197,479 research outputs found

    Bulat Até

    No full text
    Karya Bulat Até berawal dari keinginan mengungkapkan kegelisahan pribadi selama menempuh masa perkuliahan melalui penciptaan karya tari. Bulat Até diterjemahkan dari Bahasa Aceh yang berarti konsisten. Pada karya ini penggunaan kata konsisten mengacu pada keselarasan antara perkataan, sikap, dan perilaku. Karya Bulat Até menceritakan pengalaman empiris yang berupa tantangan berbusana hijab di lingkungan pendidikan seni, dengan menghadirkan konsep makna sebuah adaptasi dan negosiasi untuk mendukung konsistensi kewajiban sebagai perempuan Aceh yang berjilbab. Penciptaan mengacu pada metode Alma M. Hawkins meliputi eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Metode ini tidak dilakukan secara berurutan dan setiap tahapan diikuti evaluasi. Karya Bulat Até menggunakan tipe tari studi dan dramatik, diwujudkan secara simbolik representasional dengan ditarikan oleh tujuh penari perempuan. Dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan kebutuhan karya. Posisi sikap duduk bersimpuh menjadi dasar sikap pada karya Bulat Até. Karya Bulat Até merupakan sebuah karya tari yang menghadirkan teknik enjut dari dalam tari Ratoh Jaroe sebagai simbol tantangan berkonsistensi dalam beradaptasi di lingkungan pendidikan seni. Musik iringan dalam bentuk MIDI Live Music dengan lima pemusik, menggunakan instrumen Rapa’i, Serune Kalee, Gong Kempul, Bedug, Kendang, Gongseng, Sequencer dan vokal untuk memperkuat makna setiap bagian. Busana yang dikenakan berupa baju kurung modifikasi, celana panjang, kaos kaki, ciput ninja, serta topi panjang berbentuk kotak. Tujuan karya ini untuk menjadi media refleksi dan eksistensi terhadap segala sesuatu dapat dijalani dengan melihat pola lingkungan melalui adaptasi dan negosiasi. Karya tari “Bulat Até” adalah bentuk ekspresi seni Islam melalui pembuktian dari konsistensi berkarya di lingkup seni dengan mengikuti kaidah-kaidah Islam. Dipentaskan di Proscenium Stage Jurusan Tari ISI Yogyakart

    Bulat Até

    No full text
    Karya Bulat Até berawal dari keinginan mengungkapkan kegelisahan pribadi selama menempuh masa perkuliahan melalui penciptaan karya tari. Bulat Até diterjemahkan dari Bahasa Aceh yang berarti konsisten. Pada karya ini penggunaan kata konsisten mengacu pada keselarasan antara perkataan, sikap, dan perilaku. Karya Bulat Até menceritakan pengalaman empiris yang berupa tantangan berbusana hijab di lingkungan pendidikan seni, dengan menghadirkan konsep makna sebuah adaptasi dan negosiasi untuk mendukung konsistensi kewajiban sebagai perempuan Aceh yang berjilbab. Penciptaan mengacu pada metode Alma M. Hawkins meliputi eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Metode ini tidak dilakukan secara berurutan dan setiap tahapan diikuti evaluasi. Karya Bulat Até menggunakan tipe tari studi dan dramatik, diwujudkan secara simbolik representasional dengan ditarikan oleh tujuh penari perempuan. Dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan kebutuhan karya. Posisi sikap duduk bersimpuh menjadi dasar sikap pada karya Bulat Até. Karya Bulat Até merupakan sebuah karya tari yang menghadirkan teknik enjut dari dalam tari Ratoh Jaroe sebagai simbol tantangan berkonsistensi dalam beradaptasi di lingkungan pendidikan seni. Musik iringan dalam bentuk MIDI Live Music dengan lima pemusik, menggunakan instrumen Rapa’i, Serune Kalee, Gong Kempul, Bedug, Kendang, Gongseng, Sequencer dan vokal untuk memperkuat makna setiap bagian. Busana yang dikenakan berupa baju kurung modifikasi, celana panjang, kaos kaki, ciput ninja, serta topi panjang berbentuk kotak. Tujuan karya ini untuk menjadi media refleksi dan eksistensi terhadap segala sesuatu dapat dijalani dengan melihat pola lingkungan melalui adaptasi dan negosiasi. Karya tari Bulat Até adalah bentuk ekspresi seni Islam melalui pembuktian dari konsistensi berkarya di lingkup seni dengan mengikuti kaidah-kaidah Islam. Dipentaskan di Proscenium Stage Jurusan Tari ISI Yogyakarta

    Bulat Até

    No full text
    Karya Bulat Até berawal dari keinginan mengungkapkan kegelisahan pribadi selama menempuh masa perkuliahan melalui penciptaan karya tari. Bulat Até diterjemahkan dari Bahasa Aceh yang berarti konsisten. Pada karya ini penggunaan kata konsisten mengacu pada keselarasan antara perkataan, sikap, dan perilaku. Karya Bulat Até menceritakan pengalaman empiris yang berupa tantangan berbusana hijab di lingkungan pendidikan seni, dengan menghadirkan konsep makna sebuah adaptasi dan negosiasi untuk mendukung konsistensi kewajiban sebagai perempuan Aceh yang berjilbab. Penciptaan mengacu pada metode Alma M. Hawkins meliputi eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Metode ini tidak dilakukan secara berurutan dan setiap tahapan diikuti evaluasi. Karya Bulat Até menggunakan tipe tari studi dan dramatik, diwujudkan secara simbolik representasional dengan ditarikan oleh tujuh penari perempuan. Dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan kebutuhan karya. Posisi sikap duduk bersimpuh menjadi dasar sikap pada karya Bulat Até. Karya Bulat Até merupakan sebuah karya tari yang menghadirkan teknik enjut dari dalam tari Ratoh Jaroe sebagai simbol tantangan berkonsistensi dalam beradaptasi di lingkungan pendidikan seni. Musik iringan dalam bentuk MIDI Live Music dengan lima pemusik, menggunakan instrumen Rapa’i, Serune Kalee, Gong Kempul, Bedug, Kendang, Gongseng, Sequencer dan vokal untuk memperkuat makna setiap bagian. Busana yang dikenakan berupa baju kurung modifikasi, celana panjang, kaos kaki, ciput ninja, serta topi panjang berbentuk kotak. Tujuan karya ini untuk menjadi media refleksi dan eksistensi terhadap segala sesuatu dapat dijalani dengan melihat pola lingkungan melalui adaptasi dan negosiasi. Karya tari “Bulat Até” adalah bentuk ekspresi seni Islam melalui pembuktian dari konsistensi berkarya di lingkup seni dengan mengikuti kaidah-kaidah Islam. Dipentaskan di Proscenium Stage Jurusan Tari ISI Yogyakarta

    Hellyethira bulat Wells & Huisman 1992

    No full text
    Hellyethira bulat Wells & Huisman Hellyethira bulat Wells & Huisman, 1992: 110. New record. INDONESIA (Sumatra): Bukit Barisan Selatan National Park, Barisan Mts., Way Pitias, 800 m, 17–19.vi.2008, light trap [J. Oláh, Jr.] — 2 males (OPC, in alcohol).Published as part of Oláh, János & Johanson, Kjell Arne, 2010, Fifteen new Trichoptera (Insecta) species from Sumatra, Indonesia, pp. 1-35 in Zootaxa 2618 (1) on page 26, DOI: 10.11646/zootaxa.2618.1.1, http://zenodo.org/record/530408

    Kajian Solusi Fungsi Bilangan Bulat Terbesar Linier

    No full text
    Bilangan bulat terbesar dari X adalah bilangan bulat tersesar yang lebih kecil atau sama dengan X dan dinotasikan dengan β X à n ↔ n £ X £ n+1, n bilangan bulat. Sedangkan fungsi bilangan bulat terbesar adalah fungsi yang memuat β X à atau f(x) = β X à. Solusi fungsi bilangan bulat terbesar f(x) = β X à ditentukan dengan mencari suatu interval ak < ak+1, ak+1 – ak = I, dimana I = panjang interval yang ditentukan sehingga f(x) = β X à terdefinisi

    PERBANDINGAN EFESIENSI KOLOM PERSEGI DAN KOLOM BULAT PADA PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL PASAR BARU PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL

    No full text
    Perbandingan kolom persegi dengan kolom bulat sangatlah mendasar. Jika ditinjau dari tulangan dan sengkang, kolom bulat berpenampang spiral memiliki jarak sengkang yang berdekatan di bandingkan dengan kolom persegi yang mempunyai bentuk sengkang tunggal dan jarak yang relatif besar. Sehingga akan berpengaruh pada hasil perbandingan keduanya. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui perbandingan struktur antara kolom persegi dan kolom bulat struktur pada bangunan tiga lantai pada gedung pasar baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal dan untuk mengetahui gaya-gaya dalam kolom. Analisa statika pada perencanaan gedung ini menggunakan program computer dengan ETABS 18.11. Pada analisa ini dimensi kolom dan pembebanan sesuai dengan perencanaan. Berdasarkan hasil perhitungan kolom persegi dengan kolom bulat didapatkan dengan diagram interaksi kolom (SP Collum) dimana Kolom persegi didapat 1,26% sedangkan kolom bulat didapat sebesar 1,61%. Gaya-gaya dalam kolom persegi diperoleh gaya Aksial (P) = 56554,50 kg-m,  geser = 18290 kg-m, momen (M2) = 32678,85 kg-m, momen (M3) =27155,34 kg-m. Sedangkan gaya yang terjadi pada kolom bulat didapat gaya Aksial = 54473,00 kg-m, geser = 17635,07 kg-m, momen (M2) = 31422,98 kg-m dan momen (M3) = 26154,92 kg-m

    Kuramsal Sanat Okumaları

    No full text
    İLHAN KOMANMustafa BULAT1Mehmet ŞAHİNKAYA2ÖZETXIX. Yüzyılın sonları XX. Yüzyılın başlarında ortaya çıkan hızlı teknolojik gelişmeler, savaşların ortaya çıkardığı yıkımlar, sanat ve düşünce alanlarını etkilemiş yeni estetiksel arayışların ortaya çıkmasına zemin hazırlamıştır (Bulat,S., Bulat, M., Aydın, B., 2014;106). Bu dönemde sanat tartışmaları yoğunlaşmış sanatın toplumsal yönü, sanatın işlevselliği sorgulanmaya başlanmıştır. İmparatorlukların parçalanması, krallıkların yok olması ve yerlerini yeni oluşumlara bırakmaları, sanat alanında da geleneksel kalıpların kırılarak yeni ve farklı tarz arayışları olarak değerlendirebileceğimiz modern sanat anlayışı egemen olmaya başlamıştır (Bulat,S., Bulat, M., Aydın, B., 2014;106).“Sanat iletişimsel bir olgudur, bir çağın kodlarını, sembollerini ve geleneklerini fiziksel hale getiren bir işaretler sistemidir” (Şengünalp, 2021: 5152). Bu bağlamda, yakın geçmişimizin hem geleneksel hem de evrensel nitelik taşıyansanatçılardan birisi de İlhan Koman olmuştur. Sanat hayatı boyunca, insanı, doğayı, mimariyi, matematiği, geometriyi ve fizik olgularını irdelemiş, güncel teknoloji ile harmanlayarak üretim süreci içerisine giren özgün bir sanatçıdır. Kullandığı malzemeler ve bu malzemelere uyguladığı radikal yaklaşımlar, sanatçının biçim ve anlatım zenginliğinin birer göstergesidir.Haklı olarak Türk da Vinci’si ünvanıyla anılan İlhan Koman dahiyane bir biçimde bilimle sanatı bir araya getirmiş sanatın formülüze edilebilirliğini ortaya koymuştur. 1921 yılında Edirne’de doğan Koman, 1950’li yıllarda bir kırılma yaşayarak Stockholm’e yerleşmiş ve kafasındaki asıl sanat problemlerini orada ortaya koymuş ve kendisini var etmiştir. Yaşadığı gemiyi Türkiye’den gelen pek çok sığınmacı aydına ve kendisine yuva eden Koman nerede ne şekilde üretirse üretsin o Türk sanatının dahisi ve en önemli isimlerinden birisidir. Pek çok sanatçıda olduğu gibi Koman’da kendisini Türkiye sınırları dışında var etmiş ve Türk sanatına hizmet etmiştir. Eserleri dünyanın pek çok yerinde sergilenen İlhan komanın matematik ve geometriyle buluşturduğu heykelleri formülüze edilebilir niteliği ile hala hayata geçirilebilirdir. Bu onun eserlerinin bilimle muhteşem buluşmasından kaynaklanır.</p

    TRACE MATRIKS SIMETRIS BERBENTUK KHUSUS BERPANGKAT BILANGAN BULAT POSITIF

    No full text
    RAPIKADURI NASUTION (2022) : TRACE MATRIKS SIMETRIS BERBENTUK KHUSUS BERPANGKAT BILANGAN BULAT POSITIF Tugas akhir ini membahas tentang trace matriks simetris berbentuk khusus n x n berpangkat bilangan bulat positif. Untuk memperoleh bentuk umum trace dari matiks simetris n x n berpangkat bilangan bulat positif tersebut dengan cara menentukan perpangkatan matriks simetris dari 2 A6 sampai 10 A6 , 2 A7 sampai 10 A7 , 2 A8 sampai 10 A8 . Selanjutnya menduga bentuk umum perpangkatan matriks m An dan dibuktikan menggunakan induksi matematika. Setelah diperoleh bentuk umum perpangkatan matriks simetris m An maka diperoleh trace matriks simetris m An . Diberikan aplikasi dari bentuk umum yang diperoleh dengan cotoh soal. Kata Kunci: Trace matriks, matriks simetris, perpangkatan matriks dan induksi matematika

    ANALISIS EFISIENSI PEMECAH GELOMBANG KONDISI EKSISTING DIBANDINGKAN DENGAN MATERIAL BATU BULAT HALUS (Studi Kasus Pantai Matras Kabupaten Bangka)

    No full text
    Pemecah gelombang merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan abrasi yang terjadi di Pantai Matras Kabupaten Bangka. Pemecah gelombang yang digunakan pada kondisi eksisting yaitu dengan menggunakan material batu pecah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemecah gelombang kondisi eksisting dibandingkan dengan material batu bulat halus. Penelitian ditinjau berdasarkan perbadingan nilai stabilitas dan nilai ekonomisnya. Hasil penelitian didapatkan desain dan bentuk untuk batu pecah elevasi 4 m, tinggi 6 m, berat butir 0,2345 ton, lebar puncak 1,54 m, tebal lapis lindung 1,03 m dan jumlah batu 72 butir, sementara untuk batu bulat elevasi 4 m, tinggi 6 m, berat butir 0,3129 ton, lebar puncak 1,52 m, tebal lapis 1,01 m dan jumlah batu 52 butir. Perbandingan nilai stabilitas terhadap geser untuk batu pecah sebesar 1,349, untuk batu bulat sebesar 1,265 dan stabilitas terhadap guling untuk batu pecah sebesar 8,499, untuk batu bulat sebesar 8,681. Perbandingan nilai ekonomis untuk batu pecah sebesar Rp 48.267.944,16 dan untuk batu bulat sebesar Rp.92.853.930,40. Batu pecah lebih unggul dalam nilai stabilitas terhadap geser. Sedangkan batu bulat lebih unggul dalam nilai stabilitas terhadap guling. Dari nilai ekonomisnya, batu pecah lebih unggul dari batu bulat, dikarenakan kurangnya material batu bulat di Bangka dan harus dikirim dari luar Bangka

    Analisis efisiensi pemecah gelombang kondisi eksisting dibandingkan dengan material batu bulat halus (studi kasus Pantai Matras Kabupaten Bangka)

    No full text
    Pemecah gelombang merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan abrasi yang terjadi di Pantai Matras Kabupaten Bangka. Pemecah gelombang yang digunakan pada kondisi eksisting yaitu dengan menggunakan material batu pecah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemecah gelombang kondisi eksisting dibandingkan dengan material batu bulat halus. Penelitian ditinjau berdasarkan perbadingan nilai stabilitas dan nilai ekonomisnya. Hasil penelitian didapatkan desain dan bentuk untuk batu pecah elevasi 4 m, tinggi 6 m, berat butir 0,2345 ton, lebar puncak 1,54 m, tebal lapis lindung 1,03 m dan jumlah batu 72 butir, sementara untuk batu bulat elevasi 4 m, tinggi 6 m, berat butir 0,3129 ton, lebar puncak 1,52 m, tebal lapis 1,01 m dan jumlah batu 52 butir. Perbandingan nilai stabilitas terhadap geser untuk batu pecah sebesar 1,349, untuk batu bulat sebesar 1,265 dan stabilitas terhadap guling untuk batu pecah sebesar 8,499, untuk batu bulat sebesar 8,681. Perbandingan nilai ekonomis untuk batu pecah sebesar Rp 48.267.944,16 dan untuk batu bulat sebesar Rp.92.853.930,40. Batu pecah lebih unggul dalam nilai stabilitas terhadap geser. Sedangkan batu bulat lebih unggul dalam nilai stabilitas terhadap guling. Dari nilai ekonomisnya, batu pecah lebih unggul dari batu bulat, dikarenakan kurangnya material batu bulat di Bangka dan harus dikirim dari luar Bangka
    corecore