32 research outputs found
Penerapan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, dan Satisfaction) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Matapelajaran Sejarah Indonesia SMK N 10 Malang
ABSTRAK Darmadi, Dedi.2018. Penerapan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, dan Satisfaction) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Matapelajaran Sejarah Indonesia SMK N 10 Malang . Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Joko Sayono, M.Pd, M.Hum. Kata Kunci: pembelajaran sejarah, model pembelajaran ARIAS, hasil belajar. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas X TKJ 1 SMK N 10 Malang pada mata pelajaran Sejarah Indonesia. Berdasarkan data awal hasil belajar peserta didik kelas X TKJ 1 ditemukan permasalahan terkait hasil belajar yang rendah pada matapelajaran Sejarah Indonesia. Hasil belajar peserta didik yang rendah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dalam kegiatan pembelajaran Sejarah Indonesia yang kurang efektif, seperti perhatian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, partisipasi peserta didik yang cenderung pasif dan pemahaman peserta didik terhadap materi. Faktor-faktor tersebut menyebabkan hasil belajar peserta didik di kelas X TKJ 1 rendah. Penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X TKJ 1 pada matapelajaran Sejarah Indonesia melalui penerapan model pembelajaran ARIAS. Penelitian tindakan kelas di kelas X TKJ 1 SMK N 10 Malang dilaksanakan 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan. Data dalam penelitian tindakan kelas ini di peroleh melalui observasi, wawancara, nilai tes ulangan harian pada tiap siklus dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan conclusion data. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukan pernerapan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada matapelajaran Sejarah Indonesia di kelas X TKJ 1 SMK 10 Malang. Berdasarkan analisis hasil belajar peserta didik pada tes ulangan harian siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan pada nilai rata-rata kelas. Pada pra tindakan nilai rata-rata kelas X TKJ 1 adalah 57,88 dengan presentase ketuntasan belajar 9 %. Di sikllus I nilai rata-rata kelas X TKJ 1 meningkat menjadi 66,88 dengan presentase ketuntasan belajar peserta didik yang mendapat nilai ≥75 adalah 63% dan di siklus II nilai rata-rata kelas X TKJ 1 meningkatan kembali hingga 73,25 dengan presentase ketuntasan belajar peserta didik yang mendapat nilai ≥75 adalah 86 %. Dari data hasil belajar pada tiap siklus tersebut dapat dilihat adanya peningkatan yang terjadi, dimana presentase peningkatan pada siklus I adalah 54% dan pada siklus II adalah 23%. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran ARIAS. Meskipun demikian, peneliti menyarankan agar penerapan model pembelajaran ARIAS dikolaborasikan dengan media pembelajaran yang menarik sehingga kegiatan pembelajaran akan berjalan lebih optimal
Upaya Peningkatan Kualitas Kain Batik Tulis Dengan Pendekatan Fuzzy Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus Griya Batik Asri “ H.Syafi’i Kaliwunggu “)
Peningkatan Kualitas Produk Kain Batik Tulis perlu dilakukan oleh pihak Griya Batik Asri “H.Syafi’i Kaliwungu”, dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pengguna atau pemakai Kain Batik Tulis “H.Syafi’i Kaliwungu”, dengan demikian peningkatan yang dilakukan haruslah melihat dari keinginan dan kebutuhan pengguna Kain Batik Tulis “H.Syafi’i Kaliwungu” itu sendiri. Adapun metode yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas suatu produk yang berpedoman kepada keinginan dan kebutuhan customer adalah dengan Quality Function Deployment (QFD).
QFD masih memiliki kekurangan dalam menentukan nilai target karakteristik teknis. Akibatnya, nilai target karakteristik teknis ditentukan secara subjektif oleh tim perancang. Data yang bersifat subjektif memiliki ketidak presisian dan dapat menimbulkan kesulitan dalam proses perancangan. Oleh karena itu QFD harus dilengkapi dengan teknik yang dapat meminimumkan subjektifitas yaitu dengan teknik optimasi fuzzy. dengan demikian model perancangan yang digunakan adalah ‘Model Optimasi Fuzzy dalam QFD’.
Dari proses pengolahan data dengan Fuzzy Quality Function Deployment (FQFD) ini dihasilakan output berupa urutan-urtuan dari atribut kebutuhan dan atribut teknis, dimana urutan-urutan ini dapat digunakan oleh pihak Griya Batik Asri “H.Syafi’i Kaliwungu” sebagai dasar peningkatan kualitas Produk Kain Batik Tulisnya. Untuk urutan Atribut kebutuhan konsumen terhadap kain batik tulis Griya Batik Asri “H.Syafi’i Kaliwungu” antara lain: Fleksibel (Pantas dipakai dalam Berbagai situasi), Warna Tidak Cepat Luntur, Mudah Perawatannya, Kain Tetap Kuat meski dicuci berkali-kali, Kain Halus dan Lembut Serta Tidak Mudah Kusut, Kain Tidak Cepat Kusam (Bladus) Saat Terkena Panas Sinar Matahari, Motif Batik Detail, Teratur, Rapi dan Menarik, Harga Terjangkau, Memiliki Nilai Seni Yang Tinggi, Warna Yang Selaras Dengan Motif Batik, Kain Batik Dapat Di pakai Sampai 3 tahun, Nyaman Pada Saat dipakai, Motif Batik Modern, Memiliki Ciri Khas Motifnya (Daerah atau Kota), Adanya pengembalian barang untuk ditukar kembali dengan yang baru, ketika ada detail motif yang tidak rapi dan teratur, Motif tidak kaku tetapi indah dan luwes seperti lukisan, Banyak Pilihan Warna, Motif Beraneka Macam (Daun, Bunga, Binatang).sedangkan urutan atribut teknis sebagai solusi yaitu Kualitas Bahan Baku Utama (jenis Kain), Biaya produksi, Teknik Proses Pewarnaan, Penggunaan Zat Pewarna naftel dan solf , Penggunaan Tunjung, Melakukan Pelatihan Teknik Pencantingan, Pemberian Bonus untuk setiap pengrajin dengan performance kerja yang baik, Desain (motif), Memonitor Peralatan kerja yang digunakan, Menyedikan Hotline.
Adapun untuk competitive assesment, Kain Batik Tulis “H.Syafi’i Kaliwungu” lebih unggul dibandingkan dengan Kain Batik Tulis “Witro Weleri” sebagai perbandingan teknis hal ini dilihat dari performa masing-masing.
Kata Kunci : Quality Function Deployment (QFD), optimasi fuzzy, atribut kebutuhan, atribut teknis, competitive assesment
Pengaruh partisipasi penganggaran,komitmen organisasi,kompleksitas tugas dan budaya organisasi terhadap Slack anggaran pada lembaga keuangan di kota Banda Aceh
viii+55hlm.;29c
Implementasi biometrik security dalam sistem informasi akuntansi: studi kasus pada kantor Gubernur provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
vii+64hlm.;29c
EMOTION IN IRVING KARCHMANR’S NOVEL MASTER OF THE JIN
The research is about the analysis of the emotion of some characters in Karchman’s novel Master of the Jin. The purpose of this research to describe types of emotion shown by the main characters emotions of the character in the novel Sang Raja Jin. Feelings and emotions are generally dubbed as state existing in the individual or organism at a time. For example, a person feels sad, happy, afraid, angry or other symptoms after seeing, hearing, or feeling something. In other words, feelings and emotions are characterized as a psychological state in organisms or individuals as a result of events or circumstances experienced by the organism. (Izard, 1990). This research used qualitative descriptive method and psychology literature approach. (Moleong,2010) The source of data was derived from the novel Sang Raja Jin. The finding shows that both the positive and the negative emotions are found in the novel. The positive emotions are love and happy emotion. Meanwhile, the negative emotions were anxious, fear, anger, sad emotion.</jats:p
PERTUNJUKAN SENI BENJANG ANAK SEBAGAI EDUKASI MEMBANGUN KARAKTER ANAK-ANAK DESA CIPOREAT
Tulisan berjudul PERTUNJUKAN SENI BENJANG ANAK SEBAGAI EDUKASI MEMBANGUN KARAKTER ANAK-ANAK DESA CIPOREAT menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian mengamati, mengumpulkan informasi, dan menyajikan data penelitian. beberapa tahapannya adalah menentukan objek (Populasi dan Sampel), teknik pengumpulan data (Studi Pustaka, wawancara, dokumentasi), analisis data. Pertunjukan seni benjang anak sangat menarik untuk diteliti. Sebab, pertunjukan benjang dimainkan oleh orang dewasa pada umumnya, berbeda dengan benjang anak yang seluruh pemainnya adalah anak-anak. Pertunjukan seni benjang anak juga di jadikan sebagai sarana edukasi dalam membentuk karakter anak-anak desa Ciporeat. Dua fenomena ini dapat dijadikan landasan dasar mengapa pertunjukan seni benjang anak menjadi permasalahan yang urgensi untuk di teliti saat ini. Tulisan ini bertujuan menganalisis bentuk pertunjukan seni benjang anak dan bagaimana seni benjang sebagai sarana edukasi yang membangun karakter anak-anak yang tergabung dalam kelompok putra budaya. Proses membangun karakter bukan hanya terdapat di dalam pertunjukan saja tetapi penerepan-penerapan nilai moral, agama, serta budaya juga dilakukan ketika proses latihan benjang
WOMEN'S STUDY ON RANDAI SI RABUANG AMEH, AS AN EXISTENCE OF RANDAI DEVELOPMENT IN MINANGKABAU
This article entitled "Development of the traditional art of randai into the creation of randai Si Rabuang Ameh by Zulkifli is a qualitative research in the form of descriptive analysis". The Si Rabuang Ameh performance is the result of the artist's observations and concerns about the women's desire to be directly involved in the randai performance. This paper aims to describe the background of the presence of the Si Rabuang Ameh performance, analysis of the work; innovation on randai and women's studies on randai si rabuang ameh, as a form of developing randai in Minangkabau. Minangkabau which adheres to a matrilineal system, of course, the participation of women in traditional randai performances is considered taboo. The Randai Si Rabuang Ameh show has been adapted so that it deserves to be a female randai. Randai Si Rabuang Ameh is a place for women who want to participate in randai performances. The randai creations in the Si Rabuang Ameh show do not eliminate the norms or customs and their traditional habitats so as not to damage the existence of randai as a traditional Minangkabau art. The performance of Randai Si Rabuang Ameh also does not conflict with the ethics of Contributing Duo Baleh in Minangkabau, so it does not become a debate or conflict with the participation of women in the show. The show that was innovated into women's randai, the wave motion was inspired by the motion of suduang daun, tanduak buang, jinjiang bantai, lapiah jarami, galatiak, gelek and others. Keywords: Si Rabuang Ameh; Randai; Women KAJIAN PEREMPUAN TERHADAP RANDAI SI RABUANG AMEH, SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN RANDAI DI MINANGKABAU AbstrakTulisan berjudul pengembangan seni tradisi randai menjadi kreasi randai Si Rabuang Ameh karya Zulkifli ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif berbentuk diskriptif analisis. Pertunjukan Si Rabuang Ameh merupakan hasil observasi dan keresahan pengkarya terhadap keinginan kaum perempuan untuk terlibat langsung dalam pertunjukan randai. Tulisan ini bertujuan mendiskripsi latar belakang hadirnya pertunjukan Si Rabuang Ameh, analisis karya; inovasi terhadap randai dan kajian perempuan terhadap randai si rabuang ameh, sebagai wujud pengembangan randai di Minangkabau. Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, tentunya keikutsertaan perempuan dalam pertunjukan randai tradisi di anggap tabu. pertunjukan randai Si Rabuang Ameh telah diadaptasi sehingga pantas menjadi randai perempuan. Randai Si Rabuang Ameh menjadi wadah bagi kaum perempuan yang ingin berpartisipasi dalam pertunjukan randai. Kreasi randai dalam pertunjukan Si Rabuang Ameh tidak mengilangkan norma atau pakam dan habitat ketradisiannya sehingga tidak merusak keberadaan randai sebagai kesenian tradisioal Minangkabau. Pertunjukan randai Si Rabuang Ameh juga tidak bertentangan dengan etika Sumbang Duo Baleh di Minangkabau, sehingga tidak menjadi perdebatan ataupun pertentangan terhadap keikutsertaan perempuan dalam pertunjukan. Pertunjukan yang di inovasi menjadi randai perempuan, gerak gelombang terinspirasi dari gerak suduang daun, tanduak buang, jinjiang bantai, lapiah jarami, galatiak, gelek dan lainnya.Kata kunci : Si Rabuang Ameh; Randai; Perempua
Respons Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall) Koloni Karawang
ABSTRACTResponse of rice varieties (Oryza sativa L.) to brown planthopper (Nilaparvata lugens Stall) of Karawang coloniesThe research was conducted to determine the resistant level of several rice varieties (Oryza sativa L.) against brown planthopper (Nilaparvata lugens Stall) Karawang colony. The experiment was done at the Entomology Laboratory of Pest Forcesting Institute, Jatisari, Directorate General of Food Crops, Ministry of Agriculture. It was conducted from February to June 2017. The resistant of rice varieties against brown planthopper was tested using honey dew test method with bromocressol green as indicator. Honey dew test method is one of methods to evaluate rice variety reaction against brown planthopper population origin of certain area. This is due to the production of honey dew by brown planthopper which positively correlated with the amount of liquid being drawn from the plant. This study used Duncan Test on 5% level. The result demonstrated the variation of rice resistant against brown planthopper based on the area of honey dew spot, brown planthover mortality, attacks intensity, the destruction level on plant, and the rice yield. Inpari 13 was the most toleranct rice variety against the infestation of brown planthopper of Karawang colony.Keywords: Brown planthopper, Honey dew, Paddy, Resistance, VarietiesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketahanan varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stall) koloni Karawang. Penilitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Penelitian berlangsung dari Bulan Februari sampai Bulan Juni 2017. Pengujian ketahanan varietas padi terhadap wereng batang coklat dilakukan dengan menggunakan metode uji embun madu (honeydew test) dengan memakai indicator bromocressol green. Metode uji embun madu merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi reaksi suatu varietas terhadap populasi wereng batang coklat yang berkembang di suatu wilayah tertentu, karena jumlah embun madu yang dikeluarkan oleh wereng batang coklat mempunyai hubungan yang positif dengan jumlah cairan tanaman yang dihisap. Uji lanjut yang digunakan adalah uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi ketahanan antar varietas padi yang diuji dilihat dari luas bercak embun madu yang dihasilkan pada masing-masing varietas padi, mortalitas wereng batang coklat, intensitas serangan, tingkat kerusakan tanaman, dan bobot hasil panen padi. BErdasarkan parameter tersebut di atas, Inpari 33 merupakan varietas padi yang tahan terhadap serangan wereng batang coklat koloni Karawang.Kata kunci : Embun madu, Ketahanan, Padi, Varietas, Wereng batang cokla
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, DAN SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATAPELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X TKJ 1 DI SMK N 10 MALANG
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan guna memperbaiki hasil belajar peserta didik yang rendah di kelas X TKJ 1 pada matapelajaran Sejarah Indonesia. Usaha perbaikan dilaksanakan melalui penerapan model pembelajaran ARIAS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil tes ulangan harian siklus I dan siklus II. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan conclusion data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di Kelas X TKJ 1 pada matapelajaran Sejarah Indonesia
