1,720,966 research outputs found
Analisis Nilai Moral Dalam Novel Espresso Karya Bernard Batubara
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kerusakan moral yang dialami oleh remaja. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam novel Espresso karya Bernard Batubara. Metode penelitian adalah kualitatif dengan deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka dengan teknik simak. Tahap-tahap penelitian: menggunakan sumber-sumber data tertulis berupa buku-buku, bahan-bahan tertulis, serta referensi-referensi lain yang relevan dengan penelitian. Hasil analisis didapatkan nilai moral di antaranya: prinsip sikap baik, prinsip keadilan, prinsip hormat terhadap diri sendiri
Konflik Batin Tokoh dalam Cerpen Obat Genetik, Es Krim, dan Kanibal Karya Bernard Batubara (Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra)
This study aims to analyze the inner conflicts of characters in the short stories of Obat Genetik, Es Krim, and Kanibal by Bernard Batubara. This study used qualitative desriptive method by applying the theory of literary psychology. The character’s inner conflict can be identified using Sigmund Freud’s theory, namely the id, ego, and superego. The results indicated that the inner conflict in Obat Genetik, Es Krim, and Kanibal is caused by a sense of patrionalism, unrequited love, and trauma to the past. This research is expected to provide an understanding of psychological disorders caused by inner conflicts in it. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik batin tokoh dalam cerpen Obat Genetik, Es Krim, dan Kanibal karya Bernard Batubara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan teori psikologi sastra. Konflik batin tokoh dapat diidentifikasi menggunakan teori Sigmund Freud, yaitu Id, Ego, dan Superego. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik batin dalam cerpen tersebut disebabkan oleh rasa patrionalisme, cinta tak sampai, dan trauma terhadap masa lalu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang gangguan psikologis yang diakibatkan konflik batin dalam cerpen Obat Genetik, Es Krim, dan Kanibal
Praanggapan pada dialog mengenai kejujuran: kajian Pragmatik dalam novel Asal Kau Bahagia karya Bernard Batubara
The aims of this analysis is to examine presuppositions on dialogue about honesty through pragmatic studies. This is a qualitative study with content analysis method because this research prioritizes the content approach of dialogue in the novel. The data source of this analysis is a dialogues that contain presuppositions and imply honesty in the novel Asal Kau Bahagia by Bernard Batubara. Data provision of this analysis is done by using simak method that is applied through note-taking techniques. The results of this study indicate that 26 data containing presuppositions consisting of 9 data included in factive presuppositions, 3 lexical presuppositions data, 7 data as existantial presuppositions, 5 data as non-factual presuppositions, and 2 data are counterfactual presuppositions. In addition, the research also revealed that through several presupposition there was a message in each speech, the action would always be related to the value of honesty, but sometime it is really to be said. If it happens there is only prejudice and revenge exists. In addition, through this pragmatic, presupposition, and about honesty, the author also hopes that the results of this paper will be able to contribute ideas to the reading community about the importance of the value of honesty in friendship, romance, and in a society that has recently faded
Kajian Stilistika pada Kumpulan Cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja Karya Bernard Batubara dan Relevansinya sebagai Materi Ajar di Sekolah Menengah Atas
Deska Aisyha Ivana. K 1213015. KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN CERPEN MILANA; PEREMPUAN YANG MENUNGGU SENJA KARYA BERNARD BATUBARA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) bentuk-bentuk diksi; (2) bentuk-bentuk majas; (3) bentuk-bentuk citraan atau imaji; (4) analisis stilistika dalam kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja karya Bernard Batubara dan relevansinya sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan atau menggambarkan permasalahan yang terjadi, dan menganlisis data yang berupa kata-kata atau kalimat. Sumber data primer adalah kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja serta buku yang relevan, jurnal, dan sebagainya yang dibutuhkan dalam kajian teori, adapun sumber data sekunder adalah informasi dari guru dan siswa kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir (flow model of analysis) yang meliputi tiga komponen yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri atas beberapa tahap yaitu pengumpulan data, penyeleksian data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: dalam kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja memanfaatkan beberapa bentuk diksi, majas, citraan, dan relevansinya sebagai materi ajar bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Bentuk-bentuk yang tercakup dalam penelitian ini yaitu (a) bentuk-bentuk diksi yang meliputi kolokasi sejumlah 28 data, kata sapaan khas dan nama diri 30, kata dengan objek realitas alam 9, dan kata serapan 9; (b) bentuk-bentuk majas yang meliputi majas simile 11, majas metafora 8, majas personifikasi 30, majas antitesis 1, majas koreksi 1, majas hiperbola 12, majas litotes 1, majas satire 2, majas klimaks 17, majas antiklimaks 5, majas sinisme 1, majas metonimia 9, majas erotesis 3, majas asidenton 7, majas polisindeton 2, majas epizeukis 1, majas anafora 21, majas epistrofa 17, majas simploke 1, dan majas mesodilopsis 31; (c) bentuk-bentuk citraan yang meliputi penglihatan 63, citraan pendengaran 34, citraan gerakan 52, dan citraan perabaan 1; (d) kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja karya Bernard Batubara juga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XI semester genap, hal ini dikarenakan kumpulan cerpen tersebut banyak menggunakan kajian stilistika berupa diksi, majas, dan citraan yang dapat digunakan siswa dalam mempelajari dan memahami karya sastra. Selain itu, kumpulan cerpen Milana; Perempuan yang Menunggu Senja juga sesuai dengan usia dan tingkatan perkembangan anak, serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Kata Kunci: diksi, majas, citraan, stilistika, materi aja
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Klasifikasi emosi tokoh utama dalam Cerpen Metafora Padma Karya Bernard Batubara : psikologi sastra David Krech
Penelitian ini berfokus pada aspek psikologis pada kumpulan cerpen Metafora Padma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur cerpen Metafora Padma yang berkaitan dengan tokoh dan penokohan serta mendeskripsikan kategorisasi emosi pada tokoh dalam kumpulan cerpen Metafora Padma.Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori pendekatan psikologi sastra dengan memanfaatkan teori klasifikasi emosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian yang digunakan yakni menggunakan teknik kepustakaan, simak, dan catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Metafora Padma karya Bernard Batubara tahun 2016. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan adanya temuan yang sesuai dengan klasifikasi emosi Krech yang meliputi (1) emosi dasar atau primary emotions: 2 rasa takut, 6 rasa senang, 3 rasa marah, 8 rasa pilu. (2) emosi yang berhubungan dengan reaksi sensorik: 5 rasa sakit, tidak ditemukannya data yang menujukkan rasa jijik pada kumpulan cerpen ini, dan 4 rasa kenikmatan. (3) emosi yang berhubungan pada penilaian diri sendiri: 4 rasa keberhasilan dan kegagalan, 5 rasa bangga dan malu, 8 rasa bersalah dan menyesal. (4) emosi yang berhubungan dengan orang lain: 12 rasa cinta, dan 1 rasa benci. Dari beberapa data yang ditemukan, akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan aspek emosi yang paling dominan dan sering muncul pada tokoh dalam Metafora Padma ini adalah rasa cinta terhadap seseorang
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
