527 research outputs found
KONTRIBUSI GAYATRI RAJAPATNI UNTUK KEJAYAAN MAJAPAHIT TAHUN 1309-1350
Leadership often focused on the presence of a male figure who is seen as primary compared to a female figure. In modern era, the role of women has begun to be seen as their role as a leader, warrior, and motivator in many ways. Every woman who appears in public has their own characteristics, so that makes it unique and interesting to research. All these characteristics are born and emanate directly from the figure of a woman who tries to be a activator of change for herself and society.Dyah Dewi Gayatri or Gayatri is a woman who has a contribution in the kingdom of Majapahit. Gayatri is the fourth daughter of King Kertanagara from the Singhasari kingdom. In addition, Gayatri is also the wife of Dyah Wijaya (the first king of Majapahit), as well as the mother of Tribhuwana Tunggadewi. Gayatri as a woman at that time had her own potential and specificities, which contributed to the kingdom of Majapahit. This research focuses on the contribution of Gayatri to the glory of Majapahit in the span of time between 1309-1350.The research purposes are (1) To describe Gayatri's contribution in the process of achieving the glory of Majapahit in 1309-1350 and (2) To analyze the role of Gayatri for the glory of Majapahit in 1328-1350 and exemplary values for women today. This research uses a historical research method which consists of four phases, namely (1) heuristics, (2) source criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. The primary sources in this research are the Berumbung II or Geneng II 1251 C (1329 AD) Inscription, the Batur Inscription (without a date), and the Tribhuwana Tunggadewi Inscription between 1256-1272 C (1334-1350 AD). Secondary sources in this research are books that discuss the history of Indonesia during the Hindu-Buddhist era, which focuses on the Majapahit kingdom era.The results of this research indicate the contribution of Gayatri in her role as Rajapatni and as Makalamanggalya. Gayatri as Rajapatni and as Makalamanggalya, has an important position in the bureaucratic structure and delivering Majapahit kingdom to the glory in 1328-1350. Majapahit, as well as giving advice by forming advisory council or a grand deliberative council (Bhatara Sapta Prabhu) to assist in the government system.The exemplary values of Gayatri figures are an inspiration for society, especially women. Gayatri's exemplary values are the ethos of learning, being brave, responsible, wise, and still positions Gayatri as a woman according to her power.Keywords: Gayatri, Contribution, Majapahit Kingdom
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL FILM ANIMASI PENDEK “DEWI YANG KESEPIAN"
Penelitian ini untuk memperoleh, mengumpulkan dan menganalisa data-data yang dibutuhkan untuk
mewujudkan perancangan film animasi pendek dengan teknik 3 Dimensi yang bertemakan mitologi Dewa Dewi
dengan visual menarik agar dapat menarik minat penonton khususnya remaja sehingga pesan moral dapat
tersampaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan survei langsung ke lapangan, yaitu ke Pura
Merthasari, Wihara Dharma Bhakti (Klenteng Petak Sembilan), Museum Nasional dan perpustakaan. Selain itu
juga dengan media literatur seperti buku, majalah dan jurnal serta didukung dengan referensi dari media
internet yang berhubungan dengan topik. Hasil yang ingin dicapai adalah dapat mengangkat kembali kekayaan
budaya mitologi Indonesia dan agar pesan moral yang ingin disampaikan dalam film animasi mitos dewa dewi
ini dapat tersalurkan dan dimengerti oleh penonton, khususnya remaja. Simpulannya pada masa sekarang ini,
media komunikasi visual seperti film dan tayangan televisi sangat digemari remaja. Maka dengan menggunakan
media film animasi, remaja akan lebih tertarik dan bisa menyukai mitologi dewa dewi Nusantara, karena
tayangan lokal tidak kalah dengan tayangan luar
GAYATRI RAJAPATNI SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
ABSTRAK Aprilias Kukuh Wicaksono. C. 0611004. 2011. GAYATRI RAJAPATNI SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS. PengantarKaryaTugasAkhir (S-1). Prodi SeniMurni.FakultasSeniRupadanDesain.UniversitasSebelasMaret. TugasAkhirinimemvisualisasikanhasil reinterpretasipenulisdalambentukkaryasenilukisdenganmedia cat akrilik di atas kanvas, yang menjadikanperwujudan Gayatri sebagai dewi kebijaksanaan tertinggimenjadisumberide. Permasalahan yangdibahasdalamTugasAkhirini, yaitu; 1) apa peran Gayatri dalam Kerajaan Majapahit ?, 2) mengapa perwujudan Gayatri sebagai Dewi Kebijaksanaan Tertinggi diangkat sebagai subject matter dalam penciptaan karya seni lukis ?, 3) bagaimanacara menvisualisasikansubject matter dalam karya seni lukis ?. TujuanTugasAkhiriniadalah 1) memahami kembali siapa dan seberapa besar pengaruh seorang Gayatri dalam kejayaan kerajaan Majapahit,2) menjadikan Gayatri sebagai tokoh yang mengingatkan pembaca tentang kebijaksanaan, 3)memvisualisasikanGayatri sebagai rujukan historis. Gayatri merupakan putri dari Kertanegara, permaisuri dari Raden Wijaya yang merupakan pendiri kerajaan Majapahit.Gayatri memiliki sifat bijaksana, pintar, dan taat beragama, pengetahuannya tentang ilmu kenegaraan sangat membantu kejayaan kerajaan Majapahit selama masa hidupnya. Dengan mengangkat perwujudan Gayatri sebagai dewi kebijakasanaan tertinggi, maka penulis mereinterpretasi sosok Gayatri dan divisualisasikan sesuai hasil reinterpretasi penulis dengan menggunakan media seni lukis. Teknik yang digunakan penulis adalah teknik basah, yaitu sapuan cat akrilik di atas kanvas. Dengan penguasaan teknik dan unsur-unsur rupa yang dimiliki penulis, diharapkan karya ini dapat menjadi apresiasi oleh semua kalangan dan penikmat seni. Kata kunci: Gayatri Rajapatni; Kejayaan Majapahit; Kerajaan Majapahit; SeniLuki
KREATIVITAS BIMO WIJAYANTO DALAM KARYA TARI RAJAPADNI GAYATRI
Skripsi yang berjudul Kreativitas Bimo Wijayanto dalam Karya Tari
Rajapadni Gayatri mengungkap permasalahan yang meliputi: (1)
bagaimana bentuk koreografi tari Rajapadni Gayatri, dan (2) bagaimana
proses kreatif Bimo Wijayanto dalam karya tari Rajapadni Gayatri. Kedua
permasalahan tersebut dikaji dengan teori bentuk koreografi dan teori
kreativitas. Pengaplikasiannya untuk menganalisis bentuk koreografi
menggunakan teori Sri Rochana Widyastutieningrum yang di dalamnya
mengungkap bentuk fisik dan bentuk ungkap, sedangkan untuk
menganalisis kreativitas menggunakan teori Rhodes yang dikutip oleh
Utami Munandar dalam bukunya yang berjudul Kreativitas dan
Keberbakatan, menyebut keempat jenis definisi tentang kreativitas sebagai
“Four P’s of Creativity: Person, Process, Press, Product”. Penelitian ini bersifat
kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui observasi baik secara langsung
maupun melalui audio visual, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil penelitian ini, tari Rajapadni Gayatri dalam bentuk
koreografinya terbagi menjadi empat bagian yaitu Kerajaan Singasari
runtuh, ketegaran sosok Gayatri, Gayatri berkelana dan Gayatri yang
dalam kehidupannya terinspirasi oleh tokoh Sekartaji. Bentuk Karya tari ini
mengacu pada tari Bedhaya, maka dari itu disebut sebagai Bedhaya
Dramatari. Berbeda dengan tari Bedhaya yang di dalamnya tidak ada
penokohan namun dalam karya tari ini terdapat penokohan yang
menceritakan dinamika perjuangan Gayatri dalam menggapai kejayaan
Majapahit. Bimo Wijaynto dalam penggarapan karya tari Rajapadni Gayatri
tidak terlepas dari unsur 4P, seperti bentuk pengalaman, bakat, lingkungan
budaya, faktor pendorong, proses pengkaryaan, dan produk hasil akhir
dari proses kreativitas
GAYATRI RAJAPATNI DALAM EKSPRESI KERAMIK RELIEF REPRESENTATIF
Gayatri Rajapatni adalah istri ke 3 dari Raden Wijaya, raja pertama kerajaan Majapahit. Gayatri merupakan sosok di balik layar yang memiliki andil dalam perjalanan kejayaan Kerajaan Majapahit. Hal tersebut dapat dibuktikan dari beberapa tulisan di kitab Nagarakrtagama dan bangunan candi Bhayalango. Gayatri diarcakansebagai Prajnaparamita (Dewi Kebijaksanaan) setelah wafat. Peran Gayatri semasa kejayaan Kerajan Majapahit yakni, mampu mendampingi sang suami (Raden Wijaya) dalam memimpin kerajaan. Sepeninggal suaminya, Gayatri Rajapatni juga mendampingi dan membimbing putrinya Tribhuanotunggadewi sampai cucunya Hayam Wuruk dalam memimpin Kerajaan Majapahit. Kesetaraan gender telah ada sejak zaman dahulu di tanah Jawa. Melalui sosok Gayatri, kita dapat mempelajari bagaimana perempuan di masa lalu yang dapat turut andil dalam pemerintahan. Intrik serta percaturan politik yang Gayatri lakukan, mampu mengantarkan Kerajaan Majapahit pada kejayaan. Namun, sangat disayangkanbanyak masyarakat yang kurang mengenal sosok perempuan bijaksana, tanggungjawab, sederhana serta penuh cinta kasih sayang tersebut. Penciptaan ini bersumber ide dari Gayatri Rajapatni yang merupakan tokoh dibalik kejayaan Kerajaan Majapahit. Sumber ide diekspresikan secara simbolik dalam bentuk karya kreatif keramik relief. Langkah-langkah dalam penciptaan keramik relief adalah perenungan ide, penyempurnaan ide, pemantapan ide dan proses penyelesaian. Dalam proses penyelesaian terdapat beberapa proses di dalamnya yakni, (1) mengolah ide menjadi sebuah konsep karya, (2) pembuatan sketsa-sketsa pilihan, (3) menentukan sketsa terpilih dan (4) pembentukan/aktualisasi menggunakan media tanah liat. Proses pembentukan menggunakan beberapa teknik yakni, teknik pilin, pijit dan cetak tekan. Body keramik sebelum dibakar dalam suhu sekitar 800°C haruslah dikeringkan secara bertahap. Setelah dibakar, karya melewati tahap finishing sebelum siap untuk dipamerkan. Tujuh karya keramik relief ditampilkan menggunakan media estetik berupa titik, garis, bidang, warna dan tekstur. Karakter karya keramik relief berupa panel-panel dengan bunga dan daun pada latar belakang. Tekstur berupa garis-garisputusdisajikanuntukmemvisualisasikan aura dandramatisasikisah. Hasil penciptaan keramik relief diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi penulis dan pembaca dalam berkarya seni.Karyatersebutdiharapkandapatmenjadipemahamanmengenaimaknakearifan sikap Gayatri Rajapatni sebagai tokoh perempuan yang mempunyai andil besar dalam Kerajaan Majapahit. Selain itu, dapatmenjadi contoh bagi perempuan-perempuan generasi muda mengenai kesetaraan dan kearifan sikap
Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim. AUTHOR: Alfian Nur Salsabila, Gayatri Galuh Pertiwi, Popi Fitriyah Dewi
Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim
Alfian Nur Salsabila, Gayatri Galuh Pertiwi, Popi Fitriyah Dew
Gayatri Rajapatni's Leadership Strategy as a Revolutionary Woman Designer of the Majapahit Empire's Vision
Modern societies view women as equal to men, especially in government. conversely, societies with traditional stigmas view women as having power only in the domestic sphere. Historically, Javanese women, particularly in the ancient Javanese era, held a strategic position in shaping government policy. This is evident in the presence of Gayatri Rajapatni in the Majapahit Kingdom. Gayatri served as an advisor to the king and a policy maker, although she was not legally the queen. This study aims to determine the leadership strategy of Gayatri Rajapatni, a figure behind the success of Majapahit. This study used historical research methods and resulted in an analysis of Gayatri Rajapatni's leadership strategy in building the Majapahit Empire. The author concludes that Gayatri Rajapatni employed various leadership strategies to implement her vision for Majapahit's glory, namely by developing tactics and leadership patterns inherited from her father (Kertanegara)
ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL SALIKARYA DEWI LINGGASARI
Ketidakadilan Gender Novel Sali Karya Dewi Linggasari; Elfa
Fithriyana;090110201017; 2013: 82; Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra
Universitas Jember.
Penelitian ini difokuskan untuk menjawab rumusan masalah yaitu, 1)
Bagaimana keterjalinan unsur-unsur struktural yang terdapat dalam novel Sali karya
Dewi Linggasari yang meliputi tema, tokoh dan perwatakan, latar, serta konflik? 2)
Bagaimana aspek-aspek ketidakadilan gender dalam novel Sali karya Dewi
Linggasari meliputi marginalisasi, stereotip, subordinasi, kekerasan, dan beban kerja.
Tujuan penelitian yaitu: 1) Mendeskripsikan keterjalinan antar unsur-unsur struktural
yang ada dalam novel Sali karya Dewi Linggasari yang meliputi: tema, penokohan
dan perwatakan, konflik, dan latar. 2) Mendiskripsikan aspek-aspek ketidakadilan
gender dalam novel Sali karya Dewi Linggasari yang meliputi marginalisasi,
stereotip, kekerasan, subordinasi, dan beban kerja. Metode yang digunakan metode
kualitatif deskriptif. Adapun langkah-langkah metode kualitatif deskriptif dalam
penelitian ini sebagai berikut: 1) membaca novel secara keseluruhan; 2)
mengidentifikasi dan mengolah data denganmengklasifikasikan data-data yang
berhubungan dengan unsur-unsur struktural; 3) mengumpulkan data-data yang
diperoleh berdasarkan pokok permasalahan penelitian; 4) memilah data-data sesuai
masalah penelitian; 5) mengidentifikasi dan mengolah data dengan
mengklasifikasikan data-data yang berhubungan dengan ketidakadilan gender; 6)
melakukan analisis struktural; 7) melakukan analisis ketidakadilan gender; 8) menarik
kesimpulan dari analisis tersebut.
Hasil analisis dari penelitian novel Sali karya Dewi Linggasari menunjukkan
keadaan atau suasana.Tokoh Liwa mengalami keadaan yang benar-benar berada pada
posisi psikis paling rendah.Tema mayor adalah seorang wanita yang putus asa karena
terbelenggu adat menyebabkan dirinya menyerah pada kehidupan.Sedangkan tema
minor yaitu, bentuk perlawanan kepada adat, kepala keluarga yang tunduk pada
vii
adat.Tema mayor dan tema minor tersebut memiliki keterkaitan dan saling
mendukung.
Tokoh utamanya adalah Liwa. merupakan tokoh yang memiliki watak bulat
(round character) karena mengalami perubahan watak.Dari awal sampai akhir cerita
Liwa memiliki perubahan watak.Tokoh utama didukung oleh tokoh bawahan.Tokoh
bawahan yang banyak berhubungan dengan tokoh utama adalah Kugara, Lapina,
Ibarak, dan Gayatri. Tokoh Kugara, Lapina, Ibarak, dan Gayatri dalam novel tersebut
berwatak datar (flat character) karena tidak mengalami perubahan watak.
Penggambaran latar meliputi latar tempat, latar waktu, latar sosial.Latar
tempat terjadi di honai, kebun, dan puskesmas.Latar waktu terjadi pada pagi hari dan
malam hari.Sedangkan latar sosial mengambil suasa kedaerahan.Konflik yang ada
yaitu konflik fisik dan konflik batin. Konflik fisik yaitu antara manusia dan manusia
terjadi antaraLiwa dan Ibarak, dan Lapina dan Kugara. Konflik antara manusia dan
alam dialami oleh tokoh Gayatri. Konflik batin dibagi menjadi dua yaitu konflik batin
ide dengan ide dialami oleh tokok Liwa dan Ibarak, Liwa dan Gayatri. Konflik antara
manusia dan kata hatinya dialami oleh tokoh Liwa, Lapina, dan Gayatri.
Analisis pragmatik yang dititikberatkan pada ketidakadilan gender meliputi:
marginalisasi, subordinasi, sterotipe, kekerasan, dan beban kerja. Marginalisasi
diamali oleh tokoh Liwa.Marginalisasi juga dialami oleh perempuan-perempuan suku
dani.
Subordinasi dilakukan oleh Ibarak kepada Liwa.Subordinasi juga dialami oleh
Gayatri yang dianggap lemah.
Sterotipe dilakukan oleh Kugara kepada Lapina.Lapina dianggap sebagai
budak setelah dibayar dengan duapuluh ekor babi.Sterotipe juga dilakukan Ibarak
kepada Liwa.Kekerasan meliputi bentuk pemerkosaan terhadap perempuan, termasuk
dalam rumah tangga yang dilakukan Kugara terhadap Lapina, tindakan pemukulan
dan serangn fisik yang terjadi di rumah tangga yang dilakukan Ibarak terhadap
Liwa.Bentuk penyiksaan yang mengarah kepada organ kelamin tidak terdapat bentuk
penyiksaan yang mengarah kepada organ alat kelamin, kekerasan dalam bentuk
viii
pelacuran dilakukan Ibarak kepada Liwa, kekerasan dalam bentuk pornografi
dilakukan Ibarak kepada Liwa.pemaksaan sterilisasi dalam Keluarga Berencana tidak
terdapat dalam novel, kekerasan terselubung dilakukan oleh Lopes terhadap Liwa,
dan pelecehan seksual tidak terdapat dalam novel.
Beban kerja dialami Liwa dan Lapina semenjak menikah.Dari keseluruhan
analisis struktural dan pragmatik dapat diketahui bahwa antara unsur-unsur itu ada
keterkaitan yang erat.
Manfaat yang diperoleh penulis setelah menganalisis marginalisasi dalam
novel Sali adalah, perempuan harus dapat memberikan pengertian kepada orangorang
terdekat bahwa perempuan tidak dapat diperlakukan dengan semena-mena
apapun alasanya. Perempuan juga harus meningkatkan kualitas sumber dayanya agar
dapat mengurangi marginalisasi yang sering diterimanya, sehingga perempuan
mendapatkan hak yang sama dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat agar
tidak dikuasai oleh laki-laki. Perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi agar
dalam masyarakat dapat diterima sehingga tidak terjadi subordinasi.Manfaat dari
menganalisis sterotipe dalam novel Sali yaitu perempuan harus dapat menggali
kemampuan diri agar dapat terhindar dari sterotipe yang melekat pada dirinya.
Perempuan hendaklah meningkatkan pengetahuan agar tidak selalu ditindas dan
diremehkan, sehingga tidak mendapatkan pelabelan negatif karena dianggap tidak
dapat melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri. Manfaat dari menganalisis
kekerasan dalam novel Saliadalah perempuan harus dapat menolak dengan tegas
terhadap kekerasan yang diterimanya.Perempuan juga harus tampil kuat agar laki-laki
tidak memperlakukannya dengan semena-mena. Perempuan berhak melakukan
pembelaan terhadap dirinya jika merasa benar, agar laki-laki tidak semena-sema
berperilaku kasar terhadap perempuan. Pekerjaan dalam rumah tangga harus diatur
secara benar-benar, sehingga tidak terjadinya beban kerja ganda pada salah satu
pihak
Pengaruh Gayatri Mantra dan Emotional Freedom Technique (EFT) terhadap Quality of Life Pasien Pasca Stroke
Kejadian stroke terus meningkat di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Penurunan quality of life merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh stroke. Gayatri mantra dan Emotional Freedom Technique (EFT) adalah intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan quality of life pasien pasca stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh Gayatri mantra dan EFT terhadap quality of life pasien pasca stroke. Desain penelitian ini adalah quasi-experiment dengan pre-post with control group design. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Sampel penelitian ini adalah 46 pasien pasca stroke yang mengalami penurunan quality of life berdasarkan Stroke Specific Quality of Life (SS-QoL), dan dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukan p-value = 0,00 pada kelompok intervensi yang berarti lebih kecil dari alpha 0.05, dan p-value = 0.14 pada kelompok kontrol yang berarti lebih besar dari 0.05. Terdapat perbedaan yang signifikan pada quality of life antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p-value = 0.00. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gayatri Mantra dan Emotional Freedom Technique memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan quality of life pada pasien pasca stroke
The Effect of Oral Care Intervention in Mucositis Management Among Pediatric Cancer Patients: An Updated Systematic Review [Response to Letter]
Ikeu Nurhidayah,1,2,* Nani Nurhaeni,3,* Allenidekania Allenidekania,3,* Dewi Gayatri,4,* Henny Suzana Mediani1,* 1Pediatric Nursing Department, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Sumedang, West Java, Indonesia; 2Postgraduate Program, Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Depok, West Java, Indonesia; 3Pediatric Nursing Department, Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Depok, West Java, Indonesia; 4Basic Science and Fundamental Nursing Department, Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Depok, West Java, Indonesia*These authors contributed equally to this workCorrespondence: Ikeu Nurhidayah, Pediatric Nursing Department, Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, Sumedang, West Java, Indonesia, Email [email protected]
- …
