19 research outputs found

    Analisa Kinerja Oprasional Angkutan Kota Dikelurahan Helvetia Tengah Medan Helvetia

    No full text
    Angkutan umum perkotaan sebagai salah satu bagian dari transportasi perkotaan yang ,menjadi kebutuhan pokok masyarakat kota dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan kota pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja angkutan kota ditinjau dari tingkat efektifitas dengan parameter kerapatan, kecepatan rata-rata headway. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif dengan menggunakan dua data yaitu data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan survey langsung dilapangan secara statis, pengambilan data sekunder juga diproleh dari instansi terkait, proses pengolahan dan penyajian data dilakukan dengan perangkat lunak (Software) yaitu Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian didapat kecepatan rata-rata yaitu angkutan trayek 12 sebesar 16,25 kend/jam angkutan trayek 130 sebesar 18,66 km/jam dan angkutan trayek 78 sebesar 18,88 km/jam. Rata-rata headway 2.60 menit pada angkuatan trayek 12, 2.58 menit pada angkutan trayek 130, dan 2,65 menit pada angkutan trayek 78. Kerapatan rata-rata 7,01 Kend/km untuk angkutan trayek 12, 4,97 Kend/km untuk angkutan 130 dan 4,10 kend/jam untuk angkutan trayek 78. Rata-rata load factor untuk angkutan trayek 12 adalah 25,84%, load factor untuk angkutan trayek 130 adalah 30,98% dan load factor untuk angkutan trayek 78 adalah 28,28%. Berdasarkan parameter kinerja angkutan umum perkotaan menurut word bank dan SK Dirjen No 687 Tahun 2002 untuk parameter kecepatan rata-rata, headway, waktu tunggu, kerapatan, maka pebandingan angkutan trayek 12, angkutan trayek 130 dan angkutan trayek 78, ketiga angkutan belum memenuhi standar. Untuk faktor muatan penumpang masih jauh dibawah standar yang ada yaitu sebesar 70%

    MUSEUM SENI WAYANG KULIT DI SURAKARTA

    No full text
    Mengingat sejarah wayang yang telah begitu berabad-abad lamanya maka sebenarnya wayang sebagai salah satu bentuk kesenian telah menunjukkan potensi dan popularitasnya yang tinggi. Wayang khususnya wayang kulit meskipun telah dikenal dan dipelajari oleh orang asing, pada kenyataanya banyak sekali keluhan dari pemerhati wayang kulit. Keprihatinan terhadap perkembangan seni wayang kulit semakin terasa, pengetahuan tentang wayang kulit semakin menipis dari generasi ke generasi. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi kelangsungan dan keberadaan seni wayang kulit ini. Surakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa serta tempat berdirinya GANASIDI (Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia) dan PANAKAWAN (Paguyupan Sutresno Kagunan Wayang) menjadi medium yang tepat bagi pelestarian dan pengembangan seni wayang kulit. Hal ini mengingat perkembangan wayang kulit di Surakarta lebih mudah diangkat dan dikenalkan secara luas kepada masyarakat. Museum Seni Wayang Kulit adalah sebuah usulan wadah untuk lebih meningkatkan apresiasi terhadap seni wayang kulit kepada masyarakat umum. Apresiasi terhadap suatu benda yang dipamerkan akan sangat tergantung dari suasana ruang pameran. Suasana komunikatif yang terjadi pada ruangan akan lebih memudahkan pengunjung dalam mengapresiasikan terhadap suatu seni. Sedangkan suasana rekreatif akan menimbulkan kesenangan. Sehingga apabila kedua suasana itu yaitu komunikatif dan rekreatif dapat dihadirkan pada ruang pamer maka pengunjung dalam mengapresiasikan seni wayang kulit lebih mudah dan menyenangkan

    Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Makam Berbasis Web pada Pemakaman Wakaf Bungur Kebayoran Lama

    Get PDF
    Pemakaman Wakaf Bungur adalah sebuah Pemakaman Wakaf di Jakarta Selatan tepatnya berada di jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama. Pemakaman wakaf yang berdiri sejak tahun 1943 dan memiliki luas lebih dari 1 hektare. Masyarakat sebagai bagian dari sebuah kota harus menyadari bahwa suatu saat mereka akan meninggal dunia dan perlu sedini mungkin memikirkan rencana tempat pemakaman baginya.Proses pemesanan secara manual belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena dinilai merepotkan, maka penulis akan membuat sistem pengelolaan Pemakaman berbasis website, dengan tujuan untuk memudahkan pemesan makam dalam proses pemesanan makam dan proses pembayaran biaya pemakaman serta bisa terkelola dengan baik transaksi di Pemakaman Wakaf Bungur. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan bagian terkait dan dalam pembuatan sistem informasi ini menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall,bahasa pemrograman PHP menggunakan Framework Laraveldan Database MySQL.Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya sistem pengelolaan makam ini, masyarakat dapat dengan mudah memesan makam tanpa harus datang langsung ke pemakaman tersebut untuk memesan makam secara manualdan dengan adanya sistem pengelolaan makam ini untuk pengelola dapat mengefisienkan waktu dan menghindari hilangnya data pemakaman dengan sistem pengelolaan yang sudah terkomputerisasi data akan tersimpan dengan aman di database

    PENYESUAIAN TOOL DIES EVO 023 W12 PADA MESIN BENDING UNTUK UKURAN 25 MM MENJADI 20 MM

    Get PDF
    Penyesuaian Tool Dies EVO 023 W12 pada Mesin Bending Untuk Ukuran 25 mm Menjadi 20 mm. Mesin bending TruBend 5085 adalah mesin buatan TRUMPF yang memiliki fungsi lebih banyak. Mesin ini dapat mengerjakan pekerjaan  menekuk, mengoverlapping, dan melipat material plat. Untuk memaksimalkan fungsi dari peralatan yang digunakan diperlukan modifikasi pada peralatan tersebut.  Kegiatan memodifikasi tool dies ukuran 25 mm menjadi 20 mm dilatar belakangi dengan tidak tersedianya tool dies yang memiliki ukuran 20 mm. Modifikasi ini dilakukan dengan merubah ukuran dies yang terkecil yaitu 25 mm. Modifikasi ini tidak merubah komponen-komponen pada mesin tetapi hanya mengurangi ukuran sehingga tool dies yang dimodifikasi berfungsi dengan maksimal. Disamping itu juga perlu diperhitungkan dalam pengerjaannya cukup aman, ekonomis, dan praktis. Dengan terselesaikannya modifikasi ini maka kegiatan proses produksi dapat berjalan dengan lancar

    MALOKLUSI DENGAN MOTIVASI PERAWATAN ORTODONSI PADA SISWA KELAS X SMA N 1 SEWON BANTUL TAHUN 2013

    Get PDF
    Based on Survey of National Social Economic 2004 reportedby the Ministry of Health show the general prevalenceof malocclusion and temporo mandibulare junctionin Indonesia has reached 80. Malocclusion is a dentalocclusion shape that deviates from the normal, the deviationof which is crowdeed, caninus ectopik, disto-occlusion,mesio occlusion, crossbite and diastema. Physicalfactors such as tooth abnormalities, or malocclusionsadversely affect the aesthetic appearance, comfort inspeaking or chewing food would affect one’s motivation toperform orthodontic treatment. The results of a preliminarystudy conducted in SMA N 1 Sewon Bantul obtained223 students had cases of malocclusion and 125 studentsexpressed a desire to straighten teeth.The researchpurpose to determine the relationship of malocclusion withorthodontic treatment motivation in class X SMA N 1 SewonBantul in 2013.The kind of this research is observational with cross sectionaldata retrieval. The population in this study were studentsof class X SMA N 1 Sewon Bantul many as 223students. Method of sampling Quota sampling by meansof a population of 30 respondents. Influence variable ofmalocclusion and orthodontic treatment motivation affectedvariables. The technique of collecting data by givingquestionnaires to students and conduct direct examinationirregularities form of malocclusion in students . Thelocation of this study taken in SMA N 1 Sewon Bantul. Statisticaltest using Chi Square test of correlation. The resultsof research conducted on student respondents XSMA N 1 Sewon Bantul obtained with highly motivated studentswith a form of malocclusion crowdeed, ectopiccaninus, disto-occlusion. Chi Square test results malocclusionorthodontic treatment motivation class X SMA N 1Sewon Bantul obtained significantly by 0.010 < á value of0.05, meaning that Ho is refused and Ha accepted. Sothere is a significant or meaningful relationship betweenmalocclusion with orthodontic treatment motivation.There is significant or meaningful relationship betweenmalocclusion with orthodontic treatment motivation in studentsX SMA N 1 Sewon Bantul

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI PENGEMBANGAN JARINGAN SEDERHANA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) proses pengembangan media pembelajaran berbasis android; 2) Kelayakan produk pada media pembelajaran berbasis android; 3) Respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis android. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE. Pengujian dilakukan terhadap kelayakan produk oleh ahli materi dan ahli media dengan uji coba produk pada siswa kelas X TKJ SMKN 2 Pemangkat. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini menggunakan wawancara dan kuesioner. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses pengembangan media pembelajaran berbasis android telah melalui prosedur penelitian dengan model ADDIE sehingga menghasilkan Media yang efektif digunakan untuk pembelajaran.; 2) Hasil penilaian ahli media menunjukkan persentasa rata-rata sebesar 90,52% dengan kategori “Sangat Layakâ€; 3) Respon siswa terhadap media setelah uji coba dilakukan, berada pada kriteria “sangat baik†dengan persentase sebesar 81,56%

    PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD DI PT SPR LANGGAK RIAU

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 202

    Study of the Effect of Reduced Iron Temperature Rising on Total Carbon Formation in Iron Reactor Isobaric and Cooling Zone

    No full text
    We presented the mathematical model in the iron reactor. The model was limited to Isobaric Zone and Cooling Zone termed as IZ and CZ, respectively. The simulation was done by adapting the heat and mass transfer equations. The main purpose of this paper is to estimate the temperature increasing effect of reduced-iron on sponge-iron quality. The calculations are solved using Finite Element Method (FEM). The results showed that the temperature and concentration values from the simulation have high similarity to the reference data with Root-Mean-Square Error (RMSE) about 0.7. The formation of total-carbon in the both zones decreased metallization degree until 1.72%. The increase in reduced-iron temperature higher than 1200 K produces total-carbon higher than 3%. Thus the increase in reduced-iron temperature more than 1200 K is not recommended because it can decrease metallization degree

    Heat and Mass Transfer in Reduction Zone of Sponge Iron Reactor

    No full text
    Numerical prediction is performed on reduction zone of iron ore reactor which is a part of counter current gas-solid reactor for producing sponge iron. The aim of the present study is to investigate the effect of reduction gas composition and temperature on quality and capacity of sponge iron products through mathematical modeling arrangement and simulation. Simultaneous mass and energy balances along the reactor lead to a set of ordinary differential equation which includes kinetic equations. Kinetic equations of reduction of hematite to iron metal, methane reforming, and water gas shift reaction are taken into account in the model. Hydrogen and carbon monoxide are used as reduction gas. The equations were solved by finite element method. Prediction shows an increase in H2 composition while an attenuation of CO produces higher metallization degree. Metallization degree is also increased with an increase in gas inlet temperature. It is found that reduction gas temperature over 973°C (1246 K) is not recommended because the formation of sticky iron will be initiated.</jats:p
    corecore