155 research outputs found

    UPAYA PENDIDIK DALAM MENGGUNAKAN MEDIA WAYANG KARDUS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK DI TK AL-HIDAYAH TOGOGAN

    Get PDF
    Devi Dian Fatmawati 12206183109, 2023, Upaya Pendidik Dalam Menggunakan Media Wayang Kardus Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Di TK AL-HIDAYAH Togogan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Syahid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Errifa Susilo, M.Pd. Kata Kunci: Wayang Kardus, Kemampuan Bercerita Keterampilan bercerita merupakan sebuah kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada pendengar. Dalam metode bercerita terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kesesuaian topik, ketepatan urutan dalam cerita, kelancaran bercerita dan ketepatan dalam intonasi. Dalam mencapai beberapa aspek tersebut, pendidik TK AL-HIDAYAH TOGOGAN menggunakan beberapa upaya, salah satunya menggunakan media ajar berupa wayang kardus. Dalam pengaplikasian wayang kardus sebagai media untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak, diperlukan beberapa tahap, diantaranya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan demikian hal diatas menjadi latar belakang peneliti untuk mencari tahu bagaimana tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang dilakukan oleh para pendidik TK Al-Hidayah Togogan sehingga mampu mencapai tujuan yang menentukan berhasil atau tidaknya seorang guru meningkatkan kemampuan bercerita anak didiknya menggunakan media wayang kardus. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah : (1) Bagaimana perencanaan guru dalam menggunakan media wayang kardus untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak? (2) Bagaimana pelaksanaan guru dalam menggunakan media wayang kardus untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak? (3) Bagaimana evaluasi guru dalam menggunakan media wayang kardus untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di TK AL-Hidayah Desa Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamat, pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi. Hasil penelitiannya adalah : (1) Upaya penggunaan media Wayang Kardus pada pada penelitian terdahulu menunjukaan telah efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak (2) pada pelaksanaannya ditemukan kesulitan di TK AL-HIDAYAH TOGOGAN yang ditandai dengan adanya anak yang mengalami kesulitan berbicara, (3) Untuk mengatasi permasalahan tersebut Tindakan yang dilakukan oleh guru adalah melakukan pendekatan dan pendampingan khusus pada siswa, (4) Perbaikan yang dilakukan Guru adalah dengan mengavulasi penggunaan media wayang kardus yang telah dilakukan sebelumya agar lebih efektif

    Tradisi Lebaran Kupatan di Desa Banjar Mulai Kecataman Bara Datu Kabupaten Lampung Waykanan dalam Persprktif Living Hadis

    Get PDF
    The method used in the research is a qualitative method with a phenomenological analysis approach which is used as a tool for the phenomenon or tradition of Eid Kupatan. This approach is also used to explore the meaning and values that exist in the kupatan tradition. As supporting tools in this research, the author also uses interview methods, documentation and participant observation as a concrete form of field research. The results of the research show that the traditional process of Eid Kupatan in the month of Shawwal begins with fasting in Shawwal, reading prayers together, visiting the residences of village elders and then continuing around to the residents' houses. The Eid Kupatan community is a form of bond that strengthens ties of friendship and a form of alms between the people of Banjar Mulia Village, as well as a form of solidarity to unite people so that harmony and tranquility can be realized in Banjar Mulia Village. As a basis for the Lebaran Kupatan tradition in Banjar Mulia Village, Lampung Way Kanan Regency, there are hadiths contained in the Kupatan tradition, hadiths about Shawwal fasting, hadiths about friendship, hadiths about almsgiving and hadiths about glorifying guests

    Analisis Hukum Prinsip Transparansi Pengelolaan Kegiatan Usaha Yayasan Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 JO Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 (Studi pada Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya)

    No full text
    In doing social activity, religious and humanity, the foundation take an income after reduced the expenses get the surplus finally, then it is not the profit, but the surplus have to be put as a foundation property which is used for personil interest by foundation organizer. Recently, there are so many businessmen built the foundation by emphasizing the profit as big as possible. Where as in the rule of chapter 3 text 2 clearly said that “The foundation can not share the result of the activity affort to the founder, organizer, and controller”. With that rule, then the foundation profit can not be used by foundation organ including the foundation founder, organizer and controle to enrich themselves. Because the foundation as an organization is acknowledge officially as a corporation can organize its own activity with separate property and stand property. Mostly the activity which is organized by the foundation founder is dominate to develop the foundation to education world effort because education is a main people life to progress and not decrease but so much human then so much increasing people need education then the foundation has education status, probably their effort will get down, even the existence of the foundation by government is also to push the increasing by distributing fund contribution to increase education quality, but the foundation founders are always try to look for the profit by not distribute the fund contribution entirely and as the profit result the foundation is always used by the foundation founders as means of their subsistence, then the result of foundation profit can not be used again for the need The foundation rehabilitation. Even the foundation founders are not make principle of transparency (full disclosure) accountability which is the purpose that all the foundation financial transactions and all the exist funds are reported according to the foundation law in a financial reporting and tax obligation. All of the is done by the foundation founder means the foundation organizer is a main to the foundation procedure. The foundation can not do its activity without the organizer, thus the existence of the organizer depend on the existence from the foundation. It means the organizer is a foundation organ reliable as fiduciary duty for the foundation interest to get intention and foundation purpose.Yayasan dalam menjalankan kegiatannya bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Yayasan umumnya menerima pendapatan (income) yang berlebih (surplus) setelah dikurangi biaya-biaya. Maka kelebihan pendapatan tersebut bukan merupakan keuntungan organ yayasan, tetapi merupakan kekayaan yayasan yang sering dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh organ yayasan. Akhir-akhir ini banyak yang mendirikan yayasan dengan mengutamakan profit atau mengejar/mencari keuntungan dan/atau penghasilan sebesar-besarnya. Padahal pada rumusan Pasal 3 ayat (2) dikatakan dengan jelas bahwa “Yayasan tidak boleh membagikan hasil kegiatan usaha kepada pembina, pengurus dan pengawas”. Dengan rumusan yang demikian, maka hasil keuntungan yayasan tidak dapat dipergunakan oleh organ yayasan termasuk pembina, pengurus dan pengawas yayasan untuk memperkaya diri pribadi. Yayasan sebagai suatu lembaga yang diakui secara resmi sebagai suatu badan hukum yang dapat menyelenggarakan sendiri kegiatannya dengan harta kekayaan yang terpisah dan berdiri sendiri. Maka kebanyakan kegiatan yang diselenggarakan para pendiri yayasan lebih condong mengembangkan yayasan ke dunia usaha pendidikan karena pendidikan adalah merupakan tonggak kehidupan masyarakat menuju ke depan dan tidak berlaku surut bahkan semakin banyak manusia semakin meningkatnya masyarakat membutuhkan pendidikan sehingga yayasan yang berstatus pendidikan tidak tertutup kemungkinan usahanya akan menurun, bahkan keberadaan yayasan oleh pemerintah juga mendorong peningkatannya dengan jalan pemerintah menyalurkan bantuan dana untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan, tapi para pendiri yayasan selalu mencoba-mencoba untuk mencari keuntungan dengan tidak menyalurkan dana bantuan tersebut secara keseluruhan demikian juga sebagai hasil keuntungan yayasan yang selalu dimanfaatkan pendiri yayasan sebagai mata pencahariannya sehingga hasil keuntungan yayasan tidak dapat dimanfaatkan lagi untuk keperluan merehabilitasi yayasan. Bahkan pendiri yayasan sama sekali tidak menerapkan prinsip keterbukaan (full disclosure) secara akuntabilitas yang tujuannya agar semua transaksi keuangan yayasan dan semua dana yang ada dilaporkan sesuai yang diterapkan dalam undang-undang yayasan baik dalam pelaporan keuangan dan pemenuhan kewajiban perpajakan. Karena semua yang dilaksanakan oleh pengurus yayasan berarti pengurus yayasan sebagai peran kunci bagi jalannya yayasan. Yayasan tidak mungkin dapat menjalankan kegiatannya tanpa adanya pengurus, demikian juga keberadaan pengurus bergantung sepenuhnya pada eksistensi dari yayasan. Ini berarti pengurus merupakan organ kepercayaan yayasan sebagai pengemban (fiduciary duty) bagi kepentingan yayasan untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan.132 HalamanTesis Magiste

    Pengaruh Muvicure Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Fraktur Ekstremitas Fase Preoperatif Di RSUD Dr Saiful Anwar Malang

    No full text
    MuViCure adalah sebuah terapi non farmakologis berupa stimulasi audiovisual gabungan dari musik instrumental disertai suara alam dan gambar pemandangan obyek alam untuk mengurangi kecemasan pasien saat fase pre operasii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MuViCure terhadap penurunan kecemasan pasien fraktur ekstremitas fase preoperatif di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian yang digunakan quasy eksperiment dengan pre test dan post test design menggunakan kelompok kontrol. Dalam rancangan penelitian ini kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa MuViCure sedangkan kelompok kontrol diberikan terapi sesuai standar rumah sakit berupa komunikasi terapeutik. Responden dalam penelitian ini adalah pasien fraktur ekstremitas fase preoperatif yang berjumlah 30 pasien yang ditentukan dengan metode purposive sampling, terbagi menjadi dua kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan dengan kuesioner kecemasan STAI form Y-1 yang telah dimodifikasi peneliti. Data kecemasan pre dan pos tes dianalisa menggunakan uji t berpasangan, sedangkan delta kedua kelompok diuji dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji pre post tes kelompok intervensi menunjukkan ada penurunan kecemasan pasien yang mendapat MuViCure (nilai p 0,000). Pada kelompok kontrol yang mendapat terapi standar rumah sakit berupa komunikasi terapeutik terbukti secara signifikan menurunkan kecemasan pasien preoperatif (p=0,000). Hasil uji t tidak berpasangan terhadap delta kedua kelompok didapatkan hasil yang signifikan (p=0,025). Hal tersebut berarti bahwa terapi MuViCure terbukti lebih efektif menurunkan kecemasan pasien fraktur ektremitas fase preoperatif dibandingkan dengan terapi standart rumah sakit (p=0,025)

    Rekonstruksi Pengetahuan Lokal Masyarakat Dalam Peningkatan Kapasitas Kebencanaan Oleh Pmi Kabupaten Bojonegoro Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana (Studikasus Pada Masyarakat Desasumbangtimun, Kabupatenbojonegoro)

    No full text
    PenelitianinimengkajitentangRekonstruksipengetahuanlokalmasyarakatdalamPeni ngkatanKapasitasKebencanaan oleh PMI KabupatenBojonegorosebagaiupayaPenanggulanganBencana.Latarbelakangdilaku kannyapengkajiantentangfenomenainididasarikarenakemampuanmasyarakatSumb angTimundalammenghadapibanjirtahunandenganmekanismetindakan yang berulangmenghasilkansebuahpengetahuanlokalmasyarakat. Namun, terdapat program kesiapsiagaanbencanaberbasismasyarakat yang diinisiatori oleh Palang Merah Indonesia KabupatenBojonegorodalammelakukanupayamanajemenbencana. Sehinggaterdapatduabentukupaya yang dilakukandalammeresponsbencana. Adanyapeningkatankapasitaskebencanaantidakmembuatseluruhpengetahuanlokalh ilang, justrudirekonstruksimelaluibeberapakegiatansebagaipenunjangefektifitasdalamme nanggulangibencana. Metodepenelitian yang digunakanadalahjenispenelitiankualitatifdenganpendekatanstudikasus. Lokasipenelitianberada di DesaSumbangTimun, KecamatanTrucuk, KabupatenBojonegoro. Teknik penentuaninformanmenggunakanpurposive. Sedangkanteknikpengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakanadalahanalisisderetwaktu. Hasil daripenelitian yang diperolehadalah: dalamkasusbencanabanjir di SumbangTimunkegiatanpeningkatankapasitaskebencanaanmenghasilkanbentukre konstruksipengetahuandalammeresponsbanjir. Perekonstruksianpengetahuandidapatkandenganmenggabungkanpengetahuanlokal masyarakatdengannilai-nilaistandarisasidalampenanggulanganbencana. Upayaperekonstruksianinitidakterlepasdariperankelompoksiagabencanadalammel akukanpraktikdilapanganuntukmengingatkanmasyarakattindakan yang harusdilakukansaatmenghadapibanjirdenganupaya yang viii sesuaidengansosialisasisaatkegiatanpeningkatankapasitaskebencanan. Pengetahuan yang direkonstruksiefektifdilakukanmasyaraksebagaiupayapenanggulanganbencana

    Perbandingan masalah transportasi menggunakan Metode Metode Average Opportunity Cost (AOC) dan Metode Improve Average Opportunity Cost (IAPC)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai masalah transportasi untuk menentukan biaya pengiriman dari sumber ke tujuan. Algoritma transportasi terdiri dari dua langkah, yang pertama menentukan solusi layak awal pada penelitian ini menggunakan metode Average Opportunity Cost (AOC), Improve Average Penalty Cost (IAPC) dan North West Corner (NWC) yang kedua menguji optimalitas pada penelitian ini menggunakan aplikasi POM-QM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang memiliki nilai optimal pada kasus seimbang (balance) dan tidak seimbang (unbalance) dengan data range 1-10 dan 1-100, kemudian menganalisis metode AOC dan IAPC apakah dapat menghasilkan solusi yang lebih optimal dibandingkan metode NWC. Langkah awal pengerjaan metode AOC dan IAPC sama yaitu dengan mencari selisih nilai minimum pada baris dan kolom kemudian dikurangi seluruh nilai pada baris dan kolom. Setelah dilakukan analisis dan percobaan terhadap 4 data sekunder dan 400 data random, diperoleh hasil analisis 3 data sekunder dan menunjukan metode AOC menghasilkan nilai minimum dan data yang memiliki biaya transportasi pada range 1-10 seimbang menghasilkan solusi yang lebih optimal menggunakan metode Improve Average Penalty Cost (IAPC), sedangkan untuk data acak dengan rentang 1-100 seimbang dan tidak seimbang solusi lebih optimal menggunakan metode Average Opportunity Cost (AOC). This study discusses the problem of transportation to determine shipping costs from source to destination. . The transport algorithm consists of two steps, the first to determine the initial feasible solution in this study using Average Opportunity Cost Method (AOC), Improve Average Penalty Cost Method (IAPC) dan North West Corner Method (NWC) the second is to test the optimality in this study using the application POM-QM. The purpose of this study is to determine the method that has optimal values ​​in balanced and unbalanced cases with a range of data 1-10 and 1-100, then analyze AOC and IAPC method to see whether it can produce a more optimal solution than the NWC method. First step AOC and IAPC method, namely by finding the minimum value in the row and column and then subtracting all row and column values with the minimum value. After analyzing and experimenting with 4 secondary data and 200 random data results obtained 3 secondary data shows the AOC method produces the minimum value and data that has transportation costs in the range of 1-10 are balanced to produce a more optimal solution using the Improve Average Penalty Cost (IAPC) method, while for random data with a range of 1-10 unbalanced and random data ranging from 1-100 cases, balanced and unbalanced solutions which is more optimal using the Average Opportunity Cost (AOC) method

    ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK PEMERINTAH DI INDONESIA

    Get PDF
    Bank sebagai lembaga keuangan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap stabilitas perekonomian di setiap negara. Membahas tentang perbankan tentunya tak asing lagi dengan produk perbankan yaitu deposito berjangka yang dimana deposito berjangka tak bisa terlepas dari tingkat suku bunga deposito. Tingkat suku bunga deposito adalah imbalan yang akan diberikan kemudian hari oleh pihak bank terhadap nasabah yang menyimpan dananya sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, BI Rate, Capital Adequacy Ratio terhadap tingkat suku bunga deposito pada bank pemerintah di Indonesia. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yang diamana data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik, data dari Otoritas Jasa Keuangan serta data Bank Indonesia dengan kurun waktu 15 tahun mulai tahun 2004-2018. Pada penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan alat bantu komputer program SPSS (Statistic Program For Social Science) Versi 13.0 yang menunjukkan pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel inflasi, BI Rate, Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Pada Bank Pemerintah di Indonesia. Sedangkan secara parsial variabel BI Rate berpengaruh positif terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Pada Bank Pemerintah di Indonesia. Sedangkan inflasi dan Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Pada Bank Pemerintah di Indonesia. Kata Kunci : Tingkat Suku Bunga Deposito, Inflasi, BI Rate, dan Capital Adequacy Ratio (CAR)

    ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA MODAL PADA PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk DAN PT HM SAMPOERNA Tbk PERIODE 2011-2013

    Get PDF
    Analysis Comparasion of Capital Cost on PT Indofood Sukses Makmur Tbk and PT HM Sampoerna Tbk Period 2011-2-13 Novelia Dwi Fatmawati 2014, (xiii + 73 pages) Email : [email protected] The final report was made to compare the cost of capital between the two companies, namely PT Indofood Sukses Makmur Tbk and PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Period 2011-2-13. Capital cost analysis was conducted to determine the minimum rate of return implied by the owners of the company's long-term funds. Thus, if the erroneous determination of capital costs, the financial decisions that are made will also be wrong. From the analysis and discussion, the authors take a conclusion that the comparative analysis of the cost of capital committed by the author, in the period 2011-2-13 PT Indofood Sukses Makmur Tbk obtain the overall cost of capital (WACC) of 15,98%, 11,47%, and 9,27%, while for PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk obtain WACC of 7,39%, 4,36, and 11,76 25. From the results of this calculation, which has the capability in terms of providing minimum rate of return as expected by the investor, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk bear the cost of capital is smaller than PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Analysis of the cost of capital is intended for the management of the company, to pay more attention to the composition of its capital structure. The company is expected to reduce debt from outsiders so that it should bear the cost of debt capital does not become larger. This analysis is also intended for investors to be more careful in investing funds or long-term investment in a company. And also for further research, can be used as a reference, guidelines and comparable to studies done better than the present study. Keywords : Cost of Debt, Cost of Equity, Capital Structure, WAC

    Perancangan Sistem Informasi Penjualan Obat Pada Apotik Poliklinik Rumah Sakit Fatmawati

    Get PDF
    Drug sales at the Fatmawati Hospital Polyclinic Pharmacies have accumulated queues of people buying drugs. The process of purchasing drugs is often an error caused by the system is still manual, the process of checking drugs and drug prices, late messages when the stock of thinning drugs, this is due to knowing the stock of drugs should be checked directly and the information submitted to the pharmacist's head is limited to drugs sold. The pharmacist assistant should look at the drug list book to find the medication that the patient is asking for or not, so in the process of purchasing the drug there is often a data error and in the process of checking the stock of the drug is still manual takes a long time. The author provides problem-solving solutions with the use of computer technology as a tool to process the required data in the form of files or in other words the use of computer-based data processing system with the application program (computerization). Some of the advantages of using a computerized system are to reduce the occurrence of queue buildup due to faster service, faster and more accurate information presentation, better data storage and smaller error factors or rarely occur because the process does not need to be repeated, in case of error simply edit the data. The proposed system is expected to be applied so that queuing can be avoided and may facilitate Pharmacist access to know the progress of the Pharmac

    Kajian Etika Bisnis Islam Pada Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah: Di Desa Senduro Kabupaten Lumajang

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji etika bisnis yang dilakukan dalam pengembangan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pendekatan penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pengembangan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang adalah memfokuskan pada produksi kualitas susu dan penurunan jumlah pengangguran diKecamatan tersebut. jika dikaji dari etika bisnis islam pengembangan usaha ternak sapi perah di kematan tersebut telah memenuhi unsure gotong royong, kejujuran, keadilan dan amanah. Hal tersebut yang menjadikan para peternak di Kecamatan tersebut memiliki rasa kekeluargaan dan tidak ada sikap imtimidasi diantara peternak lainnya. Namun terdapat kendala yang menghambat laju pengembangan usaha tersebut yakni modal usaha yang terbatas sehingga diperlukan langkah strategis dari pemerintah desa dalam mengoptimalkan Badan Usaha Desa (BUMDES) untuk memenuhi kebutuhan pinjaman modal bagi peternak
    corecore