481 research outputs found
Proses Pembuatan Mouthpiece Instrumen Trumpet Oleh Pengrajin Logam Budi Pramono Di Langen Lastran Lor Yogyakarta
Proses pembuatan mouthpiece instrumen trumpet Budi Pramono belum pernah diteliti, sudah banyak musisi tiup logam yang menggunakan produknya dan mengakui kualitas mouthpiece Budi Pramono, selain itu sangat sulit menemukan seorang pengrajin logam yang mampu membuat mouthpiece instrumen trumpet seperti Budi Pramono. Harga jual mouthpiece produksinya terbilang murah berkisar Rp.500.000 hingga Rp.600.000 per mouthpiece. Adapun permasalahan penelitian adalah apa sajakah bahan yang di gunakan untuk pembuatan mouthpiece dan bagaimanakah proses pembuatan mouthpiece instrumen trumpet oleh Budi Pramono.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data yang dilakukan dengan tahapan reduksi, klasifikasi data, interpretasi data, dan deskripsi data dalam bentuk kata-kata, kemudian menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan proses pembuatan mouthpiece instrumen trumpet oleh pengrajin logam Budi Pramono di Langen Lastran Lor Yogyakarta adalah logam kuningan yang berasal dari jenis logam tembaga murni dipadukan dengan jenis logam seng, maka akan terjadi suatu jenis logam paduan lain, yang dinamakan Loyang. warna loyang kuning menyerupai emas, oleh karena itu logam ini disebut kuningan. Ada 10tahapan proses pembuatan mouthpiece antara lain 1.pembuatan Desain, 2.pengeboran Lubang, 3.pembentukan Cup Mouthpiece dan Shank, 4.pembentukan Lubang Cup Mouthpiece, 5.pembentukan Shoulder, 6.pembentukan Backbore, 7.pembentukan Throat, 8.pembentukan Rim, 9.pembentukan Shank, 10.Penyelesaian (finishing).
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran agar pengrajin logam Budi Pramono diharapkan dapat mencari dan mendidik SDM (Sumber Daya Manusia) untuk dijadikan karyawan di Sanggar seni Budi Pramono tersebut agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan omset penjualan mouthpiece instrumen trumpet buatannya
Proses pembuatan "Mouthpiece" instrumen trumpet oleh pengrajin logam Budi Pramono di Langenastran Lor Yogyakarta
Mouthpiece instrumen trumpet bukan hanya terbuat dari bahan dasar logam, ada juga yang terbuat dari bahan dasar fiber. Namun 90% Mouthpiece trumpet yang ada dipasaran terbuat dari logam (kuningan). Semua bagian-bagian yang berhubungan dengan Mouthpiece trumpet ini diinformasikan untuk memberi pemahaman dan gambaran secara menyeluruh tentang proses pembuatan Mouthpiece trumpet oleh pengrajin logam Budi Pramono di Langenastran Lor Yogyakarta
VISUALISASI TOKOH WAROK PONOROGO PADA KARYA TARI “PRAMONO ROGO”
Warok Ponorogo merupakan tokoh kebanggaan masyarakat Ponorogo yang mempunyai tekd suci, serta siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok berasal dari kata wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran yang lain tentang hidup yang baik. Warok merupakan tokoh yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin. Warok sangat disegani dan dihormati. Penggambaran wantah dari seorang Warok adalah diwujudkan dalam bentuk perawakan besar, berkumis, dan bagian dada tumbuh bulu-bulu hitam. Menurut kepercayaan hitam mengandung makna keteguhan, sedangkan kesucian budi, ilmu, an tingkah laku digambarkan berupa kolor yang bewarna putih, panjang dan terurai ujungnya. Dari sini didapatkan pengertian bahwa manusia itu perlu sekali dikuatkan dengan kesucian budi, ilmu dan tingkah laku.Pada penggarapan karya tari ini memfokuskan pada suasana yang mencoba dibangun melalui isi cerita penggambaran sosok Warok melalui karya tari “Pramono Rogo”. Pramono Rogo merupakan asal kata dari Ponorogo yang bearti Pramono berarti daya kekuatan, rahasia hidup, sedangkan Rogo berarti badan, jasmani. Kedua kata tersebut bisa ditafsirkan bahwa dibalik badan manusia tersimpan suatu rahasia hidup berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, yang berarti harus mampu melihat diri kita dan mengerti luar dalamnya. Bila kita mampu mengenal diri kita secara utuh, kita akan mengenal Tuhan. Hal tersebut merupakan awal pencapaian cinta yang nantinya Manunggaling Gusti lan Kawulo. Manusia yang memiliki olah batin mantap dan mapan mampu menempatkan diri dimanapun dan kapanpun berada.Pada penggarapan karya tari ini menggunakan metode kontruksi yang meliputi rangsang awal, eksplorasi, dan improvisasi. Rangsang awal berupa gagasan yang dibentuk melalui intensi untuk menyampaikan gagasan atau menggelarkan cerita. Eksplorasi berupa motif gerak yang sesuai dengan motivasi kekuatan badan manusia yang tercermin dalam arti “Pamono Rogo” dengan berpijak pada gerak-gerak Panoragan. Improvisasi berupa penggabungan motif gerak dengan pengembangan gerak Panoragan melalui penentuan transisi, ekspresi atau rasa sehingga terbentuklah gerak-gerak yang dinamis. Kata Kunci : Warok, Pramono, Rog
ANALISIS BAHAYA MIKROORGANISME PADA RAJUNGAN KALENG PT. X DENGAN METODE SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) SEBAGAI PENERAPAN PENGOLAHAN PANGAN YANG BERKELANJUTAN
Pengolahan pangan merupakan hal yang penting untuk menjamin keamanan dan kualitas yang baik pada pangan. Rajungan merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan sehingga diperlukan pengolahan yang baik dan benar. Pengolahan rajungan dilakukan dengan proses canning yang dapat mencegah produk terkena kontaminasi dan memiliki umur simpan yang lama. Pengolahan rajungan didasari dengan produksi pangan yang baik sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan serta melalui serangkaian tahapan pengujian mikroba, yaitu uji TPC dan E. coli untuk menjamin keamanan produk. Hal tersebut sejalan dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Produk pangan yang aman dan berkualitas dapat menciptakan perlindungan bagi konsumen
PENERAPAN METODE PATALSULA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI KELAS 5 MATERI ASMAUL HUSNA SD NEGERI 02 WINDUNEGARA KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu bagaimana penerapan metode Patalsula dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas 5 materi Asmaul Husna SD Negeri 02 Windunegara Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek dari penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dan Kepala SD Negeri 02 Windunegara. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan metode Patalsula.
Penelitian ini merupakan penelitian penelitian lapangan atau field research, dengan jenis penelitiannya kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yaitu menggunakan cara Data Reduction, Data Display, dan Conclision Drawing. Teknik ini digunakan sebagai acuan untuk penulisan hasil penelitian untuk mempermudah dalam memahami deskripsi yang disajikan sebagai hasil akhir dari penelitian sehingga dapat memberikan pemahaman yang semestinya.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap metode Patalsula yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Patalsula yang dilakukan guru dalam menyampaikan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas 5 SD Negeri 02 Windunegara dikolaborasikan dengan metode ceramah dan penugasan dan tahap tindak lanjut setelah melaksanakan metode Patalsula itu sudah baik sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBINA AKHLAK ANAK DI DUSUN MEKAR MULYA DESA CIPTA MULYA KECAMATAN KEBUN TEBU LAMPUNG BARAT
ABSTRAK
PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK AKHLAK ANAK DUSUN
MEKAR MULYA DESA CIPTA MULYA KECAMATAN KEBUN TEBU
LAMPUNG BARAT
Oleh
Budi Pramono
Sejak terbentuknya keluarga melalui perkawinan ada beberapa tanggung
jawab Orang Tua dalam mengurus dan membimbing anak-anaknya. Mengingat
anak adalah generasi penerus dan merupakan tulang punggung kemajuan bangsa
dan negaranya dimasa yang akan datang, patutlah sedini mungkin anak-anak
diberi bekal wawasan berpikir, keterampilan, kesehatan jasmani maupun rohani,
sehingga kelak menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang mantap, mandiri
serta tanggung jawab, hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional,
sebagaimana tersebut dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
peran Orang Tua dalam membina akhlak anak di Dusun Mekar Mulya Desa Cipta
Mulya Kecamatan Kebun Tebu Lampung Barat. Jenis penelitian ini adalah
penelitian lapangan yang dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya, menurut
sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian
ini adalah Orang Tua dan anak umur 8-15. Teknik yang digunakan dalam
pengumpulan data yaitu teknik observasi, interview dan dokumentasi. Selanjutnya
langkah yang digunakan dalam menganalisa data pertama reduksi data,
selanjutnya display data, dan terakhir previkasi data, dengan cara berpikir
diduktif.
Hasil penelitian diperoleh bahwa, peran Orang Tua dalam mendidik
akhlak anak sudah dalam kategori baik, terbukti dalam penelitian ini semua peran
yang menjadi indikator keberhasilan dalam pembentukan akhlak telah
dilaksanakan oleh pihak Orang Tua diantaranya: menanamkan keyakinan kepada
Allah SWT, memberikan contoh dan teladan yang baik, memberikan perhatian,
dan memberikan pengawasan, yang semuanya itu berada dalam lingkup
pengertian dan pembiasaan, adapun masih adanya sikap yang kurang baik yang
dilakukan oleh anak menurut pengamatan penulis disebabkan adanya pengaruh
dari lingkungan tempat bermain anak serta media elektronik maupun cetak.
kata kunci : Peran Orang Tua, Pembinaan Akhlak Ana
Efek kandungan aktif jahe terhadap mikrofilaria Brugia malayi pada felis catus, L.
Budi Mulyaningsih, Suwijiyo Pramono, Soeyoko - The effect of Zingiber officinale\u27s active compounds against microfilariae Brugia malayi in Fells catus, L.
Zingiber officinale, Rosa is a well known plant which can be used for the treatment of various diseases, and has been reported as an effective medicinal plant against Dirofilaria immitis in animal. The volatile oil and the pungent of Zingiber officinale, Rosa have been effectively used against larvae stage 3 (L3) B. malayi in vitro study.
This study was designed to investigate the effect of the volatile oil and the pungent of Zingiber officinale, Rosc. against microfilariae B. malayi in Fells catus, L..
Antifilarial activity of the pungent compound (isolate 1) and the volatile oil were assayed in vivo.
The results showed that the volatile oil had the most quantity (rendement 0,5 %) and its activity against microfilariae B. malayi was higher than that of isolate 1, but lower than
that of the dietylacarbamasine drug.
Key words: microfilariae - volatile oil - the pungent of medicinal plant - B. malayi - Felis caws
KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army
Effect Of Digital Diplomacy In International Relations: Lessons For Sri Lanka To Mitigate Negative Coverage Of Security And Human Rights Situations After 2009
The main objectives of this study were to analyze the reasons for Sri Lanka’s low adoption of DD to mitigate the dissemination of fake news regarding the security and human rights situation on social media by pro-LTTE Tamil Diaspora groups and NSAs and to analyze how the use of DD can be improved to effectively mitigate dissemination of fake news regarding the security and human rights situation on social media by pro-LTTE Tamil diaspora groups and NSAs. The research method adopted was qualitative, while the research design adopted was a case study design. In this case study, Findings from the study revealed that low adoption of DD to mitigate the dissemination of fake news regarding the security and human right situation in the country on social media by pro-LTTE Tamil diaspora groups and NSAs sympathetic to the Tamil cause is due to financial, employment-related, policy-related, and political reasons. Further, findings from the study indicate that DD in Sri Lanka can be improved in several ways to mitigate the fake news disseminated regarding the security and human rights situation in the country by pro-LTTE Tamil diaspora groups and NSAs on social media. These strategies include rolling out DD in stages across the Foreign Ministry network, implementing a change management program to overcome employee resistance to the adoption of DD, providing employees extensive DD training, implementing a standardized DD policy in the Foreign Ministry, and conducting awareness campaigns to educate political leaders on the advantages of DD over traditional diplomacy in protecting and enhancing the image and reputation of the country
- …
