79 research outputs found

    Klenengan Jawa"Ada-ada-Udan Mas-Lancaran Udan Mas- Ada-ada"

    No full text
    Klenengan Jawa"Ada-ada-Udan Mas-Lancaran Udan Mas- Ada-ada" Penyaji: Darno, Ujian penyajian Karawitan, Pendapa ISI Surakart

    Representasi Hubungan Spiritual Seorang Aktivis Lingkungan Darno Dengan Lingkungan Alam Dalam Film Dokumenter Potret "Pilang"

    No full text
    Krisis lingkungan saat ini adalah bencana buatan manusia terbesar yang sedang dihadapi planet ini. Beragam solusi dan perspektif yang ditawarkan berbagai pihak menyoroti aspek-aspek praktikal yang tidak mendalam. Sementara itu, aspek esensial yang jarang dibahas da1i permasalahan ini adalah sifat sakral penciptaan dan bagaimana hal ini mempengarnhi hubungan manusia dengan alam semesta sebagai lingkungan hidup manusia. Darno seorang aktivis lingkungan sedang menghayati sebuah konsep Eco-Spiritual dengan menjalankan tiga pedoman hidupnya yaitu Mukhlis, Ikhlas lan Nriman. Eco-Spiritual membe1ikan suatu imperatif spiritual bagi manusia untuk kembali menghargai nilai-nilai intrinsik yang sudah mengkristal di dalam lingkungan alam. Saatnya manusia melakukan total action (gerakan menyeluruh) untuk kembali ke alam (back to nature). Eco-Spiritual ini membawa Darno menemukan jati dirinya terhadap lingk."Ungan. Film dokumenter "Pilang" adalah film dokumenter potret tentang representasi hubungan spiritual Darno sebagai aktivis lingkungan dengan alam. Sisi human interest yang diangkat sutradara adalah pemikiran dan keunikan tokoh sebagai seorang yang menjalankan konsep Eco-Spiritual. Penyutradaraan film dokumenter ini disampaikan dengan gaya ekspositori dan menggunakan struktur tematis dalam penceritaannya. Gaya ekspositori ditunjukkan dengan penuturan secara langsung oleh narasumber, kemudian disisipkan dengan ilustrasi sebagai footage pendukung penuturan narasumber. Struktur tematis mengacu pada ketiga pedoman hidup damo yaitu Mukhlis, lkhlas lan Nriman

    Representasi Hubungan Spiritual Seorang Aktivis Lingkungan Darno Dengan Lingkungan Alam Dalam Film Dokumenter Potret "Pilang"

    No full text
    Krisis lingkungan saat ini adalah bencana buatan manusia terbesar yang sedang dihadapi planet ini. Beragam solusi dan perspektif yang ditawarkan berbagai pihak menyoroti aspek-aspek praktikal yang tidak mendalam. Sementara itu, aspek esensial yang jarang dibahas da1i permasalahan ini adalah sifat sakral penciptaan dan bagaimana hal ini mempengarnhi hubungan manusia dengan alam semesta sebagai lingkungan hidup manusia. Darno seorang aktivis lingkungan sedang menghayati sebuah konsep Eco-Spiritual dengan menjalankan tiga pedoman hidupnya yaitu Mukhlis, Ikhlas lan Nriman. Eco-Spiritual membe1ikan suatu imperatif spiritual bagi manusia untuk kembali menghargai nilai-nilai intrinsik yang sudah mengkristal di dalam lingkungan alam. Saatnya manusia melakukan total action (gerakan menyeluruh) untuk kembali ke alam (back to nature). Eco-Spiritual ini membawa Darno menemukan jati dirinya terhadap lingk."Ungan. Film dokumenter "Pilang" adalah film dokumenter potret tentang representasi hubungan spiritual Darno sebagai aktivis lingkungan dengan alam. Sisi human interest yang diangkat sutradara adalah pemikiran dan keunikan tokoh sebagai seorang yang menjalankan konsep Eco-Spiritual. Penyutradaraan film dokumenter ini disampaikan dengan gaya ekspositori dan menggunakan struktur tematis dalam penceritaannya. Gaya ekspositori ditunjukkan dengan penuturan secara langsung oleh narasumber, kemudian disisipkan dengan ilustrasi sebagai footage pendukung penuturan narasumber. Struktur tematis mengacu pada ketiga pedoman hidup damo yaitu Mukhlis, lkhlas lan Nriman. Kata kunci: Representasi, Hubungan spiritual, Penyutradaraan Dokumenter, Film Dokumenter Potre

    The determinant of loan disbursed by commercial bank in Malaysia/ Nurul Ain Izyanti Darno

    No full text
    Commercial bank is one of the keeping money framework in Malaysia. They are a few sorts of commercial bank in Malaysia which is open segment, private segment, and remote. The common parts of the commercial bank is to supply money related administrations to common open, businesses and companies. This parts is exceptionally vital in arrange to guaranteeing financial, social soundness, and the supportability of the economy. There are two essential work of the commercial bank which is they acknowledge different sorts of store from open particularly from its clients, counting sparing account stores, repeating account stores, and settled stores. The second work is to supply advances and progresses of different shapes, counting and overdraft offices and cash credit. This two function is likely have their own claim of relationship. In this research, I would like to learn more about the factor that influence the amount of loan disbursed by commercial bank in Malaysia by using the data from the 1st quarter of year 2000 until the 4th quarter of the year 2017 with the total of 72 observation. The data that being used is the dependent variables which is the loan disbursed by commercial bank, and also the independent variables which is the Malaysian GDP, Malaysia's Inflation Rate, Saving Deposit and also the nonperforming loan. This data will be tested to achieve the objective of this research which is to investigate the relationship between the dependent variables and the independent variables. The test that important to run, was the regression analysis as it can answer the relationship between dependent variables and also independent variables. In this research, GDP, inflation rate, and also saving deposit have positive relationship with the loan disbursed and only non-performing loan has the negative relationship with the loan disbursed

    ANALISIS KARAKTER TOKOH WAYANG THENGUL DALAM LAKON SRI HUNING GUGUR OLEH DALANG KI DARNO ASMORO PADA PAGUYUBAN MARGI UTOMO LARAS BOJONEGORO

    No full text
    Wayang Thengul adalah salah satu kesenian khas Bojonegoro. Terinspirasi dari berbagai kesenian terutama pada Wayang Golek sehingga terdapat akulturasi di dalamnya. Kesenian tersebut akhirnya ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro sehingga menjadi kesenian khas Bojonegoro dengan ciri yang berbeda . Paguyuban Margi Utomo Laras merupakan salah satu perkumpulan pegiat seni tradisi yang melestarikan Wayang Thengul Bojonegoro sejak tahun 1982 hingga kini. Sekian banyak pertunjukan yang dibawakan paguyuban tersebut, terdapat salah satu lakon yang paling ramai di kalangan masyarakat yaitu Sri Huning Gugur. Penyajian pertunjuakan tersebut perlu adanya kajian karakter pada wayang dengan karkakter tokoh. Maka kajian karakter tokoh pada lakon wayang diharapkan masyarakat mengerti bahwa wayang memiliki cerminan karakter manusia.Masalah Penelitian adalah bagaimana latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras, dan bagaimana karakter tokoh Wayang Thengul dalam lakon Sri Huning Gugur oleh Ki Dalang Darno Asmoro pada Paguyuban Margi Utomo Laras. Analisis Kualitatif menjadi penekatan peneliti dalam melakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan serta menggunakan teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data lapangan.Hasil dari penelitian adalah menemukan keunikan latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras yang di ketuai oleh Ki Darno Asmoro serta menjadi dalang. Salah satunya yaitu visi dan misi yang sederhana namun menjadi daya mereka untuk tetap bertahan tanpa bermodalkan pendidikan yang lebih menjurus pada profesi seniman. Visi utamanya adalah melestarikan kesenian khas Wayang Thengul Bojonegoro dengan misi memenuhi tanggapan masyarakat dan melakukan promosi paguyuban disetiap tahunnya. Salah satu cerita lakon yang dibawakan oleh dalang Ki Darno Asmoro yaitu Sri Huning Gugur. Terdapat 7 tokoh dari 3 kota yaitu Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Pertama, Sri Huning menjadi tokoh Protagonis yang berani. Kedua, Raden Wiratmoyo termasuk tokoh Protagonis yang gugur bersama Sri Huning. Ketiga, Adipati Surolawe adalah ayah Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Protagonis yang tegas. Keempat, Raden Wiratmoko adalah adik Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Deutragonis yang berani. Kelima, Adipati Sosronegoro termasuk tokoh Deutragonis yang baik dan tidak ingkar. Keenam, Retno Kumolo adalah Anak Adipati Sosronegoro, termasuk tokoh Deutragonis yang cantik dan baik. Ketujuh, Adipati Surolawe termasuk tokoh Antagonis yang egois dan pemarah.Kata Kunci : Margi Utomo Laras, Karakter Tokoh, Wayang Thengul, Sri Huning Gugu

    ANALISIS KARAKTER TOKOH WAYANG THENGUL DALAM LAKON SRI HUNING GUGUR OLEH DALANG KI DARNO ASMORO PADA PAGUYUBAN MARGI UTOMO LARAS BOJONEGORO

    No full text
    Wayang Thengul adalah salah satu kesenian khas Bojonegoro. Terinspirasi dari berbagai kesenian terutama pada Wayang Golek sehingga terdapat akulturasi di dalamnya. Kesenian tersebut akhirnya ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro sehingga menjadi kesenian khas Bojonegoro dengan ciri yang berbeda . Paguyuban Margi Utomo Laras merupakan salah satu perkumpulan pegiat seni tradisi yang melestarikan Wayang Thengul Bojonegoro sejak tahun 1982 hingga kini. Sekian banyak pertunjukan yang dibawakan paguyuban tersebut, terdapat salah satu lakon yang paling ramai di kalangan masyarakat yaitu Sri Huning Gugur. Penyajian pertunjuakan tersebut perlu adanya kajian karakter pada wayang dengan karkakter tokoh. Maka kajian karakter tokoh pada lakon wayang diharapkan masyarakat mengerti bahwa wayang memiliki cerminan karakter manusia.Masalah Penelitian adalah bagaimana latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras, dan bagaimana karakter tokoh Wayang Thengul dalam lakon Sri Huning Gugur oleh Ki Dalang Darno Asmoro pada Paguyuban Margi Utomo Laras. Analisis Kualitatif menjadi penekatan peneliti dalam melakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan serta menggunakan teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data lapangan.Hasil dari penelitian adalah menemukan keunikan latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras yang di ketuai oleh Ki Darno Asmoro serta menjadi dalang. Salah satunya yaitu visi dan misi yang sederhana namun menjadi daya mereka untuk tetap bertahan tanpa bermodalkan pendidikan yang lebih menjurus pada profesi seniman. Visi utamanya adalah melestarikan kesenian khas Wayang Thengul Bojonegoro dengan misi memenuhi tanggapan masyarakat dan melakukan promosi paguyuban disetiap tahunnya. Salah satu cerita lakon yang dibawakan oleh dalang Ki Darno Asmoro yaitu Sri Huning Gugur. Terdapat 7 tokoh dari 3 kota yaitu Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Pertama, Sri Huning menjadi tokoh Protagonis yang berani. Kedua, Raden Wiratmoyo termasuk tokoh Protagonis yang gugur bersama Sri Huning. Ketiga, Adipati Surolawe adalah ayah Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Protagonis yang tegas. Keempat, Raden Wiratmoko adalah adik Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Deutragonis yang berani. Kelima, Adipati Sosronegoro termasuk tokoh Deutragonis yang baik dan tidak ingkar. Keenam, Retno Kumolo adalah Anak Adipati Sosronegoro, termasuk tokoh Deutragonis yang cantik dan baik. Ketujuh, Adipati Surolawe termasuk tokoh Antagonis yang egois dan pemarah.Kata Kunci : Margi Utomo Laras, Karakter Tokoh, Wayang Thengul, Sri Huning Gugu

    NYLlNGUK

    No full text
    "Nylinguk" is a musical composition, taken from the compositional concept of bamboo music (calung), which originates from traditional sources found in the residency of Banyumas during the era of the lengger art form, from the 1970s until the present day. The existence of lengger is reflected in the form of a performance of lengger calung, using a variety of musical approaches, such as Sunda, Cirebon, Surakarta, and Banyumas style karawitan

    LAPORAN PENELITIAN LENGGER DARIAH STUDI TENTANG PENGARUH GAYA WETANAN TERHADAP KONTINUITAS PERTUMBUHAN LENGGER BANYUMAS

    No full text
    Dalam laporan penelitian ini berisi tentang perjalanan kesenian Lengger Dariah dan pengaruhnya terhadap eksistensi pertunjukan lengger Banyumas khususnya yang tumbuh di sebelah timur sungai serayu. Bentuk dan struktur pertunjukan baik pada sajian gerak maupun gending-gending pendukung sajian Lengger menjadikan bahasan penting dalam laporan ini. Gending-gending dan gerak-gerak tari Lengger gaya Banyumas dalam laporan ini dapat dilihat melalui tiga aspek yaitu (1) aspek sajian gending meliputi garap ricikan dan vokal, (2) aspek sajian gerak tari Lengger dariah meliputi ragam gaya Banyumas dan Surakarta, dan (3) aspek perkembangan sajian Lengger Banyumas, meliputi gending dan gerak tari Lengger. Aspek mengenai bentuk sajian dan ragam gending dan gerak tari Lengger dideskripsikan dengan metode komparatif, yakni mempertemukan unsur-unsur garap dengan cara membandingkan dari ke dua gaya yakni Banyumas dan Surakarta. Penelitian ini difokuskan pada dua obyek yaitu obyek primer Lengger Dariah dan obyek skunder enam kelompok Lengger banyumas yang berada di sebelah timur sungai serayu

    APLIKASI INVENTARIS BARANG MENGGUNAKAN QR CODE BERBASIS WEB DI PT WEB MARKETING INDONESIA (RUMAH123.COM)

    No full text
    Sistem Informasi Inventaris Barang adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memasukkan data-data inventaris barang ke dalam database, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam input, output data, dan pembuatan laporan berdasarkan data yang diinginkan. Berdasarkan survei dan wawancara dengan IT Support PT Web Marketing Indonesia (Rumah123.com), didapatkan informasi bahwa sistem yang ada di IT Support masih manual. Oleh karena itu, sistem yang akan dibuat oleh penulis adalah hasil replikasi dari sistem yang telah ada di IT Support. Sistem informasi ini juga dilengkapi fitur pembuatan laporan data, input dan output barang, dan pencarian data. Sistem informasi inventaris barang ini diharapkan dapat bermanfaat bagi IT Support dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Sistem ini juga diharapkan dapat lebih mempercepat proses input, output dan pembuatan laporan yang pada akhirnya dapat membantu IT Suppor

    REVITALISASI GENDING-GENDING BANYUMAS DALAM GAMELAN CALUNG SEBUAH TAWARAN KARYA SENI

    No full text
    This work is a bid to revitalize traditional Banyumas compositions for calung gamelan, an effort to enable the re-emergence of a traditional art form which has recently been deemed to have become extinct. The musical works are the composers attempt, in so far as is possible, to interpret and rediscover the depth of potential of calung and traditional Banyumas compositions in an innovative way. Traditional Banyumas compositions for calung which are typically performed in a careful, static manner, both rhythmically and melodically, are presented here in a more energetic and varied way. Various dynamic processes such as irama [rhythym], tempo, melodic contour and register are explored as well as using more established and transparent techniques. Through these processes, the composer makes a deliberate effort to create a system whereby other musicians can easily learn and imitate the techniques presented in these works. Keywords : Revitalitation, Calung, Alternativ
    corecore