1,721,319 research outputs found
IbM PENGERAS SUARA MASJID DARUSALAM JANTI SLAHUNG
Program pengabdian masyarakat Ibm pengeras suara Masjid Darusalam Janti Slahung merupakan program transfer ilmu dan penerapan teknologi pengeras suara yang diaplikasikan pada tempat ibadah yakni di Masjid Darusalam yang berlokasi di desa Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Pengeras suara merupakan kelengkapan yang penting keberadaannya pada sebuah masjid atau pun tempat ibadah, fungsinya untuk memperkeras suara adzan atau panggilan waktu solat agar dapat menjangaku jamaah yang rumahnya jauh dari masjid. Pengeras suara pada masjid juga digunakan sebagai media penyampaian informasi dan merupakan seperangkat sound system yang memiliki sepesifikasi khusus, sehingga diperlukan sebuah metode khusus dalam pengaplikasiannya. Masalah pengeras suara masjid pernah menjadi polemik di di Masjid Darusalam Janti Slahung karena tidak sesuai dengan peraturan justru dianggap menggangu kenyamanan oleh beberapa pihak, karena diakibatkan oleh kurangya pengetauan dalam pengelolaan pengeras suara dan metode pemilihan jenis pengeras suara yang digunakan. Kesalahan dalam managemen pengeras suara masjid juga dapat menjadi masalah bagi pengelola mesjid itu sendiri diantaranya kualitas suara yang buruk dan juga sering terjadinya kerusakan pada perangkat pengeras suara. Hasil kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Kegiatan IbM mampu memberikan sebuah sentuhan teknologi baru dengan mengikuti standar yang di atur oleh undang-undang. Secara teknis peralatan dan instalasi tertata dengan baik dan menghasilkan suara lebih baik. Selain itu juga pengurus masjid memiliki wawasan bagaimana mengelola pengeras suara dan dapat menerapkan sesuai dengan aturan yang di keluarkan oleh Dirjen Bimas Islam
PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENANGGULANGI BULLYING PADA PESERTA DIDIK DI MTS DARUSALAM ARYOJEDING TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Peran guru Akidah Akhlak dalam menanggulangi Bullying pada peserta didik di MTs Darusalam Aryojeding Tulungagung” ditulis oleh Diki Kurniawan, NIM. 17201163282. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Pembimbing: Dr. Hj. Nurul Hidayah, M.Ag.
Kata Kunci: Peran guru Akidah Akhlak, Bullying fisik dan Verbal.
Penanggulangan Bullying di madrasah sudah menjadi kewajiban dan perlu dilaksanakan oleh semua warga madrasah termasuk guru Akidah Akhlak. Guru Akidah Akhlak mempunyai tugas yang cukup urgen dalam menginternalisasikan moral yang bernilai Islam supaya dalam keseharian peserta didik mampu menunjukkan perilaku yang berakhlak mulia. Salah satu cara menghindari perilaku Bullying fisik dan Verbal yang terjadi di MTs Darusalam Aryojeding Tulungagung adalah melalui peran guru. Guru harus dapat menjadi informator, educator, dan motivator bagi pesertadidik. Sebagai Guru Aqidah Akhlaq harus mendidik dan membina siswa dalam pembelajaran.
Tujuan penelitian: (1) Untuk mendeskripsikan peran guru Aqidah Akhlaq dalam menangulangi Bullying Bentuk fisik pada peserta didik di MTs Darusalam Aryojeding Tulungagung. (2) Untuk mendeskripsikan peran guru Aqidah Akhlaq dalam menangulangi Bullying Bentuk Verbal pada peserta didik di MTs Darusalam Aryojeding Tulungagung. (3) Untuk mendeskripsikan hambatan guru Aqidah Akhlaq dalam menanggulangi Bullying peserta didik di MTs Darusalam Aryojeding Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan jenis studi kasus (case research). Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta analisis data yang digunakan yaitu: (1) reduksi data (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan yaitu: (1) Triagulasi, (2) Peer debriefing (pemeriksaan teman sejawat), (3) Member chec
manajemen mutu guru madrasah: Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darusalam Ciamis
Penelitian ini mengacu pada manajemen mutu guru madrasah agar dapat meningkatkan kualitas guru utamanya dilingkungan madrasah. Peningkatan kualitas pendidik tentu akan mempengaruhi kualitas pembelajaran. Tujuan dalam peneltian ini untuk menganalisis aspek manajemen mutu guru madrasah. Fokus penelitian mencakup analisis perencanaan manajemen mutu guru madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darusalam Ciamis, analisis rekrutmen dan seleksi manajemen mutu guru madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darusalam Ciamis, analisis pelatihan dan pengembangan Manajemen Mutu guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darusalam Ciamis dan analisis evaluasi manajemen mutu guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darusalam Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan praktik manajemen mutu guru madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darusalam Ciamis. Hasil penelitian mengenai manajemen mutu guru madrasah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Darussalam Ciamis menunjukkan bahwa seluruh tahapan manajemen mutu, mulai dari perencanaan, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, hingga evaluasi, telah dilaksanakan secara terstruktur dan sinergis antara pihak madrasah dan pondok pesantren. Pada tahap perencanaan, kebutuhan pendidik diidentifikasi secara cermat untuk memastikan ketersediaan guru yang sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Proses rekrutmen dan seleksi dilakukan melalui tahapan yang jelas, mulai dari pengumuman lowongan, persyaratan khusus, hingga seleksi berbasis kompetensi dan komitmen terhadap visi madrasah. Selanjutnya, pelatihan dan pengembangan pendidik dilaksanakan secara berkelanjutan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, baik dalam aspek pedagogis, keilmuan, maupun nilai-nilai keislaman, dengan melibatkan kolaborasi antara madrasah dan pesantren. Evaluasi mutu pendidik dilakukan secara berkala melalui monitoring dan penilaian kinerja, yang hasilnya digunakan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara madrasah dan pondok pesantren menjadi kunci utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu guru, sehingga Madrasah Aliyah Negeri 1 Darussalam Ciamis mampu menjadi model pengelolaan pendidikan berbasis manajemen mutu yang efektif dan berkelanjutan
PERAN PEMIMPIN DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUSALAM DESA ARGOMULYO KECAMATAN SUMBERJO KABUPATEN TANGGAMUS
ABSTRAK
Fokus penelitian skripsi ini adalah tentang peran pemimpin dalam
pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Darusalam Desa
Argomulyo Kecamatan Sumberjo Kabupaten Tanggamus. Penulis
ingin melakukan penelitian secara langsung (field research) ingin
mengetahui bagaimana pemimpin melakukan pembinaan akhlak santri
dan metode apa saja yang digunakan dalam membina akhlak santri.
Setelah penulis melakukan penelitian di Pondok Pesantren Darusalam
penulis mengetahui bahwasanya pemimpin memiliki peran yang besar
dalam upaya melakukan pembinaan akhlak santri dengan
menggunakan pendekatan sifat, prilaku dan pendekatan situasional
agar santri dapat beristiqomah dan mengaplikasikan akhlak secara
baik dalam kehidupan sehari-hari, pemimpin mengajarkan kepada
santrinya untuk selalu taat kepada Allah SWT, selalu taat kepada
kyai,ustadz dan juga sesama santri dan juga metode yang dipakai oleh
pemimpin di Pondok Pesantren Darusalam adalah metode uswah,
metode ta’widiyah, metode mau’izhah, metode pengawasan, metode
hukuman, dan metode hafalan. Metode tersebut dilakukan untuk
menamkan nilai-nilai moral serta etika bersosial baik dalam
lingkungan Pondok Pesantren maupun masyarakat. Dapat ditarik
kesimpuan dari data penelitian diatas. Pemimpin ataupun pengurus di
Pondok Pesantren Darusalam Desa Argomulyo Kecamatan Sumberjo
Kabupaten Tanggamus sudah melakukan tugasnya dalam membina
akhlak santri seperti melakukan pendekatan sifat, prilaku,situasional
dan juga metode yang digunakan, dengan pendekatan dan metode
yang digunakan tersebut pemmpin bisa mengetahui bagaimana sifat
prilaku santri-santri nya lalu dengan mengetahui hal itu pemimpin
tahu harus mengambil tindakan dalam membina akhlak santrinya,
karena pada dasarnya sifat dan prilaku manusia berbeda-beda dan
harus dibina akhlaknya agar tercipta akhlakul karimah.
iii
ABSTRACT
The focus of this thesis research is on the role of leaders in fostering
the morals of students at the Darusalam Islamic Boarding School,
Argomulyo Village, Sumberjo District, Tanggamus Regency. The
author wants to conduct direct research (field research) and wants to
know how leaders carry out moral development for students and what
methods are used in fostering students' morals. After the author
conducted research at the Darussalam Islamic Boarding School, the
author found out that the leader has a big role in efforts to develop the
morals of students by using a character, behavior and situational
approach so that students can be istiqomah and apply good morals in
everyday life, the leader teaches his students to always obey Allah
SWT, always obey the kyai, ustadz and also fellow students and also
the methods used by the leaders at the Darussalam Islamic Boarding
School are the uswah method, the ta'widiyah method, the mau'izhah
method, the supervision method, the punishment method, and the
method of punishment. rote. The method is carried out to instill moral
values and social ethics both within the Islamic Boarding School and
the community. Conclusions can be drawn from the research data
above. Leaders or administrators at the Darussalam Islamic Boarding
School, Argomulyo Village, Sumberjo District, Tanggamus Regency
have done their job in fostering the morals of students such as
approaching the nature, behavior, situational and also the methods
used, with the approach and method used, the leader can find out how
the nature of the behavior of the students Then by knowing this, the
leader knows that he must take action in fostering the morals of his
students, because basically human nature and behavior are different
and must be fostered morals in order to create morality
Pengaruh intensitas belajar akidah akhlak terhadap sikap sopan santun siswa : Penelitian terhadap siswa kelas VIII MTs Darusalam Arjasari
Berdasarkan hasil studi pendahuluan penulis yang dilakukan di MTs Darusalam Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung melalui informasi yang didapatkan dari guru mata pelajaran akidah akhlak menunjukan bahwa masih ada siswa kelas VIII yang belum mampu bersikap sopan dan santun terhadap guru, seperti tidak mengucapkan salam ketika bertemu guru, tidak mencium tangan guru ketika bertemu, mengacuhkan ketika dinasehati guru, meninggikan nada ketika berbicara dengan guru. Maka disinilah peran intensitas belajar akidah akhlak yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak agar siswa mampu merubah tingkah lakunya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Realitas intensitas belajar akidah akhlak kelas VIII di MTs Darusalam Arjasari; 2) Realitas sikap sopan santun siswa kelas VIII di MTs Darusalam Arjasari; dan 3) Pengaruh intensitas belajar akidah akhlak terhadap sikap sopan santun siswa kelas VIII MTs Darusalam Arjasari
Penelitian ini berdasarkan pada suatu pemikiran bahwa sikap termasuk hasil belajar yang dapat berubah karena kondisi dan pengaruh yang diberikan. Maka dari itu, sikap sopan santun diasumsikan dapat dipengaruhi oleh intensitas belajar akidah akhlak.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode metode deskriptif korelatif. Responden terdiri dari 30 siswa kelas VIII MTs MTs Darusalam Arjasari Kabupaten Bandung. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, angket, studi pustaka, wawancara dan analisis data penelitian menggunakan analisis statistik.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Intensitas belajar akidah akhlak kelas VIII di MTs Darusalam Arjasari memiliki nilai rata-rata sebesar 4,31. Angka tersebut berada pada interval 4,20-5,00, artinya intensitas belajar siswa berkategori sangat tinggi; 2) Sikap sopan santun siswa kelas VIII di MTs Darusalam Arjasari memiliki nilai rata-rata sebesar 4,48. Angka tersebut termasuk pada kategori sangat baik karena berada pada interval 4,20-5,00. Artinya siswa kelas VIII di MTs Darusalam memiliki sikap sopan santun yang sangat baik; 3) Pengaruh intensitas belajar akidah akhlak terhadap sikap sopan santun siswa berkategori cukup karena koefisien korelasi 0,50. Kadar pengaruh variabel X (intensitas belajar akidah akhlak) terhadap variabel Y (sikap sopan santun siswa) adalah sebesar 13%. Hal ini berarti masih terdapat faktor lain sebesar 87% yang dapat mempengaruhi sikap sopan santun siswa
Pengaruh Gaya Hidup terhadap Status Kesehatan Lanjut Usia (Lansia) di Wilayah Kerja Puskesmas Darusalam Medan
The population of the elderly is increasing all over the world including
Indonesia. This increase is followed by the change of life style, it can make problem
in health. In Darusalam health center Medan City many elderly who are sick an
average of 100 elderly per month, are also obtained information that a frequent
complaint in the nature joint pain, headaches, insomnia, coughs, and numbs all over
the body and also obtained information that the disease is often experienced high
blood pressure, mild stroke, diabetes mellitus and arthritis and there are elderly who
smoke.
The study was to analyze the influence of life style on health status of the
elderly in the working area of Darussalam health center Medan city in 2011. This
observational analytical with cross-sectional design, was conducted from January
2011 until January 2012. The population of this study was all of the 1339 elderly
registered in the working area of Darusalam health center Medan City. The samples
for this study were 107 elderly who were selected through proportional sampling
technique. The data obtained were analyzed throug logistic regression tests at α =
0.05.
The result of statistic test showed that all variables of life style had a
significant influence on the health status such as eating pattern, physical activity,
resting habit, and smoking history. The result of logistic regression test showed that
the variable of resting habit had the biggest influence.
The management of Medan Health Service is suggested to make a special
policy by increasing to counseling of life style. Darusalam health center Medan City
should provide more extension associated with counseling about life style whit
support their family a special how to manage the rest/sleep’s elderly is good and
true. Elderly expected to manage their sleep well.Populasi penduduk lanjut usia (lansia) mengalami peningkatan di seluruh
dunia, termasuk di Indonesia. Peningkatan tersebut diikuti dengan perubahan gaya
hidup yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Di Puskesmas Darusalam
Medan banyak lansia yang sakit rata-rata 100 orang per bulan dengan keluhan sering
mengalami nyeri sendi, sakit kepala, sulit tidur, batuk-batuk dan kebas-kebas di
seluruh tubuh dan didapatkan juga informasi bahwa penyakit yang sering dialami
lansia adalah tekanan darah tinggi, stroke ringan, diabetes mellitus dan rematik dan
ada juga lansia yang merokok.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap
status kesehatan lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Darusalam Medan Tahun 2011.
Jenis penelitian yang dilakukan pada Januari 2011 hingga Januari 2012 menggunakan
metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar dan mendapatkan pelayanan
kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Darusalam Medan yang berumur 60-69 tahun
yang berjumlah 1339 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 107 orang lansia
dengan teknik pengambilan sampel proporsi. Analisis data menggunakan uji Regresi
Logistik dengan α = 0,05.
Semua variabel gaya hidup signifikan memengaruhi status kesehatan lansia
yaitu pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan istirahat dan riwayat merokok. Variabel
yang dominan memengaruhi status kesehatan lansia adalah variabel kebiasaan
istirahat.
Dinas Kesehatan Kota Medan agar membuat kebijakan khusus dengan cara
meningkatkan penyuluhan yang terkait dengan gaya hidup. Puskesmas Darusalam
Medan agar lebih meningkatkan penyuluhan yang terkait dengan gaya hidup dengan
melibatkan keluarga khususnya cara mengelola istirahat/tidur yang baik dan benar.
Lansia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan istirahat/tidurnya dengan cara
rileksasi.142 HalamanTesis Magiste
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
The influences of ICT development, globalization and socioeconomic factors on quality of governance and control of corruption in the ASEAN region / Darusalam
Since its establishment in 1967, ASEAN1 has made tremendous achievements in promoting peace, stability and in improving its socio-economic development. These have contributed towards the gradual increase in international trades, resulting in higher cumulative Gross National Product (GDP) for the region. However, recent business reports, white papers, and business conference proceedings have claimed that ASEAN’s progress in enhancing an integrated region has been constrained by key challenges such as poor governance and corruption. Review of previous studies has seen limited empirical evidence that support such earlier claims. As such, this study was undertaken to provide evidence on factors that influence poor governance and corruption in ASEAN. Premised on the key parameters of ASEAN’s three integration initiatives and the review of global studies, this study aimed to examine the influences of three variables, namely ICT development and globalization (as independent variables) and socioeconomic factors (as control variables) on two dependent variables, quality of governance (QoG) and control of corruption (CoC). Constrained by the availability of data, the study covered eight ASEAN member countries namely Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Philippines, Brunei Darussalam, Vietnam, and Myanmar. Panel data covering between 22 to 34 observational years for all the related variables were sourced from three trusted and reputable databases – The World Bank (for data on control of corruption and socio-economic factors), KOF Swiss Economic Institute (for data on ICT development and globalisation) and Quality of Government Institute, Gothenburg University of Sweden (for data on quality of governance). This study employed the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) technique to assess the relationships between variables using two research frameworks. The information asymmetry and the social contract theories were utilized to explain the relationships between the variables. In the first research framework, it was found that ASEAN’s existing ICT development focussed mainly on ICT access and usage and lacked focus on ICT skills. This had resulted in a negative significant long-run relationship between ICT development and QoG. Similarly, the current interest in forging an intra-ASEAN globalization agenda was also found to be counter productive on QoG. In the second research framework, the study examined if there were relationships between ICT development and globalization with CoC. Interestingly, the long-run relationships between ICT development and CoC were showing positive and significant results, implicating that, ICT have been used effectively by users to report corruption. Many anti-corruption agencies in ASEAN are also found to be moving towards the digitalisation technology to detect and mitigate corruption. The enhancement of ICT skills at both the public and public sectors is an important strategy to be incorporated into the ASEAN ICT Masterplan. Moving the globalization agenda from merely focusing on intra-ASEAN partnership to building international economic and political collaborations with other developed non-ASEAN nations is seen as a necessary step to move ASEAN forward to another level. The long-run relationship between globalization and CoC also showed a positive significant result. The research contributions from this study can be viewed from four perspectives. First, contribution to practice includes the specific recommendations on ICT skills and diverse globalization policy to improve the QoG and CoC for ASEAN. Second, contribution to theory is in the use of the information asymmetry and the social contract theories to explain the knowledge gap between the citizens and the government, which resulted in the wrong interpretations of information and in the non-compliant of regulations related to governance and corruption. Third, contribution to methodology is through the incorporation of country-level macroeconomic data and analysis to financial and accounting research in governance and corruption studies. The document analysis of relevant reports enriched the descriptive statistical analysis of the study. Finally, contribution to the body of knowledge is through several published articles from this study, which have added towards the empirical findings and specific literature on the influence of ICT development and globalization on QoG and CoC in ASEAN
Kontribusi Power Otot Lengan Terhadap Smash Bolavoli Siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kecamatan Bonai Darusalam Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan hasil observasi pada siswa ekstrakurikuler bolavoli SMA Negeri 1 Kecamatan Bonai Darusalam. Permasalahan yang didapatkan yaitu masih kurang baiknya kemampuan smash bolavoli dan salah satunya berkaitan dengan power otot lengan yang kurang
terlatih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi power otot lengan terhadap smash bolavoli siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kecamatan Bonai Darusalam Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian
korelasi. siswa putra ekstrakurikuler bolavoli SMA Negeri 1 Bonai Darusalam yang berjumlah 18 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, dengan demikian jumlah sampelnya adalah 18 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes melempar bola medicine dan tes smash bolavoli. Berdasarkan hasil perhitungan nilai r hitung = 0,127. Nilai r tabel pada df=16 adalah 0,497. Karena nilai r hitung > r tabel maka tidak terdapat
kontribusi antara variabel X dan variabel Y. Besar koofisien determinasinya adalah 1,7%. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat kontribusi power otot lengan terhadap smash bolavoli siswa ekstrakulikuler SMA Negeri 1 Kecamatan Bonai Darusalam Kabupaten Rokan Hulu
- …
