1,720,967 research outputs found

    PENGARUH VARIASI LATIHAN SERANGAN TERHADAP KETEPATAN TUSUKAN ATLET ANGGAR PROVINSI JAMBI

    Full text link
    Fencing is one sport that is competed to international events such as the World Championship to the Olympics. To improve the achievement of fencing athletes in Jambi Province who are still in the poor category, it is necessary to provide appropriate exercises and according to the needs of athletes. The problem in this study is whether there is an effect of attack training on the accuracy of the Jambi Province Fencing athlete puncture. The research method used was an experiment with the Pre test Post test design method. The sample in the study were 10 people. The results of the study are acceptable hypotheses, namely the effect of attack training on the accuracy of the fencing athlete puncture, with a significance of 5% and the results of the normality test are Lo <= Ltabel because Lo = 0,0009 and Ltabel = 0,220 then Ho is accepted. There is an increase of around 1.1% as a result of puncture accuracy from the results of the pre-test and post-test. Keywords: Fencing, Attack, Accuracy, punctur

    Modifikasi Senjata Anggar Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Lengan Pada Atlet Anggar Pemula

    Full text link
    Olahraga Anggar merupakan salah satu olahraga yang sedang dikembangkan di Jambi, terkhusus di Universitas Jambi. Karena merupakan olahraga yang baru mulai dikembangkan di Jambi, maka banyak kendala yang dihadapi oleh pelatih, atlet dan pengurus Anggar di Universitas Jambi (UKM). Salah satu kendala yang sangat besar adalah ketersediaan senjata untuk atlet. Dikarenakan hal tersebut, maka peneliti ingin memodifikasi senjata yang dapat digunakan oleh atlet dengan menyesuaikan dengan kebutuhan atlet di Universitas Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memodifikasi senjata anggar yang dapat digunakan atlet sekaligus melatih kekuatan otot lengan atlet. Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (RnD) dimana&nbsp; tahapan yang digunakan adalah menggunakan ADDIE yaitu kegiatan meliputi Analisys, Design, Development, Implementation and Evaluating. Tahapan penelitian ini akan melibatkan 10 orang atlet Anggar di Universitas Jambi, 3 orang expert, baik dari pelatih, dan official pengurus Anggar di Provinsi Jambi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mulai dari tahapan desain alat hingga pengumpulan google form efektivitas senjata yang dimodifikasi 70% efektif untuk meningkatkan kekuatan otot lengan pada atlet Anggar di Universitas Jambi

    Modifikasi Permainan Tradisional Untuk Santri Pondok Pesantren Al Muhajirin, Muara Bulian: Modification of Traditional Games for Santri Al Muhajirin Islamic Boarding School, Muara Bulian

    No full text
    Permainan tradisional adalah permainan lama yang semakin tergerus oleh waktu. Permainan seru yang membantu untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan anak dalam gerak motoriknya semakin ditinggalkan. Tergantikan dengan kecanggihan dan kemajuan teknologi yang ada di era modern saat ini. Kesadaran masyarakat dalam melakukan aktivitas sederhana seperti bermain semkain berkurang. Hal inilah yang membuat peneliti ingin memodifikasi beberapa permainan tradisional, menggunakan bahan yang mudah ditemukan, dan permainan sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa pun, di kalangan usia berapa-pun Dalam penelitian ini digunakan sampel 16 orang santriwati di Pondok Pesantren Al Muhajirin. Di pondok pesantren, kegiatan olahraga yang dilakukan juga tergolong minim. Modifikasi permainan yang akan diberikan, diharapkan dapat memberikan algternatif permainan yang dapat dilakukan oleh santriwan dan santriwati di waktu senggang mereka. Hasil dari penelitian ini adalah antusiasme dari santriwati yang mengikuti kegiatan ini. Walaupun dengan keterbatasa tempat, dan bahan-bahan yang seadanya dan dapat dimodifikasi kembali oleh para santri. Olahraga meruapakan kegiatan yang dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan dari orang yang melakukan aktivitas tersebut, maka santriwati diharapkan dapat lebih bugar dan terhindar dari segala penyakit. Penelitian berhasil menyimpulkan bahwa dengan menggunakan permainan tradisional yang dimodifikasi, antusiasme santriwati terhadap permainan semakin meningkat. Hal ini berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan selama berada di lapangan

    Implikasi Permainan Tradisional Modifikasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Siswa Kelas Bawah di SD 190/V Kuala Tungkal

    Full text link
    Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar memberikan tuntutan untuk siswa agar siswa mampu melakukan kembali gerakan dan materi yang telah diberikan epada siswa. Untuk meningkatkan kemmapuan motorik siswa khususnya pada siswa Kelas Bawah (1,2,3) peneliti ingin memberikan modifikasi permainan yang disesuaikan untuk meningkatkan kemmapuan motorik siswa. Pemberian gerakan motorik yang lebih diperhalus dapat memberikan dampak yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan dengan hal tersebut diharapkan siswa menjadi lebih aktif dan lebih bersemangat dalam berlatih. Hasil dari penelitian ini adalah munculnya modifikasi olahraga dan modifikasi permainan yang dapat di berikan kepada siswa di Kelas Bawah, seperti permainan Hola-Halo, Bentengan, dan Squid Tekong. Berdasarkan dengan penelitian tersebut 72% siswa menyatakan bahwa permainan tersebut merupakan permainan yang menarik dan dapat memberikan mereka keahlian baru untuk konsentrasi, aksi reaksi dan kecepatan dalam bergerak. Kata kunci: Implikasi Permainan, Tradisional, Motorik, Siswa, Kelas Bawa

    Implikasi Senam Santri Pada Santri dan Santriwati di Pondok Pesantren Al-Mhujairin untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

    Full text link
    Kebugaran Jasmani itu penting bagi santri dan santriwati pondok pesantren karena Aktivitas siswa Pondok pesantren berbeda dengan Aktivitas siswa di sekolah umumnya. Santri-santri Pondok pesantren harus membaca Al-Qur'an seharian dari siang, sore dan malam bahkan harus membiasakan diri untuk bangun tengah malam untuk melaksanakan shalat malam, belum lagi tugas mata pelajaran dikelas hingga menimbulkan kerja fisik yang lebih berat. Solusinya, kebugaran jasmani dapat dilatih dengan berbagai bentuk olahraga, salah satunya dengan senam, termasuk senam santri. Senam santri adalah olahraga gerak dan musik yang disusun secara sistematis dengan sasaran meningkatkan kebugaran jasmani para santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan berolahraga untuk menjaga kebugaran jasmani dengan melakukan senam santri kepada para santri dan santriwati di pondok pesantren Al-Muhajirin. Metode yang digunakan yaitu melakukan penerapan senam santri dan kemudian memberikan survei untuk melihat sejauh mana kebermanfaatan dari penerapan ini. Survei terdiri dari empat kategori yaitu sangat bermanfaat, bermanfaat, kurang bermanfaat dan tidak bermanfaat menggunakan teknik wawancara secara langsung. Hasil dari survei tersebut menyatakan bahwa sebanyak 95% para santri dan santriwati menjawab efektivitas senam santri ini sangat bermanfaat dan sebanyak 5% para santri dan santriwati menyatakan bermanfaat pada kegiatan penerapan ini

    Analisis Motivasi Siswi dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Timur

    Full text link
    Kurangnya antusiasme siswa untuk mengikuti pembelajaran terlihat dari rendahnya respon sebagian siswa terhadap kegiatan belajar mengajar, menunjukkan bahwa mereka tidak cukup termotivasi untuk berpartisipasi dalam pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi siswi dalam mengikuti pembelajaran Penjas di SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif untuk mengeksplorasi motivasi siswi tersebut. Seluruh populasi yang berjumlah 60 siswi dijadikan sampel, sehingga penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswi dalam mengikuti pembelajaran Penjas di SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Timur pada indikator intrinsik termasuk dalam kategori Baik, yaitu sebesar 74%. Sementara itu, motivasi pada indikator ekstrinsik termasuk dalam kategori Sangat Baik, yaitu sebesar 87,3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi siswi dalam mengikuti pembelajaran Penjas di SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Timur termasuk dalam kategori Bai

    Implementation of Teaching Game for Understanding Approach for Improvement Man To Man Marking (Defense) to Beginner Basketball Player

    Full text link
    Teaching Games for Understanding is basically learning by the game level that suitabled with the development and activity of modification game learning that is centered on tactical problems and the student must be to solve it. Physical Education learning approaches to introduce the meaning of playing in sport to students. The purpose from this research is to improve known player basketball about Man to Man Marking in playing basketball used teaching games for understanding tactical approach. This research is qualitative research, observative descriptive design to know implementation of new learning methods in Physical education to students, or athletes by using teaching games for understanding. In this research had been done by observation, using triangulation data, given practice Teaching games for understanding methods, improving known was by questionnaire and skill results after giving teaching games for understanding method and documentation from the activities. This approach was an activity to make it easy for the students to deliver material, especially about the tactic games in sport. Furthermore, this approach is a part from Tactical Approach, where students or athletes will do some game modification that is almost the same with the real game. Technique from the game will be the same, but sometimes the field, rule of game, and player who can play will be modified by the teacher. The focus from students was in the tactical game. So, they must understand their position and their assignment in the field during the game. From the research, answered from students and their opinion about the Teaching Games for understanding tactical approach for better known man to man marking defense, the conclusion that 66,7% from total sample have good known about the teaching games for understanding, but 33,3% from others, have good known yet about the tactical approach. That is, the teaching games for understanding for students and athletes must be more socialized, especially in Jambi

    Hubungan Dismenorea Terhadap Kondisi Mental Atlet Putri Saat Masa Menghadapi Pertandingan

    Full text link
    Dismenorea merupakan istilah untuk menggambarkan keluhan kram yang menyakitkan dan umumnya muncul saat sedang haid atau menstruasi. Dismenore merupakan salah satu masalah terkait haid yang paling umum dikeluhkan. Tidak terlepas kejadian tersebut juga dialami oleh atlet putri. Efek sakit atau nyeri yang hebat memberika dampak yang akan berpengaruh pada penampilan saat atlet akan bertanding. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan kepada atlet putri yang akan menghadapi pertandingan POMNAS di Padang, Sumatera Barat adalah sebanyak 73% responden menyatakan Stres saat Haid akan meningkat terutama saat Pertandingan, namun emosi ini tidak mempengaruhi performa mereka saat bertanding. Hal ini menandakan bahwa Dismenore tidak memberikan dampak yang sangat tinggi pada atlet putri. Secara psikologis, atlet putri yang mengalami haid, tidak berpengaruh pada performanya dalam pertandingan. Dapat disimpulkan bahwa, kejadian Dismenorea tidak mempengaruhi performa atlet, namun emosi dan psikologis atlet putri pada saat bertanding perlu diperhatikan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore