32 research outputs found
Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Etika Sopan Santun Pelkat Anak di GPIB Tamansari Salatiga
Gloria Patry Maria Pellaupessy. 132017040. November 2023. Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Etika Sopan Santun di Pelkat Anak GPIB Tamansari Salatiga. Tugas Akhir. Program studi S1 Bimbingan dan Konseling. FKIP-UKSW. Pembimbing I Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M. Si Pembimbing II Sapto Peran yaitu suatu tingkah laku yang diberikan terhadap seseorang untuk dijalankan dalam kehidupan di tengah masyarakat. Era globalisasi menciptakan perubahan etika pada lingkungan social anak yang membuat anak bertingkah tidak sesuai dengan nilai-nilai kesopanan.Sehingga dalam tulisan ini penulis ingin melihat sejauh mana peranan orang tua khususnya dalam Pelkat Anak di GPIB Tamansari Salatiga untuk membentuk etika sopan santun anak khususnya dalam hal bersikap, bertutur kata. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimanakah peranan orang tua dalam hal pembentukan etika sopan santun anak?” Tujuan Penelitian adalah “menjelaskan cara orang tua dalam membentuk etika sopan santun anak”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa orang tua sudah perperan aktif, juga berubah dalam hal mendidik anak dengan nilai-nilai etika sopan santunGloria Patry Maria Pellaupessy. 132017040. November 2023. Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Etika Sopan Santun di Pelkat Anak GPIB Tamansari Salatiga. Tugas Akhir. Program studi S1 Bimbingan dan Konseling. FKIP-UKSW. Pembimbing I Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M. Si Pembimbing II Sapto Peran yaitu suatu tingkah laku yang diberikan terhadap seseorang untuk dijalankan dalam kehidupan di tengah masyarakat. Era globalisasi menciptakan perubahan etika pada lingkungan social anak yang membuat anak bertingkah tidak sesuai dengan nilai-nilai kesopanan.Sehingga dalam tulisan ini penulis ingin melihat sejauh mana peranan orang tua khususnya dalam Pelkat Anak di GPIB Tamansari Salatiga untuk membentuk etika sopan santun anak khususnya dalam hal bersikap, bertutur kata. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimanakah peranan orang tua dalam hal pembentukan etika sopan santun anak?” Tujuan Penelitian adalah “menjelaskan cara orang tua dalam membentuk etika sopan santun anak”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa orang tua sudah perperan aktif, juga berubah dalam hal mendidik anak dengan nilai-nilai etika sopan santun.Gloria Patry Maria Pellaupessy. 132017040. November 2023. The Role of Parents in
Forming Polite Ethics at the GPIB Tamansari Salatiga Children's Center. Thesis. Guidance and Counseling Bachelor's study program. FKIP-UKSW. Supervisor I Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M. The Guide II Sapto Role is a behavior given to someone to carry out in life in
society. The era of globalization creates changes in ethics in children's social environment which makes children behave in ways that are not in accordance with the values of politeness. So in this paper the author wants to see to what extent the role of parents, especially in the Children's Training Center at GPIB Tamansari Salatiga, is to shape children's ethics of politeness, especially in terms of behave, speak. The problem formulation of this research is "What is the role of parents in forming children's ethical manners?" The aim of the research is "to explain how parents shape their children's ethical manners". This study used descriptive qualitative method. This research has succeeded in proving that parents have played an active role and have also changed in terms of educating children with the ethical values of good manners
Beban Psikologis Ibu dan Ayah Positif HIV/AIDS yang Memiliki Anak dalam Proses Identifikasi Tertularnya HIV/AIDS
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa ditularkan melalui berbagai cara, antara lain melalui ibu HIV positif kepada bayi yang dikandungnya. Proses penularan pada bayi ini menyebabkan dampak psikologis bagi orang tua positif HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan kecemasan serta perasaan-perasaan dan pikiran yang muncul di dalam diri ibu dan ayah positif HIV/AIDS, mengidentifikasi relasi dukungan antar ibu, ayah dan anggota keluarga lain, serta mendeskripsikan bagaimana cara strategi koping yang dipakai oleh ibu dan ayah positif HIV/AIDS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif dan analisis yang intensif terhadap seorang individu tunggal dengan 2 pasang partisipan ibu dan ayah positif HIV/AIDS yang memiliki anak dalam proses identifikasi tertularnya HIV/AIDS. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kecemasan yang awalnya muncul sejak kedua partisipan mengetahui positif HIV/AIDS semakin bertambah ketika proses menunggu identifikasi tertularnya HIV/AIDS pada anaknya. Kualitas relasi pasangan dari sebelum mengetahui bahwa salah satunya terkena HIV/AIDS dimulai dengan fase penyangkalan (denial) yang ditandai dengan konflik sampai dengan fase penerimaan (acceptable) yang ditandai dengan adanya keputusan untuk memiliki anak. Relasi dukungan justru semakin menguat antar pasangan dan keluarga lain, meskipun belum ada keterbukaan dengan lingkungan luar. Respon koping yang unik pada setiap individu bergantung dari cara partisipan menanggapinya, dimana respon yang muncul adalah respon pasrah dan respon konstruktif. Selain itu tingkat pengetahuan partisipan maupun latarbelakang ekonomi berdampak pada adanya perubahan rutinitas yang dialami partisipan.Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus attacks of the human immune system that can be transmitted in various ways, including through an HIV-positive mother to her baby in pregnancy. The transmission process in these infants causes a psychological impact on HIV-positive parents. This study aims to identify the anxiety and feelings and thoughts that arise within HIV-positive mothers and fathers, identify support-system between mothers, fathers and other family members, and describe how coping strategies used by HIV-positive mothers and fathers. The method used in this study is a descriptive case study and intensive analysis of a single individual with 2 pairs of HIV-positive maternal and fetal participants who have children in the identification process of transmission of HIV. From the results of this study found that the anxiety that initially emerged since both participants know HIV-positive is increasing when the process of waiting for the identification of the infected HIV / AIDS in her child. The quality of partner relationships before knowing that one of them has HIV begins with a denial phase marked by conflicts up to the acceptable phase marked by a decision to have children. Support relationships are getting stronger between couples and other families, although there is no openness with the outside environment. The unique coping response of each individual depends on the way participants respond, where the response is a resigned response and constructive response. In addition, the level of knowledge participants and economic backgrounds have an impact on the change of routine experienced by participants
REPRESENTASI HEGEMONI SOSIAL BUDAYA PADA CERPEN-CERPEN ANAK KARYA SOESILO TOER (ANALISIS WACANA KRITIS)
Pengarang menggambarkan hegemoni sosial budaya pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan representasi hegemoni sosial budaya pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul karya Soesilo Toer. Penelitian ini menggunakan teori analisis wacana kritis model Leeuwen dan hegemoni Gramsci. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Objek yang digunakan sebagai sumber data, yaitu Anak Pembesar dan Polisi (APP), Durian Parno Menang (DPM), dan Maka Selamat Sang Lembu (MSSL). Penelitian ini akan mengkaji representasi hegemoni sosial budaya pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul. Hal tersebut, dikaji dengan wujud lingual, strategi eksklusi, dan strategi inklusi yang mengandung makna hegemoni sosial budaya. Hasil analisis berdasarkan kajian tersebut menyatakan sebagai berikut. Pertama, penulis menggunakan pasivasi dari strategi eksklusi yang mengandung makna hegemoni sosial pada cerpen-cerpen anak Raja Gembul. Strategi tersebut ditandai “oleh siapa” dan “siapa pengguna”, yaitu seperti dihormati, disegani, ditetapkan, dipecat, dinaikkan, digembalakan, dan disembunyikan. Strategi tersebut mengandung makna hegemoni sosial budaya, yaitu (1) merebut kekuasaan, (2) bersifat ekonomis, (3) memegang kendali, (4) dominasi, dan (5) kesadaran solidaritas. Kedua, penulis menggunakan deferensiasi-indeferensiasi, objektif-abstraksi, nominalisasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiasi-disosiasi dari strategi inklusi yang mengandung makna hegemoni sosial budaya. Ketiga, cerpen-cerpen anak Raja Gembul karya Soes banyak ditemukan representasi hegemoni sosial budaya, yaitu hegemoni kapitalis dan hegemoni kekuasaan. Hal tersebut, terbukti berdasarkan banyak ditemukan representasi hegemoni dengan strategi inklusi khususnya skema objektif-abstraksi.
Kata kunci: cerpen anak, representasi, hegemoni sosial budaya, analisis wacana kritis.
The author describes the social culture hegemony in children's reading in Raja Gembul children's short stories. Research this purpose is showing for representation of the social-cultural hegemony in Raja Gembul children's short stories by Soesilo Toer. This research has used the critical discourse analysis theory by Leeuwen and the theory of Gramsci hegemony. This research method was using the qualitative description. Data research will use as sampel, i.e Anak Pembesar dan Polisi (APP), Durian Parno Menang (DPM), and Maka Selamat Sang Lembu (MSSL). This research will analyze and describe the representation of social culture hegemony in Raja Gembul children's short stories. That matter was studied by lingual shape, exclusion, and inclusion which was containing the significance of social culture hegemony. The result based on the studied said, as follows. First, the author has used passivation of exclusion strategy which is contain the social culture hegemony meaning in Raja Gembul children's short stories. That strategy was marked "by who" and "who is the user", i.e dihormati, disegani, ditetapkan, dipecat, dinaikkan, digembalakan, and disembunyikan. That strategy has contained the social culture hegemony meaning, i.n seize power, economical, hold the control, domination, and solidarity awareness. Second, the author has used indifferentiation-differentiation, objectivation-abstraction, nomination-categorization, nomination-identification, indetermination-determination, assimilation-individualization, and association-dissociation of inclusion strategy which is contain the social culture hegemony meaning. Third, Raja Gembul children's short stories by Soes there are the representation of social-cultural hegemony i.s capitalist hegemony and power hegemony. That matter proven based there are the representation of social-cultural hegemony by inclusion strategy, specially of objectivation-abstraction scheme.
Key word: children's short story, representation, social cultural hegemony, critical discourse analysis
Pram dari Dalam
Buku ini memuat tentang Pramoedya Ananta Toer sebagai orang biasa, orang yang memiliki kelemahan-kelemahan di balik kelebihan yang begitu menggetarkan. Ditulis oleh adik kesayangan sang sastrawan, inilah buku yang benar-benar berisi tuturan tentang Pram dari Dalam
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN MODEL LIMA FAKTOR DAN PERILAKU BEROLAHRAGA PADA TIM BASKET DI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
The purpose of the study is to find out the relationship between the act of doing a certain sport activity and five-factor personality model toward Universitas Kristen Satya Wacana Basketball team. This study uses quantitative method and Purposive Sampling method is used to collect the data. Furthermore, the method of analysis used is Multiple Correlation.
To identify the personality variable, the researcher used a translated scale from International Personality Item Pool (IPIP) that was developed by Goldberg (1999). Meanwhile, in order to define the act of doing a sport activity, the scale was made based on the criteria from the theory of Kilpatrick, Herbert, and Bortholomew (2005). This scale was then developed by the researcher and was measured using the Likert scale.
This study involved about 62 participants consisted of 35 female participant and 27 male participants ranged from 19 to 22 years old. The result of the study showed a significance level beyond 0.05 (p > 0.05). The result showed that there were no significant relationships toward the dimension of five-factor personality model
KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TRADISIONAL YANG MENGALAMI KONFLIK KARENA PILKADA DI KABUPATEN ALOR
Electoral conflict that happens in Indonesia did not only occur in a large scale, but also in the smallest scale, such as inside the family. In Alor regency, electoral conflicts that occurs inside a family usually happens out of disagreements on the different political affiliations among the family members. Previous research did show how the hierarchy of authority inside traditional Indonesian family were formed, but it did not show how the hierarchy itself communicate and manage the conflict that risen inside that traditional family. This study tries to illustrate how the communications among family members occurs during and after the electoral conflict that happened on Alorese traditional family. This study uses descriptive-phenomenology approach, with emphasis on the participant’s subjective experiences. The results of this study shows that hierarchy of authority and the kinship within the traditional family does heavily affects the political affiliations, communication patterns and conflict management inside it. It also shows the important role of kinship on the reconciliation process between the family members after the conflict had concluded.Konflik akibat Pilkada yang terjadi di Indonesia tidak hanya terjadi dalam skala yang besar, namun juga bisa terjadi di dalam tingkatan sosial yang paling kecil, yaitu keluarga. Di Kabupaten Alor, konflik keluarga akibat Pilkada sering kali terjadi karena adanya gesekan antara anggota keluarga yang memiliki pilihan politik yang berbeda dari anggota keluarga lainnya. Penelitian sebelumnya mengenai sistem keluarga yang ada di Indonesia memang menunjukkan seperti apa pola hierarki otoritas yang ada di dalam keluarga tradisional di Indonesia, namun tidak menunjukkan bagaimana proses komunikasi yang muncul dalam keluarga di dalam setting masyarakat tradisional, di dalam melaksanakan penyelesaian masalah. Penelitian ini berusaha melihat bagaimana proses komunikasi dalam konflik Pilkada di dalam keluarga tradisional di Kabupaten Alor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-fenomenologis dengan menekankan pengalaman subjektif partisipan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam setting masyarakat tradisional, hierarki otoritas dan ikatan kinship yang dimiliki oleh suatu masyarakat tradisional sangat mempengaruhi pola komunikasi antara anggota keluarga, dan nantinya dapat mempengaruhi pilihan politik anggota keluarga di dalam keluarga terkait. Ikatan kinship juga sangat mempengaruhi proses rekonsiliasi antara anggota keluarga setelah konflik itu selesai
Implementasi Metode Simpleks Untuk Optimalisasi Produksi Rokok (Studi Kasus : Perusahaan Rokok PintuMas)
ABSTRAK
Optimalisasi merupakan suatu persoalan untuk membuat nilai suatu fungsi tujuan berubah menjadi maksimum atau minimum dengan sumber daya yang terbatas. Optimalisasi produksi merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan keuntungan dalam proses produksi mereka. Perusahaan rokok PintuMas merupakan pabrik hasil industri tembakau tingkat menengah ke bawah yang bersaing dengan sesama perusahaan rokok dengan tingkat ekonomi yang sama sehingga manajemen produksi sangat di perlukan untuk mengoptimalkan kebutuhan produksi rokok. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan rokok PintuMas yaitu produksi rokok tergantung terhadap permintaan konsumen sehingga hari kerja karyawan tidak tetap sehingga mengakibatkan kurang optimalnya produksi dan kurang optimalnya keuntungan laba bagi perusahaan rokok PintuMas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan implementasi metode simpleks untuk menghitung jumlah produksi rokok yang optimal sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan. Dari hasil optimasi perusahaan rokok PintuMas harus menambah produksi rokok PintuMas (X1) sebanyak 4.93 pack dari produksi sebelumnya sehingga total produksi optimal sebanyak 3614 pack sedangkan untuk rokok Armous Merah (X2) harus menambah produksi sebanyak 2.12 pack dari produksi sebelumnya sehingga total produksi optimal sebanyak 1964 pack. Keuntungan optimal yang diperoleh perusahaan rokok PintuMas sebesar Rp. 21.940,00 dengan perbandingan keuntungan faktual sebesar Rp. 19.612,00 dengan selisih keuntungan sebesar Rp. 2.328,00 untuk produksi per packnya.
Kata kunci: optimasi, produksi rokok, metode simpleks
ABSTRACT
Optimization is a problem of making the value of an objective function change to a maximum or minimum with limited resources. The PintuMas cigarette company is a middle to lower level tobacco industry factory that competes with fellow cigarette companies at the same economic level, so production management is very necessary to optimize cigarette production needs. The problem faced by the PintuMas cigarette company is that cigarette production depends on consumer demand so that employees\u27 working days are not fixed, resulting in less than optimal production and less than optimal profits for the PintuMas cigarette company. This research aims to implement the simplex method to calculate the optimal amount of cigarette production so that it can increase company profits. From the optimization results, the PintuMas cigarette company must increase the production of PintuMas (X1) cigarettes by 4.93 packs from the previous production so that the optimal production amount is 3614 packs, while for Red Armous cigarettes (X2) it must increase production by 2.12 packs from the previous production so that the total optimal production is 1964 pack. The optimal profit obtained by the PintuMas cigarette company is Rp. 21,940.00 with a factual profit ratio of Rp. 19,612.00 with a profit difference of Rp. 2,328.00 for production per pack.
Keywords: optimization, cigarette production, simplex metho
RANCANG BANGUN SISTEM COMPUTER SECURITY INCIDENT RESPONSE TEAM (CSIRT) DISKOMINFO KABUPATEN BANGKALAN MENGGUNAKAN METODE WATERFALL
Pesatnya perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam menjaga keamanan siber, khususnya di sektor pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menghadapi kebutuhan mendesak dalam membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai langkah strategis menangani ancaman siber. Sistem CSIRT berbasis website dirancang menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari lima tahapan: analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pada tahap analisis kebutuhan, dikumpulkan informasi mengenai kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem. Desain dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk merancang arsitektur sistem. Implementasi memanfaatkan Framework Laravel untuk aplikasi web dan MySQL sebagai basis data guna mengelola informasi insiden secara efisien. Pengujian dilakukan melalui User Acceptance Testing (UAT) yang mengacu pada standar ISO/IEC 9126 untuk mengukur kualitas sistem, pengujian yang dilakukan mencakup aspek functionality, reliability, efficiency, usability, maintainability, dan portability. Hasil UAT menunjukkan aplikasi mendapatkan penilaian sangat baik pada seluruh aspek. Functionality memperoleh nilai sebesar 91,3%, reliability 90,3%, usability 93,0%, efficiency 91,4%, maintainability 89,1%, dan portability 90,9%. Seluruh aspek masuk ke dalam rentang 80% sampai 100% sehingga termasuk dalam kategori 'Sangat Baik', menunjukkan aplikasi mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan tingkat kepuasan tinggi
Revitalisasi Interior Museum Zoologi Kota Bogor
Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya, salah satunya adalah keanekaragaman fauna. Hal ini melatarbelakangipembangunan sarana konservasi dan pusat informasi bidang zoologi, Museum Zoologi Bogor. yang telah bergerak di bidangnya selama lebih dariseratus tahun ini melayani masyarakat di bidang edukasi dan informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan zaman, Museum Zoologi Bogortidak banyak melakukan Perubahan pada materi, maupun aspek fisik bangunan yang dapat mencapai visi dan misi museum serta Hal ini menjadikanMuseum Zoologi Bogor berkesan kuno dan konservatif. Upaya revitalisasi interior dilakukan untuk memperbaharui dan memperbaiki fungsi dantujuan museum, sesuai dengan permasalahan yang ada, agar visi dan misi museum dapat tercapai dengan baik
