10 research outputs found

    PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU SOSIAL EMOSI ANAK USIA DINI DI TAA ASSUNNAH KARANGTALUN KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Intensitas penggunaan gadget adalah tingkat keseringan seseorang dalam menggunakan media gadget dalam memenuhi aktivitas kesehariannya agar lebih fleksibel, efisien dan berkualitas. Perilaku sosial pada anak usia dini adalah kemampuan anak untuk menjalin hubungan dengan orang lain maupun dengan teman sebayanya, dari hubungan tersebut yang biasa dikenal dengan pertemanan. Banyak hal yang akan didapat oleh anak dari pengalaman tersebut seperti berbagi makanan ataupun mainan, bergantian, maupun dalam rangka memberi dukungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sampel dalam penelitian ini ditetapkan menajdi 100% dari keseluruhan jumlah populasi maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang anak usia dini yang berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini dengan metode regresi sederhana diketahui bahwa ada hubungan signifikan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial, dimana koefisien R= 0.119; dengan Sig = 0.000 berarti p < 0,05. Koefisien determinan (R2) dari hubungan antara prediktor penggunaan gadget dengan variabel terikat interaksi sosial adalah sebesar R2= 0.514. Ini menunjukkan bahwa perilaku sosial dibentuk oleh penggunaan gadget yang memiliki pengaruh sebesar 51.4%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara intensitas penggunaan gadget terhadap perilaku sosial emosi anak usia dini di TAA Assunnah Karangtalun, dan 48,6% yang dipengaruhi oleh variabel lain, bahwa bukan hanya variabel intensitas penggunaan gadget yang mempengaruhi perilaku sosial emosi

    Perlindungan Hukum Terhadap Opini Auditor BPK (Studi atas Audit Keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes)

    No full text
    BPK's auditors were caught by the KPK in bribery and gratuities for ordering Unqualified Opinions (WTP) by the Ministry of Trade for the Ministry of Village's Financial Report (Kemendes) audited by the BPK Auditor. With intentions and fraudcommitted by the BPK Auditor on the Giving Opinion of WTP indirectly has harmed Stakeholders both in the short and long term. Civil lawsuits and criminal prosecutions are very rare and difficult to do to BPK Auditors for fraudulent audits conducted by BPKAuditors, even though losses have been indirectly felt by Stakeholders. This research is a Normative Law research, using Literature Review Method or Documentary study, the nature of research is descriptive analytical. Found the extent of the BPK's authority, making it difficult to file criminal and civil lawsuits against BPK, because the BPK protected the audit standards created by the BPK, the BPK did not regulate criminal sanctions and did not regulate civil, normative and empirical sanctions, but the BPKwas not an independent body , Mandiri and Professional, the authority of the Auditor BPK can report the criminal element has been separated from the limits of the BPK as a Professional Organization. BPK's authority which is quite broad and wide has resulted in power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely, the meaning of criminal elements used by the BPK can contain multiple or multiple interpretations that cause ambiquity so that it can cause problems in the future for the Auditee, for this uncertainty. Losses on Auditor's Opinion Both Material and Non-material Losses Not Regulated in the BPK Law and Other Rules and Conditions, BPK auditors take refuge in the Auditing Standards in the face of claims and claims. Referring to the BPK Auditor's Case on the Audit of the Ministry of Health, the Doctrine of Vicarious Liability and Res Ipsa Liquitur should be applied to the BPK Leaders, to ensnare criminal and civil BPK leaders, there is a BPK Act Protecting the BPK Auditor, proof with the Documentation Reverse upside lawsuit and claim on the BPK Auditor. Supervisory Institutions need to be established outside the independent BPK that oversees BPK Auditors. The need for an independent audit committee in the ministry / agency to reduce fraud and simplifyBPK work. The need for an Amendment to Law Number 15 of 2006 concerningBadan Pemeriksa Keuangan and Law Number 15 of 2004 concerningPemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

    PENGARUH PENERAPAN AEOI ( AUTOMATIC EXCHANGE OF INFORMATION), SANKSI PAJAK, DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PAJAK PADA KPP PRATAMA PEKANBARU SENAPELAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh : (1) Penerapan Presepsi AEOI. (2) Sanksi Pajak. (3) Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Membayar Pajak pada KPP Pratama Pekanbaru Senapelan. Populasi penelitian ini adalah Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Pekanbaru, sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 42 responden. Data pada penelitian ini diperoleh secara primer melalui kuisioner atau angket Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Purposive Sampling yaitu Metode ini menggunakan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti dalam memilih sampel. Kuisioner menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas dan uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa AEOI berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Membayar Pajak di KPP Pratama Pekanbaru Senapelan. Sanksi Pajak dan Kesadaran Wajib Pajak menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap Kepatuhan Membayar Pajak di KPP Pratama Pekanbaru. Hasil secara Bersama-sama (Simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Berdasarkan uji Determinasi menunjukkan AEoI, Sanksi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, berpengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak sebesar hanya 16,2 % sementara sisanya lagi dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini, artinya pada kasus ini Koefisien Determinasi menunjukkan Variabel-variabel AEoI, Sanksi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak secara bersama-sama bisa menjelaskan perubahan yang terjadi pada Kepatuhan Wajib Pajak Sebesar 16.2 % yang ditunjukkan pada Adjusted R Square sebesar 16.2 % sementara sisanya dapat dijelaskan oleh pengaruh lain yang tidak di teliti dipenelitian ini

    THE MODERATING ROLE OF INFORMATION ASYMMETRY ON EARNINGS PERSISTENCE AND EARNINGS RESPONSE COEFFICIENT

    No full text
    This study examines the effect of earnings persistence on earnings response coefficient with the role of information asymmetry as a moderating variable in strengthening or weakening its effect. The data used comes from the company's financial statements gathered from the Indonesia Stock Exchange website. The samples used are manufacturing companies starting from the 2021-2023 period. This research uses a purposive sampling method. The study results indicate that earnings persistence has a positive effect on the earnings response coefficient (ERC), and information asymmetry is empirically proven to weaken the positive impact of persistence on ERC. This study provides advice to shareholders to encourage management to reduce information asymmetry through increased transparency and disclosure of financial statements. With low information asymmetry, it increases earnings persistence which then provides earnings power as a tool for predicting future earnings which consequently provides an increase in ERC

    Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Manajemen Laba Perusahaan Industri Manufaktur Basic Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    No full text
    Good Corporate governance diharapkan dapat mengurangi kecurangan yang dilakukan oleh pengelola Perusahaan maupun oleh pemilik Perusahaan. sehingga diharapkan terdapat tata kelola Perusahaan yang baik, yang dapat menimbulkan dan membangkitkan kepercayaan (trust) dari berbagai pihak terhadap kinerja Perusahaan yang diwakili dari Laporan Keuangan Perusahaan. Dengan alasan meningkatkan kinerja Perusahaan, manajemen melakukan tindakan oportunis dengan melakukan Manajemen Laba. Oleh karena itu adanya praktek Good Corporate Governance di Perusahaan akan membatasi manajemen Laba karena adanya mekanisme pengendalian dalam Perusahaan tersebut. Good Corporate Governance&nbsp; diproksi dengan&nbsp; kepemilikan manajerial, Kepemilikan Institusional, Kualitas Audit dan komisaris independen. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti tentang pengaruh good corporate governance terhadap manajemen laba Perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    PENERAPAN BISNIS BERDASARKAN SYARIAH ISLAM (TINJAUAN TEORITIS)

    No full text
    Abstract Business based on Islamic sharia is a business that is based on the Koran and hadith where there is a compatibility of business activities with Islamic sharia as worship to Allah Ta'ala to get His blessing. From this understanding, sharia-based business is a business based on Islamic sharia, where all business activities carried out must comply with Islamic religious rules (halal and haram). In Islamic business, all the results of the efforts that have been made always remember and submit to Allah Ta'ala. In doing business, one must inculcate the nature of the Messenger of Allah, namely by practicing the NATURE, namely: Akhidah (obedience to Allah Ta'ala), Siddiq (true), Fathanah (intelligent), Amanah (honest/trustworthy) and Tabligh (communicative). In working as worship, a Muslim must also have a high work ethic by upholding morality in every job. &nbsp; Keywords: business, sharia, Islam and aqida

    PELATIHAN PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH YANG BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (ETAP) DI DESA MUARA JALAI KECAMATAN KAMPAR UTARA KABUPATEN KAMPAR

    No full text
    One professional management is in the preparation of financial statements follow Financial Accounting Standards (IFRSs) which has been officially in force in Indonesia as a reference book and standards in preparing and presenting financial statements of business or company. But in fact many of the micro, small and medium enterprises that do not understand the SAK. Indonesia has the Financial Accounting Standards (GAAP) used for preparing and presenting the financial statements in order to make financial statements can be uniform and easily understood by the stakeholders. Because GAAP is difficult to be applied by the economic circles of micro, small and medium then issued Financial Accounting Standards specifically for micro, small and medium enterprises by giving the name of Financial Accounting Standards ETAP (entities Without Public Accountability), so that small businesses can create financial statements in accordance with SAK ETAP. Specificity SAK ETAP is easier to be applied by SMEs but should not be applied by companies listed on the Indonesia Stock Exchange or companies that require reporting to the public. The problem that often arises is the economic society is small or micro, small and medium SAK ETAP who do not understand this, so that if they make the financial statements are not in accordance with GAAP ETAP which has been recognized by the State and International. Treatment SAK ETAP is what will be used as a workshop by TIM Faculty of Economics, University of Lancang Kuning to SMEs in the village of Muara Jalai districts of North Kampar Kampar district. TIM explains the difference SAK ETAP with the usual accounting and provide training for the preparation and presentation of financial statements in accordance with GAAP ETAP Enterprises. The SMEs estuary Jalai never prepare and present financial statements, which exist only in the traditional system even if there is only a small note on the purchase of goods. Given this devotion brings the understanding and implementation of penyususan and Presentation of financial statements based SAK ETAP which brings various benefits to SMEs

    Analisis Peranan Akuntansi Lingkungan Pada Perusahaan Migas Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Dan Kesesuaiannya Dengan Standar Global Reporting Initiative (GRI)

    No full text
    Ketika jumlah penduduk dunia maju, kegiatan bisnis berkembang, dan dunia yang seolah menyusut, jutaan orang di seluruh dunia semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Banyak perusahaan berjuang untuk ekoefisiensi yang lebih besar, yang berarti meningkatkan produksi barang dan jasa, sementara pada saat yang sama mengurangi efek destruktif terhadap lingkungan produksi yang sayangnya, tidak semua perusahaan sama-sama berusaha keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pencemaran dan produksi limbah merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional industri yang memerlukan sistem akuntansi pengendalian lingkungan sebagai tanggung jawab industri. Adanya akuntansi lingkungan yang digunakan untuk mengidentifikasi, menilai, mengukur, menyajikan biaya pengelolaan limbah dari kegiatan operasional sebagai salah satu upaya mengungkapkan kualitas lingkungan dalam mengoptimalkan industri tanggung jawab sosial. Penelitian ini menganalisis bagaimana pelaporan akuntansi lingkungan tentang bagaimana bentuk perusahaan migas di bursa efek indonesia dan apakah penerapan akuntansi lingkungan pada pelaporan perusahaan migas sudah sesuai dengan standar global. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. yaitu dengan analisis fakta dengan membandingkan teori atau praktek penerapan bentuk pelaporan perusahaan migas pada akuntansi lingkungan. Analisis ini akan memberikan akuntansi yang menyeluruh tentang bagaimana penerapan perusahaan migas yang dijalankan oleh lingkungan dan dibandingkan Dengan teori yang ada, maka dapat diketahui apakah sistem akuntansi lingkungan dan laporan keberlanjutan perusahaan migas telah disajikan dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hanya satu perusahaan yang memberikan laporan biaya lingkungan yang terdiri dari biaya pencegahan, biaya perbaikan kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal. Dengan kata lain terdapat dua perusahaan yang melaporkan sesuai dengan standar inisiatif pelaporan global tetapi tidak memberikan laporan biaya lingkungan secara tidak lengkap. Kata Kunci : Akuntansi, Akuntansi Lingkunga

    Household Accounting: A case study of Johor

    No full text
    The pattern of spending among households is vital in ensuring the financial stability of households, especially during a crisis. This study explores the pattern of managing household accounting (consumption and income) among Johor citizens. Secondary data was obtained from the Statistics Department 2019 report. Descriptive statistical analysis was carried out to explore the patterns of 13 groups of consumption among three income groups: B40, M40, and T20. Housing and utility expenses are the highest consumptions, followed by food and non-alcoholic beverages. This study is limited to Johor state. A future study could widen the sample to the whole of Malaysia. Keywords: household, household accounting, income, consumption eISSN: 2398-4287© 2021. The Authors. Published for AMER ABRA cE-Bs by e-International Publishing House, Ltd., UK. This is an open access article under the CC BYNC-ND license (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/). Peer–review under responsibility of AMER (Association of Malaysian Environment-Behaviour Researchers), ABRA (Association of Behavioural Researchers on Asians/Africans/Arabians) and cE-Bs (Centre for Environment-Behaviour Studies), Faculty of Architecture, Planning &amp; Surveying, Universiti Teknologi MARA, Malaysia. DOI: https://doi.org/10.21834/ebpj.v6i18.308

    The early development of the thought of Christos Yannaras

    No full text
    EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo
    corecore