Cerdas Sifa Pendidikan
Not a member yet
147 research outputs found
Sort by
Persepsi Penggunaan Bola Jahit Dan Tempel Pada Atlet SSB Golazo Kota Jambi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi para atlet muda terhadap dua jenis bola, yaitu bola jahit dan bola tempel, serta menentukan mana yang lebih nyaman digunakan dalam sesi latihan dan pra-pertandingan bagi atlet SSB Golazo Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif, yang memaparkan suatu peristiwa dengan menguji hipotesis menggunakan sampel dan populasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi sangat baik dan baik terhadap bola jahit (100%), sementara persepsi terhadap bola tempel cenderung kurang baik, dengan sekitar 28% responden memiliki persepsi buruk. Secara keseluruhan, bola jahit dianggap nyaman dan sangat nyaman digunakan oleh atlet SSB Golazo Kota Jambi, sedangkan bola tempel umumnya dianggap kurang nyaman dan tidak efektif. Meskipun kedua bola dinilai kurang praktis, skor rata-rata praktikalitas penggunaan bola jahit lebih tinggi dibandingkan bola tempel. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa atlet SSB Golazo Kota Jambi memiliki pandangan yang berbeda terhadap bola jahit dan bola tempel, dengan skor rata-rata persepsi penggunaan bola jahit menunjukkan kualitas "baik" dan bola tempel menunjukkan kualitas "cukup baik".Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi para atlet muda terhadap dua jenis bola, yaitu bola jahit dan bola tempel, serta menentukan mana yang lebih nyaman digunakan dalam sesi latihan dan pra-pertandingan bagi atlet SSB Golazo Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif, yang memaparkan suatu peristiwa dengan menguji hipotesis menggunakan sampel dan populasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi sangat baik dan baik terhadap bola jahit (100%), sementara persepsi terhadap bola tempel cenderung kurang baik, dengan sekitar 28% responden memiliki persepsi buruk. Secara keseluruhan, bola jahit dianggap nyaman dan sangat nyaman digunakan oleh atlet SSB Golazo Kota Jambi, sedangkan bola tempel umumnya dianggap kurang nyaman dan tidak efektif. Meskipun kedua bola dinilai kurang praktis, skor rata-rata praktikalitas penggunaan bola jahit lebih tinggi dibandingkan bola tempel. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa atlet SSB Golazo Kota Jambi memiliki pandangan yang berbeda terhadap bola jahit dan bola tempel, dengan skor rata-rata persepsi penggunaan bola jahit menunjukkan kualitas "baik" dan bola tempel menunjukkan kualitas "cukup baik".
Kata Kunci : Persepsi Atlet, Penggunaan Bola Jahit, Bola Tempe
Analisis Kecemasan Atlet Cricket UKM Universitas Jambi dalam Menghadapi Pertandingan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan atlet Cricket UKM Universitas Jambi dalam menghadapi pertandingan, termasuk aspek psikologis, tekanan performa, dukungan tim, serta strategi pengelolaan kecemasan yang dapat mendukung peningkatan kinerja atlet. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik survei untuk menggambarkan kondisi nyata berdasarkan data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan atlet berada pada kategori rendah sebesar 50% (10 atlet), sangat rendah 30% (6 atlet), sedang 15% (3 atlet), dan tinggi 5% (1 atlet). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar atlet memiliki pengalaman bertanding yang cukup, mereka tetap mengalami kecemasan, terutama menjelang kompetisi. Kecemasan didefinisikan sebagai respons emosional berupa rasa takut atau khawatir terhadap situasi yang belum pasti dan dapat memengaruhi performa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum tingkat kecemasan atlet Cricket UKM Universitas Jambi tergolong rendah, namun tetap perlu dikelola dengan strategi yang tepat agar tidak mengganggu performa saat bertanding.
Kata Kunci : Kecemasan; Menghadapi PertandinganPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan atlet Cricket UKM Universitas Jambi dalam menghadapi pertandingan, termasuk aspek psikologis, tekanan performa, dukungan tim, dan strategi kecemasan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja atlet. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif, seperti yang dijelaskan oleh Sugiyono (2019: 147), di mana penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menguraikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pada atlet Cricket UKM Universitas Jambi saat menghadapi pertandingan berada dalam kategori rendah (50% atau 10 atlet), sangat rendah (30% atau 6 atlet), sedang (15% atau 3 atlet), dan tinggi (5% atau 1 atlet). Kecemasan didefinisikan sebagai perasaan takut atau khawatir terhadap hal yang belum pasti terjadi dan terkait dengan perasaan tidak stabil. Meskipun sebagian besar atlet sering berpartisipasi dalam pertandingan, mereka tetap merasakan kecemasan saat menghadapi kompetisi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan atlet Cricket UKM Universitas Jambi dalam menghadapi pertandingan berada pada kategori rendah sebesar 50% atau sebanyak 10 atlet
Kata Kunci : Kecemasan; Menghadapi Pertandinga
Pengaruh Latihan Variasi Lompat Gawang Terhadap Power Otot Tungkai Ekstrakurikuler Bola Voli Siswa SMA
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar pengaruh latihan lompat gawang terhadap power otot tungkai pada peserta ekstrakurikuler bola voli putri SMA Negeri 4 Muaro Jambi. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian terdapat satu kelompok eksperimen yang sengaja diberikan perlakuan. Adapun rancanagan penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pretest-Postest Design yaitu kelompok yang diberikan perlakuan, tetapi sebelum perlakuan diberikan terlebih dahulu test awal (pretest), dan kemudian diakhiri dengan test akhir (posttest). Dari hasil analisis data tabel pada tabel uji-t pada data tes awal dan test akhir diperoleh pengujian hipotesis thitung peserta ekstrakurikuler bola voli sebesar 7 untuk a 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 12 – 1 = 11 diperoleh nilai t tabel (0,05 : 20) = 1,7 dengan demikian t hitung (7) > t tabel = (1,7) sehingga Ha : ( X1≠X2) diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi latihan terhadap hasil latihan lompat gawang pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 4 Muaro Jambi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar pengaruh latihan lompat gawang terhadap power otot tungkai pada peserta ekstrakurikuler bola voli putri SMA Negeri 4 Muaro Jambi. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian terdapat satu kelompok eksperimen yang sengaja diberikan perlakuan. Adapun rancanagan penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pretest-Postest Design yaitu kelompok yang diberikan perlakuan, tetapi sebelum perlakuan diberikan terlebih dahulu test awal (pretest), dan kemudian diakhiri dengan test akhir (posttest). Dari hasil analisis data tabel pada tabel uji-t pada data tes awal dan test akhir diperoleh pengujian hipotesis thitung peserta ekstrakurikuler bola voli sebesar 7 untuk a 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 12 – 1 = 11 diperoleh nilai t tabel (0,05 : 20) = 1,7 dengan demikian t hitung (7) > t tabel = (1,7) sehingga Ha : ( X1≠X2) diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi latihan terhadap hasil latihan lompat gawang pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 4 Muaro Jambi
Efektivitas Project Based Learning dalam Kurikulum Merdeka terhadap Kemampuan Teknik Dasar Lempar Lembing Pada Mahasiswa
Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui keefektifan model project based learning dalam kurikulum merdeka terhadap kemampuan teknik dasar lempar lembing pada mahasiswa kepelatihan olahraga Universitas Jambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen dan model penelitian pre-test-post-test pada kelompok (kelas) yang berjumlah 26 mahasiswa. Peneliti menemukan hasil:1) Ada perbedaan keterampilan teknik dasar lempar lembing mahasiswa sebelum dan setelah diterapkannya model belajar berbasis proyek, 2) Penggunaan model belajar berbasis proyek berpengaruh signifikan terhadap teknik dasar lempar lembing pada mahasiswa kepelatihan olahraga, dan 3) Penggunaan perlakuan dengan model pembelajaran berbasis proyek efektif pada keterampilan teknik dasar lempar lembing dan berada pada kategori baikPenelitian ini memiliki tujuan mengetahui keefektifan model project based learning dalam kurikulum merdeka terhadap kemampuan teknik dasar lempar lembing pada mahasiswa kepelatihan olahraga Universitas Jambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen dan model penelitian pre-test-post-test pada kelompok (kelas) yang berjumlah 26 mahasiswa. Peneliti menemukan hasil:1) Ada perbedaan keterampilan teknik dasar lempar lembing mahasiswa sebelum dan setelah diterapkannya model belajar berbasis proyek, 2) Penggunaan model belajar berbasis proyek berpengaruh signifikan terhadap teknik dasar lempar lembing pada mahasiswa kepelatihan olahraga, dan 3) Penggunaan perlakuan dengan model pembelajaran berbasis proyek efektif pada keterampilan teknik dasar lempar lembing dan berada pada kategori bai
Pengembangan Pelontar Shuttlecock Sebagai Alat Latihan Netting
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan alat pelontar shuttlecock sebagai alat bentu latihan netting. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan ADDIE. Data yang diperoleh dalam pengembangan pelontar shuttlecock ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif.Data kualitatif diperoleh dari hasil tanggapan, kritik, dan saran. Penelitian ini telah menghasilkan sebuah alat untuk latihan teknik dasar dalam olahraga bulutangkis yaitu alat pelontar shuttlecock sebagai alat latihan netting. Data hasil validasi dari penelitian Pengembangan pelontar shuttlecock olahraga bulutangkis menunjukkan persentase yaitu 94% dari ahli materi dan berdasarkan uji coba kelompok kecil didapatkan persentase sebesar 93%, dan uji coba kelompok besar sebesar 87%. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian alat pelontar shuttlecock secara keseluruhan adalah “sangat baik” sebagai alat latihan teknik dalam olahraga bulutangkis.
Kata kunci: Pelontar ShuttlecockTujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan alat pelontar shuttlecock sebagai alat bentu latihan netting. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan ADDIE. Data yang diperoleh dalam pengembangan pelontar shuttlecock ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif.Data kualitatif diperoleh dari hasil tanggapan, kritik, dan saran. Penelitian ini telah menghasilkan sebuah alat untuk latihan teknik dasar dalam olahraga bulutangkis yaitu alat pelontar shuttlecock sebagai alat latihan netting. Data hasil validasi dari penelitian Pengembangan pelontar shuttlecock olahraga bulutangkis menunjukkan persentase yaitu 94% dari ahli materi dan berdasarkan uji coba kelompok kecil didapatkan persentase sebesar 93%, dan uji coba kelompok besar sebesar 87%. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian alat pelontar shuttlecock secara keseluruhan adalah “sangat baik” sebagai alat latihan teknik dalam olahraga bulutangkis.
Kata kunci: Pelontar Shuttlecoc
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Senam Lantai (Roll Depan) Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Muaro Jambi
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar Roll depan .Penelitian menggunakan metode PTK(penelitian Tindakan Kelas) dalam penelitian ini melakukan tindakan terhadap kelas yang dipilih dengan menerapkan model pembelajaran dalam mata pelajaran roll depan Populasi berjumlah 26 orang dari siswa kelas X E3 SMA Negeri 11 Muaro Jambi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 siklus terdapat perbedaan nilai yang signifikan dimana sebelum diberi tindakan hasil ketuntasan klasikal hanya 61% dari jumlah siswa 26 orang Kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw terjadi peningkatan persentase ketuntasan belajar pada pembelajaran siklus I meningkat menjadi 19 orang dengan ketuntasan klasikal 73% meningkat dari sebelum diberikan tindakan namun karena ketuntasan klasikal belum mencapai 80% yang dimana masih belum mencapai target ketuntasan maka dilanjutkan dengan siklus 2 dan pada siklus II meningkat menjadi 26 orang dengan ketuntasan klasikal 100%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pada pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw meningkatkan persentase ketuntasan belajar secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pelaksanaan praktek peserta didik dalam pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw lebih dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kata Kunci : Kooperatif, jigsaw, Roll depan, hasil belajar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar Roll depan .Penelitian menggunakan metode PTK(penelitian Tindakan Kelas) dalam penelitian ini melakukan tindakan terhadap kelas yang dipilih dengan menerapkan model pembelajaran dalam mata pelajaran roll depan Populasi berjumlah 26 orang dari siswa kelas X E3 SMA Negeri 11 Muaro Jambi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 siklus terdapat perbedaan nilai yang signifikan dimana sebelum diberi tindakan hasil ketuntasan klasikal hanya 61% dari jumlah siswa 26 orang Kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw terjadi peningkatan persentase ketuntasan belajar pada pembelajaran siklus I meningkat menjadi 19 orang dengan ketuntasan klasikal 73% meningkat dari sebelum diberikan tindakan namun karena ketuntasan klasikal belum mencapai 80% yang dimana masih belum mencapai target ketuntasan maka dilanjutkan dengan siklus 2 dan pada siklus II meningkat menjadi 26 orang dengan ketuntasan klasikal 100%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pada pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw meningkatkan persentase ketuntasan belajar secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pelaksanaan praktek peserta didik dalam pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw lebih dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kata Kunci : Kooperatif, Jigsaw, Roll depan, hasil belajar
Hubungan Daya Ledak Otot Lengan dan Koordinasi Matatangan dengan Ketepatan Servis Atas Pada Atlet Putra Bola Voli Club Putra Jaya Kerinci
Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli dari Club Putra Jaya Kerinci. Daya ledak otot lengan, yang mencakup kekuatan dan kecepatan, memainkan peran penting dalam penempatan servis. Penelitian ini bersifat korelasional, dengan variabel bebas berupa power otot lengan (X1) dan koordinasi mata tangan (X2), sedangkan ketepatan servis atas (Y) menjadi variabel terikat. Sampel penelitian terdiri dari 15 atlet putra yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan korelasi positif antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas (r = 0,924194). Nilai ini lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% (0,514), menunjukkan korelasi yang signifikan. Uji korelasi antara X1 dan Y serta antara X2 dan Y menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, dengan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Korelasi antara X1, X2, dan Y juga menunjukkan hubungan yang kuat, dengan r hitung yang melebihi r tabel pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli klub Putra Jaya Kerinci. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan servis atas dalam olahraga bola voli serta dapat menjadi landasan untuk pengembangan program pelatihan yang lebih efektif.
Kata kunci: Daya Ledak, Koordinasi Mata-tangan, Ketepatan Servis AtasTujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli dari Club Putra Jaya Kerinci. Daya ledak otot lengan, yang mencakup kekuatan dan kecepatan, memainkan peran penting dalam penempatan servis. Penelitian ini bersifat korelasional, dengan variabel bebas berupa power otot lengan (X1) dan koordinasi mata tangan (X2), sedangkan ketepatan servis atas (Y) menjadi variabel terikat. Sampel penelitian terdiri dari 15 atlet putra yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara daya ledak otot lengan dan ketepatan servis atas, serta antara koordinasi mata tangan dan ketepatan servis atas. Uji korelasi antara X1 dan Y serta antara X2 dan Y menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, dengan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Korelasi antara X1, X2, dan Y juga menunjukkan hubungan yang kuat, dengan R hitung yang melebihi R tabel pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan koordinasi mata tangan dengan ketepatan servis atas pada atlet putra bola voli Club Putra Jaya Kerinci. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan servis atas dalam olahraga bola voli serta dapat menjadi landasan untuk pengembangan program pelatihan yang lebih efektif.
Kata kunci: Daya Ledak, Koordinasi Mata-tangan, Ketepatan Servis Ata
Pengaruh Latihan Jump Over Barrier dan Box Jump Terhadap Hasil Lay Up Pada Pemain Bola Basket
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahaui pengaruh latihan jump over barrier dan box jump terhadap hasil lay up pada pemain bola basket SMA Negeri 5 Kota Jambi. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan one group pretest-postest design yaitu kelompok yang diberikan perlakuan. Sampel sebanyak 12 orang dari pemain bola basket putra SMA Negeri 5 Kota Jambi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara quota sampling. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai L hitung untuk data tes awal dan tes akhir secara berurutan 0.2201 < L Tabel 0,2557 ; 0.1901 < L Tabel 0,2557. Maka berdasarkan analisis data ini dapat disimpulkan data tes awal dan tesakhir berdistribusi normal. Pada taraf signifikansi α = 0,05 maka diperoleh F tabel = 3,98. Maka F hitung (1.18) < F tabel (3,98) maka varian homogen. Untuk taraf nyata α = 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = (n – 1) = 11 diperoleh t hitung (9,53035) > t tabel (1,7959). Ini berarti hipotesis Ha yang diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh latihan jump over barrier dan box jump terhadap hasil lay up pada pemain bola basket SMA Negeri 5 Kota Jambi dengan t Hitung > t Tabel. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan jump over barrier dan box jump terhadap hasil lay up pada pemain bola basket SMA Negeri 5 Kota Jambi.
Kata kunci: Jump over barrier, Box Jump, Lay u
Survei Minat Siswa Terhadap Popularitas Materi PJOK di SMA Negeri 4 Kota Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap materi yang paling populer di antara siswa kelas XI selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 4 Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa SMA Negeri 4 terhadap popularitas konten PJOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1.296 siswa, diambil sampel kelas XI yang terdiri dari 375 siswa. Dari siswa yang mengikuti pembelajaran PJOK, materi bulutangkis memiliki persentase tertinggi dengan 206 siswa (54.9%), diikuti oleh materi renang dengan 89 siswa (23.7%), futsal atau sepakbola dengan 53 siswa (14.2%), lari jarak menengah dengan 11 siswa (3%), kebugaran jasmani dengan 9 siswa (2.4%), bola tangan dengan 4 siswa (1.1%), senam irama dengan 2 siswa (0.5%), dan senam lantai dengan 1 siswa (0.3%). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa minat siswa terhadap materi PJOK kategori bola besar (sepak bola, basket, voli, dan futsal) berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 14.2%. Minat siswa terhadap materi PJOK kategori bola kecil (bulutangkis) berada pada kategori sedang dengan persentase 54.9%, dan minat siswa terhadap materi PJOK kategori senam lantai berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 0.8%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap materi yang paling populer di antara siswa kelas XI selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 4 Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa SMA Negeri 4 terhadap popularitas konten PJOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1.296 siswa, diambil sampel kelas XI yang terdiri dari 375 siswa. Dari siswa yang mengikuti pembelajaran PJOK, materi bulutangkis memiliki persentase tertinggi dengan 206 siswa (54.9%), diikuti oleh materi renang dengan 89 siswa (23.7%), futsal atau sepakbola dengan 53 siswa (14.2%), lari jarak menengah dengan 11 siswa (3%), kebugaran jasmani dengan 9 siswa (2.4%), bola tangan dengan 4 siswa (1.1%), senam irama dengan 2 siswa (0.5%), dan senam lantai dengan 1 siswa (0.3%). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa minat siswa terhadap materi PJOK kategori bola besar (sepak bola, basket, voli, dan futsal) berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 14.2%. Minat siswa terhadap materi PJOK kategori bola kecil (bulutangkis) berada pada kategori sedang dengan persentase 54.9%, dan minat siswa terhadap materi PJOK kategori senam lantai berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 0.8%.
Kata kunci: Minat Siswa, Popularitas Materi, PJO