1,721,417 research outputs found
Basuki Rahmat Corridor’s sidewalk: an observation
The Tunjungan area, especially the Jalan Basuki Rahmat corridor, is the object of this study because this corridor is an essential element of accessibility for the trade and service area of Surabaya City.. This study aims to observe the environment of the Basuki Rahmat Street corridor and identify the condition of the existing pedestrian paths. The research questions are as follows: (1) Identifying Basuki Rahmat corridor in general; (2) Analysing sidewalk’s condition along the Basuki rahmat corridor. This research has clear goals because the previous research has yet to elaborate detailed information on the Basuki Rahmat corridor comprehensively. Thus, this study will produce profound observations on how the sidewalk condition is maintained and affects surrounding land use. Observations were made by visiting the study location directly to observe the existing condition of the pedestrian paths in the Jalan Basuki Rahmat Corridor, Surabaya. Observations were carried out in 3 ways, namely (1) field observations related to the existence of facilities, furniture, and the condition of the pedestrian paths, and (2) direct measurements related to the dimensions of the pedestrian paths. From the study, the researcher found that 92,4% of the land uses are covered by commercial areas. Meanwhile, 2084,43 meters (0,2 km) of the pedestrian paths is Sidewalk, and 197 meters (0,01 km) is Arcade. Another important point to note is the social interaction that occurs is due to the existence of a motorcycle community that utilizes pedestrian paths on weekends. Overall, the researcher discovered that Basuki Rahmat Corridor has an enormous potential to be a walkable area if the facilities are improved. The land use environment has already given a lively vibe because of the various activities offered, yet the stakeholders still need to be concerned with the sustainability of the corridor
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
Basuki Rahmat Corridor’s sidewalk: an observation
The Tunjungan area, especially the Jalan Basuki Rahmat corridor, is the object of this study because this corridor is an essential element of accessibility for the trade and service area of Surabaya City.. This study aims to observe the environment of the Basuki Rahmat Street corridor and identify the condition of the existing pedestrian paths. The research questions are as follows: (1) Identifying Basuki Rahmat corridor in general; (2) Analysing sidewalk’s condition along the Basuki rahmat corridor. This research has clear goals because the previous research has yet to elaborate detailed information on the Basuki Rahmat corridor comprehensively. Thus, this study will produce profound observations on how the sidewalk condition is maintained and affects surrounding land use. Observations were made by visiting the study location directly to observe the existing condition of the pedestrian paths in the Jalan Basuki Rahmat Corridor, Surabaya. Observations were carried out in 3 ways, namely (1) field observations related to the existence of facilities, furniture, and the condition of the pedestrian paths, and (2) direct measurements related to the dimensions of the pedestrian paths. From the study, the researcher found that 92,4% of the land uses are covered by commercial areas. Meanwhile, 2084,43 meters (0,2 km) of the pedestrian paths is Sidewalk, and 197 meters (0,01 km) is Arcade. Another important point to note is the social interaction that occurs is due to the existence of a motorcycle community that utilizes pedestrian paths on weekends. Overall, the researcher discovered that Basuki Rahmat Corridor has an enormous potential to be a walkable area if the facilities are improved. The land use environment has already given a lively vibe because of the various activities offered, yet the stakeholders still need to be concerned with the sustainability of the corridor
Analisis Personal Selling Xavier Marks Basuki Rahmat di Surabaya
PT Xavier Marks Indonesia merupakan salah satu perusahaan kantor pemasaran
properti terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2017. Laporan Kerja Lapangan ini
menggunakan metode internship program yang dilakukan di PT Xavier Marks Basuki
Rahmat yang berada di lokasi Jalan Basuki Rahmat No.16-18, Kedungdoro, Surabaya,
Indonesia. Masa kerja yang ditempuh adalah 6 minggu atau 120 jam. Laporan Kerja
Lapangan disusun dengan tujuan untuk mengetahui penerapan personal selling pada
perusahaan Xavier Marks Basuki Rahmat yang dilakukan dengan metode observasi dan
wawancara. Penulis diposisikan sebagai Expert Advisor yaitu tenaga pemasar dan
melakukan analisis personal selling dalam menjangkau banyak pasar dan tercipta
penjualan yang efektif pada perusahaan ini. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara,
didapatkan bahwa penjualan perusahaan ini mengalami penurunan akibat belum
menerapkan tahap personal selling secara maksimal dalam menghadapi calon pelanggan
secara online. Permasalahan ini perlu diperbaiki untuk mengembalikan meningkatkan
penjualan perusahaan di waktu yang akan datang
ROAD USER SATISFACTION INDEX PADA SISTEM JALAN BASUKI RAHMAT KABUPATEN SITUBONDO
Road User Satisfaction Index Pada Sistem Jalan Basuki Rahmat
The Analysis of Road User Satisfaction Index in Urban Basuki Rahmat Situbondo Regency
Teguh Chandra Wikantyo1), Amri Gunasti2), Setiyo Ferdi Yanuar3)
1Mahasisiwa Prosi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember
Email: [email protected]
2Dosen Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember
Email: [email protected]
3Dosen Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember
Email: [email protected]
Abstrak
Situbondo merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Jawa Timur dengan pertumbuhan penduduk terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk Kabupaten Situbondo pada tahun 2022 berjumlah 673.102 jiwa, terdiri dari 329.350 laki dan 343.752 perempuan. Berdasarkan information tersebut, terjadi penambahan jumlah penduduk sebanyak 6.483 jiwa dibandingkan tahun 2021. Angka ini terus bertambah pada tahun 2023 dan tahun berikutnya. Metode yang di gunakan adalah observasi, yaitu dilakukan dengan cara survei dilapangan secara langsung untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Untuk data primer senidiri yaitu membagi kuesioner kepada pengguna jalan Basuki Rahmat dalam bentuk google form dengan target hingga 150 responden. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah kondisi jalan dan peraturan jalan yang berlaku. Dari hasil penelitian ini didapatkan tingkat harapan pengguna jalan pada Jalan Basuki Rahmat Kabupaten Situbondo rata-rata sebesar 4,28. Tinggi tingkat kepuasan pengguna jalan pada Jalan Basuki Rahmat Kabupaten Situbondo rata-rata sebesar 3,36. Road user satisfaction index pada jalan Basuki Rahmat Kabupaten Situbondo sebesar 67,17. Hal ini mengindikasikan bahwa pengguna jalan merasa puas terhadap keadaan jalan Basuki Rahmat Kabupaten Situbondo.
Kata Kunci: Harapan, Kepuasan, Road User Satisfaction Index
Abstract
Situbondo is one of the districts in East Java with population growth continuing to increase from year to year. The population of Situbondo Regency in 2022 will be 673,102 people, consisting of 329,350 men and 343,752 women. Based on this information, there has been an increase in population of 6,483 people compared to 2021. This figure will continue to increase in 2023 and the following year. The method used is observation, which is carried out by direct field survey to obtain primary and secondary data. For independent primary data, namely distributing questionnaires to Basuki Rahmat road users in the form of a Google form with a target of up to 150 respondents. Meanwhile, the secondary data needed is road conditions and applicable road regulations. From the results of this research, it was found that the average level of hope for road users on Jalan Basuki Rahmat, Situbondo Regency, was 4.28. The average level of road user satisfaction on Jalan Basuki Rahmat, Situbondo Regency is 3.36. Road user satisfaction index on Jalan Basuki Rahmat, Situbondo Regency is 67.17. This indicates that road users are satisfied with the condition of the Basuki Rahmat road, Situbondo Regency.
Keywords: Expectations, Satisfaction, Road User Satisfaction Inde
Arahan Pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai Heritage Tourism
Kawasan Kayutangan Kota Malang dulunya merupakan pusat kota pada tahun 1914. Hal ini dapat dibuktikan dengan dapat ditemukannya peninggalan-peninggalan bersejarah serta tampilan visual bangunan-bangunan yang ada di Kawasan ini. Koridor Jalan Basuki Rahmat atau dulunya Kayutangan merupakan salah satu koridor jalan bersejarah yang membentuk karakter khas Kota Malang, yang secara visual dibentuk oleh deretan fasad bangunan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat atau yang dulu disebut Jalan Kayutangan. Namun, Kawasan Kayutangan telah mengalami perubahan baik secara fisik maupun non-fisik seiring berjalannya waktu dan berkembangnya perkotaan yang menyebabkan berkurangnya nilai sejarah dan ciri khas yang dimilikinya. Penelitian ini memiliki dua tahap analisis. Tahap pertama yaitu analisis faktor – faktor yang mempengaruhi pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai heritage tourism menggunakan analisis Delphi. Kemudian tahap kedua atau tahap terakhir yaitu analisis arahan pengembangan yang sesuai pada Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan sebagai heritage tourism yang menggunakan beberapa acuan seperti tinjauan teori, kondisi eksisting kawasan, best practice, dan tinjauan kebijakan. Hasil dari penelitian ini didapatkan 11 faktor yang mempengaruhi Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan sebagai heritage tourism melalui Analisis Delphi. Setelah ditemukan ke-11 faktor tersebut maka ditemukan arahan pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai heritage tourism. Arahan tersebut berfokus pada penyelarasan fasade bangunan cagar budaya, peningkatan dan perlindungan fisik cagar budaya, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas dan pemasaran, serta meningkatkan kebijakan dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Koridor Basuki Rahmat Kawasan Kayutangan Kota Malang
ANALISA KINERJA PADA PUTARAN BALIK ARAH (U-TURN) DI RUAS JALAN BASUKI RAHMAT KOTA PALEMBANG
Seiring berjalannya waktu pertumbuhan penduduk di kota Palembang
setiap tahunnya mengalami penigkatan sangat cepat (BPS SUMSEL 2021,15),
karena hal itu berpengaruh pada volume jumlah kendaraan yang ada di jalan.
Transportasi sangat penting dalam kehidupan masyarakat, dimana transportasi
merupakan sarana yang digunakan untuk mempercepat dan memperlancar
kegiatan sehari hari. Akan tetapi, hal tersebut tidak diiringi dengan pertambahan
ruas jalan atau kapasitas jalan, akibatnya seringkali terjadi kemacetan pada jalan
jalan protokol (arteri) terutama pada saat jam-jam sibuk (peak hour).
Penulis dalam melakukan kegiatan survei ini fokus pada kegiatan kinerja
pada ruas yang diteliti dari arah R Sukamto menuju Basuki Rahmat untuk
kendaraan yang melakukan U-Turn hanya dari arah Basuki rahmat menuju R
Sukamto. Dari hasil survei jalan Basuki Rahmat kota Palembang memiliki tingkat
pelayanan D pada arah Basuki Rahmat menuju R Sukamto dan tingkat pelayanan
E pada arah R Sukamto menuju Basuki Rahmat. Pada survei tersebut
mendapatkan volume lalu lintas terpadat pada hari senin jam 17.00-18.00 dengan
total kendaraan 10987 unit, dan tingkat pelayanan putaran dari arah Basuki
Rahmat menuju R Sukamto memiliki nilai 1,64 yang artinya pada lokasi tersebut
terjadi kemacetan
PERSEPSI KARYAWAN BAGIAN MESIN KERTAS I PT. KERTAS BASUKI RAHMAT BANYUWANGI TERHADAP LINGKUNGAN
Berdasarkan pada tujuan dan hasil penelitian melalui tabulasi silang antara ketiga indikator dengan lama kerja pada karyawan bagian mesin kertas PT. Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi dapat ditarik kesimpulan bahwa pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada PT. Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi sudah cukup baik yaitu sebanyak 18 orang, sebagian besar karyawan memahami ukan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pada masalah gizi kerja PT. Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi juga sudah baik, dibuktikan dengan jawaban responden yang menjawab gizi kerja pada PT. Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi sudah baik yaitu sebanyak 19 orang. Yang berarti pihak perusahaan benar-benar memperhatikan kebutuhan karyawannya, salah satunya masalah gizi kerja. Dan pada masalah penyakit akibat kerja yang biasanya banyak terjadi pada perusahaan-perusahaan besar, namun tidak terjadi pada PT. Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi, dibuktikan dengan 29 orang responden dari total 30 responden menjawab masalah penyakit akibat kerja pada PT Kertas Basuki Rahmat Banyuwangi sudah terkendali dengan baik. Dengan semua kenyamanan yang diberikan perusahaan memberikan inotivasi pada karyawan untuk bekerja lebih baik untuk mendapatkan hasil dan target perusahaan yang di harapkan bisa terpenuhi, dan perusahaan bisa terus mempertahankan perusahaannya di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat
Konsep Perancangan Jalur Pedestrian Ramah Pejalan Kaki Pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya
Jalur pedestrian merupakan bagian dari sistem penunjang kenyamanan lingkungan perkotaan. Dalam perancangannya, jalur pedestrian harus memberi rasa aman, nyaman, serta kemudahan akses kepada pejalan kaki agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Sayangnya, jalur pedestrian di kota-kota besar belum sepenuhnya aman serta nyaman untuk diakses oleh pejalan kaki. Disinilah dibutuhkan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki untuk membuat para pejalan kaki merasa nyaman dalam melakukan mobilitas melalui jalur pedestrian, serta menjamin keselamatan serta keamanan pengguna jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan kuesioner untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait keamanan dan kenyamanan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Hasil temuan menunjukan bahwa lampu penerangan merupakan variabel yang paling mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait dengan keamanan dan kenyamanan selama menggunakan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Selain itu, keberadaan kamera pengawas atau CCTV pada jalur pedestrian di Koridor Basuki Rahmat juga dianggap perlu ada oleh pejalan kaki untuk menunjang rasa aman dan nyaman saat menggunakan jalur pedestrian. Dirumuskan arahan menggunakan triangulasi yang bisa dijadikan acuan dalam merancang jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya.
=============================================================================================================================
Pedestrian ways are part of the support system for the comfort of the urban environment. In its design, pedestrian ways must provide a sense of security, comfort, and ease of access to pedestrians so they can be used optimally. Unfortunately, pedestrian ways in big cities are not completely safe and comfortable for pedestrians to access. This is where the design concept of women-friendly pedestrian ways is needed to make pedestrians feel comfortable in carrying out mobility through pedestrian ways, as well as guaranteeing the safety and security of pedestrians. The purpose of this research is to formulate the design concept of pedestrian-friendly pedestrian ways in the Basuki Rahmat Corridor. The research was conducted using a qualitative approach through observation and questionnaires to find out what factors influence the perceptions of pedestrians regarding the safety and comfort of pedestrian ways in the Basuki Rahmat Corridor. The findings show that lighting is the variable that most influences pedestrians' perceptions related to safety and comfort while using the pedestrian ways in the Basuki Rahmat Corridor. In addition, the existence of surveillance cameras or CCTV on the pedestrian ways in the Basuki Rahmat Corridor is also considered necessary by pedestrians to support their sense of security and comfort when using the pedestrian ways. Guidelines are formulated using triangulation which can be used as a reference in designing pedestrian-friendly pedestrian ways in the Basuki Rahmat Corridor, Surabaya
PENJADWALAN PEMBANGUNAN RUMAH TIPE 300 DALAM MENGEFISIENKAN WAKTU PADA CV BASUKI RAHMAT PRABUMULIH
CV Basuki Rahmat Prabumulih is a company that has the scope of services development (developer), including build houses and shops. In determining the time to complete a housing project, CV Basuki Rahmat Prabumulih only based on the plan has been prepared based on scheduling tasks in accordance with the usual experience completed. Because only based on experience and not using a particular method in calculating scheduling, CV Basuki Rahmat Prabumulih sometimes experience delays in the completion of development projects. Calculation method Network Planning methods CPM (Critical Path Method) is one good method to be used in calculating the scheduling for the project, because by using this method will be visible anywhere activities that need to be solved first and which activities can be performed delays in workmanship. This is evident from the construction of housing type 300 made by CV Basuki Rahmat Prabumulih takes over 231 days, whereas using CPM method takes only 201 days
- …
