1,722,595 research outputs found
Chairil Anwar : aku ini binatang jalang
Aku ini binatang jalang adalah kumpulan puisi terlengkap karya penyair terbesar Indonesia Chairil Anwar. Selama ini puisi-puisinya tersebar dalam beberapa buku seperti, Deru Campur Debu, Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
Chairil Anwar: hasil karya dan pengabdiannya
Tujuan utama dari penulisan biografi pahlawan nasional ini ialah membina persatuan dan kesatuan bangsa, membangkitkan kebanggaan nasional, mengungkapkan nilai-nilai budaya bangsa dan melestarikan jiwa dan semangat kepahlawanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Disamping itu penulisan biografi pahlawan nasional bertujuan untuk mengungkapkan kisah kehidupan para pahlawan nasional agar menjadi suri tauladan bagi generasi penerus dan masyarakat pada umumnya.
Adapun pengertian Tokoh dalam naskah ini ialah seseorang yang telah berjasa atau berprestasi di dalam meningkatkan dan mengembangkan pendidikan, pengabdian, ilmu pengetahuan,
keolahragaan dan seni budaya nasional di Indonesia, salah satunya Chairil Anwar
NASIONALISME CHAIRIL ANWAR
Chairil Anwar adalah sastrawan besar yang hidup pada masa perjuangan bangsaIndonesia. Hal ini memungkinkan baginya untuk menulis pesan-pesan nasionalis dalam puisi- puisinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk membongkar nasionalisme Chairil Anwar yang tertuang dalam puisi-puisinya. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer yang didukung dengan Analisis Wacana Kritis Teeun A. Van Dijk untuk menyingkap bagaimana Chairil Anwar memahami praktik ideologi nasionalisme pada masa tersebut dan kemudian menuangkannya dalam puisi-puisinya. Unit data yang dianalisis adalah puisi-puisinya yang bertema nasionalis yang ditulis dalam rentang waktu 1942-1949 sebanyak 13 puisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut merepresentasikan pemikiran nasionalisme Chairil Anwar. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari kognisi individu dan konteks sosial terhadap proses penciptaan puisi
ANALISIS SEMIOTIK PUISI CHAIRIL ANWAR
Tujuan yang ingin dicapai dari tulisan ini adalah mengetahui makna dari teks-teks puisi Chairil Anwar. Beberapa puisi Chairil Anwar sarat dengan bahasa kiasan yang berupa ungkapan khas milik Chairil yang selalu didengungdengungkan oleh generasi muda. Selain itu, puisi-puisi Chairil juga memiliki unsur-unsur kepuitisan yang menimbulkan bunyi yang indah apabila dibacakan. Puisi tersebut, antara lain, ”Derai-Derai Cemara”, ”Pada Sebuah Kamar”, dan ”Yang Terampas dan Yang Putus”. Ketiga puisi itu dianalisis secara semiotik untuk dapat diungkapkan isi dan makna dari puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra, sedang teknik penulisannya adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar mempunyai makna yang dapat dijadikan bahan bacaan dan pesan-pesan untuk diketahui oleh pembaca
Kontribusi puisi-puisi Chairil Anwar dalam memotivasi kemerdekaan Indonesia 1945
Chairil Anwar merupakan sastrawan angkatan 45 yang lahir di Medan pada 26 Juli 1922. Ia adalah seorang sastrawan yang menulis sajak-sajaknya dengan tema-tema kematian, pemberontakan atau perjuangan, dan individualistis. Sebagai seseorang yang lahir pada zaman penjajahan, sajak-sajak Chairil masuk dalam kategori sajak ekspresionisme. Ia mengungkapkan keadaan zaman dalam puisi-puisinya. Ia adalah pendobrak kesusastraan Indonesia. Mengembangkan bahasa Indonesia yang baru tumbuh dan belum utuh. Dan tentu Chairil adalah seorang revolusioner. Ia adalah pejuang yang ikut berperang melalui puisi-puisinya.
Chairil Anwar adalah salah satu sosok penting dibalik peristiwa kemerdekaan Indonesia 1945. Melalui puisi-puisi yang ditulisnya, Chairil mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peristiwa bersejarah. Sehingga membicarakan jati diri puisi Indonesia tanpa menyebut namanya adalah sebuah hal yang mustahil. Hal itu pula yang kemudian membuat nama Chairil Anwar dirumuskan untuk menjadi seorang pahlawan nasional oleh sejumlah budayawan dan sastrawan dari Sumatera Barat.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui riwayat hidup dan pendidikan Chairil Anwar dan karya-karya Chairil selama hidupnya yang singkat serta mengetahui usaha Chairil Anwar dalam memotivasi kemerdekaan Indonesia 1945. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, yaitu berupa penulisan sejarah. Selain daripada itu, penulis menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Tentu kemudian tahap library research itu melalui tahapan kritik sebelum pada akhirnya dijadikan sebuah sumber sejarah.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Chairil Anwar adalah seorang sastrawan angkatan 45 yang puisi-puisinya sangat erat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia 1945. Chairil Anwar telah menjadikan kata-katanya sebagai sebuah senjata sekaligus pemantik untuk mengobarkan semangat perjuangan. Ia memiliki daya ledak (Explosive Power) terkuat dalam puisi-puisinya. Pantas jika dikatakan bahwa Chairil Anwar layak menjadi seorang pahlawan bagi banga Indonesia. Ia telah meninggalkan banyak puisi-puisinya yang sampai saat ini terus bergema di pelbagai tempat di daerah-daerah di Indonesia. Jika WR. Supratman menjadi pahlawan karena lagu Indonesia Raya, maka Chairil Anwar layak menjadi pahlawan karena puisi-puisinya telah menjadi alat perjuangan bagi bangsa
Nasionalisme Chairil Anwar (Studi Hermeneutika Filosofis dalam Puisi-puisi Chairil Anwar)
Chairil Anwar adalah sastrawan besar yang hidup pada masa perjuangan
bangsa Indonesia. Hal ini memungkinkan baginya untuk menulis pesan-pesan
nasionalis dalam puisi-puisinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang
bertujuan untuk membongkar nasionalisme Chairil Anwar yang tertuang dalam
puisi-puisinya. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode
Hermeneutika Filosofis Hans-Georg Gadamer yang didukung dengan Analisis
Wacana Kritis Teeun A. Van Dijk untuk menyingkap bagaimana Chairil Anwar
memahami praktik ideologi nasionalisme pada masa tersebut dan kemudian
menuangkannya dalam puisi-puisinya. Unit data yang dianalisis adalah puisipuisinya
yang bertema nasionalis yang ditulis dalam rentang waktu 1942-1949
sebanyak 13 puisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut
merepresentasikan pemikiran nasionalisme Chairil Anwar. Hal ini disebabkan
adanya pengaruh dari kognisi individu dan konteks sosial terhadap proses
penciptaan puisi
EKSISTENSIALISME CHAIRIL ANWAR DALAM BUKU AKU BINATANG JALANG
ABSTRAK
Filsafat sering kali disebut sebagai ilmu yang “melangit”, yang jauh dari kata praktis.
Terlebih bila kita berbicara mengenai aliran Eksistensialisme, yang bagi Sidney Hook
dianggap sebagai jeni filsafat yang tidak cocok di negara berkembang seperti Indonesia.
Penelitian ini ingin menunjukkan salah satu bukti kepraktisan filsafat Eksistensialisme.
Dengan mengambil sajak-sajak Chairil Anwar sebagai objek penelitian.
Penelitian ini menggunakan library research sebagai teknik pengumpulan data, baik
data primer maupun sekunder. Data tersebut kemudian dianalisa menggunakan semiotika dan
hermeneutika rekonstruksi Dilthey. Sehingga bisa didapatkan maksud yang diinginkan
penulis secara maksimal.
Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bentuk pergulatan spiritual-eksistensial
Chairil Anwar dimulai dari menolak segala bentuk Spiritualisme, hingga akhirnya
menemukan Allah dan yakin bahwa hidupnya membutuhkan Allah. Penulis juga menemukan
bahwa sajak-sajak Chairil penuh dengan konsep-konsep Eksistensialisme. Sedangkan jenis
Eksistensialisme yang terdapat dalam sajak-sajaknya adalah Eksistensialisme Teis.
Kata Kunci : Eksistensialisme, Chairil Anwar, Eksistensialisme Teis
iv
ABSTRACT
Philosophy is often referred to as a "heavenly" science, which is far from being
practical. Especially when we talk about Existentialism, which for Sidney Hook is considered
a type of philosophy that is not suitable in a developing country like Indonesia. This research
wants to show one proof of the practicality of Existentialism philosophy. By taking Chairil
Anwar's poems as the object of research.
This study uses library research as a data collection technique, both primary and
secondary data. The data is then analyzed using semiotics and Dilthey's reconstruction
hermeneutics. So that the author's intended purpose can be obtained fully.
The results of this study, the author found Chairil Anwar's form of spiritual-existential
struggle is starting from rejecting all forms of Spiritualism, until he finally found Allah and
believed that his life needs Allah. Author also found that Chairil's poems are full of
Existentialism concepts. While the type of Existentialism contained in his poems is Theistic
Existentialism.
Keywords: Existentialism, Chairil Anwar, Theist Existentialis
Perancangan Buku Antologi Karya Chairil Anwar
Chairil Anwar merupakan seorang sastrawan besar yang banyak mempengaruhi kesusastraan di Indonesia, namun remaja masa kini hanya mengetahui sajak perjuangannya sehingga tidak lagi membaca karya Chairil dan terjebak dalam persepsi mereka sehingga menganggap karya Chairil tidak relevan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya karya-karya kehidupan Chairil dari ranah sastra karena tidak adanya penyesuaian. Dibutuhkan sebuah media informasi berisi karya-karya kehidupan Chairil Anwar yang sesuai dengan selera pembaca remaja. Maka dari itu penulis melakukan perancangan buku antologi dengan tema yang sesuai karena buku merupakan media paling efektif untuk pembaca sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dan metode perancangan yang digunakan adalah milik Robin Landa
Chairil Anwar Service Literature Practices, 1942-1949
Chairil Anwar's literary resistance practices in 1942-1949 were supported by ‘literary habitus’--foreign and local literature, literary totality, and literary rationality-- as a foundation with the support of ‘literary modal’ --literary totality, literary rationality, and ideals of literature-- with consideration of the ‘literary fields’.Although the dominance of a ‘pujangga baru’ generation through literary practices is quite strong, Chairil Anwar's ‘literary practice’ is a successful practice.This success was marked by several things, including (1) Chairil's poetry writing model was considered as a new model that was not available before in Indonesian literature; (2) the influence of Chairil's literary practice which is growing in Indonesian literary society; (3) Chairil's coronation as a pioneer of the 45th generation; and (4) the increasingly massive publishing of Chairil's works which certainly brings 'capital modal' to Chairil's family.
Keywords: literary resistance practices, Chairil Anwar, 1942-1949
Abstrak
Praktik sastra perlawan Chairil Anwar pada tahun 1942-1949 didukung oleh 'habitus sastra' --sastra asing dan lokal, totalitas sastra, dan rasionalitas sastra-- sebagai landasan dengan dukungan 'modal sastra' --totalitas sastra, rasionalitas sastra, rasionalitas sastra , dan cita-cita sastra-- dengan pertimbangan 'ranah sastra'. Meskipun dominasi generasi 'pujangga baru' melalui praktik sastra cukup kuat, 'praktik sastra' Chairil Anwar adalah praktik yang berhasil. Keberhasilan ini ditandai oleh beberapa hal, antara lain(1) Model penulisan sajak Chairil dianggap model baru yang belum ada sebelumnya di kesusasteraan Indonesia; (2) pengaruh praktik sastra Chairil yang semakin besar dalam masyarakat sastra Indonesia; (3) dinobatkannya Chairil sebagai pelopor angkatan 45; dan (4) semakin masifnya penerbitan karya-karya Chairil yang tentunya mendatangkan modal kapital bagi keluarga Chairil.
Kata kunci: praktik sastra perlawanan, Chairil Anwar, Tahun 1942-194
Aku Ini Binatang Jalang: Koleksi Sajak 1942-1949
Aku Ini Binatang Jalang adalah kumpulan puisi terlengkap karya penyair terbesar Indonesia hairil Anwar. Sajak-sajaknya abadi dan terus dibacakan sepanjang masa. Selain keseluruhan sajak asli, dalam koleksi ini dimuat surat-surat chairil kepada karibnya, H.B. Jassin. Sajak-sajaknya menyediakan dasar bagi penulisan puisi sampai hari ini. Beberapa sajak Chairil Anwar yang terbaik menunjukkan telah bergerak begitu cepat ke depan. Sajak-sajaknya bukan merupakan masa lampau tetapi masa depan, yang mungkin hanya bisa dicapai dengan bakat, semangat, dan kecerdasan yang tinggi
- …
