1,201 research outputs found

    Rias Karakter Dewi Sinta Pada Sendratari Ramayana

    Full text link
    Penelitian ini merupakan suatu bentuk kajian yang mendeskripsikan tata rias karakter Dewi Sinta pada Ramayana YRJ yang meliputi karakter rias wajah Dewi Sinta dan rias busana Dewi Sinta. Setting penelitian ini adalah Panggung Terbuka Ramayana Prambanan Sleman Yogyakarta dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, display data, dan verifikasi data. Sendratari Ramayana YRJ rutin dipentaskan di Panggung Terbuka Ramayana Prambanan. Dalam pertunjukan Sendratari Ramayana ini, riasan yang digunakan adalah rias karakter dan rias tokoh Dewi Sinta. Busana yang dipakai menggambarkan pencitraan diri tokoh Dewi Sinta

    Figur Wayang Kulit Dewi Sinta dalam Cerita Ramayana

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek karakter tokoh wayang kulit purwa Dewi Sinta dari perspektif ikonografi dengan mengambil sampel gaya Yogyakarta. Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya mengungkap makna substansial karya-karya seni kriya klasik salah satunya wayang kulit. Dengan cara ini pengamat seni akan menguak semakin banyak pemikiran nenek moyang, yang memperkaya khasanah kearifan lokal, sebagai referensi dalam mengarungi ketidakterbatasan ruang kreativitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori utama ikonografi milik Erwin Panofsky. Pendekatan tersebut digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tokoh wayang kulit Dewi Sinta dalam cerita Ramayana, juga metode kualitatif dipakai sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari narasumber. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, studi pustaka, wawancara, dan observasi. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Dewi Sinta merupakan wayang kulit dengan penggambaran janma atau manusia dengan anatomi normal (sempurna). Wayang putren dengan jenis alusan luruh. Motif artistik dalam wayang kulit Dewi Sinta merepresentasikan figur putri utama yang memikili karakter baik sesuai dengan narasi dalam cerita Ramayana. Penggambaran dan makna dari motif artistik wayang kulit Dewi Sinta tersebut merupakan pengambaran wanita ideal pada masa lalu baik secara fisik maupun karakternya. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat difungsikan sebagai pedoman dan pengingat bagi setiap perempuan atau masyarakat umumnya untuk diteladani

    “KASETYAN SEJATI” DALAM KISAH CINTA RAMAWIJAYA DAN DEWI SINTA SEBAGAI SEBUAH KAJIAN MUSIKALITAS

    Full text link
    Skripsi karya berjudul “Kasetyan Sejati” diangkat dari kisah perjalanan cinta Ramawijaya dan Dewi Sinta. Dari peristiwa tersebut menjadi sumber penciptaan karya komposisi musik. Susunan alur menceritakan identitas Ramawijaya dan Dewi Sinta sampai menikah, petualangan Ramawijaya dan Dewi Sinta dihutan, dan menggempur kerajaan Alengka untuk menyelamatkan Dewi Sinta dari genggaman Rahwana sampai pada pembuktian kesucian Dewi Sinta diatas bara api. Penggarapan dalam penuangan kedalam musik mengkombinasi menggunakan beberapa instrument gamelan dengan alat musik barat “saxophone”, dan alat tambahan krenceng. Dalam proses penciptaan karya “Kasetyan Sejati” menggunakan tiga unsur musik yaitu imajinasi, melodi, dan irama. Tahapan dalam penuangan ide meliputi eksplorasi instrument krenceng, eksplorasi pola permainan instrument, eksplorasi memukul urung (tabung kendhang), pencarian melodi, penyusunan bagian dalam komposisi, penyambungan per bagian dalam komposisi, pengolahan volume, tempo sajian, dan evaluasi. Hasil dari penyusunan karya seni “Kasetyan Sejati” diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk penciptaan komposisi musik. Kata kunci : imajinasi, melodi, irama, dan eksplorasi

    REPRESENTASI TOKOH DEWI SINTA DALAM FILM ANIMASI WAYANG INDONESIA JERITAN HATI SINTA (KAJIAN FEMINISME)

    Full text link
    Nama Dewi Sinta merupakan satu tokoh dalam cerita Ramayana. Dewi Sinta adalah isteri dari Prabu Rama Wijaya yang menjadi pewaris tahta Ayodya. Kisah klasik Ramayana ini menjadi berbeda ketika disajikan dalam bentuk animasi film. Animasi sebagai hasil pengolahan gambar tangan menjadi gambar bergerak yang terkomputerisasi. Tujuan  pembahasan  permasalahan  yang  sudah dirumuskan  dalam  rumusan masalah adalah menjelaskan bentuk‐bentuk representasi pada tokoh Dewi Sinta dalam film animasi Jeritan Hati Sinta. Data dikumpulkan dengan cara studi Pustaka dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; (1) Membaca  karya sastra  secara cermat, (2) Menandai bagian dari karya sastra yang berhubungan dengan representasi tokoh berdasarkan gender, (3) Data dianalisis dengan teori gender dan feminisme, (4) Dilakukan interpretasi data. Kemudian, hasil analisis dan interpretasi dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini adalah representasi tokoh Sinta pada film animasi wayang diungkapkan melalui marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan ekonomi), subordinasi (penomorduaan), stereotip (citra baku), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda  (double burden). Berdasarkan sudut pandang feminism, dapat dikatakan bahwa wanita Indonesia masih mengalami ketidakadilan gender.Kata-kata kunci: Representasi Tokoh, Film Animasi, Wayang, Feminisme</jats:p

    TATA RIAS KARAKTER DEWI SINTA PADA PERGELARAN TEATER TRADISI MAHA SATYA DI BUMI ALENGKA “HANOMAN DUTA”

    Full text link
    Pergelaran proyek akhir Maha Satya di Bumi Alengka “Hanoman Duta” yang dikemas dalam tampilan techno 60% tradisional 40% ini bertujuan untuk; 1) menghasilkan rancangan kostum, aksesoris, dan tata rias karakter Dewi Sinta pada pergelaran teater tradisi Maha Satya di Bumi Alengka:”Hanoman Duta”; 2) menciptakan tatanan kostum, aksesoris, dan pengaplikasian tata rias karakter Dewi Sinta pada pergelaran teater tradisi Maha Satya di Bumi Alengka:”Hanoman Duta”; 3) menampilkan kostum, aksesoris, dan tata rias karakter Dewi Sinta pada pergelaran teater tradisi Maha Satya di Bumi Alengka:”Hanoman Duta”. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan melalui pengembangan 4D, yaitu 1) define (pendefisian) proses mencari, menganalisis dan memahami terkait cerita Ramayana dan pergelaran tradisi, kemudian proses analisis terhadap aspek cerita Hanoman Duta,karakter Dewi Sinta, karakteristik Dewi Sinta, sumber ide, dan pengembangan sumber ide; 2) design (perencanaan) desain kostum, desain aksesoris, desain tata rias wajah, desain penataan rambut dan desain pergelaran; 3) develop (pengembangan) berupa proses validasi terhadap desain kostum, aksesoris, dan tata rias karakter, serta desain prototipeDewi Sinta; 4)Disseminate (penyebarluasan) meliputi rancangan pergelaran, penilaian GrandJuri, Gladi Kotor, Gladi bersih. Hasil yang diperoleh dari gelar karya proyek akhir, yaitu 1) rancangan kostum dan aksesoris yang menerapkan unsur desain warna emas, kuning, merah, dan biru, ukuran besar dan kecil, bentuk asimetris, garis lengkung, dan garis lurus mendatar, serta prinsip desain keseimbangan, kesatuan,harmoni, proporsi, aksen, dan pusat perhatian; 2) diwujudkan kostum dan aksesoris Dewi Sinta yang direalisasikan kostum tradisional semi modern terbuat dari bahan bludur kabulon berkombinasi tile dan lurik pada bagian rok, aksesoris berupa aksesoris kepala, aksesoris dada, slepe, gelang, dan aksesoris pinggang, tata rias wajah karakter cantik dengan sentuhan face painting emas, penataan rambut puncak dengan tambahan rambut panjang; 3) diselenggarakannya pergelaran Maha Satya di Bumi Alengka : “Hanoman Duta” dengan menmpilkan tokoh Dewi Sinta pada tanggal 26 Januari 2019 pukul 14.20 di gedung Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta

    LKP : Aplikasi Sistem Presensi Karyawan pada Dewi Sinta Hotel and Restaurant

    Full text link
    Pada Dewi Sinta Hotel and Restaurant terdapat beberapa permasalahan yang kerap muncul dalam proses pencatatan presensi karyawan dan pembuatan laporan presensi. Permasalahan ini muncul dikarenakan proses presensi karyawan masih dikerjakan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan tidak efektif. Berdasarkan permasalahan proses presensi karyawan yang masih manual tersebut, Dewi Sinta Hotel and Restaurant membutuhkan sistem presensi karyawan yang dapat membantu proses presensi karyawan menjadi lebih efisien dan efektif. Oleh karena itu diperlukan suatu aplikasi yang dapat membantu proses presensi karyawan. Aplikasi yang akan dibuat ini menggunakan teknologi berbasis desktop dan membutuhkan database. Untuk membangun aplikasi sistem presensi karyawan, perlu dilakukan pengumpulan data serta menganalisis sistem yang ada. Setelah itu barulah didesain sistem yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada pada Dewi Sinta Hotel and Restaurant. Tahap selanjutnya mengimplementasikan sistem yang telah didesain untuk dijalankan pada Dewi Sinta Hotel and Restaurant. Aplikasi sistem presensi karyawan ini bertujuan untuk mempermudah pihak Dewi Sinta Hotel and Restaurant menangani proses presensi karyawan. Aplikasi sistem presensi karyawan juga membantu Dewi Sinta Hotel and Restaurant dalam pembuatan laporan presensi karyawan yang dapat membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusa

    TA : Rancang Bangun Aplikasi Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Dewi Sinta Hotel and Restaurant

    Full text link
    Dewi Sinta Hotel and Restaurant is a hotel located in the Tanah Lot temple, Bali. This hotel has a problem about analysis impact of service quality to customer satisfaction at Dewi Sinta Hotel And Restaurant. This problem exists because Dewi Sinta Hotel and Restaurant doesn’t have system for analysis impact of service quality to customer satisfaction. Dewi Sinta Hotel and Restaurant can solve the problem with customer satisfaction application for analyze impact of service quality to customer satisfaction. This application have independent variable function and record customer characteristics data. Independent variable and dependent variable has a relationship, therefore using multiple linear regression method. The next process is implementation and evaluation of applications. Based on the application results with 42 respondent data, concluded impact of service quality to customer satisfaction information. The information show the application can analysis impact of service quality to customer satisfaction and customer characteristics at Dewi Sinta Hotel And Restauran

    Tata Rias Tokoh Dewi Sinta Dalam Pertunjukan Sendratari Ramayana di Prambanan

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk tata rias tokoh Dewi Sinta. (2) makna tata rias tokoh Dewi Sinta. (3) bentuk busana dan aksesoris tokoh Dewi Sinta. (4) makna busana dan aksesoris tokoh Dewi Sinta. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan tata rias tokoh Dewi Sinta di sendratari Ramayana Prambanan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk menguji data dari enam sumber primer dan dua sekunder. Hasil penelitian tata rias tokoh Dewi Sinta adalah: (1) base makeup menyesuaikan dengan warna kulit penari, riasan mata berwarna coklat tua, hitam, abu-abu, riasan garis mata berwarna hitam, alis melengkung indah berwarna hitam, riasan pipi berwarna merah, hidung mancung dan shading berwarna coklat, bibir ideal berwarna merah, godeg berbentuk jambang berwarna hitam, urna berbentuk segitiga melengkung berwarna hitam. Penataan rambut panjang terurai. (2) makna tata rias menonjolkan karakter putri luruh. (3) busana dan aksesoris meliputi: Meka dilengkapi ilat-ilatan, selendang/sampur, ikat pinggang/slepe, kain batik parang klithik, irah-irahan tekes, kalung permata, sumping, subang permata dan gelang permata. (4) makna meka warna hitam melambangkan kewibawaan, warna emas melambangkan kemakmuran. Selendang/sampur warna kuning melambangkan keleluasaan. Ikat pinggang/slepe warna hitam melambangkan kesedihan, elegan. Kain batik parang klithik tidak memilki makna khusus. Aksesoris sebagai pelengkap keindahan penampilan Dewi Sinta. Kata Kunci: Tata Rias Dewi Sinta Sendratari Ramayana, Prambanan &nbsp; &nbsp; Abstract: This study aims to knowing (1) the shape of cosmetology Goddess Sinta figures. (2) the meaning from cosmetology Goddess Sinta figures. (3) the form of clothing and accessories Goddess Sinta figures. (4) the meaning of clothing and accessories Goddess Sinta figures. A qualitative descriptive research methods are described the cosmetology of Goddess Sinta figures at Ramayana ballet Prambanan. Data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. Analysis data with source the triangulation and triangulation techniques to examine data from six primary sources and two secondary sources. The results of research cosmetology of Goddess Sinta figures at Prambanan are: (1) bnd grey. Makeup on eye liner used black color, eyebrows is arched beautiful black color, blush on colored is red, high nose and brown shading, the ideal of lips is red color, godeg that resembles the shape of vase is black colored and urna curved triangular shape is black color. Structuring hair is long flowing. (2) the meaning cosmetology is accentuate a gentle daughter. (3) the form of clothing and accessories use meka equipped ilat-ilatan, scarves/sampur, belt/slepe and parang klithik batik's cloth, irah-irahan tekes, jewel necklace, sumping, subang gem, bracelet gem. (4) the meaning of the black colored meka symbolizes the authority, the gold colored is symbolizes of prosperity. The yellow color of Scarves/sampur was symbolizes relaxed. The black color of Belt/slepe was symbolizes the sadness, elegant. Parang klithik batik&rsquo;s does not have a special meaning. Accessories as a complement the beauty of the appearance of Goddess Sinta.&nbsp; Keywords: Cosmetology Goddess Sinta Ramayana Ballet, Prambanan&nbsp;&nbsp; &nbsp

    TOKOH PEWAYANGAN DEWI SINTA SEBAGAI IDE PEMBUATAN KARYA KRIYA LOGAM UNTUK PENUNJANG INTERIOR RUANG TAMU RUMAH TINGGAL

    Full text link
    Rumah merupakan istana bagi pemiliknya, dapat dikatakan pula &ldquo;Rumahku adalah surgaku&rdquo;. Ruang tamu adalah ruangan yang sangat khusus dimana bisa menunjukkan jati diri pemiliknya, ruang tamu digunakan sebagai area transisi sebelum masuk ke dalam rumah. Dengan begitu ruang tamu harus ditata dengan sebaik-baiknya. Dengan ruangan yang indah, tataan yang rapi, bersih menarik membuat tamu akan merasa betah dan nyaman. Oleh karenanya, penulis menciptakan suasana yang berbeda dengan membuat karya logam sebagai penunjang interior ruang tamu rumah tinggal dengan motif yang khas, yaitu motif wayang. Untuk melestarikan budaya kesenian tradisional penulis mengangkat tokoh pewayangan wanita Dewi Sinta yang terkenal dalam cerita Ramayana. Dewi Sinta adalah Wanita yang sangat cantik penitisan Batari Sri Widowati, istri Batara Wisnu dan merupakan wanita yang sangat setia, jatmika (sopan santun), dan suci trilaksita (ucapan, pikiran, dan hati)nya. Figur Dewi Sinta dapat dijadikan teladan dan refleksi bagi kaum wanita lainnya, karena di zaman yang modern ini masalah wanita menjadi permasalahan yang penting, khususnya masalah moral. Nilai-nilai dari tokoh Dewi Sinta menginspirasi penulis untuk membuat karya kriya logam sebagai penunjang interior ruang tamu rumah tinggal. Penulis menggunakan metode ekplorasi dan tetap mempertahankan bentuk wayang sesuai pakem. Bahan yang digunakan adalah plat logam kuningan 0,3 mm dan 0,4 mm dengan menggunakan teknik yang telah dikuasai (Rancapan, endak-endakan, dan krawangan) dalam perwujudannya. Karya yang dibuat merupakan karya fungsional dan hiasan, yaitu karya lampu gantung (Kesucian Sinta), hiasan meja tamu (Kesederhanaan Sinta), karya cermin (Harga Diri Sinta), karya frame foto (Kesetiaan dan Cinta Kasih Sinta), karya kotak tissue (Suci ati, suci rupi, dan suci uni), dan karya toples (Jangan Mudah Terlena). Kata Kunci: Ruang Tamu, Wayang, Dewi Sinta, Kriya Logam House is a place for its owner, the other word is &ldquo;My house is my heaven&rdquo;. Living room is a special room which indicate the identity of the owner, living room is transition before entering further inside the house. So the living room should be arranged as well as possible. With clean, beautiful, and well arranged room make guests will feel comfortable. Therefore, the writer creates a different atmosphere with make metal as asupport for the interior living room with typical motif, wayang. To preserve traditional culture, the writer adapt pewayangan characters Dewi Sinta as a famous woman in the story of Ramayana. Dewi Sinta is a very beautiful woman reincarnation of Batari Sri Widowati, Vishnu&rsquo;s wife and a woman who is very loyal, jatmika (manners) and holy trilaksita (speech, mind, and heart). Dewi Sinta figures can be used as a example and reflection for the other woman, because in this modern era women&rsquo;s issues become important issues, espesially issue of morality. The values of Dewi Sinta inspire the writer for make a work of metal as supporting the interior living room. The writer uses exploration method and keep the shape of the wayang. The material used are metal plate of 0,3 mm and 0,4 mm by using techniques that has been mastered (rancapan, endak-endakan, and krawangan) in its from. The work is fungsional and decoration, it is chandelier (Purity Sinta), ornate coffe table (Simplicity Sinta), mirror (Dignity Sinta), photo frames (Loyalty and Love Sinta), tissue boxes (Holy ati, Holy rupi, and Holy uni) and jar (Don&rsquo;t be Easily Distracted). Keywords: Living Room, Wayang, Dewi Sinta, Metal Craf

    Perpaduan Motif Tokoh Dewi Sinta dengan Motif Parang dan Kawung dalam Kebaya dan Jarik

    Full text link
    Sosok Dewi Sinta adalah tokoh wayang yang harus menjadi teladan bagi wanita di era modern ini yang akan dituangkan pada penciptaan tugas akhir. Konsep yang ingin diwujudkan adalah sebuah ekspresi kecintaan pada budaya klasik jawa. Konsep busana yang diciptakan terinspirasi dari budaya berbusana kaum wanita pada jaman dahulu. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan karya adalah metode pendekatan Estetis, Sejarah, dan Ergonomis. Metode penciptaan menggunakan teori berdasarkan Prof. SP. Gustami yang mana terdapat tiga tahap yaitu Tahap Eksplorasi, Tahap Perancangan, dan Tahap Perwujudan. Penciptaan karya menggunakan dua teknik yaitu Teknik Membatik Tulis dan Teknik Pewarnaan Tutup Celup dengan pewarna sintetis naptol. Motif wayang Dewi Sinta dipadukan dengan motif Parang Laras Madya dan Kawung Ndil. Ketiga perpaduan motif tersebut diwujudkan dalam busana kebaya dan jarik. Jumlah karya yang diwujudkan adalah 7 karya, yang mana pada setiap karya berjudul sifat-sifat yang terinspirasi dari sosok Dewi Sinta. Motif batik pada jarik lebih detail dari kebaya pada setiap desainnya. Kebaya diwujudkan dengan nuansa kebaya klasik kutu baru dan kebaya kartini. Kata Kunci : Dewi Sinta, Kebaya, Jari
    corecore