1,721,547 research outputs found
Manfaat Dadap Serep (Erythrina Sumbubrans) Untuk Mengatasi Demam Pada Anak
Demam merupakan salah satu gejala penyakit yang umum di masyarakat Indonesia, termasuk pada anak-anak. Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat jaman dahulu. Secara historis di Bali, penggunaan daun Dadap sebagai obat demam pada anak sudah dilakukan sejak jaman kerajaan Hindu di Bali. Penggunaan Dadap ini berawal dari kebiasaan masyarakat di Bali menggunakan daun Dadap sebagai obat kompres tradisional penurun panas secara turun temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Usadha, jenis penelitian kualitatif, prosedur pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam terhadap pengelola dan pasien di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Dadap Serep (Erythrina Sumbubrans) sebagai obat untuk mengatasi demam pada anak di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari untuk mengatasi demam pada anak dilandasi oleh dua hal, yaitu pengaruh sosial budaya masyarakat dan alasan fungsional manfaat dari Dadap Serep sebagai obat untuk penurun demam pada anak. Daun Dadap ini ditumbuk dijadikan boreh (param) lalu ditempelkan di kening orang yang sedang mengalami demam. Untuk meningkatkan khasiatnya, daun Dadap dicampur dengan daun jintan dan bawang merah. Di Praktek Bidan Ni Made Sinar Sari, diketahui bahwa penggunaan daun Dadap Serep yang diolah menjadi boreh don dadap memberikan implikasi kepada pasien, diantaranya menurunkan panas, meredakan sakit kepala dan pusing, serta mengatasi insomnia
Indikator Asam-Basa dari Bunga Dadap Merah (Erythrina crista-galliL.)
Dadap red (erythrina crista-galli L.) is belonged to the legumes (fabaceaea) family which, is one of the flowering shade plants that often used as an ornamental plant. This plant has a bright red flower, a taproot with root nodule bacteria nitrogen fixation and compound leaf consists three strands on each stem. This research is climed to proves that the extract of dadap red flower can be used as acid-base indicators. Dadap red flowers was macerated using methanol then filtered. The filtrate was ready to use as an acid-base indicator. The extract is tested in an acid-base, buffer solutions, and was compared with phenolphthalein for a strong acid with a strong base while a methyl orange a weak base with a strong acid. Based on the result, indicator of dadap red flower extrat in the strong acid was red colour, while in the weak acid was pink, and also in the strong base was dark green and in the weak base was purple. Furthermore, in the buffer solution, the indicator of dadap red flower extract gave four groups of colour change, namely red color at pH 1 to pH 6, colorless at pH 7 to pH 9, brown at pH 10 and blue at pH 11 to pH 12. Additionally, to attain the end point of titration, the indicators of dadap red flower extract gives a similar results with the comparison indicators. The results showed that the indicator of dadap red flower extracts can be used as an alternative indicator.</jats:p
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KINERJA PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) DADAP DI KABUPATEN INDRAMAYU (Determinants the Performance of Dadap Fishing Port Beach in Indramayu Regency)
<p>ABSTRACT<br />The study was conducted for analyzing an operational activity of the PPP Dadap, and examining factors that affect the PPP Dadap's performance. Data analysis was done by two methods: first descriptive method for analyzing the PPP Dadap's activities; and second parametric analysis for examining the relationship between organizational and social factors and the PPP Dadap's performance. This study summerized that the determinants of the PPP Dadap's performance are internal and external factors, and organizational and social factors.<br />Key words: operational activities, PPP Dadap, multiple linear regression analysis</p><p>-------</p><p><br />ABSTRAK<br />Kepuasan para pengguna pelabuhan dapat dilihat dari kinerja pelabuhan tersebut. Tahun 2008, PPI Dadap berubah status menjadi PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai). Namun peningkatan status tersebut tidak diikuti dengan peningkatan produksi ikan, dan aktivitas operasional pelabuhan perikanan. Perubahan status PPI menjadi PPP, tidak mengakibatkan peningkatan kinerja pelabuhan perikanan tetapi justru menurun. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas operasional PPP Dadap setelah perubahan status, dan faktor-faktor penentu kinerja pelabuhan PPP Dadap. Analisa data dilakukan dengan dua metode; pertama metode deskriptif yaitu untuk menganalisa aktivitas operasional PPP Dadap; kedua metode statistik parametrik yaitu untuk mengetahui pengaruh faktor organisasi dan sosial terhadap kinerja PPP Dadap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penentu kinerja PPP Dadap adalah faktor internal dan eksternal, serta faktor sosial dan organisasi.<br />Kata kunci: aktivitas operasional, PPP Dadap, analisis regresi linier berganda</p></jats:p
Studi banjir di kelurahan Dadap kecamatan Kosambi
Dadap, merupakan salah satu kelurahan yang ada pada kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, Wilayah dadap ini berbatasan langsung dengan laut, sehingga akibatnya Kelurahan Dadap menjadi daerah langganan banjir rob yang biasa terjadi akibat pasang surut air laut. selain itu banjir juga terjadi karena tingginya curah hujan, dan tidak mencukupinya kapasitas saluran drainase eksisting yang ada, atau juga disebabkan karena sedimentasi dan sampah yang ada pada saluran drainase. pada studi kasus ini, wilayah yang menjadi objek penelitian adalah RW 1 sampai dengan RW3 yang berbatasan langsung dengan kali prancis atau biasa lebih dikenal dengan nama kali Dadap. Salah satu solusi yang ingin diberikan untuk permasalahan banjir di wilayah ini adalah dengan mengevaluasi jaringan drainase eksisting dan mengkomparasinya dengan desain saluran drainase teoritis. Sehingga bisa diketahui saluran – saluran drainase yang masih belum memenuhi kriteria teknis di wilayah penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit banjir rencana pada saluran drainase, dan mendesain saluran drainase yang tentunya harus memenuhi kriteria teknis saluran dengan menggunakan metode rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup perhitungan curah hujan dengan menggunakan data hujan dari tahun 2010 – 2020, dengan debit banjir rencana yang didapatkan dari analisis curah hujan, dapat didesain saluran drainase teoritis yang memenuhi syarat teknis. Metode ini dapat mengurangi resiko terjadinya banjir di daerah Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, sehingga kerugian pun bisa terhindarkan, baik itu kerugian secara ekonomi ataupun kerugian secara psikologis. Kata kunci: Banjir, Drainase, Kelurahan Dada
Flood Modeling on the Dadap River and Estuary, Banten Province
Abstract
Dadap River is located in Kosambi, Tanggerang, which often experiences flooding in the estuary. The problem of flooding is caused by the lack of rivers capacity and estuaries caused by sedimentation and tidal conditions. The flooding caused damage to city infrastructure and paralyzed the activities of the affected residents. The Dadap River was normalized in 2012 to overcome the flooding problems. This study aims to determine the capacity of rivers and estuaries as an alternative solution for flood management. Simulations were carried out in conditions before and after normalization and with alternative embankment elevations. Flood modeling using the HEC-RAS 1D unsteady flow. Boundary conditions in the upstream using flood discharge with a 50 and 100 yr return period and downstream using HHWL elevation and wave height. The analysis results show that the capacity of the Dadap River before normalization was not able to accommodate flood discharge at the 50 and 100 yr return period. After normalization, the water surface elevation may decrease by 24-29%. However, there is still flooding downstream due to the tides, so raising the embankment elevation of +3.5 m.
Keywords: Dadap river, estuary, flood, normalization, HEC-RAS
Abtsrak
Kali Dadap sering mengalami banjir di bagian muara. Kali Dadap terletak di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tanggerang. Permasalahan banjir di Kali Dadap disebabkan oleh berkurangnya kapasitas sungai dan muara yang disebabkan oleh sedimentasi dan pengaruh oleh kondisi pasang pasang surut. Banjir yang terjadi menyebabkan rusaknya prasarana kota serta melumpuhkan aktivitas warga yang terdampak. Kali Dadap telah dilakukan normalisasi pada tahun 2012 untuk mengatasi permalahan banjir yang terjadi. Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengetahui kapasitas kali dan muara Dadap serta sebagai alternatif solusi penanganan banjir. Simulasi pemodelan banjir dilakukan pada kondisi sebelum dan sesudah dinormalisasi serta dengan alternatif peninggian tanggul. Pemodelan banjir dilakukan menggunakan aplikasi HEC-RAS 1D aliran unsteady. Pemodelan akan dilakukan dengan kondisi batas di bagian hulu menggunakan debit banjir dengan kala ulang 50 dan 100 tahun dan di bagian hilir menggunakan elevasi HHWL dan tinggi gelombang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas Kali Dadap sebelum di normalisasi tidak mampu mengalirkan debit banjir kala ulang 50 dan 100 tahun. Setelah dilakukan normalisasi pada Kali Dadap, elevasi muka air dapat menurun sekitar 24 -29% tetapi masih terjadi banjir pada bagian hilir akibat pasang surut sehingga perlu adanya peninggian elevasi tanggul yaitu +3.5 m.
Kata Kunci: Kali Dadap, muara Dadap, banjir, normalisasi, HEC-RAS
 
INOVASI PENCIPTAAN BATIK DAUN DADAP SEREP DALAM KEBAYA URBAN
Tugas Akhir Karya Berjudul : “Inovasi Penciptaan Batik Daun Dadap Serep
dalam Kebaya Urban”. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah
mengimplementasikan motif batik daun Dadap Serep dalam kebaya urban dimana
daun Dadap Serep memiliki nilai profan dan sakral serta kebaya yang kian asing di
masyarakat. Gagasan penciptaan dalam pembuatan karya ini difokuskan mengenai:
(1) Bagaimana menciptakan desain motif batik dengan sumber ide daun Dadap
Serep; (2) Bagaimana menciptakan desain kebaya urban; (3) Bagaimana
mengaplikasikan desain motif batik daun Dadap Serep ke dalam kebaya urban.
Adapun metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini menganut empat tahap,
yaitu eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan materialisasi. Proses batik dalam
karya ini adalah batik tulis dengan teknik pewarnaan colet dan tutup celup
menggunakan remasol, setelahnya ditorehkan prada pada beberapa motif. Luaran
Tugas Akhir ini berupa (1) empat pasang kebaya urban; (2) teaser proses pengerjaan
Tugas Akhir; (3) katalog; dan (4) draf artikel ilmiah. Karya ini menghasilkan empat
motif batik dan empat kebaya urban, yaitu motif batik pertama dengan nama motif
Dadap Tarub yang diaplikasikan pada Kebaya urban Serep Sasanti Tarub, motif
kedua dengan nama motif batik Dadap Kalpataru yang diaplikasikan pada kebaya
urban Serep Ayuning Kalpataru, motif ketiga dengan nama motif batik Dadap
Kepyur yang diaplikasikan pada kebaya urban Dadap Kaluna Serep, dan motif
keempat dengan nama motif batik Dadap Wiwit yang diaplikasikan pada kebaya
urban Dadap Wiwit Abyudaya. Karya pertama membawa filosofi dari nilai sakral
Dadap Serep pada prosesi pasang tarub, karya kedua dan ketiga membawa bentuk
visual dari pohon Dadap Serep, dan karya keempat membawa bentuk visual daun
Dadap Serep pada tradisi wiwitan atau guwakan. Kebaya urban sebagai bentuk
penciptaan kebaya dengan sentuhan modern namun masih tampak bentuk aslinya
ditonjolkan dengan busana penuh motif batik pada kebaya yang dikombinasikan
dengan bentuk lengan puncak sehingga menghasilkan kebaya modifikasi tradisi,
kebudayaan, dan modernitas. Hasil akhir penciptaan karya ini sesuai untuk kebaya
urban yang dipakai oleh wanita perkotaan untuk menghadiri acara pernikahan.
Dengan demikian, budaya Jawa tetap terjaga dalam hiruk pikuk perkotaan melalui
kombinasi motif batik menyeluruh dan keaslian kebaya kutu baru, namun diberi
sentuhan modernitas agar tetap trendi
Studi banjir di kelurahan Dadap kecamatan Kosambi
Dadap, merupakan salah satu kelurahan yang ada pada kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, Wilayah dadap ini berbatasan langsung dengan laut, sehingga akibatnya Kelurahan Dadap menjadi daerah langganan banjir rob yang biasa terjadi akibat pasang surut air laut. selain itu banjir juga terjadi karena tingginya curah hujan, dan tidak mencukupinya kapasitas saluran drainase eksisting yang ada, atau juga disebabkan karena sedimentasi dan sampah yang ada pada saluran drainase. pada studi kasus ini, wilayah yang menjadi objek penelitian adalah RW 1 sampai dengan RW3 yang berbatasan langsung dengan kali prancis atau biasa lebih dikenal dengan nama kali Dadap. Salah satu solusi yang ingin diberikan untuk permasalahan banjir di wilayah ini adalah dengan mengevaluasi jaringan drainase eksisting dan mengkomparasinya dengan desain saluran drainase teoritis. Sehingga bisa diketahui saluran – saluran drainase yang masih belum memenuhi kriteria teknis di wilayah penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit banjir rencana pada saluran drainase, dan mendesain saluran drainase yang tentunya harus memenuhi kriteria teknis saluran dengan menggunakan metode rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup perhitungan curah hujan dengan menggunakan data hujan dari tahun 2010 – 2020, dengan debit banjir rencana yang didapatkan dari analisis curah hujan, dapat didesain saluran drainase teoritis yang memenuhi syarat teknis. Metode ini dapat mengurangi resiko terjadinya banjir di daerah Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, sehingga kerugian pun bisa terhindarkan, baik itu kerugian secara ekonomi ataupun kerugian secara psikologis. Kata kunci: Banjir, Drainase, Kelurahan Dada
SANGGAH KAMULAN DADAP SAKTI di DESA LES KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG KAJIAN FILSAFAT HINDU
Hinduism is a religion that also teaches worship of God and its manifestations by using a form or symbol whose existence is purified. A holy place is a place for Hindus to carry out daily worship or on certain days. There are 2 (two) Sanggah Kamulan Dadap Sakti in Les Village. Namely the Sanggah Kamulan Dadap Sakti Surya and the Sanggah Kamulan Dadap Sakti Taksu. Sanggah Kamulan Surya is a place to worship Bhatara Hyang Guru. Community belief in Les Village in worshiping Sanggah Kamulan Dadap Sakti has the belief that what is worshiped in Sanggah Kamulan Dadap Sakti is Ida Sang Hyang Widhi Wasa/God and its manifestations, Tri Purusa, Purusa-Pradana, Bapanta-Ibunta, and Atmanta. Between the two Sanggah Kamulan Dadap Sakti a stone is placed, or there is also someone who places a stone under the Sanggah Kamulan Dadap Sakti which is called Ratu Gede Dasar.
This study uses symbol theory, religious theory, and meaning theory. The research method used is descriptive qualitative method. This study examines the form of the Sanggah Kamulan Dadap Sakti, the function of the Sanggah Kamulan Dadap Sakti and the Meaning of the Sanggah Kamulan Dadap Sakti.
The results of this study include; (1) the form of Sanggah Kamulan Dadap Sakti, namely Sanggah Kamulan Dadap Sakti in Les Village has a height of 1 m, a length of 1.5 m, and a width of 1 m. (2) The functions of Sanggah Kamulan Dadap Sakti in Les Village consist of: religious function, educational function, togetherness function, ethical function, aesthetic function, function of preserving Hindu religion, function of giving a sense of closeness, and function of providing a sense of security. (3) The meaning of Sanggah Kamulan Dadap Sakti in Les Village consists of: The meaning of Hindu religious education, the meaning of purification, and the meaning of harmony
Kampung nelayan dadap Tangerang dengan pendekatan lokalitas
Indonesia merupakan negara maritim dengan 17.000 pulau dan garis pantai lebih dari 99.000 km sehingga memiliki potensi dalam bidang perikanan. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Sayangnya potensi tersebut kurang dimanfaatkan dengan baik karena kurang seimbangnya perhatian dalam pembangunan dan pengembangan pada wilayah pesisir. Hal ini mempengaruhi kondisi kehidupan nelayan. Komunitas Nelayan di Kampung Nelayan Dadap merupakan salah satu kelompok nelayan yang terdampak ketidak seimbangan tersebut. Oleh karena itu Kampung Nelayan Dadap dipilih sebagai objek pengamatan. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dimana peneliti melakukan pengamatan pada suatu kasus yang terjadi di tempat tertentu dalam suatu periode waktu. Perolehan data dilakukan melalui literatur, wawancara, dan observasi dengan fokus studi merupakan nelayan di pesisir Dadap. Dari analisis dan strategi empati yang sudah dilakukan diperoleh hasil bahwa para nelayan memiliki keterbatasan dalam mengakses sumber daya yang mengakibatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya rendah. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setiap kampung nelayan memiliki nilai lokalitasnya masing - masing. Oleh karena itu, Arsitektur harus bisa melihat peluang wilayah pesisir dengan mempertahankan nilai lokalitasnya dan hubungan kawasan dengan kawasan sekitarnya. Peran arsitektur empati dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan menyediakan ruang yang dapat meningkatkan kualitas hidup komunitas nelayan melalui peningkatan kualitas ruang berhuni komunitas nelayan tanpa meninggalkan kebiasaannya. Kata kunci: dadap, kehidupan, nelaya
Indikator Asam-Basa dari Bunga Dadap Merah (Erythrina Crista-galliL.)
Dadap red (erythrina crista-galli L.) is belonged to the legumes (fabaceaea) family which, is one of the flowering shade plants that often used as an ornamental plant. This plant has a bright red flower, a taproot with root nodule bacteria nitrogen fixation and compound leaf consists three strands on each stem. This research is climed to proves that the extract of dadap red flower can be used as acid-base indicators. Dadap red flowers was macerated using methanol then filtered. The filtrate was ready to use as an acid-base indicator. The extract is tested in an acid-base, buffer solutions, and was compared with phenolphthalein for a strong acid with a strong base while a methyl orange a weak base with a strong acid. Based on the result, indicator of dadap red flower extrat in the strong acid was red colour, while in the weak acid was pink, and also in the strong base was dark green and in the weak base was purple. Furthermore, in the buffer solution, the indicator of dadap red flower extract gave four groups of colour change, namely red color at pH 1 to pH 6, colorless at pH 7 to pH 9, brown at pH 10 and blue at pH 11 to pH 12. Additionally, to attain the end point of titration, the indicators of dadap red flower extract gives a similar results with the comparison indicators. The results showed that the indicator of dadap red flower extracts can be used as an alternative indicator
- …
