13 research outputs found

    MASYARAKAT MULTIKULTURAL

    No full text
    Penelitian ini menganalisis tentang interaksi sosial pada masyarakat Islam Melayu dan Non Melayu yang ada di daerah Sukabangun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berpedoman pada pendapat Miles & Hunberman yakni: reduksi data, penyajian data, verivikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian di peroleh bahwa Bentuk-bentuk interaksi sosial pada masyarakat Islam Melayu dan Non Melayu Sukabangun Soak Simpur adalah sebagai berikut: (1) Gotong Royong membersihkan Lingkungan (2) Gotong-royong pada hari-hari besar (3) Undangan Warga (4) Undangan Pesta (4) Tolong menolong ketika ada musibah. Faktor Pendorong terjadinya Interaksi Sosial adalah pemahaman dan kesadaran antar warga masyaraka

    ANALISIS FENOMENA SOSIAL BATU AKIK (STUDI PADA MASYARAKAT (PENJUAL-PEMBELI) DI PUSAT PENJUALAN BATU AKIK PALEMBANG)

    No full text
    This research aims to analyse the meaning of gemstones and their impact to the society. Thiis research uses qualitative approaceh with Miles and Huberman (1992) point of view on the meaning of symbols. The research finding shows that there are several meanings on the gemstone booming in the center of gemstone market in Palembang, among others are:; gemstones are the symbol of salvation, fortune, affection, security, social statuses, and charisma. Meanwhile the gemstone booming has an impact on social and environtment.

    AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL (TINJAUAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA)

    No full text
    Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dimuka bumi ini. Agama berfungsi sebagai penyelaras kehidupan. Dalam kontek perubahan sosial, agama mengarahkan perubahan kearah yang lebih baik. Ajaran agama memiliki pengaruh yang besar dalam penyatuan persepsi kehidupan masyarakat. Kehadiran agama secara fungsional sebagai “perekat sosial”, memupuk rasa solidaritas, menciptakan perdamaian, kontro sosial, membawa masyarakat menuju keselamatan, mengubah kehidupan seseorang menjadi kehidupan yang lebih baik, memotivasi dalam bekerja dan seperangkat peranan yang kesemuanya adalah dalam rangka memelihara kestabilan sosial

    Analisis Fenomena Sosial Batu Akik (Studi Pada Masyarakat (Penjual-pembeli) Di Pusat Penjualan Batu Akik Palembang)

    No full text
    This research aims to analyse the meaning of gemstones and their impact to the society. Thiis research uses qualitative approaceh with Miles and Huberman (1992) point of view on the meaning of symbols. The research finding shows that there are several meanings on the gemstone booming in the center of gemstone market in Palembang, among others are:; gemstones are the symbol of salvation, fortune, affection, security, social statuses, and charisma. Meanwhile the gemstone booming has an impact on social and environtment

    Internalisasi Nilai-nilai Budaya melalui Pembelajaran Adat dalam Masyarakat Suku Kerinci Provinsi Jambi.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menemukan: (1) pola internalisasi nilai-nilai budaya melalui pembelajaran adat yang ada saat ini dalam masyarakat suku Kerinci Provinsi Jambi; (2) menemukan pola negosiasi antara budaya tradisional dan budaya modern dalam internalisasi nilai-nilai budaya melalui pembelajaran adat pada masyarakat suku Kerinci Provinsi Jambi; (3) menemukan pola yang paling sesuai untuk internalisasi nilai- nilai budaya melalui pembelajaran adat dalam masyarakat suku Kerinci Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Tempat penelitian di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Pelaksanaan penelitian mengacu kepada langkah- langkah penelitian etnografi Spradley (2007:195) dengan “alur penelitian maju bertahap”. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Pemilihan Informan ditetapkan dengan teknik bola salju, informan terpilih terdiri dari: Depati Anum, Ninik Mamak, Orang Tuo Cerdik Pandai dan Hulubalang serta masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan internalisasi nilai-nilai budaya. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari: data primer yaitu data yang diperoleh dari informan dan data sekunder merupakan data pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik menjamin keabsahan data mengacu pada Moleong (2010:324) terdiri dari: credibility, transferability, dependability dan konfirmability. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah- langkah yang dikemukakan Spradley (2007:151-265) terdiri dari: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen dan analisis tema budaya. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, pola internalisasi nilai-nilai budaya melalui pembelajaran adat yang dilakukan saat ini dalam masyarakat suku Kerinci Provinsi Jambi ditemukan dua pola: pertama, pola internalisasi nilai-nilai budaya melalui kegiatan belajar dan pelatihan adat. Kedua, pola internalisasi nilai-nilai budaya melalui kegiatan budaya upacara kenduri sko. Nilai-nilai budaya yang di internalisasikan melalui dua pola tersebut di atas adalah nilai-nilai budaya yang terdapat dalam filosofi adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah”, yang terdiri dari: nilai keagamaan, nilai kemanusiaan, nilai demokrasi dan musyawarah, serta nilai sosial kemasyarakatan (gotong royong). Proses internalisasi nilai-nilai budaya dilakukan melalui tiga tahap, yakni: pertama tahap transformasi nilai, kedua, tahap transaksi nilai, ketiga tahap trans-internalisasi nilai. Kedua, pola negosiasi antara budaya tradisional dan budaya modern dalam internalisasi nilai-nilai budaya melalui pembelajaran adat dalam masyarakat suku Kerinci Provinsi Jambi dilakukan dengan “pola penyesuaian” Adapun bentuk-bentuk penyesuaian yang dilakukan seperti penyesuaian pada: (1) sistem perkawinan, (2) lembaga adat. (3) sistem warisan, (4) aturan-aturan bagi generasi muda. Ketiga, pola yang paling sesuai untuk internalisasi nilai-nilai budaya melalui pembelajaran adat dalam masyarakat suku Kerinci adalah dengan “pola dialog adat”. Pola dialog adat diperoleh berdasarkan hasil analisis pada: pertama kegiatan sosial, terdiri dari: 1) saling mengunjungi (bertamu/bersilaturahmi), 2) tahlilan, 3) arisan. Kedua, kegiatan adat, yang terdiri dari: 1) ajun arah, 2) kenduri sk

    PEMBELAJARAN VIDEO MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA MATA PELAJARAN SKI KELAS V MI HIJRIYAH II PALEMBANG

    No full text
    The use of instructional media can assist teachers in improving the quality of learning. The presence of instructional media also helps students develop a shared understanding of the material being taught. Nearly all human activities today are connected to science and technology (abbreviated as IPTEK in Indonesian). Science and technology can also be utilized in the field of education. One example of this utilization is the use of video media. Video media can be developed by educators using the Canva application. This study aims to explore the development of video-based instructional media using the Canva application for the Islamic Cultural History (SKI) subject in Grade 5 at MI Hijriyah II Palembang. The research method is a development study using the ADDIE development model. The sample in this study consists of class 5B, with a total of 34 students. The data analysis techniques used are validity analysis and practicality analysis. Data validity was tested through language validation, content validation, and media validation. The results of the study show that the process of developing video media using the Canva application through the ADDIE stages was implemented successfully according to plan. In terms of validity, the media falls into the "very valid" category, with content validation scoring 84%, media design validation scoring 100%, and language validation scoring 94%. Based on these three validation aspects, the developed video media is considered highly valid. After validation, the media was then tested in the classroom to assess its practicality. In terms of practicality, based on the teacher's response questionnaire, a score of 82% was obtained, placing the product in the "very practical" category

    PENANAMAN NILAI SOSIAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 11 KECAMATAN GUNUNG MEGANG KABUPATEN MUARA ENIM

    No full text
    This study aims to determine the process of instilling social values ​​in shaping students' character through natural and social sciences learning at SDN 11 Gunung Megang District, Muara Enim Regency. The main focus of the study is social values ​​in the form of mutual cooperation, politeness, honesty, and discipline which are considered important in shaping students' character. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that instilling social values ​​in natural sciences learning is carried out through various strategies such as habituation, giving examples, teacher supervision, and integration of moral values ​​in subject matter. Although there are obstacles such as lack of student awareness and parental involvement, efforts to overcome them are carried out through a personal approach, motivation, and cooperation between school residents. Instilling social values ​​has been proven to play a significant role in shaping students' character, both in the school environment and in society. Therefore, natural sciences learning needs to continue to be developed as an effective vehicle for character education

    The Role of Classroom Teachers in Fostering Honest Student Character Values in Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    The commendable morals exemplified by the Prophet Muhammad SAW. as a human example through one of his characteristics, namely honesty. However, the world of education is currently starting to experience decadence in morals. Dishonesty stems from things like cheating and lying. Class teachers play a role in the formation of students personalities. Therefore, honest character must be instilled as early as possible in elementary students so that it becomes a provision for life in society. This research aims to describe role of class teachers in cultivating students honest character values along with supporting and inhibiting factors. The type of research used is descriptive qualitative. Data was collected using observation, interviews, and documentation methods. The results of this research indicate that the role of class teachers in cultivating students honest character is the role of teachers as teachers, role models, educators, mentors and motivators. Supporting factors for class teachers in cultivating students honest character values are habituation at school, communication between teachers and parents, and involvement of the school. Meanwhile, the inhibiting factors are family, peers, and students self-awareness. This research emphasises the importance of the classroom teacher\u27s role in teaching honesty to students to shape moral and ethical character. Teachers are expected to be teachers, role models and motivators who create an environment that supports honesty. Suggested follow-up actions include increasing cooperation between schools, parents and communities to build a sustainable culture of honesty, as well as providing training for teachers in effective teaching methods. The research also encourages further study of inhibiting factors related to the role of family and social interaction among peers.Akhlak terpuji dicontohkan Nabi Muhammad SAW. sebagai teladan manusia melalui salah satu sifatnya, yaitu jujur. Namun, dunia pendidikan saat ini mulai mengalami dekadensi akhlakul karimah. Ketidakjujuran bermula dari hal seperti menyontek dan berbohong. Guru kelas berperan dalam pembentukan pribadi siswa. Oleh karena itu, karakter jujur harus ditanamkan sedini mungkin pada diri siswa SD/MI agar menjadi bekal hidup bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter jujur siswa beserta faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam menumbuhkan karakter jujur siswa meliputi peran guru sebagai pengajar, teladan, pendidik, pembimbing, dan motivator. Faktor pendukung guru kelas dalam menumbuhkan nilai karakter jujur siswa adalah pembiasaan di sekolah, komunikasi guru dan orang tua, serta keterlibatan pihak sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya ialah keluarga, teman sebaya, dan kesadaran diri siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru kelas dalam mengajarkan kejujuran kepada siswa untuk membentuk karakter moral dan etis. Guru diharapkan menjadi pengajar, teladan, dan motivator yang menciptakan lingkungan yang mendukung kejujuran. Tindak lanjut yang disarankan meliputi peningkatan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk membangun budaya kejujuran yang berkelanjutan, serta memberikan pelatihan bagi guru dalam metode pengajaran yang efektif. Penelitian juga mendorong studi lebih lanjut mengenai faktor penghambat yang terkait dengan peran keluarga dan interaksi sosial di antara teman sebaya

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU PINTAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III DI MIN 2 PALEMBANG

    No full text
    Inappropriate learning media makes it difficult for students to obtain good learning results. So, teachers must better understand and apply more varied learning media. This research aims to determine the effect of using smart card media on learning outcomes in Indonesian language subjects in class III MIN 2 Palembang. The research method carried out in this research uses a quantitative approach with the type of Quasi-Experimental Research or quasi-experimental research as well as a Nonequivalent Control Group Design research design. The samples in this study were students in class III G as the experimental class with a total of 28 students and class III D as the control class with a total of 27 students. The data analysis techniques used are normality test, homogeneity test, and hypothesis test. Data validity testing is carried out by testing data validity and reliability testing. The results of this research indicate that the application of smart card media to student learning outcomes in Indonesian language subjects is classified as very good. The experimental class obtained an average of 86.78 while the control class obtained an average of 80. The learning outcomes of the experimental class that applied smart card media were higher than the control class that did not apply smart card media. The results of research and data analysis obtained a significant value, namely 0.013 < 0.05, which means Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the research results, it can be concluded that there is an influence of smart card media on student learning outcomes
    corecore