24 research outputs found

    Tata Cara Pemeriksaan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota

    No full text
    Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Dimana setiap warga negara yang memenuhi syarat secara hukum, wajib untuk membayar pajak.76 HalamanKertas Karya Diplom

    Efektivitas Disrtibusi dalam Pelaksanaan Program Beras Miskin (RASKIN) di Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhan Batu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dalam pendistribusian beras miskin (RASKIN)di Kecamatan Bilah Barat, pendistribusian beras miskin merupakan hal penting bagi penerima manfaat raskin yang telah terdaftar di pusat, pendistribusian di lakukan dengan adanya ketentuan yang telah di tetapkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data dengan pengumpulan data primer berupa wawancara dan observasi dilapangan, dan pengumpulan data sekunder berupa dokumentasi dan studi kepustakaan. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dimana informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang terdiri dari Camat Kecamatan Bilah Barat, Tim Koordinasi Raskin dan masyarakat Kecamatan Bilah Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pendistribusian program beras miskin (RASKIN) ini secara umum dapat dikatakan efektif. Pandangan masyarakat tentang program ini juga dapat dikategorikan baik.111 HalamanSkripsi Sarjan

    Tata Cara Pengurangan Pembayaran Angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam

    No full text
    Praktik kerja lapangan ini adalah salah satu mata kuliah yang harus diambil dalam menyelesaikan proses perkuliahan di Program Studi Administrasi Perpajakan FISIP USU. Manfaat dari diadakannya mata kuliah praktik kerja lapangan ini adalah agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya di Kantor ataupun di tempat praktik, khususnya bidang Perpajakan. Memperkenalkan Program Studi Administrasi Perpajakan FISIP USU kepada masyarakat ataupun instansi tersebut. Oleh karena itu, penulis mengambil judul mengenai Pajak Penghasilan dalam menyelesaikan praktik kerja lapangan ini.52 HalamanKertas Karya Diplom

    Tata Cara Penagihan Utang Wajib Pajak Dengan Surat Paksa Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam

    No full text
    Pajak sebagai sumber utama penerimaan negara perlu terus ditingkatkan sehingga pembangunan nasional dapat dilaksanakan dengan kemampuan sendiri berdasarkan prinsip kemandirian. Peningkatan kesadaran masyarakat di bidang perpajakan harus ditunjang dengan iklim yang mendukung peningkatan peran aktif masyarakat serta pemahaman akan hak dan kewajibannya dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan perpajakan. Peran serta masyarakat Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak berdasarkan ketentuan perpajakan sangat diharapkan. Namun, dalam kenyataannya masih dijumpai adanya tunggakan pajak sebagai akibat tidak dilunasinya utang pajak sebagaimana mestinya. Perkembangan jumlah tunggakan pajak dari waktu ke waktu menunjukkan jumlah yang semakin besar. Peningkatan jumlah tunggakan pajak ini masih belum dapat diimbangi dengan kegiatan pencairannya, namun demikian secara umum penerimaan di bidang pajak semakin meningkat. Terhadap tunggakan pajak dimaksud perlu dilaksanakan tindakan penagihan utang pajak yang mempunyai kekuatan hukum yang memaksa. Kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar pajak merupakan posisi strategis dalam peningkatan penerimaan pajak. Sebagaimana dikemukakan di atas, di dalam sistem self assessment yang berlaku sekarang ini maka penagihan pajak yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan merupakan wujud law enforcement untuk meningkatkan kepatuhan yang menimbulkan aspek psikologis bagi Wajib Pajak. Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2000, tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Penagihan pajak adalah serangkaian tindakan agar penanggung pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan surat paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan, menjual barang yang telah disita (lelang). Berdasarkan dengan hal-hal ini yang telah dijelaskan diatas, maka penulis berminat membuat suatu karya tulis mengenai, “Tata Cara Penagihan Utang Wajib Pajak Dengan Surat Paksa Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam”.76 HalamanKertas Karya Diplom

    POLITIK HUKUM PENGALIHAN KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERIZINAN USAHA PERTAMBANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 3 TAHUN 2020 TENTANG MINERAL DAN BATUBARA PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYYAH

    No full text
    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 menandai babak baru dalam perkembangan politik hukum pertambangan di Indonesia. UU Minerba yang terbaru ini membawa perubahan signifikan, termasuk pengalihan kewenangan penerbitan izin pertambangan sepenuhnya dialihkan ke pemerintah pusat. Perubahan ini memicu kontroversi karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi dan semangat reformasi, serta menghilangkan peran pemerintah daerah dalam kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dasar kebijakan yang diambil dalam Undang-Undang Mineral dan Batubara terbaru, prinsip-prinsip dasar dalam pengalihan kewenangan perizinan, serta bagaimana pengalihan perizinan tersebut ditinjau dari perspektif Siyāsah dustūriyyah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan yuridis-normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan melalui penelusuran dan telaah bahan hukum berupa buku, jurnal ilmiah, dokumen peraturan perundang-undangan, dan sebagainya. Sumber data terdiri dari, data primer berupa peraturan perundang-undangan, dan data sekunder yang diperoleh dari buku/jurnal/artikel ilmiah lainnya, kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini Undang-Undang Mineral dan Batubara No 3 Tahun 2020 menunjukkan adanya penurunan peran Pemerintah Daerah dalam penerbitan izin pertambangan. Sementara itu terdapat sejumlah isu dan dampak negatif dari pengalihan perizinan usaha pertambangan yang dituangkan dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2020. Di antaranya adalah kemungkinan risiko terhadap lingkungan, keterbatasan keterlibatan masyarakat, dan pengalihan kewenangan perizinan perusahaan pertambangan kembali ke tingkat federal. Ditinjau dari Siyasah dusturiyyah bahwa dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, terkait kewenangan perizinan usaha pertambangan minerba telah mengabaikan peran penting Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagai pusat kegiatan pertambangan

    Reception of The 'Maulid Nabi' Hadith in the Pangkep Community South Sulawesi (Study of Baku Tradition in Balang Caddi Island)

    No full text
    This article discusses the reception of hadith as the basis for the Baku tradition in the celebration of the Prophet's Birthday by the people of Balang Caddi Island. It based on the thesis that in human reception of religious texts there is an informative and performative side. In this context, the hadith of love for the Prophet can be seen from an informative and performative perspective. From an informative point of view, the hadith about the love of the Prophet implies that those who love the Prophet Muhammad will be with the Prophet in Heaven. Meanwhile, from a performative perspective, the community implement the Maulid tradition as was done by the people of Balang Caddi Island. This performative side constantly undergo transmission and transformation from one place and time to another. To understand it, the author makes analytical observations, namely observing and experiencing the celebration of the Baku tradition. The result of this research is that the Birthday of the Prophet among the people of Balang Caddi Island is an effort to maintain the transmission of the values ​​of love to Allah and the Prophet Muhammad in the form of the Baku tradition. As a form of transformation, the Baku tradition in the Prophet's Birthday among the Community includes the Prophet's Birthday night at the Darul Dakwah Wal Irsyad School, and the Prophet's Birthday at the Darus Sa'adah Mosque, as well as the Pabagang context related to the time and form of the Prophet's Birthday celebration.This article discusses the reception of hadith as the basis for the Baku tradition in the celebration of the Prophet's Birthday by the people of Balang Caddi Island. It based on the thesis that in human reception of religious texts there is an informative and performative side. In this context, the hadith of love for the Prophet can be seen from an informative and performative perspective. From an informative point of view, the hadith about the love of the Prophet implies that those who love the Prophet Muhammad will be with the Prophet in Heaven. Meanwhile, from a performative perspective, the community implement the Maulid tradition as was done by the people of Balang Caddi Island. This performative side constantly undergo transmission and transformation from one place and time to another. To understand it, the author makes analytical observations, namely observing and experiencing the celebration of the Baku tradition. The result of this research is that the Birthday of the Prophet among the people of Balang Caddi Island is an effort to maintain the transmission of the values ​​of love to Allah and the Prophet Muhammad in the form of the Baku tradition. As a form of transformation, the Baku tradition in the Prophet's Birthday among the Community includes the Prophet's Birthday night at the Darul Dakwah Wal Irsyad School, and the Prophet's Birthday at the Darus Sa'adah Mosque, as well as the Pabagang context related to the time and form of the Prophet's Birthday celebration.   Artikel ini membahas resepsi hadis yang dijadikan dalil atas tradisi Baku dalam perayaan Maulid Nabi oleh masyarakat Pulau Balang Caddi. Hal ini berangkat dari tesis bahwa dalam resepsi manusia terhadap teks Agama, terjadi sisi informatif dan performatif. Dari sini, hadis tentang kecintaan kepada Nabi dapat dilihat dari sisi informatif dan performatif. Pada sisi informatif, hadis tentang kecintaan kepada Nabi mengandung pemahaman bahwa orang yang mencintai Nabi Muhammad akan bersama Nabi di dalam Surga. Sementara dari sisi performatif, masyarakat melahirkan tradisi-tradisi Maulid, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Balang Caddi. Sisi performatif ini senantiasa mengalami transmisi dan transformasi dari satu tempat dan waktu ke tempat dan waktu lainnya. Untuk memahami hal-hal tersebut, penulis melakukan observasi-analitis, yakni mengamati dan mengalami secara analisis dari tradisi Baku tersebut. Adapun hasil dari artikel ini adalah Maulid Nabi di kalangan Masyarakat Pulau Balang Caddi merupakan upaya mempertahankan transmisi nilai atas kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad dalam bentuk tradisi Baku. Sebagai bentuk transformasinya, tradisi Baku dalam Maulid Nabi di kalangan Masyarakat tersebut meliputi Malam Maulid Nabi di Sekolah Darul Dakwah Wal Irsyad, dan Hari Maulid Nabi di Masjid Darus Sa’adah, serta konteks Pabagang yang saling terikat dengan waktu dan bentuk perayaan Maulid Nabi tersebut

    DIALEKTIKA FEMINIS INDONESIA TERHADAP UNDANG-UNDANG POLIGAMI: Nalar Kritis KH Husein Muhammad Terhadap Kompilasi Hukum Islam dalam Perspektif Tafsir Ahkam

    No full text
    This study aims to trace Husein Muhammad’s reason thinking, Indonesian feminist Kyai in the case of licensing polygamy according to the Compilation of Islamic Law. Husein Muhammad is one of the pesantren kiai who is intense in gender issues. The idea offered by Husein Muhammad is reinterpretation of gender-biased legal issues in the hope that it can be used as a guide and guide in dealing with particular problems at the present time. This study seeks to unravel the views of KH. Husein Muhammad on gender justice in polygamy permits. This research is a qualitative research literature (library research). The technique used in analyzing the data in this study, using descriptive-analytical method, to describe in general the thoughts of Husein Muhammad. The data for this research are books written by Husein Muhammad and interviews with him. This study concludes that Husein Muhammad's method of thinking in rejecting the rules for licensing polygamy according to the rules of the Compilation of Islamic Law is based on the concepts of selection (intiqo-iy) and exploration (ijtihad). These two concepts are oriented towards the concept of protecting and providing a sense of justice for women which can be integrated into Indonesian positive law. Keywords: Feminist kyai, Critical reasoning, Polygamy laws     Daftar Pustaka   Al Amin, Habibi. "Guardians Concept in Qur'an Perspective." Shakhsiyah Burhaniyah: Jurnal Penelitian Hukum Islam 6.1 (2021): 95-114. Al Amin, Habibi. "Penciptaan Adam; Mendialogkan TafsiR Marah Labid dengan Teori Keadilan Gender." An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial 1.1 (2014): 17-44. Al Amin, Habibi. "Tafsir Sufi Lata’ if al-Isyarat." SUHUF 9.1 (2016): 59-77. Al-Husaini, Taqiyuddin Abi Bakar Muhammad, Kifayatul Akhyar Fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Indonesia: Haramain Jaya Indonesia, 2005. Al-Kasani, Alauddin Abi Bakar bin Mas’ud, Bada’i Sana’i Fi Tartibi Syara’i, Beirut: Darul Kutub, 2003. Al-Maliki, Alwi Abbas Ibanah al-Ahkam, Beirut: Darul Fikr, 1996. Al-Qozwaini, Abdullah Muhammad bin Yazid, Sunan Ibnu Majah, Beirut: Darul Fikr, tt. Al-Syairazi, Abu Ishaq Ibrahim bin Ali, Al-Muhadzdhab, Beirut: Darul Kutub, 1995. Al-Syarkhasi, Syamsuddin Abu Bakr Muhammad, Al-Mabsuth, Beirut: Darul Makrifah, tt. Al-Zuhaili, Wahbah, Terj. Agus Effendi dan Bahruddin Fananny, Zakat Kajian Berbagai Madzhab, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008. _________________, Terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jakarta: Gema Insani, 2011. An-Nawawi, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf, Al-Majmu’, Beirut: Darul Fikr, tt. Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006. As’at, Kamran dkk, Fiqh Ibadah, Jakarta: Amzah, 2009. Ash-Sajastany, Abi Dawud Sulaiman Ibn Ash’as, Sunan Abi Dawud, Beirut: Darul Fikr, 1994. Ash-Shiddieqy, M. Hasbi, Pedoman Zakat, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009. Ash-Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad Nailul Author, Beirut: Darul Fikr, 1983. Taufiqurrahman, Zaky Fajar, and Habibi Al Amin. "Desain Pembelajaran Literasi Kitab Kuning Melalui Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam." Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia 6.2 (2021): 1467-1474.Tujuan penelitian ini adalah untuk melacak metode berpikir Husein Muhammad, Kyai feminis Indonesia dalam kasus perizinan poligami menurut Kompilasi hukum Islam.  Husein Muhammad merupakan salah satu kiai pesantren yang intens dalam isu gender. gagasan yang ditawarkan oleh Husein Muhammad  adalah penafsiran ulang (reinterpretasi) terhadap persoalan hukum yang bias gender dengan harapan bisa dijadikan petunjuk dan pedoman dalam menghadapi permasalahan partikular pada masa sekarang. Penelitian ini berusaha mengurai pandangan KH. Husein Muhammad tentang keadilan gender dalam izin poligami. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kepustakaan (library research). Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisa data dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif-analisis, untuk memaparkan secara umum pemikiran Husein Muhammad. Data penelitian ini adalah buku-buku karangan Husein Muhammad dan wawancara  dengannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode berpikir Husein Muhammad dalam menolak aturan perizinan poligami menurut aturan Kompilasi hukum Islam adalah mendasarkan pada konsep seleksi (intiqo-iy) dan eksplorasi (ijtihad). Dua konsep ini berorientasi pada konsep melindungi dan memberikan rasa adil bagi kaum perempuan yang dapat diintegrasikan dalam hukum positif indonesia. Kata kunci: kyai feminis, Nalar kritis, Undang-undang poligami.   Daftar Pustaka   Al Amin, Habibi. "Guardians Concept in Qur'an Perspective." Shakhsiyah Burhaniyah: Jurnal Penelitian Hukum Islam 6.1 (2021): 95-114. Al Amin, Habibi. "Penciptaan Adam; Mendialogkan TafsiR Marah Labid dengan Teori Keadilan Gender." An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial 1.1 (2014): 17-44. Al Amin, Habibi. "Tafsir Sufi Lata’ if al-Isyarat." SUHUF 9.1 (2016): 59-77. Al-Husaini, Taqiyuddin Abi Bakar Muhammad, Kifayatul Akhyar Fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Indonesia: Haramain Jaya Indonesia, 2005. Al-Kasani, Alauddin Abi Bakar bin Mas’ud, Bada’i Sana’i Fi Tartibi Syara’i, Beirut: Darul Kutub, 2003. Al-Maliki, Alwi Abbas Ibanah al-Ahkam, Beirut: Darul Fikr, 1996. Al-Qozwaini, Abdullah Muhammad bin Yazid, Sunan Ibnu Majah, Beirut: Darul Fikr, tt. Al-Syairazi, Abu Ishaq Ibrahim bin Ali, Al-Muhadzdhab, Beirut: Darul Kutub, 1995. Al-Syarkhasi, Syamsuddin Abu Bakr Muhammad, Al-Mabsuth, Beirut: Darul Makrifah, tt. Al-Zuhaili, Wahbah, Terj. Agus Effendi dan Bahruddin Fananny, Zakat Kajian Berbagai Madzhab, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008. _________________, Terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jakarta: Gema Insani, 2011. An-Nawawi, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf, Al-Majmu’, Beirut: Darul Fikr, tt. Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006. As’at, Kamran dkk, Fiqh Ibadah, Jakarta: Amzah, 2009. Ash-Sajastany, Abi Dawud Sulaiman Ibn Ash’as, Sunan Abi Dawud, Beirut: Darul Fikr, 1994. Ash-Shiddieqy, M. Hasbi, Pedoman Zakat, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009. Ash-Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad Nailul Author, Beirut: Darul Fikr, 1983. Taufiqurrahman, Zaky Fajar, and Habibi Al Amin. "Desain Pembelajaran Literasi Kitab Kuning Melalui Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam." Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia 6.2 (2021): 1467-1474.   &nbsp

    Metodologi Al-Albani Dalam !Fat!Fat Alat At -Nab!

    No full text
    Kepentingan solat dan kewajipan melakukannya suatu yang diketahui umum. Namun bentuk perlakuan solat yang bertepatan dengan amalan Rasulullah s.a.w suatu yang perlu diberi perhatian. Adalah suatu yang penting untuk memperhalusi kitab yang membincangkan tentang solat Nabi s.a.w berasaskan hadith yang sahih. Maka kajian ini yang bertajuk Metodologi al-Albinl Dalam ifatifat alit al-Nabl, tertumpu pada metodologi yang. digunakan oleh pengarangnya dalam menyusun kitab tersebut. The importance of prayer and the compulsory duty to do it is one well-known. However, treatment fonn prayer which was exactly with the Prophet Muhammad (Peace Be Upon Him) practice is one which matter should give attention. It is become something important to scrutinize book which discussed of Prophet (PB UH) prayer based on authoritative hadith. Then, this study entitled The Methodology of al-Albiinl in ifiltifilt alit al-Nabl focussed on methodology used by the author to arrange that book

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN GERAKAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU JAGUNG DI KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN MAMUJU UTARA

    No full text
    This study aimed to determine the implementation of Corn Integrated Crop Management Application Movement Policy in Tikke Raya District, North Mamuju Regency, West Sulawesi Province. The author used the theory of Edward III to determine the factors influencing the implementation of the policy, such as the factors of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This study used qualitative research, with descriptive method. Based on the results, it was concluded that Implementation of Corn Integrated Crop Management Application Movement Policy in Tikke Raya District North Mamuju Regency had been running well, this was evidenced by the theoretical approach of Edward III by looking at four (4) indicators, namely communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The communication aspect in this program ran well so that the whole implementers and target groups knew their tasks and responsibilities. The resources needed were adequate, the disposition of the parties involved was very supportive for the smooth implementation of the policy. The bureaucratic structure had been structured well and technical guidelines also ran well, but coordination between the implementing agencies was still needed to be improve

    Analisis Respon Spektrum Pada Perpanjangan Lengan Girder Ship Unloader Crane

    No full text
    Permasalahan utama yang terjadi di PLTU Sukabumi adalah terhambatnya pasokan batubara yang dikarenakan muatan yang dapat diangkut oleh kapal tongkang relatif kecil. Pembangkit listrik tenaga uap berencana untuk meningkatkan pengiriman pasokan batubara dengan menggunakan kapal vessel kapasitas 40,000 DWT. Kapal vessel dengan kapasitas 40,000 DWT memiliki ketahanan terhadap ombak besar jika dibandingkan dengan kapal tongkang dengan kapasitas 12,000 DWT. Kapal vessel memiliki lebar yang lebih besar dibandingkan dengan kapal tongkang sehingga Jetty perlu diperkuat agar mampu disandari oleh kapal vessel. Oleh karena itu jetty mengalami pelebaran kearah laut. Penambahan lebar pada jetty dan besarnya lebar kapal vessel mengakibatkan ship unloader crane tidak dapat menjangkau titik pemindahan. Ship unloader crane perlu dilakukan peningkatan berupa extensi girder agar dapat mencapai titik pemindahan. Ekstensi girder dapat mempengaruhi performa dari SUC, maka dari itu sangat diperlu dilakukan analisis kekuatan struktur crane terhadap beban maksimal operasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketahanan crane pada beban operasi terhadap gempa yang terjadi. Pemodelan 3D dilakukan menggunakan blueprint kondisi existing dan menambah panjang lengan girder boom crane, terdapat 3 variasi panjang lengan. Panjang lengan 3 meter, 6 meter, dan 9 meter. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software Ansys Workbench Respon Spectrum. Analisa Modal dilakukan untuk mendefinisikan goyangan fundamental. Selanjutnya memberikan beban gempa pada simulasi Respon Spectrum. Kedua metode mampu membuktikan bahwa crane mampu menahan gempa sebesar 2,07 MN setara dengan 5,68 SR pada static ekivalen, dan grafik respon spektrum 2,5g-2,8g dibuktikan dengan tidak adanya gaya reaksi pada tumpuan yang bernilai 0 atau bernilai negatif. Beban gempa dengan input respon spektrum jenis tanah lunak mempunyai potensi beban tertinggi dilihat dari deformasi dan gaya reaksi yang dihasilkan. Kedua adalah jenis tanah sedang, berikutnya tanah keras, dan yang potensi paling kecil beban gempanya adalah batuan. Besarnya ekstensi yang ditambahkan mengakibatkan berkurangnya ketahanan SU crane terhadap gempa. Perlu dilakukan penguatan struktur pada struktur support boom, karena pada bagian ini stress meningkat secara signifikan. Kata kunci: Ship Unloader Crane, Respon Spektrum, Statik Ekivalen, Gempa ========================================================= The steam power plant plans to increase coal supply shipments using vessels with a capacity of 40,000 DWT. A vessel with a capacity of 40,000 DWT has resistance to big waves when compared to a barge with a capacity of 12,000 DWT. A vessel has a larger width than a barge. The jetty needs to be strengthened so that it can be berthed by vessels, therefore the jetty is expanding towards the sea. The increase in the width of the jetty and the width of the vessel resulted in the ship unloader crane being unable to reach the moving point. Ship unloader cranes need to be increased in the form of girder extensions to reach the moving point. Girder extension can affect the performance of SUC; therefore, it is very necessary to analyze the strength of the crane structure against the maximum operating load. This research was conducted to determine the resistance of the crane to the operating load against the earthquake that occurred. 3D modeling is done using a blueprint of the existing conditions and increasing the length of the boom crane girder arm, there are 3 variations of the arm length. Arm length of 3 meters, 6 meters, and 9 meters. The simulation was performed using Ansys Workbench Response Spectrum software. Capital analysis is performed to define fundamental sway. Furthermore, giving earthquake loads in the Response Spectrum simulation. Both methods are able to prove that the crane is able to withstand an earthquake of 2.07 MN which is equivalent to 5.68 SR in the static equivalent, and the response spectrum graph of 2.5g-2.8g is proven by the absence of a reaction force on the pedestal which is 0 or negative. Earthquake loads with the input response spectrum for soft soil types have the highest load potential seen from the deformation and reaction force generated. The second is medium soil type, then hard soil, and the one with the smallest potential for earthquake load is rock. The added size of the extension resulted in reduced earthquake resistance of the SU crane. It is necessary to strengthen the structure of the boom support structure, because in this part the stress increases significantly. Keywords: Ship Unloader Crane, Response Spectrum, Static Equivalent, Earthquake
    corecore