20 research outputs found
Zoologi Literature Reading Interest Analysis on High Level Thinking of Ability Biology Education Students
PEMETAAN KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMP DAN SMA
The learning media in SMP and SMA in the 2013 curriculum have shifted needs. This research was conducted because of the monotony of the thesis products made by biology teacher candidates at UIN Walisongo. Learning media is an important factor in the learning process so that it can increase the effectiveness and quality of student learning. The purpose of this study was to determine the mapping of biology learning media and to analyze the needs of instructional media in the 2013 curriculum. The sample was taken by using purposive sampling technique. The method of data collection is done by using the method of observation, interviews and documentation. The analysis shows that the learning media in SMA and SMP Kota Semarang have a variety of media types (visual, audio-visual, computer, power point and interactive), although certain media are only available in limited quantities at schools. Types of biology learning media that can be used to achieve the goals of the 2013 Curriculum by researchers include: audio visual / video, interactive media and technology-based media. Because the 2013 curriculum is scientific-based learning, the three media support this type of scientific learning. Suggestions for teachers to use more varied learning media.
Keywords: Mapping, Biology Learning Media, 2013 Curriculum.
Abstrak
Media pembelajaran di SMP dan SMA dalam kurikulum 2013 mengalami pergeseran kebutuhan. Penelitian ini dilakukan karena kemonotonan produk skripsi yang dibuat oleh calon guru biologi di UIN Walisongo. Media pembelajaran adalah faktor penting dalam proses pembelajaran supaya dapat meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemetaan media pembelajaran biologi dan menganalisis kebutuhan media pembelajaran pada kurikulum 2013. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran di SMA dan SMP Kota Semarang memiliki kelengkapan dalam variasi jenis media ( visual, audio visual, komputer, power point dan interaktif), meskipun media tertentu hanya tersedia dalam jumlah terbatas pada sekolah. Jenis media pembelajaran biologi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan Kurikulum 2013 oleh peneliti antara lain : audio visual/video, media interkatif dan media berbasis teknologi. Karena kurikulum 2013 pembelajaran berbasis saintifik, ketiga media tersebut mendukung jenis pembelajaran saintifik. Saran untuk guru supaya menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi.
Kata Kunci : Pemetaan, Media Pembelajaran Biologi, Kurikulum 201
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Guided Inquiry Materi Tumbuhan Berbiji Pada Siswa SMK Farmasi Nusaputera
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model perangkat pembelajaran biologi yang selama ini digunakan di SMK Farmasi Nusaputera, mengembangkat perangkat pembelajaran biologi pendekatan kontekstual metode guided inquiry pada materi tumbuhan berbiji dan untuk mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan kontekstual metode guided-inquiry pada materi tumbuhan berbiji dalam upaya meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian Research and Development. Tahapan penelitian terdiri dari riset dan pengembangan. Riset dilakukan untuk mengetahui keadaan awal dari tempat penelitian. Pengembangan dilakukan untuk merencanakan, menyususn, menguji coba dan memvalidasi perangkat pembelajaran, dalam tahap ini dilakukan validasi perangkat dan uji coba perangkat. Uji coba dilakukan untuk mengukur keefektifan dan kepraktisan perangkat. Keefektifan ditentukan berdasarkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa sedangkan kepraktisan ditentukan berdasarkan respon guru dan siswa. Dari hasil penelitian dan pengembangan diperoleh perangkat pembelajaran yang valid, efektif dan praktis. Perangkat dinyatakan valid sebab perangkat berada dalam kriteria sangat baik. Perangkat dinyatakan efektif sebab perangkat dapat meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa, dapat dilihat melalui perbandingan dengan kelompok eksperimen dan perangkat dinyatakan praktis sebab > 75% respon guru dan siswa menyatakan baik. Perangkat pembelajaran pendekatan kontekstual metode guided inquiry dapat diterapkan pada materi pembelajaran yang lain misalnya materi ekosistem dan tumbuhan paku. Perangkat dapat digunakan pada materi dan tempat lain dengan penyesuaian terhadap sumber belajar dan kondisi lingkungan di sekitar siswa
Pengaruh pembelajaran klasifikasi makhluk hidup di taman sekolah terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pelajaran biologi kelas X MA Walisongo Kayen Pati
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif pembelajaran di Taman Sekolah dalam materi pokok Klasifikasi Makhluk Hidup Terhadap Peningkatan Motivasi Siswa Dalam Pelajaran Biologi.
Penelitian ini menggunakan pre experimental design. Subjek penelitian ini dipilih menggunakan simple random sampling, sampel diambil dari 4 kelas yang ada di kelas X, dengan jumlah siswa 160 orang. Sampel diambil secara random dari 160 orang siswa dan didapatkan sampel berjumlah 40 orang. Sampel akan dikenai 2 perlakuan, yaitu pembelajaran secara konvensional dan pembelajaran secara kontekstual. Pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan realibilitas datanya, serta menggunakan metode dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh data nama siswa yang termasuk sampel penelitian.
Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik. Pengujian hipotesis menggunakan T-Test. Pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual di Taman Sekolah lebih meningkatkan motivasi siswa dalam pelajaran biologi dengan ditunjukkan pada harga t hitung yang lebih besar jika dibandingkan t tabel, yaitu 18,251 > 2,042. ini berarti tingkat motivasi belajar siswa pada pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup melalui pembelajaran di Taman Sekolah lebih tinggi (baik) dibandingkan pembelajaran secara konvensional.
Berdasarkan hal ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para sivitas akademika, para mahasiswa, para tenaga pengajar mata kuliah jurusan dan program studi di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang terutama dalam memberikan dorongan kepada mahasiswa agar senantiasa meningkatkan motivasi berprestasi secara lebih baik lagi
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Materi Vertebrata di Kelas X
Siswa menganggap materi Biologi sulit sehingga menyebabkan motivasi belajar menurun. Alternatif meningkatkan motivasi belajar yaitu dengan menggunakan media pembelajaran scrapbook. Hasil menunjukkan penilaian kualitas scrapbook oleh ahli materi memperoleh persentase sebesar 91%, ahli media sebesar 84%, dan guru Biologi sebesar 94% serta tanggapan siswa sebesar 87%. Motivasi belajar awal diperoleh skor 56% dengan kategori sedang/ cukup termotivasi, motivasi belajar akhir diperoleh skor 79% dengan kategori tinggi/ termotivasi. Berdasarkan pengukuran motivasi belajar disimpulkan pengembangan media pembelajaran scrapbook dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebesar 23% dengan gain score 0.52 termasuk dalam kategori sedang. Pada uji beda dengan uji t diperoleh thitung sebesar 16.449 dan ttabel sebesar 2.093, karena thitung > ttabel maka terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran scrapbook. Media scrapbook memperoleh penilaian kategori sangat baik, sehingga sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran scrapbook pada materi vertebrata dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X
Inovasi Modul Pembelajaran Biologi Terintegrasi Problem Based Learning Dilengkapi dengan Tes Diagnostik Multiple Choice Two Tier pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di SMP
Kurangnya bahan ajar menyebabkan kuarangnya pemahaman peserta didik pada materi. Sehingga peneliti mengembangkan bahan ajar mandiri yang berupa modul pembelajaran biologi terintegrasi problem based learning dilengkapi dengan tes diagnostik multiple choice two tier pada materi sistem ekskresi manusia untuk siswa kelas VIII SMP N 1 Boja. Jenis penelitian research and development (R&D) mengacu pada model pengembangan Sugiyono (2015) yang dimodifikasi oleh peneliti. Hasil Penilaian validasi modul ahli materi 96%, ahli media 83%, ahli instrumen 89% dan guru IPA biologi 97%. Kelayakan modul juga dapat dinilai dari hasil tanggapan siswa kelas kecil 93,33%. untuk kelas besar, uji kelayakan modul dengan cara perbandingan hasil pre-test (68%) dan post-test (88%). dapat dikatakan bahwa modul yang dikembangkan sangat layak. Hasil tingkat miskonsepsi pre-test memperoleh pemahaman 72%, miskonsepsi 4%, menebak 2% dan tidak paham 22%. Sedangkan hasil miskonsepsi post-test pemahaman 91%, miskonsepsi 3%, menebak 1% dan ketidak pahaman 5%
Pengembangan Big Book untuk Meningkatkan High Order Thinking Skill Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik desain prototipe big book, menguji kelayakan big book untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa SMP, dan menguji efektivitas big book untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran siswa SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian ADDIE menurut Branch. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sample. Data yang diperoleh terdiri dari data observasi, angket uji validitas, angket tanggapan peserta didik dan data hasil pretest dan posttest. Hasil penilaian menunjukan bahwa media pembelajaran big book ini layak digunakan dalam proses pembelajaran, berdasarkan penilaian kualitas big book oleh ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran dan peserta didik berturut-turut memperoleh persentase 84,48%; 83,30%; 87,50%, dan 84,61%.Tingkat keefektifan peserta didik dalam pembelajaran menggunakan big book memperoleh persentase 40% yang artinya kegiatan pembelajaran dengan big book ini belum efektif. Hasil uji normal gain atau uji peningkatan hasil belajar memperoleh nilai rata-rata 0,29 yang berarti peningkatan hasil belajar masuk kriteria rendah. Belum efektifnya hasil uji efektivitas dan uji N-gain yang rendah ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: kegiatan pembelajaran yang kurang maksimal dalam hal ini pemilihan pendekatan pembelajaran, model pembelajaran atau metode pembelajaran yang kurang tepat
PENGEMBANGAN MEDIA MIND MAP PADA MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI PROTISTA
Protista is material required interesting and effective media in learning in to obtain maximum learning outcomes. This study aims to determine the effect of developing mind map media on improving learning outcomes of class X MIPA students on protista material at SMA Negeri 1 Ulujami. This research was conducted online with the help of a google form in class X MIPA students. This research is a development research from Sivasailam Thiagarajan 4-D development, namely the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. This research used Cluster Random Sampling technique. The data obtained consisted of observation data, validity test, questionnaires, student response questionnaires, pre-test and post-test results data in large group. The results of the assessment showed that the mind map media based on the advance organizer learning model is suitable for use in the learning process. Based on the feasibility an assessment by 76.47% of material experts, 89.01% of media expert, 95.2% of biology teacher, and 81% of students\u27 respons. The effectiveness of students in learning with mind map media obtained a percentage of 62%, it means that the learning using mind map media is effective to improve student learning outcomes. The data analysis technique used the t-test and one-party hypothesis testing. The results of the t-test research showed that t count = 2.914 and t table = 1.7. The results showed t count> t table with α = 5%, so Ho was rejected and Ha was accepted. It means that the average understanding of the experimental class students was higher than the control class. The results of the normal gain test or the results of the increase in learning outcomes obtained an average of 0.62 which means that the increase in student learning outcomes is in the moderate criteria.       Materi protista memerlukan media menarik dan efektif dalam pembelajaran supaya diperoleh hasil belajar yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan media mind map terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X MIPA pada materi protista di SMA Negeri 1 Ulujami. Penelitian ini dilaksanakan melalui daring dengan bantuan google form pada siswa kelas X MIPA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dari Sivasailam Thiagarajan pengembangan 4-D yaitu tahap Define, Design, Develop, and Disseminate. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Cluster Random Sampling. Data yang diperoleh terdiri dari data observasi, angket uji validitas, angket tanggapan peserta didik dan data hasil pre-test dan post-test pada kelompok besar. Hasil penilaian menunjukan bahwa media mind map berbasis model pembelajaran advance organizer layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kelayakan tersebut berdasarkan penilaian oleh ahli materi 76,47%, ahli media 89,01%, guru biologi 95,2%, dan tanggapan peserta didik 81%. Tingkat keefektifan peserta didik dalam pembelajaran dengan media mind map memperoleh persentase 62% yang artinya pembelajaran menggunakan media mind map efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan uji t-test dan uji hipotesis satu pihak. Hasil penelitian uji t-test diperoleh t hitung = 2,914 dan t tabel = 1,7. Hasil penelitian menunjukan t hitung > t tabel dengan α = 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya rata-rata pemahaman siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Hasil uji normal gain atau hasil uji peningkatan hasil belajar memperoleh rata-rata 0,62 yang berarti peningkatan hasil belajar peserta didik masuk kriteria sedang.Â
Development of Android-Based Interactive Multimedia to practice Critical Thinking Skills on Mutation Materials
The purpose of this study was to determine the feasibility and response of students to interactive multimedia based on android containing critical thinking skills on mutation material. This type of research is research and development (R&D), this research was developed using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The sample in this study were 10 students of MAN 2 Semarang. The results of the study: 76% of media experts, 81.81% of material experts, 90% of critical thinking experts, 91.61% of teacher responses, and 92.66% of student responses to interactive multimedia applications. Based on the results of the study, it can be concluded that android-based interactive multimedia to train critical thinking skills on mutasu material is very feasible to be used as teaching material. Keywords: critical thinking skills, interactive multimedia, development research. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i3.pp824-83
UIN Walisongo Green Campus Study: Implementation of Education Readiness in The Faculty of Science and Technology
This study investigated the level of readiness and any difficulties to developing a green campus at UIN WALISONGO, especially in the field of education. This mixed-method study requires data on both processes and outcomes. The information was a grade for faculty preparation in education according to UI Green Matric standard, and limitations in the faculty environment towards the green campus. The preparedness score was 3.6. level 3 means the faculty is ready but must solve various issues. Obstacle to developing a green campus include the absence of fair distribution of socialization from faculty to various levels and a lack of sustainability courses in most study programs. The faculty lacks a sustainability group that work under the dean. The faculty hopes to green the campus by maximizing the academic community.
 
