1,733,562 research outputs found

    Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai Pada UMKM Dedi Tani

    Full text link
    This final report is entitled "Design of Cash Sales Accounting Information System at UMKM Dedi Tani". UMKM Dedi Tani is a type of business that operates in the field of fertilizer and pesticide trading. This report aims to design and implement a computerized cash sales accounting information system based on Microsoft Access at UMKM Dedi Tani, in order to make it easier for UMKM to find out the amount of revenue based on the type of product and the amount of cash received from these cash sales. The author collects primary data obtained from interviews with employees regarding the sales accounting system that has been implemented at this time. The Dedi Tani UMKM cash accounting information system has several weaknesses such as manual recording which is no longer effective as many buyers, difficulty in making sales recaps, difficulty knowing exactly which types of goods have increased sales and provide high profits and which goods have decreased and provide low profits. Finally, the author concludes that the design of the Dedi Tani UMKM cash sales accounting information system application goes through the stages of analyzing the old system with designing a new computerized system, designing applications, and testing application results that have outputs in the form of a new system.Keywords: Accounting Information System, and Microsoft Acces

    Analisis tentang implikasi SKB mengenai ahmadiyah terhadap organisasi keagamaan dan aliran kepercayaan serta masalah hukumnya / oleh Dedi Susilo

    No full text
    abstrak (A) Nama: Dedi Susilo (NIM: 205030047). (B) Judul Skripsi: Analisis Tentang Implikasi SKB Mengenai Ahmadiyah Terhadap Organisasi Keagamaan dan Aliran Kepercayaan serta Masalah Hukumnya. (C) Halaman: ix + 90 + 58 + 2009. (D) Kata kunci: Keputusan, Peraturan, SKB dan Ahmadiyah. (E) Isi: Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004, istilah keputusan secara tegas dibedakan dari pengertian peraturan. Keputusan yang bersifat mengatur harus disebut dengan ?peraturan? (regels) sebagai nomenklatur untuk membedakan ?keputusan? yang bersifat menetapkan (beschikking). Dalam prakteknya, ada saja produk hukum yang formatnya menetapkan (beschikking) tetapi substansinya sebagian atau bahkan seluruhnya bersifat mengatur (regeling), seperti SKB Ahmadiyah. Keberadaan SKB tersebut telah menimbulkan polemik, karena selain bentuk dan substansi hukumnya dipertanyakan oleh sebagian kalangan, dari pihak pemerintah dan para pakar hukum sendiri ada perbedaan pendapat mengenai kompetensi peradilan yang berwenang mengadili SKB tersebut. Oleh karena itu, sudah tepatkah pengaturan Ahmadiyah tersebut dituangkan dalam bentuk SKB? Bagaimana implikasi SKB itu terhadap organisasi-organisasi keagamaan lain di luar JAI? Bagaimana dengan masalah hukum yang ditimbulkan atas terbitnya SKB itu, khususnya mengenai kompetensi peradilan? Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dan metode penelitian hukum empiris. Data penelitian menunjukan bahwa ada cacat yuridis pada SKB Ahmadiyah, karena secara substansi SKB itu sangat jelas mengikat umum. Dengan demikian, tidak tepat kalau hal-hal yang mengikat umum itu dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama dari beberapa menteri. Sebaiknya SKB itu dilembagakan dalam bentuk Peraturan Menteri agar sesuai dengan struktur tata urutan peraturan yang ada. (F) Acuan: 58 (1945-2009). (G) Pembimbing Rasji, S.H., M.H. (H) Penulis Dedi Susilo

    İsmet Özel Ne Dedi?

    No full text
    Haşmet Babaoğlu'nun yazdığı "İsmet Özel Ne Dedi?" başlıklı gazete yazıs

    Teknik penyutradaraan Dedi Setiadi dalam sinetron menanti mentari pagi

    No full text
    Skripsi ini adalah deskripsi dari teknik penyutradaraan yang dimiliki oleh Dedi Setiadi. Meliputi cara Dedi Setiadi membuat skenario, menggarap pemain dan kru yang dilingkupinya. Dedi Setiadi lebih mementingkan aspek bentuk yang nantinya bisa diciptakan. Dan Dedi setiadi-pun sadar betul terhadap masyarakat pemirsanya. Tugas akhir ini juga dilengkapi dengan riwayat hidup Dedi Setiadi sebagai sutradara sinetron

    NKPNükleere "Hayır" Dedi

    No full text
    Nükleer Karşıtı Platform savaşsız ve sömürüsüz bir dünya için nükleer silahlanmaya hayır dedi

    Personal branding Dedi Mulyadi melalui facebook: Studi kasus Dedi Mulyana dalam membangun personal branding sebagai bupati Purwakarta periode 2013-2018

    Full text link
    Personal branding merupakan sesuatu yang sangat penting dan syarat utama dalam menunjang kesuksesan seseorang terutama bagi seorang pejabat publik. Dukungan yang tidak hanya melalui kata-kata tetapi sampai pada tindakan nyata. Upaya untuk membangun personal branding pun saat ini tidak hanya dilakukan secara langsung dan menggunakan media tradisional tetapi seiring berkembangnya teknologi komunikasi personal branding juga dapat memanfaatkan media sosial salah satunya facebook. Salah satu pejabat publik yang aktif menggunakan facebook adalah Bupati Purwakarta yaitu Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi yang telah dua kali menjabat sebagai Bupati Purwakarta, kini dikenal masyarakat sebagai pejabat publik yang dekat dengan masyarakat hal itu ditunjukkannnya dengan berbagai kiriman yang diunggahnya melalui facebook. Pengikut fanpage facebook Dedi Mulyadi mencapai 8.006.702 followers dan setiap kiriman yang diunggahnya bisa mencapai ribuan like dan komentar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Dedi Mulyadi membangun personal branding sebagai Bupati Purwakarta melalui facebook. Penelitian ini menggunakan konsep langkah personal branding PDAC (Plan, Deploy, Act, Cultivate) Hubert Rampersad. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa perencanaan personal branding Dedi Mulyadi berdasarkan penggunaan facebook tidak dilakukan dengan perencanaan yang khusus, Dedi Mulyadi beranggapan personal brandingnya merupakan persepsi atau opini publik yang terbentuk dari hasil kinerja, cara berpenampilan, dan cara berkomunikasi. Penyebaran personal branding Dedi Mulyadi berdasarkan penggunaan facebook tidak lepas dari pengelolaan facebook yang teorganisir diantaranya mengelola konten facebook secara pribadi dan dibantu oleh tim dari Diskominfo untuk hal teknis, melakukan penambahan followers dan promosi kiriman, menggunakan fitur facebook seperti pada umumnya, mengunggah konten yang memuat manfaat dan berkomunikasi interaktif dengan netizen. Tindakan personal branding Dedi Mulyadi berdasarkan penggunaan facebook yaitu menampilkan sosoknya yang apa adanya sebagai Bupati yang pro rakyat, inovatif, concern pada budaya Sunda, sederhana, religius, dekat dengan masyarakat dan memiliki keahlian dalam bidang seni. Pengembangan personal branding Dedi Mulyadi berdasarkan penggunaan facebook yaitu dengan meminta saran dari orang yang dipercaya, menjadikan opini publik sebagai tolak ukur keberhasilan dan mengevaluasi penggunaan facebook secara intens

    İşçi Öldü, Bakan "Çalışın" Dedi!

    No full text
    İzin günü olmasına rağmen çalışırken ölen tersane işçisi için Ulaştırma Bakanı "biz de çalışıyoruz, kriz var, elbette çalışacak" dedi

    Conversation between two non-fishermen at Dedi's house

    No full text
    This is a recording of two men, Dedi and Mahdi at Dedi's house. Dedi is 35 years old, born and grew up in Pondok Prasi, married to a woman from Mataram. He finished high school and now sells tocabos in different parts of the island. Dedi had spent 5 years in Jakarta. Mahdi is 49 years old, born and grew up in Pondok Prasi, and married to a woman from the same village too. He finished high school and now owns a small shop. He had lived in Malaysia for 8 years. They are talking about Dedi's motorcycle accident and his job selling tobacco all over the island. The recording ends with Khairunnisa collecting metadata from the speakers. Muhammad Jaelani assisted with the recording. Video was recorded on Panasonic HC-V770, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi

    a Gaya Komunikasi Budaya Dedi Mulyadi Dalam Mewujudkan Jabar Istimewa

    No full text
    Dedi Mulyadi recorded history as being elected Governor of West Java by winning the highest number of votes. Based on the West Java KPU recapitulation meeting, the pair Dedi Mulyadi – Erwan were determined to win with 14,130,192 votes or 62 percent. Dedi Mulyadi's victory was inseparable from the cultural communication style he used either during the campaign or long before the campaign started. This paper will elaborate on Dedi Mulyadi's communication style with the Sundanese cultural background that he applied to create Special West Java. By using qualitative research methods with a literature study approach and in-depth interviews, this paper concludes that Dedi Mulyadi has succeeded in winning the sympathy of the West Java public in the 2024 West Java gubernatorial election by applying a unique, friendly and down-to-earth Sundanese cultural communication style.Dedi Mulyadi mencatatkan sejarah terpilih menjadi Gubernur Jabar dengan Raihan suara tentinggi. Berdasarkan rapat rekapitulasi KPU Jabar pasangan Dedi Mulyadi – Erwan ditetapkan menang dengan Raihan 14.130.192 suara atau 62 persen. Kemenangan Dedi Mulyadi tidak terlepas dari gaya komunikasi budaya yang digunakannya baik selama kampanye atau jauh hari sebelum kampanye dimulai. Tiga tahun sebelum ditetapkan sebagai calon, kang Dedi sudah berkeliling ke ratusan desa yang ada di Jawa Barat. Dia menjajal kampung terjauh untuk berkomunikasi dengan rakyat jelata, miskin ataupun anak yatim. Dengan diliput oleh tim creator yang menyertainya, Dedi berdialog atau ngobrol dengan masyarakat kecil dan menanyakan berbagai permasalahan hidupnya. Setelah diberikan sedikit wejangan kemudian diakhiri dengan pemberian uang mulai dari 300 hingga satu juta rupiah. Kemudian konten itu diupload di berbagai situs media sosialnya. Dari sanalah kemudian warga Jabar mengenal kang Dedi. Kepergian Ridwan Kamil yang nyagub di DKI Jakarta memberikan berkah tersendiri bagi kang Dedi sehingga dia tidak memiliki saingan yang berat di Jabar. Paper ini akan mengelaborasi gaya berkomunikasi Dedi Mulyadi dengan latar budaya sunda yang diterapkannya untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan wawancara mendalam, paper ini menyimpulkan bahwa Dedi Mulyadi telah berhasil meraih simpati public Jawa Barat dalam Pilgub Jabar 2024 dengan  menerapkan gaya komunikasi budaya Sunda yang loma, akrab, dan bersahaja

    Biography (DEDI Project 2006-2010)

    No full text
    In the period 2006-2010, the Danish-Egyptian Dialogue Institute in Cairo (DEDI) funded internships at Centre for Arab-West Understanding in Cairo (CAWU) through Centre for Intercultural Dialogue and Translation in Cairo (CIDT). All the internships were supervised by a Dutch scholar on Arab-West relations and Editor-in-Chief of Arab-West Report; Cornelis Hulsman. Danish/Egyptian interns received scholarships, although the project was not restricted to Danish / Egyptian students solely. Other students joined as well, but did so, on their own cost, thus did not receive a DEDI scholarship. The purpose of the program was for Danish and Egyptian students to work on the biographies together
    corecore