasi memiliki andil yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia modern. Penggunaan media digital dengan platform yang sederhana hingga yang rumit dapat dijadikan media bagi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penyajian secara deskriptif. Informan pada penelitian ini yaitu 4 guru kelas yang berada di SDS IT Al-Jauhar. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa siswa SDS IT Al-Jauhar, Duri, yang mendapatkan materi pembelajaran dengan fasilitas media digital mengalami peningkatan signifikan dalam kreatifitas, keaktifan di dalam kelas hingga peningkatan nilai-nilai mata pelajaran. Ini memberikan dampak positif terhadap guru-guru yang mengajar, bahwa media digital sangat penting dalam proses pembelajaran
Analisis Pengaruh Pembiayaan Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2018
Penelitian ini dilakukan pada Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS), Bank Central Asia Syariah (BCAS), Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin (BSB) dan Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) untuk mengetahui apakah variabel Pembiayaan Murabahah (X1), Mudharabah (X2), Musyarakah (X3), Qard (X4), Ijarah (X5), dan Istishna (X6) berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y) pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011 -2018. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Regresi Data Panel. Terdapat Uji Pemilihan Model Terbaik dalam penelitian ini diantaranya yaitu Uji Common Effect Model, Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Metode Uji Asumsi Klasik diantaranya Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, Uji Autokorelasi dan Uji Heteroskedastisitas serta menggunakan Uji Hipotesis diantaranya Uji Parsial (Uji t), Uji Arah Simultan (F-Statistik) dan Uji Pengaruh (R2). Kesimpulannya dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Pembiayaan Murabahah, Musyarakah, Qard dan Ijarah tidak berpengaruh signifikan serta mempunyai hubungan negative terhadap Profitabilitas dan variabel Pembiayaan Mudharabah dan Istishna berpengaruh positif signifikan serta mempunyai hubungan positif terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2018 dan secara simultan variabel Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, Musyarakah, Qard, Ijarah dan Istishna berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2011 - 2018
KONSELING PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI PUSKESMAS MANGKANG SEMARANG
Konseling adalah suatu bentuk wawancara untuk membantu orang lain mendapatkanpemahaman yang lebih baik dari dia dalam usahanya untuk memahami dan mengatasipermasalahan yang dihadapi. Banyak wanita mengalami kesulitan dalam menentukan ataumemilih alat kontrasepsi bukan hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia,tetapi juga karena metode ini mungkin tidak dapat diterima. Dalam survei awal pada bulan Oktober 2010, persentase KB di Puskesmas Mangkang paserta periode dari Agustus sampai Oktober 2010 dari 162 peserta KB adalah nonkontap : Syringe (68 %), pil (29 %), kondom (3%), sedangkan yang menggunakan Kontap : nol (0 %). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritaspeserta perencanaan lebih suka menggunakan nonkontap Kontrasepsi. Di PuskesmasMangkang belum pernah dilakukan penelitian tentang konseling KBJenis penelitian ini adalah penelitian Explanatory, yang bertujuan untuk mengeksplorasihubungan antara pemilihan konseling kontrasepsi pada wanita dari pasangan usia subur.Pendekatan yang digunakan adalah metode cross sectional survey. Pengambilan sampeldilakukan secara purposive sampling, dengan kriteria peserta baru (d†3 bulan), untukmendapatkan sampel dari 30 peserta KB. Analisis data menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 % berusia 21-30 tahun, telah pendapatan >UMR, SMA 50 % berpendidikan dan memiliki anak baru, dan 36,7 % bekerja sebagai buruhtani. Sebagian besar penggunaan alat kontrasepsi nonkontap oleh 86,7 %, di mana dulu ada jarum suntik (53,3 %). Mereka berpendapat bahwa konseling dilakukan oleh staf konselingyang baik (73,3 %). Berdasarkan uji statistik, tidak ada hubungan antara pemilihan konseling kontrasepsi pada wanita pasangan usia subur (p.value 0,935 > á 0,05).Upaya untuk meningkatkan kualitas keluarga berencana dan sosialisasi petugas konseling faktor penentu dalam memilih alat kontrasepsi, diharapkan dapat meningkatkan kemampuanpotensi akseptor KB dalam menentukan pilihan yang tepat.Kata kunci : konseling, alat kontrasepsi
Financial Technology Analysis for MSMEs Based on Sharia Peer To Peer Lending
This research is aligned with the advancement of Financial Technology (FinTech) in Indonesia. FinTech provides a convenient option for the general public to carry out financial transactions online, including meeting the financial needs of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). One of the challenges faced by MSMEs is difficulty in accessing traditional financial institutions. This problem can be resolved through the advancement of FinTech in Indonesia, namely through the establishment of FinTech Shariah as a startup that offers a platform for connecting funders and entrepreneurs seeking money using the sharia system. This research methodology employs qualitative descriptive research by observing the website of a FinTech Peerto-Peer (P2P) lending company in Indonesia, specifically focusing on seven companies listed in the Financial Services Authority. Additionally, interviews with UMKM (Micro, Small, and Medium Enterprises) are conducted to gather information pertaining to the utilization of Sharia-compliant FinTech by MSMEs. The research findings revealed that out of the 50 informants who were thoroughly analyzed, only 2% utilized Fintech peer-to-peer lending shariah as their corporate lending institution. Additionally, the majority of the informants were unaware of and lacked understanding regarding the application of fintech peer-to-peer lending shariah for their corporate financing needs. There should be a boost in Sharia FinTech financial literacy for MSMEs in order for them to fulfill their financing requirements through Sharia Fintech Peer-To-Peer Lending (P2P)
BENTUK CAMPUR KODE DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA
This article discusses the phenomenon of code mixing in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata. Code mixing is the use of language or style of language that mixes two or more different language codes. The purpose of this study is to analyze and explain the form of code mixing used in the novel and to identify the reasons for using code mixing by the author.
 
