22 research outputs found

    Keefektifan Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMA Negeri Kota Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA Negeri Kota Yogyakarta yang dilihat dari faktor guru dalam mengajar, faktor siswa pada proses belajar di kelas, faktor sarana dan prasarana pendidikan, serta faktor lingkungan kelas. Dari keempat hal tersebut akan diketahui faktor paling dominan dan faktor paling tidak dominan dalam pelaksanaannya. Tempat penelitian yaitu SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Negeri 4 Yogyakarta dan SMA Negeri 11 Yogyakarta. Alasan pemilihan tempat penelitian yakni kategori SMA berdasarkan NEM masuk dan lulusan siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri. SMA berkategori tinggi yaitu SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA berkategori menengah yakni SMA Negeri 4 Yogyakarta, dan yang berkategori bawah dalam penerimaan siswa baru yaitu SMA Negeri 11 Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah guru dan siswa satuan pendidikan SMA di Kota Yogyakarta. Semua pengambilan data menggunakan metode angket dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif. Data yang diperoleh diuji coba dahulu kemudian hasilnya dikumpulkan dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Faktor dominan yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dilihat dari persentase rata-rata tertinggi diantara faktor-faktor yang telah dianalisa. Faktor guru 19,14%, faktor siswa 22,65%, faktor sarana dan prasarana dikatakan 25% karena semua faktor terpenuhi, serta faktor lingkungan kelas 17,90%. Setelah dianalisa lebih lanjut, ternyata faktor yang paling dominan adalah faktor sarana dan prasarana dengan persentase 25% dan faktor yang paling tidak dominan dengan keefektifan SMA Negeri dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah faktor lingkungan kelas dengan persentase 17,90%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa faktor sarana dan prasarana menjadi faktor yang paling mendukung bagi keefektifan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Yogyakarta

    Heutagogy dalam Strategi Belajar “Kang Kastem”.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendekatan heutagogy dalam pembelajaran modifikasi diecast yang dilakukan oleh modifikator diecast atau "Kang Kastem", yang difokuskan pada eksplorasi filosofi yang melandasi proses belajar, proses belajar berbagai genre diecast, perjalanan perkembangan kapabilitas modifikasi diecast Kang Kastem dari tahap awal hingga mencapai orisinalitas, proses interpretasi karya, dan penggunaan instrumen dalam proses modifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif. Penelitian dilakukan di Yogyakarta, Solo, Semarang, Pasuruan, Malang, Surabaya, dan Jakarta dengan subjek utama adalah modifikator diecast yang telah diakui di komunitas lokal dan internasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, dengan keabsahan data melalui triangulasi data, member check, dan peer debriefing. Analisis data naratif dilakukan dengan cara mengatur data, membaca seluruh data, membuat koding dengan dukungan software Nvivo 12, mendeskripsikan cerita ke dalam kronologi, mengidentifikasi materi kontekstual, menceritakan kembali, dan memaknai cerita secara keseluruhan melalui analisis wacana hermeneutika Gadamer. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Filosofi hidup yang mendasari prinsip dalam berkarya meliputi thomistikisme, idealisme, esensialisme, dan pragmatisme. Dengan pendekatan ini, Kang Kastem menggunakan keahlian dari TVET untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pribadi tetapi juga berkontribusi pada masyarakat yang lebih luas. (2) Strategi pembelajaran berperan penting dalam kustomisasi diecast dan memungkinkan pengembangan karya yang lebih efisien dan efektif melalui eksplorasi pribadi dan interaksi komunitas di luar pengajaran formal. (3) Kang Kastem diecast berhasil menerapkan prinsip konstruktivisme, self-directed learning, cybergogy, dan konektivisme dalam mengembangkan keterampilannya dalam modifikasi diecast. (4) Berdasarkan prinsip hermeneutika Gadamer, interpretasi Kang Kastem menciptakan ruang dialog antara pembuat dan pengamat, menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar teknis tetapi juga memiliki nilai estetika dan emosional yang dalam. Melalui pendekatan yang holistik, yang mencakup prinsip kognisi, adaptasi, sensitivitas, teknologi, ekspresi, dan motivasi (KASTEM). (5) Kang Kastem menggunakan berbagai instrumen khusus dalam proses penciptaan karyanya. Setiap alat memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan akurasi, sehingga memungkinkannya mengekspresikan kreativitasnya dengan presisi teknis. Tiga aspek utama yang dipertimbangkan dalam penggunaan alat dan teknik adalah ciri visual khas, penyesuaian dengan tren pasar dan permintaan kolektor, serta karakter karya

    Sistem K3 pada Pembelajaran Praktik di Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY

    No full text
    Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian yang sangat penting dari kegiatan pembelajaran praktik di lembaga pendidikan. Kegiatan selama ini telah berlangsung dengan rutin dan baik, tetapi terdapat beberapa faktor keselamatan dan kesehatan kerja yang seharusnya lebih diutamakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY tentang K3 pada pembelajaran praktik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat non-eksperimental dengan metode pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY pada bulan Februari sampai Juni 2018.Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai K3 pada pembelajaran praktik di Prodi Pendidikan Teknik Elektronika sudah baik. Oleh karena itu, perlu dipertahankan karena banyak adanya potensi bahaya yang timbul akibat situasi dan kondisi laboratorium dan bengkel. Hal ini perlu adanya tinjauan secara mendalam tentang bagaimana pentingnya penerapan K3 pada saat praktik berlangsung oleh dosen yang mengajar praktik di Prodi Teknik Pendidikan Elektronika dengan memberikan pengetahuan yang lebih mengenai pentingnya penerapan atau pengimplementasian K3 pada saat pembelajaran praktik tersebut berlangsung

    IMPLEMANTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PADA PERKULIAHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta meningkatkan rasa percaya diri, kerjasama,dan tanggungjawab. Peningkatan kualitas pembelajaran ini menerapkan metode pembelajaran problem based learning. Ppenelitian ini menerapkan metod lesson study model Lewis (2002) dan pelaksanaanya dilakukan dalam 3 kegiatan, yaitu: 1) Perencanaan (plan); 2) Pelaksanaan dan Observasi (do); 3) Refleksi (see). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan data diperoleh dengan cara observasi dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran. Ini dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang aktif semakin banyak, perkuliahan tidak membosankan karena sebagian besar mahasiswa kelihatan antusias dalam belajar. Bagi dosen juga ada keuntungannya yaitu dapat melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dalam upaya untuk memperbaiki pembelajarannya. Melalui pembelajaran dengan lesson study ini selain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus juga dapat menumbuhkan karakter kerja mahasiswa pada mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal ini terlihat dari tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, tidak memisahkan di diri dari orang lain, interaksi terhadap sumber belajar, interaksi antar mahasiswa, aktifitas menyelesaikan masalah dan mahasiswa tidak pasif..Kata kunci: lesson study, kualitas pembelajaran, Cooperative Learnin

    PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PROSES PRODUKSI GENDONGAN BAYI

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silakan menghubungi author melalui email [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 1 November 202

    ANALISIS PERBAIKAN PADA WORKSTATION EDGING DENGAN MENGGUNAKAN METODE CREAM

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected] Terima kasi

    PELAKSANAAN TIM ASESMEN DALAM PENETAPAN TERSANGKA DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOBA

    No full text
    This unlawful act related to narcotics is included in an act against criminal law or is called a criminal act. Regarding narcotics, this is included in a special criminal offense in the special criminal law. This is because there are certain things that differentiate narcotics crime cases from other crimes or general crimes. Approach to solving the narcotics problem with Law no. 35 of 2009 is based on a public health approach. The increase in drug abuse cases every year cannot be taken lightly, but must be handled seriously so that appropriate countermeasures can be taken. In general, the causes and solutions to drug abuse in Indonesia are quite complex. Within the Batu City BNN there is an integrated assessment team whose task is to identify suspects in the case. However, the author found discrepancies when one team member, namely the prosecutor's office, was not present. The presence of the prosecutor's office is very important because they have a crucial task. According to Article 6 Paragraph 1, the prosecutor's office is responsible for handing over defendants or victims of narcotics abuse who have received a court decision to undergo rehabilitation to a designated institution

    Perancangan Komik Pencak Silat Sebagai Media Informasi dan Pengetahuan Sejarah

    Get PDF
    Perkembangan media dengan menyajikan tema silat sampai dengan sekarang sangat jarang memasukkan aspek pengetahuan dan informasi sejarah silat. Hal ini selayaknya patut dikritisi karena media referensi tentang silat baik itu berupa buku atau media lainnya di Indonesia juga sangat sedikit. Masyarakat umum, komunitas pecinta seni beladiri silat atau penggemar komik silat, dan para praktisi silat membutuhkan media referensi tersebut untuk menambah wawasan tentang sejarah pencak silat. Perlu diketahui, pencak silat adalah olah raga yang cukup populer baik didalam maupun diluar negeri dilihat dari banyaknya jumlah perguruan dan muridnya. Problematika ini membuat penulis meneliti lebih lanjut dan menciptakan media yang dapat menarik target segmentasi remaja hingga dewasa awal, media tersebut adalah komik. Selain karena perkembangan komik lokal di Indonesia memiliki potensi yang besar, komik juga merupakan media yang tepat bagi generasi muda yang lebih menyukai bacaan visual daripada verbal Dalam perancangan ini, penulis terlibat wawancara langsung dengan narasumber yaitu para pakar silat yang ada di kota Surabaya dan juga dilengkapi dengan studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai macam informasi di buku maupun di internet. Kemudian dari hasil riset tersebut dirangkai menjadi alur peristiwa sebagai jalan cerita pada perancangan komik. Komik ini disajikan dengan genre aksi fiksi sejarah dengan ilustrasi gambar semi realis berformat hitam putih. Penulis memiliki harapan dengan terciptanya komik pencak silat sebagai media pengetahuan dan sejarah ini maka generasi muda menjadi belajar memaknai dan mereprentasikan sikap yang tidak merugikan masyarakat, meningkatkan minat terhadap pencak silat, dan semakin mencintai budaya asli Indonesia. ===================================================================================================== The development of media by presenting the theme of silat up to now very rarely include aspects of knowledge and information history of silat. This should be criticized because the media reference about silat either in the form of books or other media in Indonesia is also very little. The general public, martial arts lovers community silat or martial arts fans, and martial arts practitioners need the reference media to add insight about the history of martial arts. Please note, pencak silat is a sport that is quite popular both inside and outside the country seen from the number of colleges and students. This problematic makes the author examine further and create a medium that can attract the target segmentation of adolescence to early adulthood, the media is a comic. In addition to the development of local comics in Indonesia has great potential, the comic is also an appropriate medium for young people who prefer visual reading rather than verbal In this design, the authors involved direct interviews with the speakers of martial arts experts in the city of Surabaya and also equipped with literature study by collecting various information in books and on the internet. Then from the research results are assembled into the flow of events as a storyline on the design of comics. This comic is presented with the genre of action of historical fiction with illustration of semi-realist picture in black and white format. The author has hope with the creation of comic pencak silat as a medium of knowledge and history of this then the younger generation to learn memaknai and represent the attitude that does not harm society, increase interest in martial arts, and love the indigenous culture of Indonesia

    Studi Spektrum Gelombang di Laut Jawa bagian Barat dan Aplikasinya

    No full text
    Gelombang acak di laut direpresentasikan dalam bentuk spektrum gelombang yang tersusun dari berbagai komponen frekuensi. Dalam perancangan bangunan terapung, karakterisasi gelombang laut didasarkan pada model spektrum teoritis. Tidak banyak studi terkait kesesuaian model spektrum teoritis di perairan Indonesia, bahkan sejumlah studi yang melakukan studi spektrum gelombang di perairan Indonesia menunjukkan keragaman satu sama lain. Hal ini mendorong Penulis untuk melakukan kajian ulang terhadap keberlakuan model spektrum gelombang di Indonesia dengan kualitas data yang lebih baik dan prosedur kerja yang lebih terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian formulasi spektrum teoritis terhadap spektrum observasi, serta mengajukan nilai rekomendasi dan formula empiris dalam memperkirakan nilai koefisien bentuk pada model spektrum. Penelitian ini dibangun berdasarkan data profil gelombang time series, yang ditransformasikan ke dalam kurva power spectral density atau yang disebut sebagai kurva spektrum. Dari penelitian ini didapati bahwa spektrum JONSWAP menunjukkan kesesuaian terbaik dengan spektrum observasi. Dari sejumlah kurva spektrum observasi yang diperoleh, selanjutnya dilakukan penyesuaian nilai parameter kunci spektrum JONSWAP yaitu berupa Konstanta Phillips, α, dan Peak Enhancement Factor, γ. Hasil dari penelitian ini merekomendasikan α_0.99= 0.00943 dan γ_0.99=2.11 untuk diaplikasikan dalam perancangan bangunan laut serta α_0.5= 0.00163 dan γ_0.5=1.07 untuk diaplikasikan dalam kajian operasional. Penelitian ini juga berhasil menyajikan perbaikan formula untuk menaksir nilai α sebagai fungsi dari parameter gelombang H_s dan f_p. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model spektrum gelombang yang lebih akurat dan aplikatif, khususnya dalam konteks desain struktur terapung dan studi dinamika gelombang laut di perairan Indonesia. ================================================================================================================================== Random waves in the sea are represented in the form of a wave spectrum composed of various frequency components. In the design of floating structures, the characterization of sea waves is based on a theoretical spectrum model. There are not many studies related to the suitability of theoretical spectrum models in Indonesian waters, and even some studies related to wave spectrum studies in Indonesian waters show diversity from one another. This prompted the author to re-examine the applicability of wave spectrum models in Indonesia, using better-quality data and more measurable work procedures. This study aims to evaluate the suitability of theoretical spectrum formulations to observed spectra, as well as to propose recommended values and empirical formulas for estimating shape coefficients in spectrum models. This research is based on time series wave profile data, which is transformed into a power spectral density curve, also known as a spectrum curve. From this research, it was found that the JONSWAP spectrum shows the best fit with the observed spectrum. From the observed spectrum curves obtained, adjustments were made to the key parameters of the JONSWAP spectrum, namely the Phillips Constant, α, and the Peak Enhancement Factor, γ. The results of this study recommend α_0.99= 0.00943 and γ_0.99=2.11 for application in marine structure design, and α_0.5= 0.00163 and γ_0.5=1.07 for application in operational studies. This study also successfully presents an improved formula for estimating the value of α as a function of the wave parameters H_s and f_p. The results of this study are expected to contribute to the development of more accurate and applicable wave spectrum models, particularly in the context of floating structure design and studies of ocean wave dynamics in Indonesian waters

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN: STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR

    Get PDF
    This study aims to discuss improving gross motor skills in children with Mild Mental Disabilities. This study uses the Literature Review study method, where the author looks for references from previous studies, articles, journals or various other literature sources according to the title or topic to be discussed. The results of literature studies in various sources show that, Children with mild mental disabilities have intellectual abilities below children in general but can still be trained. Development in several aspects makes children with mental disabilities experience delays, one of which is the gross motor aspect in children so that they need interesting activities for children to be interested in following them. The conclusion of this study is that successful collaboration between parents, class teachers and therapists in handling and guiding children with Mild Mental Disabilities on an ongoing basis can help improve children's motor skills.
    corecore