12,100 research outputs found

    PENGARUH INFUSA DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING Ascaris suum, Goeze IN VITRO

    Get PDF
    Reza Handry Pratama., G0007140, 2010. Pengaruh Infusa Daun Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Waktu Kematian Cacing Ascaris suum, Goeze In Vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh infusa daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze in vitro. Metode Penelitian: Eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design, menggunakan cacing Ascaris suum, Goeze dewasa dibagi dalam 7 kelompok yaitu kelompok NaCl 0,9%, infusa daun alpukat 20%, infusa daun alpukat 40%, infusa daun alpukat 60%, infusa daun alpukat 80%, infusa daun alpukat 100%, dan kelompok pirantel pamoat 5 mg/ml. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Cacing Ascaris suum, Goeze direndam dalam larutan uji dan diinkubasi pada suhu 370 C. Pengamatan dilakukan tepat setelah perlakuan hingga cacing mati. Data berupa rerata waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze dianalisis dengan uji One Way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil Penelitian: Terdapat percepatan rerata waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze yang seiring dengan peningkatan konsentrasi infusa daun alpukat dari konsentrasi 20% hingga 100%. Pada uji One Way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD didapatkan perbedaan yang bermakna pada rerata waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze untuk seluruh kelompok perlakuan. Simpulan Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa infusa daun alpukat (Persea americana Mill.) memiliki pengaruh terhadap waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze in vitro. Semakin tinggi konsentrasi infusa daun alpukat (Persea americana Mill.), semakin cepat waktu kematian cacing Ascaris suum, Goeze in vitro. Kata kunci: infusa daun alpukat (Persea americana Mill.), waktu kematian cacing, Ascaris suum, Go

    Divan-ı Hızırağazade Sa'id bey (İnceleme-karşılaştırmalı metin)

    No full text
    YÖK Tez No: 454887Hızırağazade Sa'id Bey Divançesi(inceleme- karşılaştırmalı metin) adlı bu çalışmada amaç, Hızırağazade Sa'id Bey'in hayatı ve edebi kişiliği üzerinde durarak Türk kültür ve edebiyatındaki konumunu belirlemektir. Tezin metin kısmında üç el yazması ile bir matbu nüshası karşılaştırılarak tenkitli metin ortaya konmuş ve metnin Osmanlı Türkçesinden günümüz Türkçesine aktarılmasında ilmi çeviri yazıdan faydalanılmıştır. Tez giriş kısmından sonra şairin hayatı, edebi kişiliği, eserin şekil ve içerik özelliklerinin incelenmesi; nüsha tavsifleri ve divançenin transkripsiyonlu metni olmak üzere iki bölüm hâlinde incelenmiştir. Tezin sonunda kelime ve kavram indeksi eklenmesiyle de şiirlerin içeriğine daha rahat ulaşılmasına imkân sağlanmıştır.Hızırağazade Sa'id Bey compilation of poemsaims to find out Hızırağazade Sa'id Bey's importance in Turkish culture and literature by focusing on his life and literary personality. In text part of the thesis, three manuscripts and a printed copy of the text are compared and the text with criticism is come out. In the translation of Ottoman alphabet to Turkish alphabet, literary text translating is used. After the introduction part of the thesis, life of the author, his literary personality, study of the work and its context, description of the copy and translation of the work are studied in two parts. At the end of the thesis, index part is included and this makes is easier to reach poems

    Alat Berat dan Sistem Undercarriage

    No full text
    vii, 133 hlm.; 24 c

    PENCEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DI UDARA DAN PAYA PENGHAPUSAN BENSIN BERTIMBAL

    No full text
    RINGKASANPencemaran udara bersumber dari asap cerobong industri dan gas buangan dari kendaraan bermotor, selain itu dapat juga bersumber dari buangan rumah tangga (domestik). Perkembangan otomotif sebagai alat transportasi sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan suatu pekerjaan, namun di sisi lain penggunaan kendaraan bermotor menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan, terutama gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terurai atau terbakar dengan sempurna. Salah satu zat pencemar udara yaitu logam berat Timbal (Pb) dihasilkan dari pembakaran yang kurang sempurna pada mesin kendaraan. Logam Pb di alam tidak dapat didegradasi atau dihancurkan dan disebut juga sebagai non essential trace element yang paling tinggi kadarnya, sehingga ia sangat berbahaya jika terakumulasi pada tubuh dalam jumlah yang banyak. Logam Pb yang mencemari udara terdapat dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk gas dan partikel-partikel. Saat ini pemerintah telah mengupayakan penghapusan Pb dalam bensin dan menggunakan bahan pengganti Tetra Etil Lead (TEL) guna menghilangkan efek buruk yang ditimbulkan oleh Pb terhadap kesehatan.Hal.95-101 :ilus.; 30 c

    PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN VITAMIN C TERHADAP RESPON FISIOLOGI, PENYUSUTAN BERAT BADAN DAN TINGKAT KEMATIAN AYAM BROILER AKIBAT TRANSPORTASI

    No full text
    Peternakan unggas merupakan sektor peternakan yang mengalami kemajuan pesat diantaranya adalah ayam broiler. Ayam broiler dapat tumbuh dengan cepat, memiliki konversi pakan yang baik, dan waktu produksinya sangat singkat. Namun manajemen pra pemotongan dapat mengakibatkan stres, penurunan berat badan, serta mengalami kematian. Salah satu kegiatan pra pemotongan ayam broiler yaitu proses transportasi. Transportasi merupakan kegiatan yang asing bagi ayam sehingga menjadi stressor utama dalam kegiatan pemindahan ayam broiler. Penyebab utama stres pada ayam broiler saat ditransportasikan adalah cekaman panas. Cekaman panas dapat diminimalisir dengan pemberian vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian larutan vitamin C terhadap respon fisiologi, penyusutan berat badan dan kematian ayam broiler akibat transportasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 berlokasi di Commercial Zone Animal Laboratory (CZAL) Universitas Bengkulu dan Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 15 ulangan. P0 : Kontrol tanpa Vitamin C, P1 : 250 mg Vitamin C + 75 ml air, P2 : 500 mg Vitamin C + 75 ml air, P3 : 750 mg Vitamin C + 75 ml air dan P4 : 1000 mg Vitamin C + 75 ml air. Variabel yang diamati adalah respon fisiologi, penyusutan berat badan, persentase penyusutan berat badan, tingkat kematian serta mikroklimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan vitamin C berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penyusutan berat badan dan persentase penyusutan berat badan setelah transportasi 2 jam tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap respon fisiologi, dan kematian sedangkan setelah transportasi 4 jam perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap respon fisiologi, penyusutan berat badan, persentase penyusutan berat badan, dan kematian. Dapat disimpulkan bahwa pemberian larutan vitamin C sebelum transportasi dapat mengatasi stres cekaman panas saat transportasi yang ditandai peningkatan penyusutan berat badan dan persentase penyusutan berat badan tanpa mempengaruhi respon fisiologi dan tingkat kematian selama proses transportasi

    Karbon dots (C-dots) dari Bahan Hayati untuk Deteksi Logam Berat

    Get PDF
    Pendeteksian logam berat pada limbah hasil industri perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit apabila memasuki tubuh manusia. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk pendeteksian logam berat yaitu C-dots. C-dots yang berasal dari bahan hayati akan menghasilkan gugus fungsi yang dapat meningkatkan karakteristik optik C-dots agar lebih selektif dalam pendeteksian logam berat. Selain itu, penggunaan bahan hayati sebagai sumber C-dots akan memanfaatkan limbah sehingga mengurangi sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nanopartikel karbon C-dots yang berasal dari sumber hayati sebagai pendeteksian logam berat. C-dots yang berasal dari sumber hayati sudah banyak diteliti sebagai deteksi logam berat secara selektif. Gugus fungsi pada permukaan C-dots akan menentukan interaksi spesifik antara C-dots dan masing-masing logam. Reaksi pengompleksan antara C-dots dengan ion logam cenderung mengikuti aturan sebagai berikut, ion logam yang keras akan cenderung mengikat ligan yang keras dan ion logam lunak cenderung mengikat lebih banyak ligan yang lunak. C-dots tersintesis dengan metode hidrotermal cenderung menghasilkan quantum yield dan intensitas fluoresensi yang lebih tinggi yang sensitif untuk deteksi logam berat. Carbon Dots (C-Dots) from Biomass for Heavy Metal Detection. Detecting heavy metals in industrial waste is necessary to prevent the disease from entering the human body. One of the materials that can be used to detect heavy metals is carbon dots (C-dots). C-dots derived from biological materials have functional groups that can improve their optical characteristics to be more selective in detecting heavy metals. In addition, using natural materials as a source of C-dots will utilize waste, thereby reducing waste. This study aims to review carbon nanoparticles derived from natural sources for detecting heavy metals. C-dots derived from biological sources have been widely studied as selective heavy metal detection. The functional groups on the surface of the C-dots will determine the specific interactions between the C-dots and each metal. The complex reaction between C-dots and metal ions tends to follow the rules: hard metal ions tend to bind to hard ligands, and soft metal ions tend to bind more to soft ligands. C-dots synthesized via the hydrothermal method tend to produce a higher quantum yield and fluorescence intensity that are sensitive to heavy metal detection. 

    Penentuan Titik Berat Skea 5 KW

    No full text
    Dalam penempatan komponen yang dipasang di atas menara dari suatu turbin angin, perlu diperhatikan letak titik beratnya agar tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap stabilitas dan pembebanan. Untuk mengetahui berat dan letak titik berat komponen SKEA 5 KW yaang sebenarnya, dalam tulisan ini diutarakan penentuan titik berat secara laboratoris, dan untuk membandingkannya dengan keadaan teoritis, diutarakan pula penentuan berat dan titik berat komponen tersebut secara teoritis11 hlm, 30 c

    KARAKTERISASI WAVEGUIDE BERBASIS POLYMETHYL METHACRYLATE DENGAN SELUBUNG CARBON NANODOTS (C-DOTS) SEBAGAI SENSOR ION LOGAM BERAT

    No full text
    Limbah logam berat menjadi permasalahan serius bagi masyarakat yang tinggal di kawasan industri. Carbon nanodots (C-Dots) merupakan jenis material yang banyak dikembangkan sebagai sensor logam berat karena biokompatibel, murah, dan sifat fluoresens yang dimiliki. C-Dots yang didapat dari proses sintesis styrofoam digunakan sebagai coating pada material inti Unsaturated Polyester Resin (UPR) dalam pembuatan sensor optik logam berat berbasis waveguide yang dikarakterisasi terhadap variasi konsentrasi dan pengaruh suhu. Dalam penelitian ini dilakukan fabrikasi dan karakterisasi waveguide berbasis Polymethyl Methacrylate (PMMA) dengan material inti Unsaturated Polyester Resin (UPR) Yukalac C 108 B dengan coating C-Dots untuk mendeteksi ion logam berat dalam air sehingga diperoleh sensitivitas dan pengaruh suhu dalam pengukuran. Struktur waveguide yang digunakan adalah waveguide lurus. Sampel yang digunakan sebanyak 3 buah yakni sampel A, B, dan C yang digunakan untuk masing-masing logam berat berturut-turut yakni logam Fe, Cd, dan Ni dengan komposisi material inti 100 ml Yucalac C108B dan 0,25 ml katalis mepoxe, yang dilapisi dengan coating C-Dots. Karakterisasi terhadap variasi konsentrasi dilakukan dengan merendamkan sampel dalam wadah kaca yang berisi larutan logam dengan konsentrasi 0,5 ppm hingga 1 ppm dengan kenaikan 0,1 ppm. Sementara itu, karakterisasi terhadap suhu dilakukan dengan meletakkan sampel waveguide yang direndam pada salah satu konsentrasi logam berat pada magnetic stirrer DLAB H550S dalam rentang suhu 35℃ − 80℃ dengan besar kenaikan 5℃. Kedua ujung POF masing-masing digunakan sebagai input yang terhubung dengan sumber cahaya yakni LED dengan panjang gelombang 660 nm dan sebagai output yang terhubung dengan spektrometer Ocean Optic USB4000. Hasil karakterisasi untuk variasi konsentrasi larutan menunjukkan bahwa sensor memiliki nilai sensitivitas −2,9204 dB/ppm, −3,434 dB/ppm, dan −5,2181 dB/ppm secara berurutan terhadap logam Fe, Cd, dan Ni. Waktu respon ketiga sampel terhadap logam berat relatif stabil setelah 0,2 menit – 1,6 menit pengukuran, namun terjadi fluktuasi saat konsentrasi turun pada logam Fe dan Ni. Sedangkan hasil karakteriasi suhu menunjukkan sensitivitas sensor terhadap logam Fe, Cd, dan Ni saat diberikan variasi suhu pada larutan yaitu 7,5 × 10−3 dB/℃, −2,5× 10−3 dB/℃, dan 8,5 × 10−3 dB/℃ dengan faktor korelasi berturut-turut 97,73%. 91,28%, dan 97,96%. Besar error pada pendeteksian ion logam berat untuk sensor waveguide logam Fe, Cd, dan Ni berturut-turut adalah ±2,568 × 10−3 ppm/℃, ±0,728 × 10−3 ppm/℃, dan ±1,629 × 10−3 ppm/℃. Berdasarkan hasil karakterisasi yang telah dilakukan, sensor memiliki sensitivitas tinggi terhadap Ni. Sementara itu, error paling rendah akibat pengaruh suhu terjadi pada pengukuran konsentrasi C

    PENGARUH SUPLEMENTASI TABLET BESI DAN VITAMIN C TERHADAP BERAT LAHIR BAYI DI KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Kualitas generasi yang akan datang sangat dipenganthi oleh kualitas Balita yang ada pada saat ini, sedang kualitas Balita yang ada sekarang ini sangat tergantung salah satunya oleh berat badan bayi saat diialarkan. Oleh sebabitu faktor-faktor yang dapat menyebabkan bayi dengan berat lahir kurang ( lIBLR ) harus dapat segera diccgah. Laura ( 1979 ) mengemukakan bahwa Anemia dikombinasi dengan berat badan rendah sebelum hamil memegang peranan penting dalam meningkatkan kejadian BBLR. Pendapat ini didukung oleh Djoko Moeljanto ( 1998c ) yang mengemukakan bahwa Anemia pada wanita hamil meningkatkan resiko morbiditas dan mortalitas fetal, lahir prematur dan BBLR. Anemia pada ibu hamil yang paling banyak adalah Anemia defisiensi zat besi, baik itu akibat proses fisiologis ataupun adanya kebutuhan zat besi yang meningkat pada saat hamil. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan dengan pemberian tablet besi kasus Anemia pada ibu hamil dapat diperbaiki, dimana dengan pemberian tablet besi 2 kali / mingguatau sekali seminggu hasilnya akan lebih efektif dalam meningkatkan kadar haemoglobin darah Burnil, apalagi jika disertai dengan tambahan vitamin c. Suatu studi quasi eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai suplamentasi tablet besi balk dengan atau tanpa tambahan vitamin c terhadap berat lahir bayi, serta apakah konsumsi kalori dan kenaikan berat badan selama hamil juga mempengaruhi berat lahir bayi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Dati II Semarang, Propinsi Jawa Tengah dengan responden ibu hamil yang memenuhi kriteria penelitian, jumlah sampel 69 Bumil yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan, yaitu kelompok I ( Prpgram DepKes ) asam foto ) diberikan 1 tablet setiap had ; kelompok H mendapat suplementasi tablet besi responden mendapat suplementasi tablet besi ( berisi 60 mg elemen zat besi + 0,25 mg ) dengan dosis yang sama tetapi dalarn bentuk tablet salut gula , diberikan 1 tablet 2 kali / hari tanpa tambahan vitamin c; kelompok HI mendapat suplementasi tablet besi yang sama dengan kelompok II dengan tambahan 100 mg vitamin c. Hasil penelitian didapatkan rata-rata berat badn bayi yang dilahirkan responden 3075,362 gram, dengan berat terendah 2500 gram dan tertinggi 4200 grant Kadar akhir haemoglobin responden rata-rata 11,367 gr %, dengan kadar terendah 10,60 gr % dan tertinggi 12,00 gr %. Konsumsi kalori responden selama hamil rata-rata 1918,116 kal, dengan konsumsi terendah 1400 kal dan tertinggi 2550 kal. Kenaikan berat badan responden selama hamil rata-rata 9,88 kg, dengan kenaikan terendah 6,00 kg dan tertinggi 16,00 kg. Hasil uji statistik Anava menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna p = 0,2316 ( p > 0,05 ) terhadap kadar akhir haemoglobin responden antara responden yang mendapat suplementasi tablet besi setiap had ( kel I / program DepKes ) dibanding responden yang mendapat suplementasi tablet besi salut gula dengan pemberian I tablet 2 kali / minggu balk tanpa ( kel II) maupun dengan tambahan vitamin c ( kel III ). Hasil Uji Anava juga menunjukkan tidak terdapai perbedaan yang bermakna p = 0,5817 ( p > 0,05 ) pada berat lahir bayi antara responden yang mendapat suplementasi tablet besi 1 tablet setiap hari ( kel I / program DepKes ) dibanding responden yang mendapat kel II ) maupun dengan tambahan vitamin c ( kel 111 ). Hasil uji regressi menunjukkan nampaknya hanya kadar akhir haemoglobin responden akibat suplementasi yang mempengaruhi berat lahir bayi, dengan tingkat kemaknaan p = 0,0002 ( p 0,05 ). Dad hasil penelitian ini dapal disimpulkan akibat pemberian supelemtasi tablet besi baik atau tanpa tambahan vitamin c rata-rata bayi yang dilahirkan responden memputlyai berat lahir normal ( 1> 2500 gram ), serta rata-rata kadar haemoglobin responden normal ( > II gr % ). Pemberian suplementasi tablet besi dalam bentuk salut gula dengan pemberian I tablet 2 kali / minggu tanpa tambahan vitamin c ( kel 11 ) relati
    corecore