274 research outputs found

    Dimas: Gay yang Pernah Nikah Secara Heteroseksual (Sebuah Life History)

    No full text
    This is a life history (LH) of Dimas, a gay who had been married heterosexually. LH is aimed to understand the individual through his appreciation on experiences he feels happening in his life, as well stressing his relationship with the author. LH is also used to understand how people live and work in a colonial context (oppression), oppression against homosexuality as a minority discourse. Data in this article were obtained from Dimas’ narrations, which the author collected through in-depth interviews. Other data were obtained from Dimas’ self-portrait, and other relevant researches. Results reveal Dimas’ understanding of his sexual orientation, as well as the understanding of experiences he seems to experience. Secondly the interaction of Dimas and his culture in a social construction context and the development of the homosexuality issue in Indonesia. Karya ini merupakan life history (LH) Dimas, gay yang pernah nikah secara heteroseksual. LH bertujuan memahami individu melalui pemaknaan dirinya atas peristiwa-peristiwa yang dimaknainya telah terjadi di kehidupannya, di samping juga menggarisbawahi hubungan individu dengan peneliti. LH digunakan untuk mengerti bagaimana manusia hidup dan bekerja dalam konteks kolonial (penindasan), dalam hal ini penindasan atas homoseksualitas sebagai wacana minoritas. Data yang digunakan di sini, yang utama adalah narasi Dimas yang peneliti peroleh melalui in-depth interview. Data lain berupa catatan harian dan potret diri Dimas, serta penelitian lain yang terkait. Hasil penelitian ini, yang pertama adalah pemaknaan Dimas atas orientasi seksualnya, termasuk pemaknaan atas rangkaian peristiwa yang menurutnya telah terjadi. Kedua adalah interaksi Dimas dengan budayanya dalam konteks konstruksi sosial dan perkembangan isu homoseksualitas di Indonesia

    PEMETAAN OPINI NETIZEN TERPENGARUH INFLUENCER DALAM VIDEO VIRAL PERINGATAN DARURAT PADA AKUN INSTAGRAM @najwashihab

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pemetaan Opini Netizen Terpengaruh Influencer Dalam Video Viral Peringatan Darurat Pada Akun Instagram @najwashihab” ini di tulis oleh Muhammad Bimo Syahputra Andrian, NIM. 126304213191, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan pembimbing, Dimas Prakoso Nugroho, S. Kom., M.A. Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi publik, terutama dalam pembentukan opini digital. Instagram sebagai salah satu platform utama di Indonesia menjadi ruang diskusi dan penyebaran isu-isu sosial maupun politik. Penelitian ini berangkat dari fenomena viralnya video Peringatan Darurat yang diunggah oleh akun @najwashihab, serta tanggapan Netizen terhadap komentar tiga Influencer Ria Ricis, Rossa, dan Jerome Polin yang turut berkomentar dalam unggahan tersebut.Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis isi pesan dalam video Peringatan Darurat dan memetakan opini Netizen terhadap komentar para Influencer. Untuk mendukung analisis, penelitian ini menggunakan teori framing dari Robert Entman, teori opini publik menurut Joseph Ernst, serta teori spiral kesunyian dari Noelle Neumann. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan reliabilitas antar metode, yaitu gabungan antara analisis framing, netnografi kuantitatif model Kozinets, dan analisis isi kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak langsung terhadap komentar-komentar dalam unggahan video di akun Instagram @najwashihab selama Januari–Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing dalam video memperlihatkan kritik tajam terhadap keputusan legislatif, dan komentar Influencer memiliki daya pengaruh signifikan terhadap opini Netizen. Opini Netizen tersebar dalam berbagai kategori seperti pro, kontra, netral, serta bernuansa personal maupun politis. Komentar yang menguatkan pendapat Influencer cenderung mendapat lebih banyak persetujuan. Dapat disimpulkan bahwa keberadaan Influencer dalam ruang digital mampu membentuk arah opini publik, khususnya dalam isu-isu viral yang mengandung dimensi politik dan etika sosial. Kata Kunci : Opini Netizen, Influencer, Instagram, Video Viral, Peringatan Darurat

    Analisa dan Perancangan Aplikasi Laporan Kegiatan Afkire PT. East Hope Bimo Menggunakan Metode OOAD

    No full text
    PT. East Hope merupakan perusahaan pembibitan ayam petelur yang bertempat di desa Bimo Pakuiran yang baru didirikan pada tahun 2018 dan masih dalam tahap perkembangan. PT East Hope yang bergerak dibidang Peternakan, pada kegiatan afkire masih menggunakan pencatatan secara manual dalam penulisan laporan. Proses berjalan lambat dan kesalahan pencatatan laporan mudah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan prototype UI/UX Laporan kegiatan afkire yang dapat membantu perusahaan dalam membuat sebuah laporan tanpa adanya masalah. Pada penelitian ini metode pengembangan sistem menggunakan metode Prototype. Agar lebih memudahkan user untuk memahami desain yang di buat oleh peneliti. Sehingga lebih efisien dan mudah dengan desain sistem menggunakan UML (Unified Modelling Language) dan perancangan prototype sistem menggunakan software Figm

    Os Três irmãos cantadores: Lourival, Dimas e Otacílio

    No full text
    The book “The Three Singing Brothers” tells the story of the lives and artistic careers of the brothers Lourival, Dimas and Otacílio. These talented singers, originally from the Northeast of Brazil, formed a trio known as the “Batista Brothers”. The book highlights the richness of popular culture and the tradition of viola singing in the region. Dimas Batista, also known as the “Prince of Violeiros”, faced more than 300 unexpected challenges throughout his career. He traveled throughout the Northeast and even reached Rio de Janeiro, where he enchanted audiences with his art. However, it was in Tabuleiro do Norte, in Ceará, that he built his family and left a lasting legacy. In addition to his singing skills, Dimas also stood out as a scholar. He sought inspiration not only in the difficulties of popular life, but also in books and in a broad worldview. His talent caught the attention of intellectuals such as Ariano Suassuna, who nicknamed him the “prince of singing poets”. The book “Os Três Irmãos Cantadores” is a tribute to these exceptional artists and a celebration of the tradition of singing in Brazil. Through his stories, the author Otacílio Batista transports us to a world of verses, melodies and popular culture that deserves to be preserved and valued.O livro “Os Três Irmãos Cantadores” narra a vida e a trajetória artística dos irmãos Lourival, Dimas e Otacílio. Esses talentosos cantadores, naturais do Nordeste do Brasil, formaram um trio conhecido como “Irmãos Batista”. A obra destaca a riqueza da cultura popular e a tradição da cantoria de viola na região. Dimas Batista, também chamado de “Príncipe dos Violeiros”, enfrentou mais de 300 desafios de repente ao longo de sua carreira. Ele percorreu o Nordeste e até mesmo chegou ao Rio de Janeiro, onde encantou o público com sua arte. No entanto, foi em Tabuleiro do Norte, no Ceará, que ele construiu sua família e deixou um legado duradouro. Além de suas habilidades como cantador, Dimas também se destacou como estudioso. Ele buscou inspiração não apenas nas dificuldades da vida popular, mas também nos livros e em uma visão de mundo ampla. Seu talento chamou a atenção de intelectuais como Ariano Suassuna, que o apelidou de “príncipe dos poetas cantadores”. O livro “Os Três Irmãos Cantadores” é uma homenagem a esses artistas excepcionais e uma celebração da tradição da cantoria no Brasil. Através de suas histórias, o autor Otacílio Batista nos transporta para um mundo de versos, melodias e cultura popular que merece ser preservado e valorizado

    STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN COFFEE CAFÉ BAR AND LOUNGE DI MERCURE HOTELS SURABAYA GRAND MIRAMA

    No full text
    The purpose of writing this final project is to find out how the standard operating procedures for Coffee Café Bar and Lounge services at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama are. The author who also works as a Bar Supervisor at the Coffee Café Bar & Lounge at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama observed the standard operating procedures for the Coffee Café Bar and Lounge service at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama. The author concludes that the standard operating procedures for the Coffee cafe bar and lounge service at Mercure Hotels Surabaya Grand Mirama are as follows: 1. welcoming guests, 2. accepting orders 3. beverage service 4. giving bills 5. farewell to guests

    Administrative Constraints in U.S. Immigration Governance

    No full text
    This project hosts the working paper "Administrative Constraints in U.S. Immigration Governance: An Institutional Analysis of Systemic Constraints". The paper examines structural administrative constraints embedded in the institutional architecture of the United States immigration governance system. Rather than focusing on ideological debates or legislative proposals, the research analyzes how procedural fragmentation, multi-agency coordination, judicial backlogs, and administrative rule volatility generate systemic bottlenecks in immigration policy implementation. The study maps the interaction between federal agencies including CBP, ICE, USCIS, and EOIR, highlighting how overlapping institutional responsibilities and procedural complexity affect operational efficiency in case processing and enforcement outcomes. By focusing on administrative architecture rather than political ideology, the research contributes to a structural understanding of immigration governance challenges and provides a framework for discussing institutional reform and procedural stabilization within the U.S. immigration system. Author: Dimas Dutschke DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.1894408

    ANALISIS NIAT PERILAKU PENGGUNA APLIKASI QLUE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UTAUT DI JAKARTA (STUDI PADA: NIAT PERILAKU PENGGUNA APLIKASI QLUE DI JAKARTA)

    No full text
    Developer aplikasi Qlue berupaya menyelesaikan masalah perkotaan dengan solusi yang kreatif melalui pemanfaatan ICT di mana hal tersebut dikenal dengan Smart City. Salah satu program pada sektor smart government yang dijalankan yaitu implementasi layanan pengaduan secara online melalui sistem aplikasi yang diberi nama Qlue. Sejauh penerapannya, aplikasi dinilai cukup efektif dalam melibatkan partisipasi publik, namun hal tersebut kontradiktif dengan banyaknya komentar negatif yang diberikan oleh para pengguna. Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu gambaran penerimaan sistem Qlue di masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan perilaku penggunaan sistem tersebut dapat diidentifikasi dengan model UTAUT yang dikembangkan oleh Venkatesh et al. pada tahun 2003. Model tersebut memiliki sembilan konstruk yakni Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facillitating Condition. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Regresi Linear Berganda untuk menganalisis pengaruh tingkat penggunaan. Terkait pengumpulan data, penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 334 responden dengan kriteria warga yang berdomisili di Kota Jakarta, yang sudah menggunakan aplikasi Qlue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap minat menggunakan aplikasi Qlue adalah Performance Expectancy, Effort Expectancy. Hal ini menunjukkan masyarakat menginginkan sistem yang dapat diandalkan dalam membantu menyelesaikan permasalahan nya dan tingkat kemudahan menggunakan aplikasi tersebut, tetapi Social Influence, Facillitating Condition yang tidak terlalu berpengaruh. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi pemahaman tentang adopsi dan perilaku penggunaan teknologi melalui model UTAUT pada konteks penelitian yang baru. Kata Kunci: Smart City, Smart Government, UTAUT

    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan di Grand Sakura Hotel Medan

    No full text
    Penelitian ini dilakukan pada Grand Sakura Hotel Medan. Dalam melakukan penelitian ini dipakai metode kuantitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan analisis data dan mengajukan angket kepada karyawan pada Grand Sakura Hotel Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Grand Sakura Hotel Medan dan sampel ditentukan dengan seluruh elemen/ anggota populasi yang diselidiki. Dari hasil analisis regresi sederhana diketahui koefisien determinasi Adjusted R Square sebesar 17,9% pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan pada Grand Sakura Hotel Medan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar faktor bebas yang diteliti. Dari hasil pengujian secara parsial tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada Grand Sakura Hotel Medan terbukti kebenarannya karena variabel Gaya Kepemimpinan memiliki t hitung sebesar 4,561 dan nilai t tabel 1,665, dimana signifikan (0,000<0,05). Setelah melakukan penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Grand Sakura Hotel Medan.This research was conducted at Grand Sakura Hotel Medan. In doing this research used quantitative method, while data collection was done by data analysis and asked questionnaire to employees at Grand Sakura Hotel Medan. The population in this study were all employees at Grand Sakura Hotel Medan and samples were determined with all elements / members of the population investigated. From the results of simple regression analysis known coefficient of determination Adjusted R Square of 17.9% influence of Leadership Style on Employee Performance at Grand Sakura Hotel Medan, while the rest influenced by other factors outside the free factor studied. From the result of partial test, it can be concluded that the factor of Leadership Style has influence on Employee Performance at Grand Sakura Hotel Medan is proved correct because Leadership style variable has t count of 4,561 and t table value 1,665, which is significant (0,000 <0,05). After doing research, it can be concluded that the style of leadership has a positive and significant effect on Employee Performance at Grand Sakura Hotel Medan

    Kajian Indeks Daya Saing Desa/Kelurahan di Jawa Tengah

    No full text
    Pembangunan desa memosisikan desa sebagai subjek pembangunan yang harus mampu mengelola roda pembangunannya sendiri. Daya saing yang dimaknai sebagai kemampuan untuk mencapai tujuan pembangunan mutlak juga harus dimiliki desa untuk mewujudkan kebijakan pembangunan desa yang efektif. Masih terbatasnya ukuran daya saing hingga tingkat desa menunjukkan urgensi pembentukan indikator tersebut. Terkait masalah tersebut, penelitian ini membentuk indeks daya saing tingkat desa serta keterbandingannya terhadap kelurahan supaya evaluasi kebijakan yang ada dapat dilakukan secara menyeluruh. Indeks komposit yang dibentuk merujuk pada metode yang dikembangkan Organization of Economics Co-operation and Development (OECD). Indeks ini mencakup 5 dimensi dan menggunakan data Potensi Desa (PODES) 2014. Penelitian ini menghasilkan indeks komposit daya saing desa/kelurahan yang cukup relevan dilihat dari nilai korelasi yang positif dan signifikan dengan Indeks Pembangunan Desa. Dalam penelitian ini, desa/kelurahan dikelompokkan menjadi 3 yaitu daya saing rendah, sedang dan tinggi. Dari hasil penelitian ini, terdapat fakta bahwa desa/kelurahan yang berada di wilayah dataran tinggi cenderung terkategori daya saing rendah. Selain itu, desa/kelurahan dengan daya saing rendah banyak terkonsentrasi di kabupaten seperti Purworejo, Rembang, Wonosobo, Blora, dan Wonogiri. Secara umum penyebab ketertinggalan desa/kelurahan yang berdaya saing rendah adalah dimensi kesehatan dan perekonomian yang harus menjadi prioritas perhatian pemerintah.Indeks Daya Saing Desa/Keluraha

    Exterior view of the Bonita Union high School serving two cities, (Lordsburg) San Dimas and La Verne, ca.1900

    No full text
    Photograph of the exterior view of the Bonita Union high School serving two cities, (Lordsburg) San Dimas and La Verne, California, ca.1900. The three-story, mission-style building features multicurved gables, ornamental traceries and moldings around windows and parapets, arched windows and Spanish tiled roofs. The building has two bell towers capped with dome roofs (one on each corner on the left side of the building). A driveway circles around the façade of the building and around the building. To the left of the driveway are two newly planted trees. A hill is visible behind the building (at left).; "Bonita was organized as a result of a 1902 State Constitutional Amendment which set aside state money for high schools. The high school students met first in a vacant store building, then in the La Verne Heights School building. Since Bonita served both La Verne and San Dimas, the site chosen on Bonita and (what was then) Grand Avenue, was midway between the two towns. The first (and only building until 1920) was completed for the 1904 fall session, and opened with 2 teachers and 34 students. The first graduating class in 1907 contained only 1 graduate. In 1910 there were only 70 students and five teachers, including the principal. By 1920 there were 120 students, and by 1930 there were 350 students and 21 teachers." -- unknown author
    corecore