588 research outputs found

    STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI MEDIA SOSIAL PADA PRODUK MS GLOW NURUL HIDAYAH DI DESA BACEM KECAMATAN SUTOJAYAN KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Melalui Media Sosial Pada Produk Ms Glow Nurul Hidayah di Desa Bacem Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar” ini ditulis oleh Ramadhani Sinta Dewi NIM 12402183224, dengan dosen pembimbing Refki Rusyadi, M.Pd.I. Konteks penelitian pada skripsi ini adalah kendala penurunan minat pembeli, dikarenakan banyaknya pesaing yang menjatuhkan kualitas produk dengan cara menciptakan produk yang menyerupai Ms Glow dari segi paking dan tekstur dengan harga yang lebih murah. Maka dapat ditentukan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran dalam upaya peningkatan penjualan Ms Glow di desa Bacem sehingga membuat pemilik usaha tetap dapat bertahan dan eksis sampai saat ini. Tujuan pada penelitian ini: 1) Untuk mengetahui strategi pemasaran Produk Ms Glow Nurul Hidayah di Desa Bacem Kecamatan Sutojayan. 2) Untuk mengetahui tantangan yang dialami pada Toko Ms Glow Nurul Hidayah di Desa Bacem Kecamatan Sutojayan. 3) Untuk mengetahui peningkatan hasil penjualan produk setelah melakukan strategi pemasaran Produk Ms Glow Nurul Hidayah di Desa Bacem Kecamatan Sutojayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung. Data bersumber dari pemilik usaha, admin dan konsumen. Ada tiga metode yang digunakan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi pemasaran produk Ms Glow memasarkan produk secara online di media sosial melalui instagram untuk memudahkan para konsumen membeli produk.2) Tantangan yang dialami pada Toko Ms Glow yaitu membangun dan mempertahankan usaha yang sehat di dalam persaingan pasar 3) Peningkatan hasil penjualan produk setelah melakukan strategi pemasaran Produk Ms Glow yaitu membentuk kepercayaan pada konsumen. Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Penjualan, Media Sosia

    PERILAKU BELAJAR SISWA ANGGOTA GENG MOTOR (Studi Kasus Pada 2 Siswa di SMP Negeri 1 Marioriwawo)

    No full text
    Dewi Ramadhani, 2012. Perilaku Belajar Siswa Anggota Geng Motor (Studi Kasus pada 2 Siswa di SMP Negeri 1 Marioriwawo). Skripsi. Dibimbing oleh Prof. Dr. H. Alimuddin Mahmud, M. Pd dan Prof. Dr. H. Abdul Salam, M. Si. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Studi ini menganalisis tentang Perilaku Belajar Siswa Anggota Geng Motor. Masalah penelitian adalah: 1) Bagaimanakah gambaran perilaku belajar siswa anggota geng motor 2) Motif apakah yang ada di balik perilaku geng motor 3) Apakah perilaku geng motor berdampak pada perilaku belajar siswa 4) Bimbingan apakah yang relevan diberikan terhadap siswa anggota geng motor. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui gambaran perilaku belajar siswa anggota geng motor 2) Untuk mengetahui motif yang ada di balik perilaku geng motor 3) untuk mengetahui dampak perilaku geng motor terhadap perilaku belajar siswa anggota geng motor 4) Untuk mengetahui bantuan yang relevan diberikan kepada siswa anggota geng motor. Penelitian ini merupakan Studi kasus dengan 2 kasus di SMP Negeri 1 Marioriwawo sebagai informasi kunci dan 3 informan sekunder (orang tua kasus, guru pembimbing kasus, dan wali kelas kasus). Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan teknik analisis adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu: 1) Gambaran perilaku belajar siswa yang terlibat geng motor adalah kurang inisiatif dalam belajar, tidak memperhatikan pelajaran, dan tidak menggunakan waktu luang untuk belajar di rumah 2) Motif dibalik perilaku geng motor merupakan manifestasi dari sikap anggotanya yang berusaha mencari perhatian dan pengakuan yang ditunjukkan dengan perilaku-perilaku yang menyimpang 3) Dampak perilaku geng motor terhadap perilaku belajar siswa adalah ketidakpedulian terhadap pelajaran, kurang menunjukkan keseriusan dan tidak adanya waktu untuk belajar dengan baik 4) Bimbingan yang diberikan terhadap siswa yang terlibat geng motor (a) pihak sekolah : memberikan pemahaman secara khusus yang ditindak lanjuti dengan pemberian informasi dan latihan manajemen waktu, hasilnya setelah si kasus diberikan informasi dan latihan manajemen waktu, keikutsertaan dalam geng motor berkurang. (b) pihak orang tua : mengontrol dan memperhatikan tingkah laku dan kebiasaan belajar anak di rumah serta memberikan dorongan positif untuk memperbaiki kebiasaan belajar anak

    PENGARUH EKSTRAK KLOROFORM DAUN KI KONENG (Arcangelisia flava) TERHADAP HISTOPATOLOGI JANTUNG TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIPAPAR DENGAN DOKSORUBISIN

    No full text
    Pengaruh Ekstrak Kloroform Daun Ki Koneng (Arcangelisia flava) terhadap Histopatologi Jantung Tikus Jantan Galur Wistar yang Dipapar dengan Doksorubisin; Andika Dewi Ramadhani; 102210101032; 2014; 68 halaman; Fakultas Farmasi Universitas Jember. Terapi kanker dengan agen kemoterapi seperti doksorubisin dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain adalah kardiotoksik. Salah satu efek kardiotoksik yang terjadi adalah cardiomyophaty, yaitu penurunan fungsi miokardium disebabkan oleh perubahan struktur histologis miokardium. Akar kuning (Arcangelisia flava) merupakan salah satu tumbuhan yang diduga memiliki aktivitas kardioprotektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kloroform daun A.flava (EKDAf) pada histopatologi jantung tikus jantan galur Wistar yang diinduksi doksorubisin dengan parameter vakuolisasi dan nekrosis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris, menggunakan 24 ekor tikus yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama hanya diberi Tween 0,5% dalam CMC Na 1% sebagai kelompok kontrol, kelompok kedua diberi doksorubisin dengan dosis 7,5 mg/kgBB sebanyak 2 kali sebagai kelompok doksorubisin, kelompok ketiga diberi doksorubisin dan EKDAf dengan dosis 250 mg/kgBB, sedangkan kelompok keempat hanya diberi EKDAf saja. Semua hewan uji diberi perlakuan selama 11 hari dimana pada hari kesatu dan keenam kelompok dua dan tiga diinjeksi doksorubisin dengan dosis masing–masing 7,5 mg/kgBB secara intraperitoneal. Pada hari ke-12, tikus dikorbankan, kemudian dibedah dan diambil organ jantung untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa EKDAf berpotensi digunakan sebagai agen pendamping kemoterapi (ko-kemoterapi) dengan cara menurunkan efek samping kardiotoksisitas doksorubisin. Hal ini dilihat dari perbaikan profil vii histopatologi sel otot jantung tikus jantan galur Wistar yang telah diinduksi oleh doksorubisin. Berdasarkan hasil penapisan fitokimia, diketahui bahwa EKDAf mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan triterpenoid. Golongan senyawa flavonoid, tanin, dan triterpenoid dapat memiliki efek kardioprotektif pada jantung tikus yang diinduksi agen kemoterapi, sehingga efek kardioprotektif pada EKDAf diduga karena adanya kandungan flavonoid, tanin, dan triterpenoid dalam ekstrak. Dosis kardioprotektif yang memberikan perubahan signifikan adalah dosis EKDAf 500 mg/kg BB, sehingga dimungkinkan bahwa semakin tinggi dosis ekstrak, maka semakin besar kadar flavonoid, tanin, dan triterpenoid sehingga semakin tinggi efek kardioprotektif. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah EKDAf berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi doksorubisin, namun apakah ekstrak ini mampu meningkatkan efektivitas kemoterapi, masih perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut terkait keamanan, dan toksisitas EKDAf, serta penelitian menggunakan parameter biokimia kerusakan sel otot jantung (CK-MB dan troponin)

    NILAI ESTETIS TARI LARIANGI PADA MASYARAKAT BUTON DI KALEDUPA KABUPATEN WAKATOBI

    No full text
    Dewi Puspita Ramadhani, 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai (1) wujud/rupa, (2) bobot/isi, dan (3) penampilan tari Lariangi pada masyarakat Kaledupa kabupaten Wakatobi. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini (1) Reduksi (2) Penyajian data (3) Kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Wujud/rupa tari Lariangi yang nampak secara konkrit yang dapat dipersepsikan dengan mata atau telinga, dalam hal ini dapat dilihat seperti pelaku, gerak, iringan, pola lantai, tata rias, tata busana, properti, dan tempat pertunjukan. (2) Bobot/Isi Tari Lariangi adalah suatu gambaran masyarakat pesisir dan pengunungan yang sedang beraktivitas didekat pantai mencari dan mengolah hasil alam. Suasana yang ada pada pertunjukan pada Tari Lariangi memilki kesan suasana yang gembira. Pesanpesan yang ingin disampaikan dalam Tari Lariangi adalah mengajarkan untuk menjaga suatu kebersamaan dalam hidup dengan sesama mahkluk hidup untuk selalu bekerja sama. (3) Penampilan penari dapat dilihat dari rasa keinginan dan potensi dalam diri penari untuk menari. Keterampilan dapat dilihat dari latihan-latihan dengan teknik dasar tari dengan terus berlatih yang rajin untuk mendapatkan hasil yang baik dan dinginkan. Kata Kunci : Tari Lariangi, Bentuk/rupa, Bobot/isi, Penampilan/penyajian

    "Panji Inukertapati" Sebuah Film Animasi Untuk Mengangkat Kesenian Wayang Topeng Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhani, Karunia. 2013. “Panji Inukertapati” sebuah film animasi untuk mengangkat kesenian wayang Topeng Malang. Malang. Skripsi, Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M.Hum (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn   Kata Kunci : Panji, Film Animasi, Topeng Malang.   Kesenian di Indonesia sangat beraneka ragam dan unik, setiap daerah memiliki kesenian khasnya masing-masing. Contohnya wilayah Malang Raya ini, yang memiliki sebuah kesenian unik dan khas yang memiliki banyak potensi luar biasa sebagai sebuah kesenian. Cerita-cerita mengenai Panji yang menjadi sumber utama cerita wayang Topeng Malang. Hanya orang yang memang penikmat kesenian saja mengetahui tentang wayang Topeng Malang. Karena kurangnya media promosi inilah kesenian wayang Topeng ini tidak banyak diketahui. Perancangan ini menggunakan metode prosedural  yang menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Perancangan diawali   dengan   merumuskan   latar belakang masalah, menetapkan tujuan perancangan, mengumpulkan data-data yang diperlukan, identifikasi dan analisis data, sintesis, menetapkan konsep perancangan media utama dan media pendukung. Masing-masing   media   dihasilkan   dengan   tahap   perencanaan   media   dan perencanaan kreatif, kemudian menghasilkan sebuah desain final yang kreatif dan menarik, dan baru di pasaran. Hasil dari perancangan ini adalah film animasi berjudul “Panji Inukertapati”. Film animasi   yang   mengisahkan   cerita   tentang   cinta   dan pengorbanan dalam dunia pewayangan Topeng Malang. Produk didesain dengan mengusung tema etnik dan klasik yang menggunakan gaya desain grunge dan manga sebagai elemen utama pada gaya gambar dan background yang digunakan, ada 5 karakter utama yang dihasilkan yaitu Panji Asmorobangun, Dewi Reni, Dewi Sekartaji, Prabu Lembu Amiluhur, Udapati Kertala dan Dewi Kilisuci. Desain ini disesuaikan dengan target audiens yaitu remaja. Film animasi ini dapat digunakan untuk pengenalan lebih dekat tentang wayang Topeng Malang, dengan cara penyampaian story telling yang diangkat pada film seperti pada pertunjukan wayang Topeng pada aslinya yang disampaikan oleh dalang. Backsound pada film menggunakan  tembang  wayang  Topeng  seperti  aslinya.  Media  pendukung perancangan ini adalah media promosi. Media promosi yaitu X-banner, poster, dan stiker.

    Pandangan Dunia Tragis dalam Novel Pacarku Wanita Kuyang Karya Dewi Nina Kirana

    No full text
    Novel Pacarku Wanita Kuyang mengangkat mitos kuyang dari Kalimantan. Novel ini menceritakan kehidupan tragis Era (tokoh utama) yang harus mewarisi ilmu hitam (kuyang) dari neneknya. Dalam penelitian ini digunakan teori pandangan dunia tragis yang dikemukakan Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dunia tragis dalam novel Pacarku Wanita Kuyang karya Dewi Nina Kirana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan secara sistematis pandangan dunia tragis yang terdapat dalam objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia tragis ditunjukkan dengan ketidakhadiran Tuhan untuk menolong Era (tokoh utama) ketika menerima warisan ilmu kuyang yang tidak diinginkannya. Era merahasiakan keadaannya tersebut dari orang-orang di sekitarnya karena ia tidak ingin mereka kecewa. Namun ketika kehidupannya sebagai wanita kuyang telah diketahui, hal itu membuat orang-orang yang dulu menyayanginya berubah menjadi membenci dan menjauhinya karena tidak ingin menerima keadaannya sebagai wanita penganut ilmu kuyang, bahkan oleh keluarganya sendiri

    Effective Communication Patterns of Mothers with Baby Blues in Forming a Positive Self-Concept in the Teman Ibu Community

    No full text
    This study aims to analyze the communication patterns of mothers experiencing baby blues in shaping their self-concept within the Teman Ibu community. The theoretical framework employed includes the Johari Window and Symbolic Interactionism. A qualitative approach using a case study method was applied. Data were collected over a three-month period through in-depth interviews with seven main informants who had experienced baby blues and were members of the Teman Ibu community, along with two additional informants and one clinical psychologist as an expert source. The findings reveal that the mothers' self-concept underwent complex dynamics. Most informants initially displayed a negative self-concept in the early postpartum phase, characterized by low self-worth, guilt, lack of confidence, and difficulty in accepting the maternal role. Over time, this self-concept shifted towards a more positive direction, especially among mothers who received emotional support and open communication from their partners and families. Supporting factors for effective communication included empathy, emotional involvement of the husband, and a safe space for openness. In contrast, hindering factors included avoidance behavior, lack of emotional support, and pressure or interference from extended family members. This study identified a communication pattern referred to as WARMTH (Willingness, Affirmation, Responsiveness, Mindfulness, Togetherness, and Harmony), which represents the desired qualities in communication, such as the husband's willingness to be present and supportive, verbal affirmation, empathetic responses, emotional attentiveness, shared experiences, and a harmonious relationship free from conflict and external pressure.315 PagesTesis Magiste

    DEIKSIS DALAM FILM SEJUTA SAYANG UNTUKNYA KARYA WIRAPUTRA BASRI

    No full text
    ABSTRAKRamadhani, Dewi. 2022. Deiksis dalam Film Sejuta Sayang Untuknya karyaWiraputra Basri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Dr. Teuku Alamsyah, M.Pd., (2) Dr. Budi Arianto, S.Pd., M.A.Kata kunci: film, deiksisPenelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis deiksis yang terdapat dalam film Sejuta Sayang Untuknya karya Wiraputra Basri, dan (2) mendeskripsikan penggunaan deiksis yang terdapat dalam film Sejuta Sayang Untuknya karya Wiraputra Basri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa film Sejuta Sayang Untuknya karya Wiraputra Basri. Data penelitian adalah deiksis yang terdapat pada dialog antartokoh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan (1) jenis deiksis, yaitu deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, deiksis wacana dan deiksis sosial, dan (2) penggunaan deiksis yang terdapat pada teks film yaitu, deiksis persona (kau, kita, dia, saya, kalian, kamu, kami, beliau), deiksis waktu (hari ini, tadi pagi, kini, minggu depan, setengah jam, besok, dua minggu), deiksis tempat (di situ, di sini, ke sini), deiksis wacana (ini) dan deiksis sosial (Pak, Kepala sekolah, Menteri pendidikan). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat jenis dan penggunaan deiksis dalam film Sejuta Sayang Untuknya karya Wiraputra Basri

    PERANCANGAN PEMBUATAN KAIN BATIK TULIS KONTEMPORER MOTIF KHUSUS UNTUK ANAK-ANAK USIA 6-12 TAHUN (USIA ANAK SEKOLAH)

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhani, Dewi Latifah. 2011. Perancangan Pembuatan Kain Batik Tulis Kontemporer Motif Khusus untuk Anak-anak Usia 6-12 Tahun (Usia Anak Sekolah). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd.,M. Sn.   Kata kunci: batik tulis, kontemporer, anak-anak usia 6-12 tahun   Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya "wax-resist dyeing” (Abdul Azis Sa’du, 2010).  Penelitian ini bertujuan untuk merancang pembuatan kain batik tulis kontemporer motif khusus untuk anak-anak usia 6-12 tahun (usia anak sekolah). Pembuatan desain motif didasarkan pada psikologi perkembangan anak-anak usia 6-12 tahun, jenis gambar yang disukai dan banyak dibuat oleh anak-anak, serta prinsip-prinsip dan unsur-unsur desain. Desain motif yang dibuat peneliti terdiri dari 5 gambar berbeda yaitu gambar ikan, gambar rumah, gambar gajah, gambar bunga, dan gambar sponge bob. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik observasi, angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Penyebaran angket bertujuan untuk memvalidkan desain motif yang dibuat oleh peneliti. Penyebaran angket dilakukan kepada ahli desain, psikolog, pengusaha batik, penjual batik, dan anak-anak SD kelas 1-6. Berdasarkan hasil validasi, gambar rumah mendapatkan penilaian sangat setuju dari ahli desain (100%), psikolog (100%), dan pengusaha batik (100%), penjual batik menilai sangat setuju (75%) dan setuju (25%), sedangkan dari anak-anak kelas 1-2 mendapatkan penilaian setuju (100%), kelas 3-4 memberikan penilaian setuju (90%) dan tidak setuju (10%), dan kelas 5-6 memberikan penilaian setuju (75%) dan tidak setuju (25%). Gambar ikan mendapatkan penilaian sangat setuju dari ahli desain (100%), psikolog (100%), dan pengusaha batik (100%), penjual batik menilai sangat setuju (50%) dan setuju (50%), sedangkan dari anak-anak kelas 1-2 mendapatkan penilaian setuju (100%), kelas 3-4 memberikan penilaian setuju (100%), dan kelas 5-6 memberikan penilaian setuju (100%). Gambar gajah mendapatkan penilaian sangat setuju dari ahli desain (100%), psikolog (100%), dan pengusaha batik (100%), penjual batik menilai sangat setuju (50%) dan setuju (50%), sedangkan dari anak-anak kelas 1-2 mendapatkan penilaian setuju (90%) dan tidak setuju (10%), kelas 3-4 memberikan penilaian setuju (100%), dan kelas 5-6 memberikan penilaian setuju (75%) dan tidak setuju (25%). Gambar bunga mendapatkan penilaian sangat setuju dari ahli desain (100%), psikolog (100%), dan pengusaha batik (100%), penjual batik menilai sangat setuju (25%) dan setuju (75%), sedangkan dari anak-anak kelas 1-2 mendapatkan penilaian setuju (100%), kelas 3-4 memberikan penilaian setuju (100%), dan kelas 5-6 memberikan penilaian setuju (100%). Gambar sponge bob mendapatkan penilaian sangat setuju dari ahli desain (5%), psikolog (100%), dan pengusaha batik (100%), penjual batik menilai sangat setuju (50%) dan setuju (50%), sedangkan dari anak-anak kelas 1-2 mendapatkan penilaian setuju (100%), kelas 3-4 memberikan penilaian setuju (100%), dan kelas 5-6 memberikan penilaian setuju (75%) dan tidak setuju (25%). Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyarankan kepada penjual batik, pengusaha batik dan mahasiswa untuk bisa lebih mengembangkan budaya batik dengan menciptakan motif-motif batik modern dan kontemporer yang bisa menarik perhatian konsumen. Motif-motif yang diciptakan bukan hanya motif klasik tetapi juga motif modern tanpa mengurangi ciri khas seni batik khususnya untuk anak-anak. Pengusaha dan penjual batik diharapkan dapat memahami pentingnya suatu motif untuk anak-anak yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak-anak.                                                                               ABSTRACT   Ramadhani, Dewi Latifah. 2011. The Design of Contemporary Hand Batik Cloth Making A Special Motive For Children Aged 6-12 Years (Children School Age). Thesis. Industrial Technology Department. Faculty of Engineering. State University of Malang. Advisors: (1) Dra. Nurul Aini, M. Pd, (II) Agus Sunandar, S.Pd.,M. Sn.   Keywords: batik, contemporary, children aged 6-12 years   Batik (or Batik words) comes from Javanese language "amba", meaning to write and "point". The word batik refers to the cloth with a pattern generated by the material "night" (wax) is applied onto the fabric, so resist the entry of the dye (dye), or in English "wax-resist dyeing" (Abdul Azis Sa'du, 2010). This study aims to create a contemporary batik motif fabric specifically for children aged 6-12 years (school age children). Making design motif is based on developmental psychology of children aged 6-12 years, the preferred types of images and many are made by children, as well as the principles and elements of design. The design motifs are made of researchers consisting of 5 different pictures of fish pictures, home pictures, pictures of elephants, pictures of flowers, and pictures of sponge bob. The research method used was descriptive qualitative research. Data was collected through observation techniques, questionnaires and documentation. The data analysis techniques used were descriptive statistics. Deployment questionnaire aims to memvalidkan design motifs created by the researcher. The spread of questionnaires carried out to design experts, psychologists, entrepreneurs batik, batik sellers, and elementary school children grades 1-6. Based on the results of validation, the houses get an appraisal of design experts agree strongly (100%), psychologists (100%), and batik (100%), assessing the batik sellers strongly agree (75%) and agree (25%), whereas the 1-2 grade kids get an appraisal agreed (100%), grade 3-4 provides an assessment agree (90%) and disagree (10%), and grade 5-6 provide an assessment agree (75%) and disagree (25%). Figure fish get an appraisal of design experts agree strongly (100%), psychologists (100%), and batik (100%), assessing the batik sellers strongly agree (50%) and agree (50%), whereas the children of the class 1-2 get a valuation agreed (100%), grade 3-4 provides an assessment agreed (100%), and grade 5-6 provide an assessment agreed (100%). Figure elephants get an appraisal of design experts agree strongly (100%), psychologists (100%), and batik (100%), the seller could not agree more batik rate (50%) and agree (50%), whereas the children of the class 1-2 get an appraisal to agree (90%) and disagree (10%), grade 3-4 provides an assessment agreed (100%), and grade 5-6 provide an assessment agree (75%) and disagree (25%). Pictures of flowers to get the assessment of design experts agree strongly (100%), psychologists (100%), and batik (100%), assessing the batik sellers strongly agree (25%) and agree (75%), whereas the children of the class 1-2 get a valuation agreed (100%), grade 3-4 provides an assessment agreed (100%), and grade 5-6 provide an assessment agreed (100%). Picture sponge bob get an appraisal of design experts agree strongly (5%), psychologists (100%), and batik (100%), assessing the batik sellers strongly agree (50%) and agree (50%), whereas the children classes 1-2 have agreed valuation (100%), grade 3-4 provides an assessment agreed (100%), and grade 5-6 provide an assessment agree (75%) and disagree (25%). Based on the above findings, researchers suggest to the seller batik, batik entrepreneurs and students to further develop the culture of batik with batik motifs create a modern and contemporary that could attract the attention of consumers. Motives which created not only a classic motif but also motif without reducing the hallmark of modern batik art especially for children. Employers and batik sellers are expected to understand the importance of a motive for the children that can affect children's psychological condition.

    Pengaruh Celebrity Endorser dan Brand Association Terhadap Keputusan Pembelian Wardah Cosmetic (Studi Kasus Iklan Wardah Cosmetic Versi Dewi Sandra Tahun 2016 Pada Masyarakat Kota Makassar)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, (1) celebrity endorser terhadap keputusan pembelian wardah cosmetic pada iklan wardah versi Dewi Sandra tahun 2016, (2) brand association terhadap keputusan pembelian wardah cosmetic, (3) celebrity endorser dan brand association terhadap keputusan pembelian wardah cosmetic. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Kota Makassar yang menggunakan wardah cosmetic, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi berganda dan menggunakan program Statistical Product and Services Solution (SPSS) v.21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa celebrity endorser dan brand association secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian wardah cosmetic. Kata Kunci : Celebrity Endorser, Brand Association, Keputusan Pembelia
    corecore