155 research outputs found

    STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INSTAD (INQUIRY- STAD) DAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    No full text
    Dina Dyah Saputri. K4309024. STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INSTAD (INQUIRY-STAD) DAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. April 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran Inquiry-STAD (InSTAD) dibandingkan dengan Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri Gondangrejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasy experiment). Desain penelitian adalah Post-Test Only with Nonequivalent Group dengan menggunakan kelas eksperimen 1 (penerapan strategi InSTAD) dan kelas eksperimen 2 (penerapan strategi Inkuiri Terbimbing). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling dan diambil 2 kelas sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumen sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t. Kata kunci : Pembelajaran Inquiry STAD (InSTAD), Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry), Hasil Belajar Biolog

    HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DI KELAS IV SDIT SALSABILA 3 BANGUNTAPAN

    No full text
    Febriasti Dina Saputri. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di Kelas IV SDIT Salsabila 3 Banguntapan. Skripsi. Yogyakarta: Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2017. Pembelajaran inkuiri menciptakan sebuah pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, membuat siswa dapat mencari dan menemukan jawaban dari suatu permasalahan sehingga dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas dengan cara tanya jawab, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menyampaikan hasil diskusi kelompok. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran inkuiri, kemampuan berpikir kritis siswa, serta hubungan antara persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis di kelas IV SDIT Salsabila 3 Banguntapan. Jenis penelitiannya adalah penelitian korelasional. Teknik yang digunakan yaitu angket, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan uji validitas instrumen persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran inkuiri dinyatakan 20 pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,780, uji validitas instrumen kemampuan berpikir kritis dinyatakan 15 soal valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,707, variabel X dan Y berdistribusi normal, hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah linier. Kesimpulan dalam penelitian adalah nilai persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran inkuiri adalah sebesar 78,26% dari yang diharapkan dengan kategori sedang, nilai kemampuan berpikir kritis adalah sebesar 68,33% dari yang diharapkan dengan kategori sedang, terdapat hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis di kelas IV SDIT Salsabila 3 Banguntapan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,479 dengan kategori sedang

    STRATEGI GURU TAHFIDZ DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN AL-QUR’AN SISWA DI MTS SULTAN AGUNG TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Strategi Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Siswa di MTs Sultan Agung Tulungagung” ini ditulis oleh Dina Saputri, NIM. 12201193116. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Evy Ramadina, S.Pd.I., M.Pd. Kata kunci: Strategi, Guru Tahfidz, Hafalan Al-Qur’an. Analisis data dalam penelitian yang berjudul “Strategi Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Siswa di MTs Sultan Agung Tulungagung” terdapat tiga kegiatan, diantaranya yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan metode pelaksanaan guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan hafalan al-Qur’an siswa di MTs Sultan Agung Tulungagung. (2) Untuk mendeskripsikan teknik pelaksanaan guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa di MTs Sultan Agung Tulungagung. (3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa di MTs Sultan Agung Tulungagung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian terletak di MTs Sultan Agung Tulungagung. Terdapat dua sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data yaitu memperpanjang masa pengamatan, pengamatan terus-menerus dan triangulasi. Tahapan penelitian yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Hasil penelitian (1) Guru tahfidz menggunakan strategi pengulangan ganda dan bimbingan. Metode yang dipakai yaitu metode tilawati. Prosedur pembelajaran yaitu kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. (2) Terdapat dua teknik dalam metode tilawati yaitu klasikal dan individual. Ujian tahfidz dilakukan di akhir semester yakni tasmi’ sesuai perolehan hafalan dan hafalan do’a sehari-hari. Hasil yang dicapai siswa yakni dapat mencapai target dan meraih prestasi juara 1 lomba MHQ. (3) Faktor pendukung yaitu sarana dan prasarana mewadahi, mendapat dukungan dari orang tua dan guru, ingin khatam 30 juz, rasa cinta terhadap alQur’an, pemilihan metode yang tepat. Faktor penghambat yaitu siswa mudah mengantuk, rasa malas, belum bisa istiqamah dalam menambah atau muraja’ah hafalan, sering bermain hp, belum bisa membagi waktu, alokasi waktu kurang dalam pembelajaran tahfidz, terdapat ayat-ayat sulit dihafal, pihak Madrasah belum bisa memaksimalkan penggunaan asrama. Solusi yaitu guru memberikan motivasi, guru koordinasi bersama orang tua siswa mengenai hafalan al-Qur’an, mengundang motivator dari luar, kalau mengantuk mengambil air wudhu, memanajemen waktu, menambah waktu jam tahfidz di luar jam pelajaran, mengurangi waktu bermain hp, mengulang berulang kali menjumpai ayat-ayat yang sulit, menambah kegiatan mengaji di daerah sekitar rumah, istiqamah menambah dan muraja’ah hafalan

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) PADA MATERI SEGIEMPAT SEMESTER 2 KELAS VII SMPN 2 KEDUNGWARU TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Matematika Berbasis Masalah (Problem Based Learning) pada Materi Segiempat Semester 2 Kelas VII SMPN 2 Kedungawaru Tulungagung” ini ditulis oleh oleh Dina Ayu Saputri, NIM 2814133043, dibimbing oleh Sutopo, M. Pd. Kata kunci: Bahan Ajar LKS, Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi belajar mengajar, dimana siswa kurang terlibat aktif, dan motivasi siswa yang kurang dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan hasil belajar yang kurang maksimal. Dalam hal ini, diperlukannya pembelajaran yang inovasi dengan harapan dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga hasil belajar siswa juga meingkat. Oleh karena itu, untuk mendorong siswa lebih aktif maka dibuatlah sebuah produk pengembangan bahan ajar yang berupa LKS dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan produk pengembangan bahan ajar berupa lembar kerja siswa matematika kelas VII semester 2 berbasis masalah ( problem based learning ) menjadi produk yang valid, 2) Mengetahui kevalidan produk pengembangan bahan ajar matematika kelas VII semester 2 berbasis masalah (problem based learning). Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Berdasarkan pengembangan LKS yang akan dikembangkan peneliti mengacu pada rancangan penelitian dan pengembangan modifikasi Borg & Gall. Beberapa tahap yang dilakukan, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, desain produk, uji coba produk, revisi produk dan terakhir produksi masal. Hasil dari analisis validitas menunjukkan dari ahli bahan ajar diperoleh rata-rata prosentase total sebesar 78,06 % yang berarti bahan ajar dinyatakan valid, menurut ahli problem based learning diperoleh prosentase total 73,58% yang berarti bahan ajar dinyatakan cukup valid sehingga membutuhkan sedikit revisi untuk dapat digunakan, sedangkan menurut ahli materi diperoleh prosentase total 72,65% yang berarti bahan ajar dinyatakan cukup valid sehingga membutuhkan sedikit revisi untuk dapat digunakan. Sedangakan menurut praktisi lapangan rata-rata prosentase sebesar 85,48% yang berarti bahan ajar dinyatakan cukup valid sehingga membutuhkan sedikit revisi untuk dapat digunakan. Berdasarkan hasil analisis data nilai post-test¬ dengan menggunakan uji t-test secara manual dan menggunakan aplikasi SPSS 16.0. adapun hasil secara manual mendapatkan nilai t hitung sebesar 0,407509511 dan dalam tabel interpretasi nilai Cohen’s adalah 66% yang tergolong rendah. Sedangkan uji-t menggunkan SPSS, hasil output SPSS 16.0 menunjukkan taraf signifikansi 0,038 < 0, 05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Hal ini menunjukkan bahwa produk pengembangan berupa LKS dengan menggunakan metode PBL merupakan produk pengembangan yang valid dan terdapat pengaruhnya antara penggunaan produk dengan tidak, terbukti dapat meningkatkan hasil beajar siswa

    Javanese Language Maintenance in Ahmad Tohari’s Bekisar Merah: A Sosiolinguistics Analysis

    No full text
    This study aims to determine the form of Javanese language maintenance and to describe the factors motivating the use of Javanese language in Ahmad Tohari’s Bekisar Merah. This study will also discuss strategies of language maintenance in literature. The research herein applies descriptive qualitative methods. The results of this study show that the maintenance of Javanese language in Ahmad Tohari’s Bekisar Merah occurs in word forms, suluk, and Javanese philosophy. The factors motivating the use of Javanese language as a form of language maintenance in the novel are (1) the background of the author, and (2) the effort to uphold Javanese language. Furthermore, there are two general strategies of Javanese language maintenance, particularly in literature, i.e. (1) literature spreading, and (2) authors’ loyalty to local languages as the manifestation of language maintenance

    ANALISIS ISI KOMENTAR NETIZEN PADA IKLAN SHAMPOO REJOICE 3IN1 X KIKI SAPUTRI #RAMBUTNODRAMA

    No full text
    This research discusses the response of netizens to the Rejoice3in1 version of Kiky Saputri in the YouTube ad "#RambutNoDrama". The ad, which is wrapped in elements of humor and the selection of comedian brand ambassador Kiky Saputri, is the first woman to break the stigma for Rejoice Indonesia. This is because it is dif erent from Rejoice Indonesia's previous advertising habits, which oftenuse brand ambassadors and campaign concepts through advertisements that tendto be aimed at hijab-wearing women and even non-comedians. The author in this study uses the theory of content analysis, advertising, brand ambassadors, representation theory and message reception by categorizing positive, neutral, negative comments inaccordance with S-O-R theory and Public Sphere Theory and using the Holsti formula as a Reliability Test. This study aims to determineth ad impressions. This research approach is quantitative. The population and sample in this study were 826 comments. The results of this study from 826 comments obtained the highest frequency in the positive comment category, with 714 comments and a percentage of 86.44%, the second highest category was the neutral category with 58 comments and a percentage of 7.2%, and the lowest response was in the negative category with 54 comments and a percentage of 6.53%. In the positive category comments based on the Holsti formula, show a very strong, reliable and reliable level. This shows that the audience's attraction to the latest Rejoice advertising concept provides a suficient positive response and is dominated by comments approving and accepting the messages in the advertisements that are aired. This is categorized by the author that the hypothesis of this study can be accepte

    Penyampaian Kritik Sosial Terhadap Pejabat Negara Indonesia Melalui Roasting Stand Up Comedy Kiky Saputri di Kanal YouTube Stand Up Kompas TV dan BUMN Muda

    No full text
    Roasting stand-up comedy is a tool of criticism that can avoid offense. The roasting technique is a joke that aims to comment on or criticize people in an entertaining style. This study aims to analyze the delivery of criticism through the roasting of stand-up comedian Kiky Saputri without offense to state officials. This qualitative research uses a virtual ethnographic approach by conducting virtual interviews with eight informants: @@AkmalAndhika, @aqillaaqmarina, @spoara, @domriwu21,@dwinuninganggraeny, @tatastorage, @mochrizqi5, @aryawisnum. The researchers were participative involved through the comment column on the YouTube account of Stand-Up Kompas TV and BUMN Muda. This research found that Kiky's courage to roast state officials invited netizens' interest. The courage is in the form of satire criticism without camouflage, meaning openly mentioning names, events, and actual cases. Roasting content does not offend privacy and SARA. This study concludes that the courage to roast with a satirical criticism style is based on honesty in facts. The dictions avoid blasphemy, sarcasm, and insults, so that state officials and netizens can accept the criticism. The social criticism as a tool for evaluating the performance of Indonesian state officials and as a means of political education for the younger generation of Indonesia Keywords: roasting, social criticism, stand-up comed

    AMAN DATUK MADJOINDO: PERANANNYA DALAM MENGEMBANGKAN BUKU BACAAN ANAK TERBITAN BALAI PUSTAKA (1920-1958)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Aman Datuk Madjoindo dalam mengembangkan buku bacaan anak saat bekerja di Balai Pustaka dari tahun 1920-1958. Penelitian ini terfokus pada peranan Aman dalam mengembangkan buku bacaan anak selama bekerja di Balai Pustaka (1920-1958). Aman di Balai Pustaka pernah bekerja sebagai korektor, redaktur, penulis, dan sempat menjadi direktur. Balai Pustaka menjadi tempat bagi Aman untuk mengembangkan minatnya di dalam kepenulisan bertema anak. Karya Aman yang paling dikenal luas adalah Si Dul Anak Betawi yang pernah difilmkan dan dijadikan series TV. Namun, nama Aman seakan tenggelam dalam sejarah. Padahal terdapat buku-bukunya yang lain yang merupakan buku bacaan untuk anak seperti Cita-cita Mustafa, Pak Janggut, Kuntum Melati, Srigunting, dan banyak lagi. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan deskripsi mengenai sosok Aman Datuk Madjoindo yang berperan besar dalam mengembangkan buku bacaan anak melalui karya-karya yang diciptakan, dikumpulkan, disadur, maupun yang diterjemahkan olehnya. Penelitian ini menggunakan metode historis dalam bentuk deskriptif naratif. Sumber-sumber yang digunakan yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer berupa sumber tertulis dan sumber lisan. Sumber tertulis berupa buku-buku karya Aman. Sedangkan sumber primer lisan didapatkan dari hasil wawancara dengan anggota keluarga Aman. Sumber sekunder berupa buku kumpulan biografi sastrawan, buku tentang bacaan anak, artikel-artikel ilmiah, dan artikel dalam laman internet. Dengan berdasarkan pada penelitian-penelitian terdahulu, penulis melihat belum ada peneliti yang mengangkat topik penulis buku anak Indonesia yang produktif pada masanya secara utuh. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk mengangkat topik penelitian mengenai penulis buku anak yaitu Aman Datuk Madjoindo berfokus kepada peranannya dalam mengembangkan buku bacaan anak terbitan Balai Pustaka. Karya-karya yang Aman buat mencerminkan kepeduliannya terhadap kehidupan anak-anak. Aman mengarang buku-buku yang jenaka, penuh pesan moral, dan bersifat realistis. Selama 38 tahun bekerja di Balai Pustaka, Aman telah menghasilkan buku-buku anak berjumlah 16 buku. Mulai dari buku cerita fiksi, buku cerita terjemahan, maupun buku pepatah dan teka-teki untuk anak-anak. Sebagai penulis, Aman seringkali menyelipkan narasi mengenai pentingnya pendidikan serta ilmu agama, nilai-nilai moral dan kehidupan yang perlu diteladani anak-anak. Begitu juga saat menyadur cerita rakyat yang ditulis kembali menjadi buku, Aman memasukkan gambaran kehidupan anak-anak yang riang sekaligus menanamkan sikap teladan bagi anak-anak. Peran besar Aman sebagai sastrawan terlihat dari karya-karya yang ia hasilkan selama bekerja di Balai Pustaka. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai sosok Aman Datuk Madjoindo sebagai sastrawan yang berjasa dalam mengembangkan buku bacaan Anak di Balai Pustaka. This study aims to describe the role of Aman Datuk Madjoindo in developing children's reading books while working at Balai Pustaka from 1920-1958. This research focuses on the role of Aman in developing children's reading books while working at Balai Pustaka (1920-1958). Aman at Balai Pustaka has worked as a proofreader, editor, writer, and was once a director. Balai Pustaka is a place for Aman to develop his interest in children's writing. Aman's most widely known work is Si Dul Anak Betawi, which has been filmed and made into a TV series. However, the name Aman seemed to be immersed in history. Even though there are other books that are reading books for children, such as Cita-cita Mustafa, Pak Janggut, Kuntum Melati, Srigunting, and more. Therefore, this research is expected to provide a description of the figure of Aman Datuk Madjoindo who played a major role in developing children's reading books through the works that were created, collected, adapted, or translated by him. This study uses the historical method in the form of descriptive narrative. The sources used are primary and secondary sources. Primary sources are written sources and oral sources. Written sources are books by Aman. While the primary oral sources were obtained from interviews with Aman's family members. Secondary sources are in the form of a collection of biographies of writers, books about children's reading, scientific articles, and articles on internet pages. Based on previous studies, the author sees that there are no researchers who have raised the topic of Indonesian children's book writers who were productive at that time in their entirety. Therefore, the author decided to raise the topic of research on children's book authors, namely Aman Datuk Madjoindo, focusing on his role in developing children's reading books published by Balai Pustaka. Safe's works reflect his concern for the lives of children. Aman writes books that are witty, full of moral messages, and are realistic. During his 38 years working at Balai Pustaka, Aman has produced children's books totaling 16 books. Starting from fiction books, translated story books, as well as proverbs and puzzles for children. As a writer, Aman often inserts narratives about the importance of education and religious knowledge, moral values and life that children need to emulate. Likewise, when adapting folk tales that were rewritten into books, Aman included a picture of the cheerful lives of children while at the same time instilling an exemplary attitude for the children. Aman's great role as a writer can be seen from the works he produced while working at Balai Pustaka. It is hoped that this research can provide an overview of the figure of Aman Datuk Madjoindo as a writer who was instrumental in developing children's reading books at Balai Pustaka

    PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN FINANCIAL SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN PERILAKU KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BISNIS KELUARGA DI KECAMATAN DOLOPO

    No full text
    RINGKASAN PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN FINANCIAL SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN PERILAKU KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BISNIS KELUARGA DI KECAMATAN DOLOPO Aprilia Dina Saputri Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo ABSTRAK Riset ini memiliki focus untuk mengetahui Pengaruh Financial Literacy Dan Financial Self Efficacy Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Perikau Keuangan Sebagai Variabel Mediasi Pada Bisnis Keluarga Di Kecamatan Dolopo. Studi ini menerapkan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi riset ini diambil dari pemilik bisnis keluarga (family business) skala mikro maupun kecil yang ada di seluruh Kecamatan Dolopo dengan jumlah sampel 119. Pendekatan non-probability sampling diterapkan pada penelitian ini dengan metode penentuan sampel yaitu purposive sampling untuk memperoleh sampel tertentu yang mencukupi standar dan tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini mengandalkan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data dan dilakukan olah data menggunakan software Smart-PLS 3. Hasil temuan menyatakan bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara variabel financial literacy dengan perilaku keuangan dan kinerja keuangan, financial self efficacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan dan kinerja keuangan. Akan tetapi terdapat variabel lain yang tidak saling mempengaruhi. Variabel perilaku keuangan tidak mempengaruhi kinerja keuangan UMKM, dan tidak ada efek mediasi yang signifikan dari Perilaku Keuangan dalam hubungan antara financial literacy terhadap Kinerja Keuangan dan financial self efficacy terhadap Kinerja Keuangan. Hasil atau temuan dari penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan seperti perencanaan anggaran, pengelolaan utang, serta pemahaman investasi dan asuransi yang akan berdampak juga pada peningkatan kepercayaan atau keyakinan diri dalam mengelola keuangan usaha. Temuan ini membuka diskusi baru tentang kompleksitas hubungan antara literasi keuangan, self-efficacy, dan kinerja keuangan Kata Kunci : Financial Literacy, Financial Self Efficacy, Kinerja Keuangan, Perilaku Keuangan, Bisnis Keluarg

    Analysis of the Cost of Generating Electric Energy for PLTU Using a Cogeneration System at PT. Socfindo

    No full text
    52 HalamanPT Socfindo Aek Loba termasuk perusahaan swasta yang berbadan nasional perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha pabrik pengolahan kelapa sawit (Palm Oil Mill). Pabrik kelapa sawit ini menggunakan pembangkit listrik sendiri sebagai sumber energi listrik untuk menjalankan pengolahan pabrik kelapa sawit. Harga listrik PT Socfindo menurut perhitungan menggunakan suku bunga 6% dan 12% dengan menggunakan bahan bakar bakar solar 6%= Rp.10.154.317 kWh, 12% =Rp.3.918.084 kWh dan pada Cangkang 6%= Rp.10.105.487, 12%=3.918036 kWh dan Fiber 6%= Rp.10.105.487, 12%= Rp.3.918.036 kWh. Penggunaan bahan bakar Cangkang dan Fiber lebih ekonomis dan lebih menguntungkan pada pembangkit listrik tenaga uap yang berada pada PKS PT Socfindo dengan Break Event Point yang didapat yaitu 0,037 tahun dengan total biaya pokok produksi dala setahun yaitu Rp.63.000.000.000. Dari kinerja penggunaan bahan bakar Cangkang dan Fiber dapat memenuhi kebutuhan pada pembakaran boiler dengan besar 659.700.000 Mj/tahun yang Dimana energi yang dihasilkan bahan bakar cangkang dan fiber yaitu sebesar 8.816.804.044. Mj/tahun. Biaya Produksi listrik PLTU dalamkebutuhsn pengolahan pabrik kelapa sawit kWh. PT Socfindo Aek Loba is a private company with a national limited liability company operating in the palm oil mill business. This palm oil mill uses its own power plant as a source of electrical energy to run the processing of the palm oil mill. PT Socfindo's electricity price according to calculations uses an interest rate of 6% and 12% using diesel fuel 6% = IDR 211,5258 kWh, 12% = IDR 212,8517 kWh and in the shell 6% = IDR 162,7548, 12% = 164,0807 kWh and Fiber 6%= Rp.162.7338, 12%= Rp.164.0597 kWh. The use of Shell and Fiber fuel is more economical and more profitable in the steam power plant which is in PT Socfindo's PKS with the Break Even Point obtained which is 0.037 years with a total cost of production in a year of IDR 63,000,000,000. From the performance of using shell and fiber fuel, it can meet the needs for burning boilers with a magnitude of 659,700,000 Mj/year, where the energy produced by shell and fiber fuel is 8,816,804,044. Mj/year. The cost of producing electricity from PLTU for the processing needs of palm oil mills is very economical compared to the price at PT PLN, which is Rp. 1,644.52 per kWh
    corecore