Cerdas Sifa Pendidikan
Not a member yet
147 research outputs found
Sort by
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 16 Kerinci
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran PJOK di SMP Negeri 16 Kerinci. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena fokus penelitian ini tidak pada angka, melainkan menggambarkan secara mendalam situasi yang terjadi di lapangan. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 16 Kerinci yang berlokasi di Semerap, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah mulai dipahami oleh guru PJOK, meskipun masih dalam tahap penyesuaian. Guru terus berupaya mempelajari penerapan kurikulum baru ini dengan mempersiapkan rencana pembelajaran dan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kurikulum Merdeka yang menekankan kebebasan belajar dan diferensiasi pembelajaran, sangat berbeda dengan Kurikulum 2013 yang berorientasi pada kompetensi, sehingga menuntut guru untuk menyesuaikan metode mengajar dan asesmen secara berkala. Namun, masih terdapat kendala di lapangan, salah satunya adalah belum semua guru mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, pemahaman dan penguasaan terhadap kurikulum ini perlu dilakukan secara bertahap, agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi proses belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran PJOK di SMP Negeri 16 Kerinci. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena fokus penelitian ini tidak pada angka, melainkan menggambarkan secara mendalam situasi yang terjadi di lapangan. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 16 Kerinci yang berlokasi di Semerap, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah mulai dipahami oleh guru PJOK, meskipun masih dalam tahap penyesuaian. Guru terus berupaya mempelajari penerapan kurikulum baru ini dengan mempersiapkan rencana pembelajaran dan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kurikulum Merdeka yang menekankan kebebasan belajar dan diferensiasi pembelajaran, sangat berbeda dengan Kurikulum 2013 yang berorientasi pada kompetensi, sehingga menuntut guru untuk menyesuaikan metode mengajar dan asesmen secara berkala. Namun, masih terdapat kendala di lapangan, salah satunya adalah belum semua guru mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, pemahaman dan penguasaan terhadap kurikulum ini perlu dilakukan secara bertahap, agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi proses belajar siswa
Analisis Status Gizi dan Kebutuhan Energi Peserta Didik Usia 13-15 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status dan kebutuhan gizi peserta didik SMP Albanna Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik di SMP Albanna Denpasar, dengan sampel sebanyak 120 peserta didik kelas VIII (VIIIA–VIIIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 peserta didik (15%) tergolong kurus, 65 peserta didik (54%) memiliki status gizi normal, 4 peserta didik (3%) mengalami kelebihan berat badan, dan 33 peserta didik (28%) masuk kategori obesitas. Rata-rata kebutuhan kalori harian adalah 1926,42 kkal, terdiri dari kebutuhan karbohidrat sebesar 481,61 gram (1926,42 kkal), protein 120,40 gram (481,61 kkal), dan lemak 89,19 gram (802,68 kkal). Temuan ini mengindikasikan ketidakseimbangan asupan gizi, ditandai oleh tingginya proporsi peserta didik dalam kategori kurus dan obesitas. Ketidaksesuaian antara kebutuhan energi dan asupan kalori berpotensi menyebabkan kondisi gizi yang tidak ideal. Oleh karena itu, perlu perhatian bersama dari pihak sekolah, guru, dan orang tua. Sekolah diharapkan menerapkan kebijakan kantin sehat, guru PJOK memberikan edukasi gizi kepada siswa, dan orang tua menyediakan makanan bergizi di rumah maupun untuk bekal sekolah. Kolaborasi ini penting untuk mendukung tercapainya status gizi yang optimal dan membentuk pola hidup sehat pada peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status dan kebutuhan gizi peserta didik SMP Albanna Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik di SMP Albanna Denpasar, dengan sampel sebanyak 120 peserta didik kelas VIII (VIIIA–VIIIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 peserta didik (15%) tergolong kurus, 65 peserta didik (54%) memiliki status gizi normal, 4 peserta didik (3%) mengalami kelebihan berat badan, dan 33 peserta didik (28%) masuk kategori obesitas. Rata-rata kebutuhan kalori harian adalah 1926,42 kkal, terdiri dari kebutuhan karbohidrat sebesar 481,61 gram (1926,42 kkal), protein 120,40 gram (481,61 kkal), dan lemak 89,19 gram (802,68 kkal). Temuan ini mengindikasikan ketidakseimbangan asupan gizi, ditandai oleh tingginya proporsi peserta didik dalam kategori kurus dan obesitas. Ketidaksesuaian antara kebutuhan energi dan asupan kalori berpotensi menyebabkan kondisi gizi yang tidak ideal. Oleh karena itu, perlu perhatian bersama dari pihak sekolah, guru, dan orang tua. Sekolah diharapkan menerapkan kebijakan kantin sehat, guru PJOK memberikan edukasi gizi kepada siswa, dan orang tua menyediakan makanan bergizi di rumah maupun untuk bekal sekolah. Kolaborasi ini penting untuk mendukung tercapainya status gizi yang optimal dan membentuk pola hidup sehat pada peserta didik.
Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Daya Tahan Atlet Pencak Silat Tanjung Jabung Timur
Dalam pencak silat, daya tahan merupakan komponen fisik yang sangat penting, terutama untuk mempertahankan atlet dalam kondisi terbaik mereka selama pertandingan. Namun, atlet pencak silat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jambi 2023 menunjukkan daya tahan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara empiris bagaimana latihan circuit meningkatkan daya tahan atlet pencak silat. Diharapkan hasilnya akan membantu pelatih dan atlet membuat rencana latihan yang lebih baik untuk meningkatkan daya tahan fisik mereka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 atlet pencak silat Tanjung Jabung Timur, yang terdiri dari atlet laki-laki dan perempuan. Perlakuan berupa latihan circuit training terstruktur selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu (total 18 sesi). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor dari 36,21 menjadi 38,44, menunjukkan peningkatan sebesar 2,23 poin. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.00, yang lebih kecil dari 0.05, serta nilai t-hitung sebesar 13.055 yang lebih besar dari t-tabel 1.7291. Hasil ini menunjukkan bahwa latihan circuit training memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan daya tahan atlet pencak silat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa latihan circuit training merupakan metode latihan yang efektif dalam meningkatkan daya tahan atlet pencak silat.
Kata kunci : Circuit Traning, Daya Tahan, Pencak Sila
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Driblling Sepak Bola pada Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan dribbling sepak bola siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Merangin. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan tes keterampilan dribbling. Indikator keberhasilan ditentukan melalui ketuntasan belajar klasikal sebesar ≥75%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan model Discovery Learning. Pada kondisi pra tindakan, hanya 21% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah tindakan pada siklus I, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 58%, namun belum memenuhi indikator keberhasilan. Tindakan dilanjutkan ke siklus II, dan diperoleh hasil ketuntasan sebesar 100% atau seluruh siswa telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu mereka dalam memahami konsep gerak dribbling secara mandiri melalui proses penemuan. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan dribbling sepak bola siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan dribbling sepak bola siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Merangin. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan tes keterampilan dribbling. Indikator keberhasilan ditentukan melalui ketuntasan belajar klasikal sebesar ≥75%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan model Discovery Learning. Pada kondisi pra tindakan, hanya 21% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah tindakan pada siklus I, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 58%, namun belum memenuhi indikator keberhasilan. Tindakan dilanjutkan ke siklus II, dan diperoleh hasil ketuntasan sebesar 100% atau seluruh siswa telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu mereka dalam memahami konsep gerak dribbling secara mandiri melalui proses penemuan. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar keterampilan dribbling sepak bola siswa
Peran Mini Soccer dalam Gaya Hidup Kalangan Pegawai Kantoran di Kota Jambi
Mini soccer semakin populer di kalangan pegawai kantoran di Kota Jambi sebagai bagian dari gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mini soccer mendukung gaya hidup pegawai kantoran, baik dari aspek kesehatan, hubungan sosial, hobi, rekreasi, maupun fleksibilitas waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada pegawai kantoran yang aktif bermain mini soccer serta pengelola lapangan mini soccer di Kota Jambi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, dimana data yang telah dikumpulkan akan dikoding dengan bantuan aplikasi Nvivo12 kemudian dikelompokkan berdasarkan tema-tema tertentu yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mini soccer memiliki kontribusi dalam mendukung gaya hidup kalangan pegawai kantoran di Kota Jambi. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun interaksi sosial, mempererat hubungan antarpegawai, dan juga sebagai media untuk menyalurkan hobi dalam format yang lebih fleksibel. Dengan demikian, mini soccer bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi bagian penting dari gaya hidup kalangan pegawai kantoran di Kota Jambi.
Kata Kunci: Mini soccer, Gaya Hidup, Pegawai Kantoran.Mini soccer semakin populer di kalangan pegawai kantoran di Kota Jambi sebagai bagian dari gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mini soccer mendukung gaya hidup pegawai kantoran, baik dari aspek kesehatan, hubungan sosial, hobi, rekreasi, maupun fleksibilitas waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada pegawai kantoran yang aktif bermain mini soccer serta pengelola lapangan mini soccer di Kota Jambi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, dimana data yang telah dikumpulkan akan dikoding dengan bantuan aplikasi Nvivo12 kemudian dikelompokkan berdasarkan tema-tema tertentu yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mini soccer memiliki kontribusi dalam mendukung gaya hidup kalangan pegawai kantoran di Kota Jambi. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun interaksi sosial, mempererat hubungan antarpegawai, dan juga sebagai media untuk menyalurkan hobi dalam format yang lebih fleksibel. Dengan demikian, mini soccer bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi bagian penting dari gaya hidup kalangan pegawai kantoran di Kota Jambi.
Kata Kunci: Mini soccer, Gaya Hidup, Pegawai Kantoran
Peran Permainan Egrang dalam Melatih Keseimbangan Tubuh Anak
Egrang berperan penting dalam mengembangkan keseimbangan tubuh anak. Egrang merupakan alat tradisional yang membutuhkan keseimbangan yang baik agar dapat digunakan dengan lancar. Melalui permainan ini, anak secara tidak langsung dilatih untuk mengatur dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Keterampilan ini sangat penting untuk perkembangan motorik anak. Dengan bermain egrang secara rutin, anak dapat meningkatkan koordinasi antar ototnya dan mengembangkan kemampuan mengatur tubuhnya dengan lebih baik. Selain itu, egrang juga melibatkan berbagai gerakan tubuh yang membantu memperkuat otot inti anak, yang merupakan landasan penting bagi keseimbangan tubuh yang baik. Bermain panggung juga dapat membantu anak memahami konsep bagaimana tubuh mereka berinteraksi dengan gravitasi dan gaya lain yang mempengaruhi keseimbangan. Jenis penelitian literatur review. Melalui pengalaman bermain egrang, rasa percaya diri anak juga dapat meningkat karena berhasil mengatasi tantangan menjaga keseimbangan tubuhnya. Hal ini dapat memperkuat mental dan emosional mereka serta memberi mereka rasa pencapaian yang positif.Egrang berperan penting dalam mengembangkan keseimbangan tubuh anak. Egrang merupakan alat tradisional yang membutuhkan keseimbangan yang baik agar dapat digunakan dengan lancar. Melalui permainan ini, anak secara tidak langsung dilatih untuk mengatur dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Keterampilan ini sangat penting untuk perkembangan motorik anak. Dengan bermain egrang secara rutin, anak dapat meningkatkan koordinasi antar ototnya dan mengembangkan kemampuan mengatur tubuhnya dengan lebih baik. Selain itu, egrang juga melibatkan berbagai gerakan tubuh yang membantu memperkuat otot inti anak, yang merupakan landasan penting bagi keseimbangan tubuh yang baik. Bermain panggung juga dapat membantu anak memahami konsep bagaimana tubuh mereka berinteraksi dengan gravitasi dan gaya lain yang mempengaruhi keseimbangan. Jenis penelitian literatur review. Melalui pengalaman bermain egrang, rasa percaya diri anak juga dapat meningkat karena berhasil mengatasi tantangan menjaga keseimbangan tubuhnya. Hal ini dapat memperkuat mental dan emosional mereka serta memberi mereka rasa pencapaian yang positi
Upaya Meningkatkan Proses Belajar Passing Atas Bola Voli Melalui Model Pembelajran Problem Based Learning pada Siswa SMK N 1 Sarolangun
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan proses belajar passing atas bola voli pada siswa SMK Negeri 1 Sarolangun. Model PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah, penelitian mandiri, dan kolaborasi dalam mencari solusi. Metode penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Proses penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kualitas proses belajar passing atas bola voli pada siswa SMK Negeri 1 Sarolangun. Proses dari analisis data dalam penelitian dapat dikethui pada pra-siklus, siswa yang tuntas nilai nya sebanyak 11 siswa (36%) dari 30 siswa, dengan nilai rata-rata 70-79 dan 80-100. Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas nilai nya menjadi 13 siswa (43%) dengan nilai rata-rata 70-79 dan 80-100. Pada siklus II diketahui bahwa semua siswa berproses tuntas nilai nya, dengan perolehan nilai rata-rata 70-79 dan 80-100. Berdasarkan pada proses ini maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat menuntaskan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan proses belajar passing atas bola voli pada siswa SMK Negeri 1 Sarolangun. Model PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah, penelitian mandiri, dan kolaborasi dalam mencari solusi. Metode penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Proses penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kualitas proses belajar passing atas bola voli pada siswa SMK Negeri 1 Sarolangun. Proses dari analisis data dalam penelitian dapat dikethui pada pra-siklus, siswa yang tuntas nilai nya sebanyak 11 siswa (36%) dari 30 siswa, dengan nilai rata-rata 70-79 dan 80-100. Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas nilai nya menjadi 13 siswa (43%) dengan nilai rata-rata 70-79 dan 80-100. Pada siklus II diketahui bahwa semua siswa berproses tuntas nilai nya, dengan perolehan nilai rata-rata 70-79 dan 80-100. Berdasarkan pada proses ini maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat menuntaskan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan.
Kata Kunci Passing atas bola voli, problem based learnin
Hubungan Antara Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Kecepatan Lari 50 Meter
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 50 meter pada siswa putra SMP Negeri 2 Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode korelasi, dalam penelitian ini penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pengambilan datanya dilakukan dengan tes dan pengukuran, dalam metode ini peneliti berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya mengenai panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lari 50 Meter. Sampel dilakukan ditujukan kepada siswa putra yang berjumlah 45 orang secara total sampel. Berdasarkan analisis data yang diperoleh variabel X1 terhadap Y mudah dilihat bahwa t hitung 12,9749 > t tabel 1,6811 maka terdapat hubungan antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 50 meter. Variabel X2 terhadap Y dilihat bahwa t hitung 5,266207 > t tabel 1,6811 maka terdapat hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan lari 50 meter. Untuk variabel X1 dan X2 Terhadap Y diketahui r hitung = 0,893574. Kemudian data tersebut diuji signifikansi korelasi dengan dibandingkan rtabel pada taraf signifikansi 5% = 0,294 yang berarti r hitung > r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 50 meter pada siswa putra SMP Negeri 2 KerinciTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 50 meter pada siswa putra SMP Negeri 2 Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode korelasi, dalam penelitian ini penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pengambilan datanya dilakukan dengan tes dan pengukuran, dalam metode ini peneliti berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya mengenai panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lari 50 Meter. Sampel dilakukan ditujukan kepada siswa putra yang berjumlah 45 orang secara total sampel. Berdasarkan analisis data yang diperoleh variabel X1 terhadap Y mudah dilihat bahwa t hitung 12,9749 > t tabel 1,6811 maka terdapat hubungan antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 50 meter. Variabel X2 terhadap Y dilihat bahwa t hitung 5,266207 > t tabel 1,6811 maka terdapat hubungan antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan lari 50 meter. Untuk variabel X1 dan X2 Terhadap Y diketahui r hitung = 0,893574. Kemudian data tersebut diuji signifikansi korelasi dengan dibandingkan rtabel pada taraf signifikansi 5% = 0,294 yang berarti r hitung > r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 50 meter pada siswa putra SMP Negeri 2 Kerinc
Minat Mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehetan pada Program Pembinaan Wirausaha
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehatan angkatan 2021 terhadap program pembinaan mahasiswa wirausaha di Universitas Jambi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 226 mahasiswa aktif dan sampel sebanyak 56 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner disebarkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap program tersebut tergolong tinggi, dengan 57% responden berada pada kategori baik dan 11% pada kategori sangat baik. Sementara itu, 21% berada pada kategori cukup, 2% sangat kurang, dan tidak ada responden yang berada pada kategori kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehatan angkatan 2021 menunjukkan minat yang tinggi terhadap program pembinaan wirausaha di Universitas Jambi, khususnya dalam bidang kewirausahaan olahraga, sehingga program ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai wadah peningkatan keterampilan dan kemandirian mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehatan angkatan 2021 terhadap program pembinaan mahasiswa wirausaha di Universitas Jambi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2021 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, yang berjumlah 226 mahasiswa aktif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling - Simple Random Sampling, dengan 56 responden. Kuesioner disebarkan melalui Google Form, kemudian data dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehatan terhadap program pembinaan mahasiswa wirausaha di Universitas Jambi berada pada kategori tinggi. Sebanyak 2% responden berada pada rentang skor 30-53 (sangat kurang), 0% pada rentang skor 54-77 (kurang), 21% pada rentang skor 78-101 (cukup), 57% pada rentang skor 102-125 (baik), dan 11% pada rentang skor 126-150 (sangat baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa minat mahasiswa Pendidikan Olahraga dan Kesehatan angkatan 2021 terhadap program pembinaan mahasiswa wirausaha di Universitas Jambi tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh 57% responden yang berada pada kategori penilaian baik. Mahasiswa memiliki minat yang tinggi dalam kewirausahaan di bidang olahraga dan program pembinaan mahasiswa wirausaha.
Kata Kunci : Minat Mahasiswa; Progam pembinaan wirausah
Pengaruh Latihan Tendangan Menggunakan Resistance Band Terhadap Keberhasilan Shooting Ke Gawang Futsal Klub BSCM.ID
Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari latihan menggunakan Resistence Band terhadap keberhasilan shooting. Penelitian ini dilakukan di lapangan futsal sengeti Kecamatan Sekernana Kabupaten Muaro Jambi pada agustus 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 8 orang putra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen dengan rancangan penelitian One group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai bahwa dari hasil MD pretest-posttest penelitian mempunyai t hitung -15.68, sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh latihan tendangan menggunakan Resistance Band terhadap keberhasilan shooting pada klub Futsal BSCM.ID, dikarenakan t hitung lebih kecil daripada t tabel. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan pengaruh terhadap peningkatan keberhasilan shooting dalam permainan futsal pada klub Futsal BSCM.ID. Terbukti dengan latihan media Resistance Band peningkatan pre-test dan post-test terhadap keberhasilan shooting adalah -1.56 dengan MD -0.156 serta persentase 10% Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan media Resistance Band untuk meningkatkan keberhasilan Shooting berpengaruh dalam permainan futsal.
Kata Kunci: Resistance Band; shootingTujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari latihan menggunakan Resistence Band terhadap keberhasilan shooting. Penelitian ini dilakukan di lapangan futsal sengeti Kecamatan Sekernana Kabupaten Muaro Jambi pada agustus 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 8 orang putra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen dengan rancangan penelitian One group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai bahwa dari hasil MD pretest-posttest penelitian mempunyai t hitung -15.68, sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh latihan tendangan menggunakan Resistance Band terhadap keberhasilan shooting pada klub Futsal BSCM.ID, dikarenakan t hitung lebih kecil daripada t tabel. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan pengaruh terhadap peningkatan keberhasilan shooting dalam permainan futsal pada klub Futsal BSCM.ID. Terbukti dengan latihan media Resistance Band peningkatan pre-test dan post-test terhadap keberhasilan shooting adalah -1.56 dengan MD -0.156 serta persentase 10% Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan media Resistance Band untuk meningkatkan keberhasilan Shooting berpengaruh dalam permainan futsal.
Kata Kunci: Resistance Band , shootin