1,720,964 research outputs found
EVALUASI PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS DALAM PENEMUAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2018
EVALUASI PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS DALAM PENEMUAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2018
Oleh : Deswinda (1620322027)
Pembimbing : Dr.dr. Rosfita Rasyid, M.Kes dan dr. Firdawati, M.Kes, PhD
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara nomor dua dengan beban tertinggi akibat tuberkulosis (TB) di dunia setelah India. Hasil survei prevalensi TB (SPTB) tahun 2013-2014 penemuan kasus baru TB baru mencapai 32%. Penemuaan penderita TB di Kabupaten Sijunjung dari tahun 2013 sampai 2017 terus mengalami penurunan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tujuan melakukan evaluasi terhadap penanggulangan TB paru di puskesmas dalam penemuan penderita TB paru dengan pendekatan sistem, yaitu input (kebijakan, sumberdaya manusia, metode, dana, sarana), proses (perencanaan, penggerakkan-pelaksanaan, monitoring dan evaluasi), dan output (pencapaian program penemuan penderita TB) di Kabupaten Sijunjung tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan program TB berpedoman kepada peraturan dari pusat (Kementerian kesehatan), tenaga kesehatan dalam penemuan penderita TB kurang, metode yang digunakan dalam penemuan penderita TB adalah pasif dan aktif, dana dan sarana guna penemuan penderita TB masih kurang. Proses, perencanaan di puskesmas sudah sesuai dengan pedoman, penggerakkan-pelaksanaan dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik, monitoring dan evaluasi dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program penanggulangan TB dalam penemuan penderita TB paru di Kabupaten Sijunjung belum berjalan dengan baik dan hasilnya belum mencapai target yang ditetapkan. Disarankan agar dinas kesehatan/puskesmas meningkatkan kerjasama dengan praktek swasta melalui public private mix (PPM) maupun dengan nagari melalui Pos TB Nagari, monitoring dan evaluasi hendaknya dilakukan secara terencana dan bermutu kepada pengelola program TB puskesmas, bidan desa, dan kader TB.
Kata Kunci : Evaluasi, Program Penanggulangan, Tuberkulosis, Penemuan Penderita.
EVALUATION OF PREVENTION PULMONARY TUBERCULOSIS IN PUBLIC HEALTH CENTER WITHIN PULMONARY TUBERCULOSIS DETECTION IN SIJUNJUNG REGENCY YEAR 2018
By. Deswinda (1620322027)
(Advisor :Dr.dr. Rosfita Rasyid, M.Kes dan dr. Firdawati, M.Kes, PhD)
ABSTRACT
Indonesia is the second country that had highest cases of Tuberculosis (TB) in the world after India. The survey results of the prevalence of tuberculosis in 2013-2014 found that new TB’s cases was reaching 32%. Discovery of TB’s patients in Sijunjung Regency from 2013 to 2017 continued to be decrease. This research is qualitative research in order to evaluated toward the pulmonary TB’s in public health center through the discovery of pulmonary TB patients with a systems approach, including inputs (policies, human resources, methods, funds, facilities), processes (planning, mobilizing-implementation, monitoring and evaluation ), and output (achievement of TB’s patient discovery program) in the Sijunjung regency in 2018. The results showed that TB program policies were guided by regulations from the center (ministry of health), health workers in the discovery of TB found lack of patient, the methods that is used in finding TB patients were passive and active, funds and facilities for finding TB patients were still lacking. The planning process in public health center has been appropriate within the guideline of Movement-Implementation in the discovery of TB’s patients have not gone well, monitoring and either its evaluation. It can be inferred that the TB’s prevention program in the discovery of pulmonary TB’s patients in Sijunjung regency have not gone well and the results have not yet reached the set targets. It is recommended so that public health center, health office can improve their cooperation with private practices through public private mix (PPM) and with Nagari through TB’s Nagari Post, monitoring and evaluation should be planned and qualified by Manager of TB’s program in public health center, village midwives and TB’s cadres.
Keywords: Evaluation, Prevention Program, Tuberculosis, Patients discovery
MODEL APLIKASI MOBILE HEALTH TITEER (TIGHT IN SMART PHONE FOR TEEN PREGNANCY PREVENTION REVOLUTION)SEBAGAI PROMOSI PERILAKU PENCEGAHAN KEHAMILAN REMAJA DI KOTA PEKANBARU
Kehamilan remaja merupakan fenomena internasional yang belum terselesaikan hingga sekarang, termasuk Indonesia. Age Specific Fertility Rate Indonesia 36 per 1000 perempuan berusia 15-19 tahun. Di provinsi Riau angka kehamilan remaja usia 15-19 tahun 8,7% dan sudah pernah melahirkan 22,1% pada tahun 2017. Angkanya terlihat kecil, tetapi mengalami peningkatan jika dibandingkan pada tahun 2007, kehamilan remaja usia 15-19 tahun 1,9% dan sudah pernah melahirkan 6,6%.
Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap. Tahap 1 untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan dengan studi kuantitatif dengan melakukan studi pendahuluan, telaah kepustakaan dan survey untuk mengidentifikasi karakteristik, kebutuhan remaja akan layanan kesehatan reproduksi, dengan menyebarkan kuesioner kepada 398 remaja. Tahap 2 mengembangkan model aplikasi mobile health Titeer yang merupakan hasil integrasi antara penelitian tahap 1, studi literatur dan konsultasi pakar. Tahap 3 melakukan uji coba model aplikasi mobile health Titeer dengan desain quasi experiment untuk mengetahui efektivitas model aplikasi mobile health Titeer antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum diberikan aplikasi mobile health Titeer, setelah 2 minggu dan 10 minggu dengan uji statistik GLM-RM (General Linear Model-Repeat Measure).
Hasil penelitian tahap 1 didapatkan semua variabel berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan kehamilan remaja. Hasil penelitian tahap 2 terciptanya model aplikasi mobile health Titeer (Tight in smart phone for Teen pregnancy prevention Revolution). Hasil penelitian tahap 3 terdapat perbedaan bermakna pada variabel pengetahuan, sikap, self efficacy, life skills, pengaruh teman sebaya dan perilaku pencegahan kehamilan remaja pada pengukuran 2 minggu dan 10 minggu setelah intervensi diantara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Direkomendasikan kepada Kemenkes, BKKBN, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk menggunakan aplikasi mobile health Titeer sebagai instrumen dan media promosi yang digunakan pada program pelayanan kesehatan remaja.
Kata Kunci: aplikasi mobile health, pencegahan kehamilan remaj
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mahasiswi dengan Tindakan Perawatan Organ Reproduksi di Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru
Perawatan organ reproduksi wanita diperlukan untuk menghindari beberapa permasalahan organ reproduksi seperti iritasi, infeksi, alergi dan karsinoma. Survei awal yang dilakukan peneliti dari pada 20 orang mahasiswi menunjukkan pengetahuan mereka cukup baik, tetapi masih ada 25% mahasiswi yang tidak melakukan perawatan organ reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswi dengan tindakan perawatan organ reproduksi di Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswi tingkat I di Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru. Seluruh populasi dijadikan sebagai sampel dengan besar sampel adalah 100 orang mahasiswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi mempunyai pengetahuan baik sebanyak 86 orang (86%) dan mempunyai sikap positif sebanyak 59 orang (59%), serta sebagian responden melakukan tindakan perawatan organ reproduksi sebanyak 52 orang (52%). Hasil uji chi-square pengetahuan dan sikap dengan tindakan perawatan organ reproduksi dengan p value yang sama yaitu p = 0,006. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan perawatan organ reproduksi dengan OR 8,33 (95% CI : 1,75-39,54) dan ada hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan perawatan organ reproduksi dengan OR = 3,49 (95% CI : 1,51-8,06). Saran penelitian ini diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian pada remaja awal dengan jenis penelitian dan variabel yang berbeda
INTERVENSI PENCEGAHAN KESEPIAN LANSIA DI KELUARGA (SIAGA) BERBASIS ANDROID
Loneliness is a significant threat to mental and physical health for older adults and an urgent problem of community’s health. It needs loneliness prevention application for older adults in family (SIAGA) based on android which appropriate to older adults needs. Objective: to know the effect of using SIAGA application toward loneliness prevention for older adults in family. Method: Quasi Experimental Research with pre test and post-test non equivalent control group approach. The sample includes 100 older adults who live with family. The sample was devided into two groups, namely 50 persons in experimental group which was given SIAGA application and 50 persons in control group which was not given SIAGA application. Sample was taken by using multistage clustered sampling from Payung Sekaki District in between June until July 2025. The data collection tools used questionnaires, including sociodemographic questionnaires and loneliness questionnaires (UCLA Loneliness Scale), which were administered directly to the older adults by the researchers. Intervention was done for 4 weeks. Data analysis consists of descriptive statistics, bivariat analysis used independent T-Test and multivariat analysis with General Lineal Model through repeated measurements (2 weeks and 4 weeks). Result: it shows the decreasing of loneliness of older adults in experimental group, namely before and after 2 weeks and 4 weeks of giving SIAGA applicationKesepian merupakan ancaman yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik bagi lansIa (older adults),dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Diperlukan aplikasi pencegahan kesepian pada lansia di keluarga (SIAGA) berbasis android yang sesuai denggan kebutuhan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas aplikasi SIAGA terhadap pencegahan kesepian pada lansia di keluarga. Rancangan peneltian Quasi experiment, pendekatan pre test post test non eqivalen control grup dengan klp perlakuan yaitu lansia yang mendapat aplikasi SIAGA dan kelp kontrol yaitu lansia dengan tanpa aplikasi SIAGA. Jumlah responden tiap kelompok 50 orang yang diambil menggunakan multistage clustered sampling dari Kecamatan Payung Sekaki antara Juni sampai Juli 2025. Alat ukur menggunakan kuesioner termasuk kuesioner sosiodemografi, dan kuesioner kesepian (UCLA Loneliness Scale), diberikan oleh peneliti secara langsung kepada lansia. Analisis data terdiri dari statistik deskriptif, analisis bivariat menggunakan uji t independent, dan analisis mutivariat denggan General Lineal Model melalui pengukuran yang berulang ( 2 minggu dan 4 minggu). Hasil: menunjukkan terjadi pengurangan kesepian lansia pada kelompok perlakuan yaitu sebelum dan setelah 2 minggu dan 4 minggu diberikan aplikasi SIAGA (p<0.05) dengan nilai rerata (mean) berturut turut 55.00, 22.00, dan 17.60. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti peran penting penggunaan aplikasi SIAGA dalam mengurangi kesepian pada lansia.  
The Effect of Earmuff and Earplug Use on Preterm Infants Towards Oxygen Saturation and Pulse
Background: A bright circumstance, cold temperatures with loud noise andmany activities around can influence oxygen saturation and pulse in pretermbaby.Purpose: This study aimed to identify the effect of using earmuffs andearplugs on the physiological response of preterm infants.Methods: This crossover study involved 15 medically stable preterm infantstreated in a closed incubator. It used the consecutive sampling techniquewhere the babies’ physiological response using Neonatal Pulse Oximetri wasobserved for 30 seconds every 15 minutes for two hours of using earmuffsand earplugs.Results: The result of repeated ANOVA analysis showed that there is nosignifcant difference of pulse repetition frequency before, during, and afterusing the earmuff and earplug to preterm infants. Meanwhile, statistically,there was a difference in the mean of oxygen saturation during and afterusing the earmuff with p = 0.019.Conclusion: The use of ear protection (earmuff and earplug) could assistand support premature infants in maintaining physiological condition.Earplugs are considered better than earmuffs for maintaining a preterminfant’s physiological condition.Background: A bright circumstance, cold temperature with loud noise where there are many activities around could influence baby’s sleep.Objective: This study aimed to identify the effect of using earmuffs and earplugs on the physiological response of preterm infants.Methods: This crossover study involved 15 medically stable preterm infants treated in a closed incubator. It used the consecutive sampling technique where the babies’ physiological response using Anderson Behavioral State Scale was observed for 30 seconds every 15 minutes for two hours of using earmuff and earplug.Results: The result of repeated ANOVA analysis showed that there is no significant difference of pulse repetition frequency before, during, and after using the earmuff and earplug to preterm infants. Meanwhile, statistically, there was a difference in the mean of oxygen saturation during and after using the earmuff with p = 0.019.Conclusion: The use of ear protection (earmuff and earplug) could assist and support premature infants in maintaining physiological condition. This study therefore suggests the use of earplugs earlier on preterm infants.Keywords: earmuffs, earplugs, premature, physiological response
Evaluasi Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Puskesmas dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sijunjung
Indonesia merupakan negara nomor dua dengan beban tertinggi akibat Tuberkulosis (TB) di dunia setelah India. Penemuaan penderita TB di Kabupaten Sijunjung dari tahun 2013 sampai 2017 terus mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap penanggulangan TB paru di puskesmas dalam penemuan penderita TB paru dengan pendekatan sistem, yaitu input (kebijakan, sumberdaya manusia, metode, dana, sarana), proses (perencanaan, penggerakkan-pelaksanaan, monitoring dan evaluasi), dan output (pencapaian program penemuan penderita TB) di Kabupaten Sijunjung tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan program TB berpedoman kepada peraturan dari pusat (kementerian kesehatan), tenaga kesehatan dalam penemuan penderita TB kurang, metode yang digunakan dalam penemuan penderita TB adalah pasif dan aktif, dana dan sarana guna penemuan penderita TB masih kurang. Proses, perencanaan di puskesmas sudah sesuai dengan pedoman, penggerakkan-pelaksanaan dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik, monitoring dan evaluasi dalam penemuan penderita TB belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program penanggulangan TB dalam penemuan penderita TB paru di Kabupaten Sijunjung belum berjalan dengan baik dan hasilnya belum mencapai target yang ditetapkan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN COVID 19
Lebih dari 95% kematian akibat Covid 19 terdapat pada lansia. Adanya phisical distancing menyebabkan lansia lebih banyak berada di rumah agar dapat bertahan dalam situasi pandemi Covid 19 padahal lansia harus tetap melakukan aktifitas fisik dan aktifitas sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi tindakan lansia dalam pencegahan Covid 19. Penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross-sectional dilakukan di RW 10 Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung sekaki pada bulan Oktober 2020. Penentuan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sampel 104 orang lansia.Uji pearson chi square dilakukan untuk menilai hubungan antara tindakan dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan dan sikap. Masing-masing variabel independen di evaluasi menggunakan analisis uji regresi logistik untuk menetukan variabel yang yang paling berpengaruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh usia (p=0.000); jenis kelamin (p=0.000); pendidikan (p=0.000); pengetahuan (p=0.000); sikap (0.006) terhadap tindakan lansia dalam pencegahan Covid 19. Dari hasil uji regresi logistic menunjukkan variabel pengetahuan yang paling berpengaruh terhadap tindakan pencegahan Covid 19 (OR=39.36) yang artinya lansia yang berpengetahuan tinggi akan melakukan tindakan pencegahan Covid 19 sebesar 39.36 kali dibandingkan lansia yang mempunyai pengetahuan rendah. Oleh karena itu kepada lansia perlu diberikan pengetahuan tentang pencegahan Covid 19 dengan mematuhi protokol kesehatan sehingga lansia tetap bisa aktif dan produktif dalam menjalani kehidupan.
KNOWLEDGE EDUCATION ABOUT COVID 19 VACCINATION IN NURSE STUDENT
Abstrak: Tingginya kasus Covid 19 di Indonesia maka pemerintah berusaha melakukan berbagai upaya salah satunya pengadaan vaksin untuk imunisasi, namun hal ini mandapat respon beragam dari masyarakat ada yang meragukan keefektivan dan keampuhan vaksin bahkan ada yang menolak untuk di vaksin. Perawat sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan dapat menyampaikan informasi dan menyakinkan kepada masyarakat bahwa vansin aman dan efektif dalam meningkatkan imun tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa khususnya mahasiswa perawat tentang vaksinasi Covid 19. Kegiatan dilaksanakan di Stikes Payung Negeri bekerjasama dengan ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan) Wilayah 1 Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk webinar daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Hasil dari kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang vaksinasi Covid 19 dari 40% menjadi 95% yang terlihat dari antusias mahasiswa dalam mendengarkan materi dan adanya keinginan untuk menyampaikan informasi sebagai kewajiban dalam menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin untuk melindungi tubuh dari virus Covid 19 dimana salah satu peran perawat yaitu sebagai health promotion dan change agen.Abstract: Because of the high case of Covid 19 in Indonesia, the government has been trying to make varios efforts, one of which is the procurement of vaccines for immunization, but this has received various responses from the community, some are doubting the effectiveness anf efficacy of the vaccine, and some even refuse to be vaccinated. Nurse as the front line in providing health services to the community are expected tobe able to convey information and convince the public that the vaccine is safe and effective in increasing the body’s immune system. The purpose of the community service is to increase students, knowledge, especially nursing students about Covid 19 vaccination. It was carried out at Stikes Payung Negeri in collaboration with ILMIKI (Nursing student Association) Region I. The result of the activity shows an increase in knowledge about Covid 19 vaccination from 40% to 90% which can be seen from the enthusiasm of students in listening to the material and the desire to convey information as an obligation in coveying knowledge to the public about the importance of vaccines to protect the body from the Covid 19 virus where one of the roles of nurses is as health promotion and agent of change
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
