1,722,297 research outputs found
Studi tentang gaya lukisan M. Daryono
Skripsi ini membahas tentang gaya lukisan M. Daryono. M. Daryono adalah salah satu pelukis ekspresionisme yang kuat. Hal ini tampak dari hasil karya-karyanya yang merupakan hasil pengolahan watak pribadinya yang bernafaskan situasi yang dramatik. Selain pelukis, M. Daryono juga seorang pematung yang aktif berkarya. Hasil penelitian ni mempunyai kesimpulan yang mendukung hipotesa yaitu ada hubungan antara pendidikan dan lingkungan dengan gaya lukisan M. Daryono
KEPENARIAN DARYONO DALAM TARI JAWA GAYA SURAKARTA
Penelitian berjudul “Kepenarian Daryono dalam Tari Jawa Gaya
Surakarta” ini merupakan penelitian yang mengkaji tentang analisis karakteristik seorang penari Jawa Gaya Surakarta yang memiliki kharisma (taksu). Daryono memiliki kualitas kepenarian yang baik hingga tataran taksu. Pembahasan ini dimulai dari proses pembentukan kepenarian hingga tercipta karakteristik seorang penari yang memiliki taksu. Daryono
menarik untuk diteliti karena keberadaannya berdampak besar terhadap perkembangan tari Jawa gaya Surakarta.
Pengkajian terhadap kepenarian Daryono digunakan konsep estetika tradisi yaitu: Serat Wedhataya, Serat Kridhwayangga, Hasthasawanda, Joged Mataram, Mandala, dan Asta Brata. Pembahasan proses pembentukan penari Jawa di latar belakangi oleh dua faktor yaitu eksternal dan internal. Keluarga Daryono membawa pengaruh besar bagi kepenarian Daryono.
Bakat yang mengalir dalam tubuh Daryono menyatu dengan kekuatan niat dan kecerdasan pribadinya yang menghasilkan kepenarian mumpuni. Adapun metode-metode yang diterapkan antara lain penguasaan teknik, pembentukan tubuh, dan penguasaan spiritual. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Setelah melakukan beberapa metode penelitian di atas kemudian seluruh data diproses dengan analisis interaktif. Peneliti
memilih Beksan Diradameta salah satu karya Daryono sebagai wadhah menganalisis kepenarian Daryono. Hasil dari menganalisis penelitian ini bahwasannya faktor yang
mempengaruhi kepenarian Daryono diperoleh dari beberapa tahap. Pada penguasaan teknik dan bentuk sebuah tari, Daryono menggunakan Serat Wedhataya, Serat Kridhwayangga, dan Hasthasawanda sebagai pedoman. Sementara itu, keterkaitan dengan penguasaan spiritual digunakan Joged
Mataram, Mandala, dan Asta Brata. Pengimplementasian berbagai konsep tersebut melahirkan kualitas kepenarian yang memiliki karakteristik. Hal tersebut menjadikan kepenarian Daryono semeleh, sareh, anteb, serta meneb yang akhirnya menunjukkan bahwa Daryono memiliki taksu saat menyajikan tari Jawa
Tema lukisan M. Daryono
Tujuan penelitian untuk mengetahui tema-tema lukisan Daryono dan apakah ada hubungan antara tema lukisan dengan lingkungan sosialnya. Dari penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tema lukisan dengan lingkungan sosialnya yang berisikan indikator-indikator lingkungan keluarga. Tema lukisan M. Daryono cenderung konsisten yaitu melukiskan tentang kehidupan manusia dari masyarakat lapisan menengah ke bawah
BENTUK TARI MEGATRUH KARYA DARYONO
vii
ABSTRAK
BENTUK TARI MEGATRUH KARYA DARYONO
(Mutiara Nabiella, 2019). Skripsi Program S-1, Jurusan Tari, Fakultas Seni
Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta.
Tari Megatruh adalah salah satu karya tari putra tunggal tradisi
berbasis kontemporer, yang di ciptakan oleh Daryono. Tari Megatruh
merupakan salah satu karya tari menggunakan gaya Surakarta (Kasunanan
dan Mangkunagaran) dan Yogyakarta. Karya ini berangkat dari kreativitas
yang dimiliki Daryono, terdapat banyak pola improvisasi dalam
pertunjukannya. Maka disimpulkan dalam penelitian ini memfokuskan
untuk meneliti bentuk dan pengembangan elemen kreatif pada tari
Megatruh. Mengkaji masalah bentuk menggunakan konsep dari Alma M.
Hawkins yang dipertegas dengan pemikiran Suzane K. Langer. Sedangkan
untuk membahas permasalahan pengembangan elemen kreatif
menggunakan konsep dari Sandra Cerny Minton. Penulisan dan pengkajian
menggunakan metode kualitatif dengan model analisis deskriptif untuk
menjelaskan bentuk. Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwa bentuk dari
karya ini adalah sebuah improvisasi terstruktur yang dilakukan langsung di
atas panggung dengan berbekal ketubuhan dan pengalaman kepenarian
yang dimiliki oleh Daryono
KOREOGRAFI SRIKANDI BISMA KARYA DARYONO
Koreografi Srikandi Bisma merupakan karya tari memadukan gaya Mangkunegaran, Kasunanan, dan Yogyakarta. Diciptakan oleh Daryono pada tahun 2007 pada acara Kreativitas Dosen dan Mahasiswa. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) bagaimana bentuk sajian koreografi Srikandi Bisma (2) bagaimana kreativitas Daryono dalam koreografi Srikandi Bisma.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian dokumenter. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Upaya menjawab rumusan masalah tentang bentuk koreografi Srikandi Bisma peneliti menggunakan teori koreografi Y. Sumandiyo Hadi bentuk teknik isi. Serta menggunakan konsep dari Y. Sumandiyo Hadi tentang elemen-elemen tari yang terdiri dari (1) gerak (2) musik (3) rias (4) busana (5) properti (6) penari (7) jumlah penari (8) jenis kelamin (9) panggung (10) pola lantai (11) artistik. Upaya menjawab kreativitas Daryono peneliti menggunakan teori kreativitas oleh Rodesh 4P (1) person (2) press (3) process (4) product. Pribadi (person) kreatif yang melibatkan diri dalam proses (process) kreatif, dengan dorongan dan dukungan (press) dari lingkungan, dan menghasilkan produk (product) kreatif.Hasil penelitian Koreografi Srikandi Bisma merupakan hasil perpaduan gaya Mangkunegaran, gaya Kasunanan, dan Yogyakarta. Menurut bentuk sajiannya termasuk dalam kategori wireng pethilan / wireng purwo karena terdapat adegan perang pada koreografinya serta terdapat dua tokoh yang berbeda karakter dari cerita Mahabarata yaitu Srikandi dan Bisma. Konsep Kawruh Joged Mataram diterapkan Daryono sebagai pedoman pada Simpulan dari penelitian ini bahwa koreografi Srikandi Bisma tidak terlepas dari perjalanan berkesenian Daryono sebagai sebuah bentuk kreativitas
Pengaruh Duta Baca Perpustakaan Universitas Bengkulu Sebagai Public Relations Terhadap Minat Baca Mahasiswa Universitas Bengkulu
Seorang duta baca perpustakaan merupakan publik figur yang senang dengan aktivitas membaca dan dekat dengan dunia perpustakaan. Tugas utama duta baca perpustakaan sebagai motivator peningkatan minat baca terhadap seluruh mahasiswa yang berada di selingkungan Universitas Bengkulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh duta baca Perpustakaan Universitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Teknik pengumpulan data melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Universitas Bengkulu tahun ajaran 2018-2019 dengan sampel sebanyak 99 responden dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik cluster random sampling, serta analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana, uji t dan koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan duta baca sebagai public relation di Perpustakaan Universitas Bengkulu terhadap minat baca mahasiswa Universitas Bengkulu. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan kuisioner dengan hasil analisis linear sederhana diperoleh Y= 21,18 + (-0,008) X dan berdasarkan analisa hasil perhitungan t hitung = -0,089 lebih kecil dari pada ttabel = 1.98447 pada taraf signifikan 5% dan perhitungan t hitung lebih kecil dari pada t tabel. Ini berarti hipotesis kerja (HK) pada penelitian ditolak, dan hipotesis nihil (H0) diterim
Visualisasi Efek Getaran Gempa Berbasis Multimedia
DARYONO, Arif-Visualisasi Efek Getaran Gempa Berbasis Multimedia-Skripsi-Informatika-Universitas Ahmad Dahlan-Yogyakarta-201
Pengelasan Semi Otomatis
Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas Sinematografi yang berjudul Pengelasan Semi Otomatis yang diciptakan oleh Moh Jufri, Nur Subeki, dan Daryono
PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM NOVEL MENITI JEMBATAN EMAS KARYA YAN DARYONO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjuangan perempuan yang ada dalam novel. Penelitian ini menggunakan teori kritik sastra feminis. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa segala unsur cerita yang terkait dengan perjuangan perempuan dalam novel Meniti Jembatan Emas karya Yan Daryono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi perempuan dalam novel Meniti Jembatan Emas karya Yan Daryono yang ditunjukkan melalui tokoh Dewi Sartika dilihat dari 1) eksistensi dalam lingkungan keluarga, 2) eksistensi dalam lingkungan masyarakat, 3) eksistensi dalam lingkungan sekolah. Selain eksistensi, tokoh Dewi Sartika juga berjuang untuk mensejajarkan kedudukan perempuan dengan laki-laki untuk menghilangkan pemikiran feodal dalam masyarakat. Bentuk-bentuk perjuangan yang dilakukan Dewi Sartika yaitu: 1) Perjuangan membuka sekolah perempuan. 2) Perjuangan mencari dukungan. 3) Perjuangan mencari tenaga pengajar. 4) Perjuangan menambah mata pelajaran, dan 5) Perjuangan dalam melawan kaum feodal.
Kata kunci: Novel, Eksistensi, Perjuangan Perempuan
Studi karakteristik pegas daun sebagai suspensi kendaraan roda empat/ Daryono
viii, 41 hal.; lamp.; tab.; 29 c
- …
