2,564 research outputs found

    Beyond Lesson Studies and Design Experiments: Using theoretical tools in practice and finding out how they work

    No full text
    This paper aims to illustrate how fruitful insights into the link between school teaching practice and student learning outcomes can be theoretically grounded by the variation theory from the field of phenomenography; and from this framework demonstrate how a 'pedagogy of awareness' can be implemented in the classroom. In this study, five teachers and 162 students at Primary Four level of school education in Hong Kong participated and the practice of the 'learning study' was adopted. By comparing the results of pre- and posttests, a significant gain was observed in the students learning outcomes.

    Yi li pang tong tu

    No full text
    [楊復撰 ; 朱熹通解].綫裝, 1函.框19.2x15公分, 11行20字, 小字雙行. 白口, 左右雙邊, 單黑魚尾. 版心中鐫題名及卷次, 下鐫葉次及"通志堂", 並記刻工.每卷卷末均記"後學成德校訂, 巴陵鍾謙鈞重刊"前有紹定戊子[1228]楊復序.據通志堂本重刊.見《香港中文大學圖書館中國古籍目錄》(2004, p. 44)卷前附: 儀禮旁通圖.Xian zhuang, 1 han.Kuang 19.2 x 15 gong fen, 11 hang 20 zi, xiao zi shuang hang. Bai kou, zuo you shuang bian, dan hei yu wei. Ban xin zhong juan ti ming ji juan ci, xia juan ye ci ji "Tong zhi tang", bing ji ke gong.Mei juan juan mo jun ji "Hou xue Chengde jiao ding, Baling Zhong Qianjun chong kan"Qian you Shaoding wu zi [1228] Yang Fu xu.Ju Tong zhi tang ben chong kan.Jian "Xianggang Zhong wen da xue tu shu guan Zhongguo gu ji mu lu" (2004, p. 44)[Yang Fu zhuan ; Zhu Xi tong jie].Juan qian fu: Yi li pang tong tu

    Proses produksi pang-pang ( kacang atom, kacang bandung dan kacang telur ) Di UD. Bintang Walet Handika Klaten Jawa Tengah

    No full text
    Kegiatan magang di Industri Hasil Pertanian merupakan salah satu bagian kegiatan kurikulum pendidikan Diploma III Teknologi Hasil Pertanian. Pelaksanaan kegiatan magang di Industri Hasil Pertanian didasarkan pada mata kuliah yang telah di ikuti. Kegiatan magang yang dilaksanakan di UD. Bintang Walet Handika dikarenakan UD. Bintang Walet Handika merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri hasil pertanian yang memproduksi makanan ringan antara lain kacang atom, kacang bandung, kacang telur dan pang-pang. Proses produksi yang dilaksanakan di UD. Bintang Walet Handika didukung oleh bahan dasar yang melimpah di wilayah Jawa Tengah, disamping itu permintaan konsumen terhadap produk olahan kacang tanah dan pang-pang juga semakin meningkat. Dengan demikian peluang industri pengolahan makanan ringan seperti pang-pang, kacang atom, kacang bandung dan kacang telur ini masih sangat terbuka luas baik dalam skala industri kecil maupun industri besar. Kacang tanah yang merupakan bahan baku produk olahan kacang atom, kacang telur dan kacang bandung yang rasanya digemari konsumen, memiliki gizi yang tinggi. Biji kacang tanah mengandung 20-30% protein dan 42-55% minyak. Dalam bentuk kalori 100 gr biji kacang tanah menghasilkan 540 kalori, tertiggi diantara tanaman pangan. Protein kacang tanah terdiri dari Albumin, arakhin (63%) dan konarakhin (33%). Arakhin mengandung 0,4% sulfur dan konarakhin mengandung 1,09% Sulfur. Arakhin terutama kaya akan asam amino jenis threonin dan proline, tetapi miskin lisin dan methionin. Konarakhin miskin phenilalanin dan terosin. Melalui kegiatan praktek magang di UD. Bintang Walet Handika diharapkan akan dapat memahami segala aspek diperusahaan selama proses produksi kacang atom, kacang bandung, kacang telur dan pang-pang mulai dari penanganan bahan dasar sampai produk akhir. Sehingga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja maupun wirausaha nantinya

    KAJIAN EKONOMI BUDIDAYA ORGANIK DAN KONVENSIONAL PADA 3 NOMOR HARAPAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza Roxb)

    No full text
    Semua varietas tanaman mempunyai spesifik karakter terhadap adaptasi lingkungan tumbuh dan input yang diberikan dan akan ber-pengaruh terhadap produksi serta pendapatan usahatani. Tujuan penelitian ini mengkaji nilai ekonomi budidaya organik dan konvensional dari tiga nomor harapan temulawak. Informasi ini diharapkan akan menjadi acuan dalam pe-ngembangan budidaya temulawak. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dan diulang 4 kali. Petak utama terdiri dari dua pa-ket pemupukan; 1) budidaya organik dan 2) bu-didaya konvensional. Sedangkan anak petak terdiri dari 3 nomor harapan temulawak yaitu, Balittro 1, Balittro 2, dan Balittro 3. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Suka-mulya, sejak Agustus 2005 sampai Oktober 2006. Ukuran petak percobaan 30 m2, dengan jarak tanam 75 cm x 50 cm dan setiap petak terdapat 80 tanaman. Paket budidaya organik terdiri dari; bokashi 10 t/ha, pupuk bio 90 kg/ ha, zeolit 300 kg/ha, dan pupuk fosfat alam 300 kg/ha, sedangkan paket budidaya konvensio-nal; pupuk kandang kotoran sapi 20 t/ha, urea 200 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 200 kg/ha. Data yang dikumpulkan adalah input-output dari setiap paket percobaan, data dianalisis se-cara deskriptif dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Produksi rimpang segar dan simplisia temulawak pada budidaya konvensional lebih tinggi dibandingkan dengan produksi budidaya organik. (2) Produktivitas temulawak budidaya organik 15,20 – 17,83 ton/ha, produksi tertinggi pada nomor harapan Balittro 3 (17,83 ton/ha rimpang dan 3,57 ton/ ha simplisia). Produksi rimpang segar dan sim-plisia temulawak pada budidaya konvensional masing-masing berkisar 19,64 – 22,31 ton/ha dan 3,93 – 4,46 ton/ha, produksi tertinggi dica-pai nomor harapan Balittro 2. (3) pada harga jual Rp 1.500,-/kg rimpang, budidaya organik tidak layak diusahakan pada semua nomor ha-rapan temulawak Balittro 1, 2, dan 3. (4) Har-ga pokok temulawak budidaya organik adalah Rp 1.726,-/kg untuk rimpang, Rp 19.805,-/kg untuk simplisia, dan Rp 163.179,-/kg untuk ekstrak. Sedangkan pada budidaya konvensio-nal, harga pokok Rp 1.471,-/kg untuk rim-pang, Rp 18.531,-/kg simplisia, dan Rp 155.046,-/kg ekstrak, (5) dengan harga jual Rp 1.500,-/kg rimpang, budidaya konvensio-nal pada nomor harapan Balittro 2 dan 3, la-yak diusahakan, dengan pendapatan bersih per 1.000 m2 lahan masing-masing Rp 228.750,- dan 78.750,- dengan B/C rasio 1,073 dan 1,026, (6) bila diproduksi dalam bentuk sim-plisia dan ekstrak dengan harga jual Rp 20.000,-/kg dan Rp 174.000,-/kg budidaya or-ganik nomor harapan Balittro 1 dan 2, serta budidaya konvensional nomor harapan Balit-tro 1, 2, dan3 layak diusahakan. Pendapatan tertinggi dari budidaya konvensional nomor harapan Balittro 2 dengan pendapatan bersih per 1.000 m2 lahan sebesar Rp 819.965,- dan B/C rasio 1,101 untuk simplisia dan Rp 2.747.516,- dan B/C rasio 1,226 untuk rim-pang.

    proses produksi kacang bandung (kacang atom, kacang telur dan pang-pang) di UD. Bintang Walet Handika Klaten

    No full text
    UD. Bintang Walet Handika adalah perusahaan yang memproduksi makanan ringan antara lain kacang bandung, kacang atom, kacang telur dan pang-pang. Saat ini produksi makanan ringan mengalami peningkatan seperti produksi kacang bandung, kacang atom, kacang telur dan pang-pang sehingga berpeluang besar di industri pengolahan makanan ringan baik dalam skala industri kecil maupun industri besar. Proses produksi yang dilaksanakan di UD. Bintang Walet Handika didukung oleh bahan dasar dari kacang tanah yang melimpah dan mudah didapat didaerah sekitar pabrik. Kacang tanah merupakan komoditas pertanian yang sangat terkenal, hal ini didukung oleh sifat yang dimiliki yaitu mudah ditanam dan hama penyakit yang menyerang relatif sedikit sehingga kegagalan dalam menanam kacang tanah cukup rendah. Berkat ketersediaan tersebut membuat olahan komoditas ini cukup popular dimasyarakat sehingga dapat dipastikan bahwa prospek pasarnya cukup cerah. Kacang tanah merupakan komoditi yang kaya gizi. Biji kacang tanah mengandung 20-30% protein dan 42-55% minyak. Dalam 100 gram biji kacang tanah menghasilkan 540 kalori yang tertinggi diantara tanaman pangan. Protein kacang tanah terdiri dari albumin, arakhin 63% dan konarakhin 33%. Arakhin mengandung 0,4% sulfur dan konarakhin mengandung 1,09% sulfur. Arakhin terutama kaya akan asam amino jenis threonin dan proline tetapi miskin lisin dan methionin. Konarakhin miskin phenilalanin dan terosin. Walaupun kacang tanah kaya protein, namun asam amino lisin, treonin dan metionin terdapat dalam jumlah yang rendah. Dengan menggoreng biji kacang tanah kadar asam amino tersebut menjadi semakin berkurang . Kegiatan praktek magang di UD. Bintang Walet Handika diharapkan akan dapat memahami segala aspek di perusahaan selama proses produksi makanan ringan yaitu kacang bandung, kacang atom, kacang telur dan pang- pang mulai dari penanganan bahan dasar sampai produk akhir

    PANG

    No full text
    PANG is mostly a memoir. It has three parts. The first third is part of a book-length memoir exploring the author\u27s relationship to art, people in art, and the apparatuses it exists within and under. Part two is composed of a cycle of autofiction short stories where transmasculine characters navigate masculinity, gender-affirming care, family, and anti-trans legislation in contemporary Florida. The final third of this creative dissertation is a collection of essays that explore embodiment and disembodiment, connection, and disconnection as it relates to the author\u27s experiences with the medical industrial complex, clothing, language, and American culture at large

    Perencanan usaha pengolahan nugget ikan patin "pang-pang fish nugget" dengan kapasitas 50 box per hari

    No full text
    Nugget adalah salah satu jenis produk restructured meat, yaitu suatu teknik pengolahan daging dengan memanfaatkan potongan daging yang relatif kecil, kemudian dibentuk kembali menjadi ukuran yang lebih besar. Nugget merupakan produk olahan siap saji yang diminati masyarakat luas, mulai dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia. Nugget ikan patin merupakan suatu inovasi produk baru di Indonesia, karena umumnya nugget dibuat dari daging ayam. Proses pengolahan nugget ikan patin “Pang-pang Fish Nugget” terdiri dari sortasi, pencucian, penggilingan, pencampuran, pencetakan, pengukusan, pendinginan, pemotongan, pelapisan dan pengemasan. Usaha pengolahan “Pang-pang Fish Nugget” ini direncanakan dengan kapasitas 50 box/hari. Bahan yang digunakan terdiri dari bahan baku, yaitu ikan patin dan bahan pembantu, yaitu tepung terigu, telur, bawang putih, bawang bombay, bawang pre, garam, gula, lada dan bread crumb. Nugget ikan patin “Pang-pang Fish Nugget” yang dihasilkan dikemas dengan kemasan utama box ukuran 750 mL dengan plastik PP dan kemasan sekunder dengan menggunakan plastik OPP ukuran 8 cm x 17 cm. Lokasi usaha direncanakan didirikan di Jalan Panjang Jiwo Permai II No. 11, Panjang Jiwo, Surabaya. Area produksi dengan ukuran 50 m2. Bentuk usaha berbentuk perseorangan dengan jumlah karyawan 3 orang dan jam kerja 8 jam/hari. Proses distribusi dijalankan dengan menggunakan jasa pribadi dengan biaya pengiriman dibebankan pada konsumen. Pemasaran dilakukan secara intensif melalui media sosial dan penawaran langsung kepada konsumen

    PROSES PRODUKSI KACANG ATOM (KACANG BANDUNG, KACANG TELUR DAN PANG-PANG) DI UD. Bintang Walet Handika Klaten Jawa Tengah

    No full text
    Kacang tanah merupakan salah satu jenis komoditas hasil pertanian di Jawa Tengah yang sangat melimpah. Disamping itu kacang tanah juga merupakan komoditi yang kaya akan gizi yang penting bagi tubuh kita. Menurut Sumarno (1987) diutarakan bahwa biji kacang tanah mengandung 20-30% protein dan 42-55% minyak. Dalam bentuk kalori 100 gr biji kacang tanah menghasilkan 540 kalori, tertinggi diantara tanaman pangan. Protein kacang tanah terdiri dari Albumin, Arakhin (63%) dan Konarakhin (33%). Arakhin mengandung 0,4 % Sulfur dan Konarakhin mengandung 1,09% Sulfur. Arakhin terutama kaya akan asam amino jenis threonin dan proline, tetapi miskin lisin dan methionin. Konarakhin miskin phenilalanin dan terosin. Walaupun kacang tanah kaya protein, namun asam amino lisin, treonin dan metionin terdapat dalam jumlah yang rendah. Hal tersebut diatas merupakan tantangan untuk pengembangan dan diversifikasi produk berbahan baku kacang. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang pengolahan berbagai produk kacang tanah yang didapat salah satunya dengan melaksanakan magang di UD. Bintang Walet Handika. UD. Bintang Walet Handika adalah salah satu contoh perusahaan makanan ringan berbasis kacang yang ada di Klaten. Perusahaan tersebut memproduksi kacang atom, kacang telur, kacang bandung dan pang-pang. Dengan tersedianya bahan baku yang dihasilkan oleh petani lokal khususnya di Jawa Tengah seperti di Gondang-Klaten, Tegal Mas, Bantul, Tuban, Palur dan lain-lain berarti perusahaan dapat meminimumkan biaya transportasi untuk penyediaan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan tujuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin dapat tercapai

    Pang Nanggroe dalam Melawan Kolonial Belanda di Keureuto 1905-1910

    No full text
    Penelitian ini merupakan kajian sejarah mengenai beberapa hal yang terkait dengan Pang Nanggroe Dalam Melawan Kolonial Belanda di Keureuto 1905-1910. Pang Nanggroe merupakan suami ketiga dari Cut Nyak Meutia, perkawinan tersebut adalah salah satu wasiat dari Teuku Chik Di Tunong suami keduanya Cut Nyak Meutia, untuk melanjutkan perjuangannya. Pang Nanggroe awalnya adalah panglima perang tertinggi Teuku Chik Di Tunong, ia berasal dari gampong Matang Teungoh termasuk wilayah Uleebalang Keureuto. Wilayah Keureuto mencakup dari Krueng Pase sampai Krueng Jambo Aye, pusat pemerintahannya di Jirat Manyang, pada 1905 ialah awal dari Pang Nanggroe menjadi pemimpin perang dan 1910 ialah akhir dari perjuangannya dalam peperangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana Pang Nanggroe saat melawan kolonial Belanda di Keureuto dan mengetahui keadaan wilayah Keureuto saat awal peperangan serta gambaran strategi Pang Nanggroe dalam menghambat penjajah, seperti bekerja sama dengan pemimpin lain, Raja Sabi sebagai objek, bergerak cepat, mengirim mata-mata, pengerusakan, penjeratan, bertahan, dan akhir perjuagan Pang Nanggroe. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian sejarah yang menekankan pada aspek manusia, ruang dan waktu. Metode ini diawali dengan tahap Heuristik atau pengumpulan data dari sumber-sumber yang terkait dengan tema penelitian seperti mengunjungi ANRI, wawancara, jurnal, ataupun buku. Kemudian Verifikasi, dilanjutkan sampai ketahap Interpretasi dan Historiografi yaitu penulisan karya ilmiah berdasarkan data objektif yang sudah diperoleh sesuai kaidah ilmu sejarah. Lokasi penelitian ini berada di Gampong Keureuto, Kabupaten Aceh Utara. Kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh awalnya Pang Nanggroe ini bukan dari keturunan bangsawan melainkan hanya masyarakat biasa yang bekerja sebagai petani, namun dengan adanya wasiat untuk menikahi istri Uleebalang Teuku Chik Ditunong yang dihukum mati oleh Belanda, maka ia dipercayai unutk menjadi pemimpin perang melawan kolonial Belanda pada tahun 1905-1910.91 HalamanSkripsi Sarjan

    AFIKS {paN-} DAN {eng-} DALAM BAHASA BUGIS DIALEK PARE-PARE

    No full text
    Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan yaitu bagaimana bentuk afiks {paN-} dan {-eng} dalam bahasa Bugis dialek Pare-pare? dan Apa makna afiks {paN-} dan {-eng} dalam bahasa Bugis dialek Pare-pare? Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penulis menetapkan tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk dan makna afiks {paN-} dan {-eng} dalam bahasa Bugis dialek Pare-pare. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap dengan tekhnik pancing dan tekhnik catat. Dalam penganalisisan data digunakan metode padan dan distribusional. Selanjutnya, penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian yang diperoleh menggambarkan bahwa: Pertama, prefiks {paN-} mempunyai turunan prefiks {pa-}, alomorf {pa-}, prefiks {pan-}, prefiks {pang-} dan prefiks {par-}, sedangkan sufiks {-eng} mempunyai turunan sufiks {-ng}, sufiks {-eng}, prefiks {-reng}, dan sufiks {-ang}. Kedua,  afiks pembentuk nomina bahasa Bugis dialek Pare-pare tersebut memiliki makna pelaku, alat, dan tempat
    corecore