1,720,983 research outputs found

    PERANCANGAN KONSTRUKSI GUDANG GARAM KAPASITAS 10.000 TON

    Full text link
    AbstrakGudang garam yang dapat menampung produksi garam dalam kapasitas besar dibangun di banyak tempat. Kebutuhan tersebut dalam rangka menjaga stok garam maupun kebutuhan lainnya. Dalam studi ini dilakukan desain dan analisis Konstruksi gudang garam berdasarkan kebutuhan kapasitas. Studi ini dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan konstruksi yang mengacu SNI 8446:2017, merencanakan tapak gudang garam menyesuaikan kapasitas gudang, perancangan konstruksi lantai, perancangan konstruksi atas dan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB). Kapasitas penampungan garam yang dibutuhkan sebesar 10.000 ton selain itu faktor korosi garam terhadap konstruksi cukup dominan sehingga membutuhkan sebuah perancangan konstruksi secara khusus. Data yang digunakan dalam studi ini adalah mencakup data primer dan data sekunder. Hasil perancangan diperoleh bahwa kebutuhan tapak gudang yang diperlukan untuk kapasitas 10.000 ton adalah 30m x 80m dengan tinggi dinding 6 m dan biaya konstruksi sebesar Rp. 5.313.553.854,46Kata Kunci: garam, gudang, korosiAbstractSalt Storage that can accommodate salt production in large capacity need to be built in many places. It is to maintain salt stocks and other needs. In this study, designed and analyzed of Salt Storage building was based on capacity requirements. This study was carried out by considering the construction requirements refer to SNI 8446:2017, planning the site of Salt Storage according to warehouse capacity, floor construction design, upper construction design and calculation of the budget plan (RAB). The required capacity for Salt Storage is 10,000 tons. In addition, the salt corrosion factor for the construction is quite dominant, so it requires a special construction design. The data used in this study includes primary data and secondary data. The design results show that the required site of storage for a capacity of 10,000 tons is 30 meters x 80 meters with wall height of 6 meters and construction cost of Rp. 5,313,553,854.46.Keywords: Salt, Storage, corrosio

    Aplikasi portofolio dalam pembelajaran al-qur'an hadits di MAN Model Palangka Raya

    Full text link
    Tujuan utama dalam penelitian ini adalah, 1) Untuk Mengetahui perencanaan pengajaran Al-Qur'an Hadits di MAN Model Palangka Raya. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan Portofolio dalam pelaksanaannya pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di MAN Model Palangka Raya Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan subjek (sumber data) berjumlah 1 orang dan informan berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang peneliti terapkan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) tahapan analisis yaitu: 1) Data Reduction (pengurangan data), 2) Data Display (penyajian data), dan 3) Conclusion Drawing (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Perencanaan portofolio adalah perencanaan pembelajaran yang disiapkan oleh guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di MAN Model Palangka Raya. Perencanaan tersebut meliputi beberapa pokok-pokok yang sangat menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. Pokok- pokok yang dimaksud antara lain: a). Pembuatan program tahunan, b). Pembuatan program semester, c). Pembuatan silabus, d). Pembuatan RPP, dan e). Memperbanyak lembar portofolio. 2). Pelaksanaan portofolio yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di MAN Model Palangka Raya sudah dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan itu sendiri meliputi beberapa tahapan, yaitu: a). Waktu dan tempat pelaksanaan. b). Metode. c). Sistem penilaian, d). Hasil penilaian, dan e). Laporan hasil penilaian

    PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBAHAN BIOSLURRY DI DUSUN TEBAO LOMBOK BARAT

    No full text
    Bioslurry merupakan ampas dari produksi biogas berbahan kotoran ternak sapi. Bioslurry yang dihasilkan ada dua jenis yaitu padat dan cair. Untuk yang padat sudah banyak dimanfaatkan sebagai pupuk sedangkan yang cairnya terbuang begitu saja ke sungai. Perlu diketahui bahwa bioslurry cair memiliki potensi yang sama sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Maka dari itu pada pendampingan ini masyarakat di ajarkan proses pembuatan bioslurry menjadi POC. Metode yang digunakan ada dua yaitu penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan disini merupakan penyampaian informasi awal potensi bioslurry sebagai bahan pembuatan POC. Sedangkan untuk meningkatkan wawasan masyarakat dilakukan pelatihan. Kegiatan pendampingan dihadiri 30 orang peserta yang memiliki digester. Kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar dan tentunya menambah wawasan baru bagi masyrakat dusun tebau untuk mengolah ampas biogas yang dihasilkan setiap hari menjadi produk yang bermanfaat. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari POC yang dihasilkan mengandung nutrsi yang dibutuhkan oleh tanaman dan peserta yang hadir mampu membuat POC secara mandiri

    Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Sifat Organoleptik Tape Singkong

    Full text link
    Abstrak bahasa Inggris: Cassava tape is originally local food from Indonesia. This product is fermented resulting different sensory properties. The application of various packaging to wrap cassava when making tape; however, there is no research, which compares the effect of several packaging to organoleptic properties of cassava tape. This research aims to figure out the effect of different packaging to organoleptic characteristic of cassava tape. The result was designed using completely randomized design (RAL) and analysed by variant analysis (Anova). Duncan Multiple Range Test (DMRT )was used to test significant results. According to the analysis, there was a significant difference in different packaging used to the organoleptic perception of cassava tape, especially in flavor, taste, sweetness level, and texture. There was a strong alcoholic flavor, a very liked taste, high sweetness level, and soft texture. The use of plastic jar tends to trigger no alcoholic flavor, unliked taste, no sweetness, and hard texture. When using a plastic bag it had almost similar flavor, color and taste to the tape wrapped with banana leave; however, it has less sweetness and less soft texture. In conclusion, based on the result it is recommended to pack the cassava with banana leave to obtain greater sensory properties according to what consumers’ desire

    REVIEW DISAIN STRUKTUR ATAS GEDUNG RECORD CENTER

    Full text link
     Berkembangnya teknologi pada bidang konstruksi yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan struktur yang kuat, aman dan murah. Baja adalah salah satu struktur yang digunakan sebagai alternatif pilihan para perencana dalam dunia konstruksi bangunan. Dalam merencanakan bangunan banyak faktor yang harus diperhatikan, terutama pada kekuatan, estetika, dan ekonomis dalam perencanaan serta pelaksanaannya. Tujuan penelitian tugas akhir ini untuk mengetahui ukuran elemen struktur honeycomb/ castellated beam baru pengganti elemen struktur lama hasil review disain pada gedung record center dan untuk mengetahui efisiensi penggunaan profil balok dan rafter standar dibandingkan menggunakan profil honeycomb/ castellated beam. Metode penenlitian yang digunakan pada proses penelitian Tugas Akhir ini adalah analisa struktur perencanaan gedung record center menggunakan software Midas dengan analisa 3-Dimensi yang dimodelkan sebagai frame 3-Dimensi. Setelah anlisis yang telah dilakukan didapat bahwa elemen struktur profil balok dan rafter yang awalnya menggunakan profil IWF menjadi profil honeycomb/ castellated beam dan mendapatkan efisiensi sebesar 48% pada balok dan 44% pada rafter dan untuk perbandingan harga baja untuk pemodelan awal dengan harga Rp 1,128,485,821.76 dan untuk perubahan pemodelan degan harga Rp 798,770,765.76 didapat sebesar 29% selisih perbandingan harga pada dari 2 pemodelan.  Kata kunci: Analisis Struktur, Baja, Honeycomb/ Castellated beam

    Model Kemitraan SMK Penyelenggara Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) model, (2) program, (3) tahapan, (4) faktor pendukung, dan (5) faktor penghambat kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor dengan industri dan dunia kerja (IDUKA) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di 11 SMK yang menyelenggarakan Kompetensi Keahlian TBSM dan 31 IDUKA otomotif sepeda motor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengumpulan data menggunakan angket dan melalui wawancara dengan teknik semi terstruktur. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Model kemitraan antara SMK kompetensi keahlian teknik dan bisnis sepeda motor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan IDUKA tergolong ke dalam model kemitraan mutualistik. (2) Program kemitraan yang dijalankan adalah penyelarasan kurikulum; peningkatan kompetensi guru, teknisi, dan guru tamu; penyelenggaraan prakerin, kelas industri, uji kompetensi/sertifikasi kompetensi, dan rekruitmen tenaga kerja; pengembangan ruang praktik, peralatan praktik, dan bahan ajar; dan pemberian beasiswa didik. (3) Tahapan kemitraan dilaksanakan dalam 10 aspek: tujuh aspek (70%) tahapan kemitraan pada aspek analisis kebutuhan, analisis lingkungan, perencanaan, presentasi, MoU, pelaporan, serta aspek monitoring dan evaluasi yang terlaksana dalam kategori baik; sedangkan tiga aspek (30%) yaitu aspek persetujuan, aspek perundingan, dan aspek pelaksanaan, yang berada pada kategori sangat baik. (4) Faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari pemerintah terkait link and match, komitmen sekolah dan IDUKA, antusiasme dari peserta didik dan tenaga pendidik, sarana dan prasarana sekolah yang sudah memadai, serta kualitas SDM peserta didik dan tenaga pendidik yang baik. (5) Faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu dan tempat dalam upaya transfer teknologi, keterbatasan anggaran, letak geografis, serta keterbatasan daya tampung dari pihak IDUKA

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MANAJEMEN STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI YOGYAKARTA

    No full text
    ABSTRACTThe purpose of this research is to determined stress management for renal failure patient at the role of family’s support. Furthemore, this research also aims to uncover more about problems that can be caused by renal failure. Subjects in this research is men and women who have renal failure. Subjects feel worry, fearfull and confused because worry about their future. This research using the techniques of data collection using inteviews and observation. The result of the role of family’s support at stress management for renal failure patient is patient make a choise to compose oneself with pray to God. In general, when renal failure patient heard that they diagnosed by doctor they feel stress, but subject’s family give participant and support any time. Keywords: The role of Family’s Support, Stress Management, Renal Failure Patien

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Shere (Tps) Dengan Menggunakan Media Gambar Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 15 Palu

    Full text link
    This study aimed to obtain information about (1) how the implementation of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) using media images in social studies class VII SMPN 15 Palu. (2) Does the application of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) using media images can increase the motivation to learn social studies in class VII SMPN 15 Palu. (3) Is the application of the model of cooperative learning Think Pair Share (TPS) using media images can improve learning outcomes in class IPS VIISMPN 15 Palu. (4) What is the response of students to the application of the model of cooperative learning Think Pair Share (TPS) using media images in social studies class VII SMPN 15 Palu. The method used is a qualitative descriptive method. The population of as many as 269 students of SMP Negeri 15 Palu. Total sample of 60 people using Proportional sampling techniques. Data collection techniques using a questionnaire Likert scale models, observation, interview and documentation. The data analysis technique that is the first data reduction, data presentation, and draw conclusions. The results showed that: First, adoption of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) using media images in social studies were carried out in class VII SMPN 15 Palu can be said to be going well with the percentage value of 97 teacher activity and the value of the percentage of activity 76 students with good criterion. Second, the motivation of students in learning by using media techniques image by 80 with high criteria, this is due to the establishment of the atmosphere of a different class than usual during the learning. Third, the method of learning through media images TPS significant effect on student learning outcomes, the results of the data analysis by classical absorption capacity of 71 students with very good criteria and is categorized as complete although there are some students who scored still carried an average of 75. Fourth , the results of research that has been conducted in SMP Negeri 15 Palu in class VII, obtained the results of student feedback regarding the application of learning models using the image of 81 with both criteria. It is not independent of the contribution of teachers and the use of media used in learning so that the response given good student
    corecore