16,994 research outputs found

    MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU BADRUL ISLAM PEKANBARU

    No full text
    ABSTRAK Dandy Putra Pratama, (2024): Manajemen Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Badrul Islam Pekanbaru Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1)Kompetensi guru di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Badrul Islam, 2) Manajemen Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Badrul Islam Pekanbaru, 3) Faktor yang mempengaruhi Manajemen Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Badrul Islam Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, mejelis guru dan Tata Usaha. Sedangkan objeknya adalah Manajemen Kepala Sekolah untuk meningkatkan Kompetensi guru. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara,observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakann reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) sebagian guru masih kurang berkompeten dibidangnya, 2) kepala sekolah masih belum maksimal dalam menjalankan fungsi manajemen dan tugasnya sebagai kepala sekolah. 3) kurangnya kesadaran dari sebagian guru untuk meningkatkan kompetensinya di luar jam sekolah dan siswa jumlah yang relative sedikit membuat anggaran yang diterima dari pemerintah melalui bantuan operasional sekolah menjadikan sekolah sulit dalam mengadakan seminar, pelatihan workshop dan lain-lain demi meningkatkan kompetensi guru merupakan faktor penghambat. Sementara sarana prasarana sekolah yang memadai merupakan faktor pendukung dari peningkatan kompetensi guru di sekolah tersebut. Kata Kunci: Manajemen, Kepala sekolah, Kompetensi Gur

    Makna Puisi dalam Antologi Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa Karya Heru Joni Putra, Tinjauan Semiotik Riffaterre

    No full text
    Andesta Herli Wijaya, 1210722035. Makna Puisi dalam Antologi Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa Karya Heru Joni Putra, Tinjauan Semiotik Riffaterre. Skripsi. Padang. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 2018. Pembimbing I: Dr. Syafril, M.Si. Pembimbing II: Dr. Zurmailis, M.A. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan makna lima puisi yang terdapat dalam antologi Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa karya Heru Joni Putra. Puisi yang dianalisis yaitu Katak di Atas Tempurung, Jenggot Haji Agus Salim, Balada Tunggul Kayu, Tak Ada Rimba Kota pun Jadi, dan Menumbangkan Pohon Beringin. Analisis makna dalam penelitian ini menggunakan teori dan kerangka analisis semiotik Riffaterre yang terdiri dari dua tahapan analisisis yaitu heuristik dan hermeneutik. Analisis pertama dilakukan untuk memahami puisi secara gramatikal dan analisis yang kedua untuk mamahami makna puisi secara semiotik. Sedangkan dalam hal metode, penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan tahap-tahap yang terdiri dari tahap pengumpulan data, tahap analisis data dan tahap penyajian analisis. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa lima puisi sampel penelitian ini merupakan teks-teks yang merepresentasikan sekaligus merespon secara kritis sifat atau perilaku manusia dalam relasinya dengan realitas sosial. Representasi dan respon kritis tersebut dikonkretkan dalam wujud kritik, pembantahan atau lelucon. Untuk menyampaikan respon kritis atas tema tersebut, puisi-puisi sampel ini menghadirkan representasi manusia yang beragam namun selalu memakai nama Badrul Mustafa, yang mengindikasikan bahwa nama tersebut merupakan subjek multi-identitas atau subjek tak-terbatas. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditemukan adanya hubungan interertekstualitas puisi dengan teks-teks di luar puisi berupa pepatah, doktrin filsafat, karya sastra dan pesan kebaikan dalam agama Islam. Kata kunci: makna, puisi, Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa, Heru Joni Putra semiotik Riffaterre, heuristik, hermeneutik

    Kedudukan Ahli Waris Pengganti Dalam Hukum Waris Islam

    No full text
    AbstrakHukum Waris Islam  disebut juga Hukum Faraidz, yang bersumber kepada al Quran dan hadist. Bagi setiap muslim tidak terkecuali apakah dia laki – laki atau perempuan yang tidak mengerti hukum waris Islam, maka wajib baginya untuk mempelajari hukum waris Islam. Dan sebaliknya, siapa yang telah memahami  hukum waris Islam,  berkewajiban pula untuk mengajarkannya kepada orang lain. Dalam mengerjakan pembagian harta warisan menurut hukum waris Islam,  harus melalui tahapan – tahapan yang benar. Apabila tahapan – tahapannya telah benar, maka bagaimana pun rumitnya  akan dapat segera diselesaikan. Penulis  berpendapat, ketentuan tentang  harta warisan yang terdapat di dalam Al Quran dan hadist adalah ketentuan hukum yang bersifat memaksa, dan karenanya wajib bagi setiap pribadi muslim untuk melaksanakannya. Topik yang penulis angkat adalah tentang kedudukan pewaris pengganti. Kasus yang terjadi seorang perempuan meninggal dunia sebelum harta peninggalan orang tuanya di bagi.  Oleh karena itu anak perempuannya mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama untuk menuntut hak ibunya. Menurut Kompilasi Hukum Islam Pasal 178 ayat 2, pasal 181,182 dan pasal 185 KHI mengatakan ahli waris pengganti dibatasi pada ahli waris berdasarkan hubungan darah dalam keturunan garis lurus kebawah hingga derajat cucu, dan ahli waris laki – laki dapat diduduki baik oleh anak laki – laki maupun perempuan. Maka majelis Hakim menetapkan bagian ahli waris M.Nur Syafii dan Umi Kalsum sebagai berikut : 1. Nur Syahril (anak laki –laki) mendapat 2/7 bagian; 2. Nur Syahrul (anak laki –laki) mendapat 2/7 bagian; 3. Nur Syahruddin (anak laki – laki) mendapat 2/7 bagian. 4.Tengku Deka Sari (cucu dari anak perempuan/ahli waris pengganti) mendapat 1/7 bagian.Kata Kunci       : Hukum Waris Islam, Ahli Waris Pengganti AbstractIslamic Inheritance Law is also called Faraidz Law, which is sourced from the Koran and Hadith. For every Muslim, whether he is a man or a woman who does not understand Islamic inheritance law, it is obligatory for him to study Islamic inheritance law. And conversely, who has understood Islamic inheritance law, is also obliged to teach it to others. In doing the division of inheritance according to Islamic inheritance law, must go through the right stages. If the stages have been correct, then no matter how complicated it will be resolved immediately. The author is of the opinion that the provisions regarding inheritance contained in the Qur'an and hadith are legal provisions that are coercive, and therefore obligatory for every Muslim individual to implement them. The topic that the author raises is about the position of the successor heir. The case that a woman died before the inheritance of her parents was divided. Therefore, her daughter filed a lawsuit to the Religious Court to claim her mother's rights. According to the Compilation of Islamic Law Article 178 paragraph 2, Article 181.182 and Article 185 of the KHI, it is stated that substitute heirs are limited to heirs based on blood relations in straight line descent to the degree of grandchildren, and male heirs can be occupied by both sons and daughters. woman. So the panel of judges determined the share of the heirs of M. Nur Syafii and Umi Kalsum as follows: 1. Nur Syahril (boy) gets 2/7 shares; 2. Nur Syahrul (boy) gets 2/7 shares; 3. Nur Syahruddin (boy) gets 2/7 shares. 4. Tengku Deka Sari (grandson of daughter/substitute heir) gets 1/7 share.Keywords: Islamic Inheritance Law, Substitute Hei

    PENGARUH TINGKAT BERPIKIR ABSTRAK DAN TINGKAT KOMITMEN GURU TERHADAP KINERJA GURU PAI DI MTS BADRUL ULUM SIDIGEDE WELAHAN JEPARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui bentuk tingkat berpikir abstrak guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Badrul Ulum Sidigede Welahan Jepara. (2) mengetahui tingkat komitmen guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Badrul Ulum Sidigede Welahan Jepara. (3) mengetahui Kinerja Guru PAI dalam pembelajaran dengan model berpikir abstrak di MTs Badrul Ulum Sidigede Welahan Jepara. (4) mengetahui adanya pengaruh tingkat berpikir abstrak dan tingkat komitmen guru terhadap Kinerja guru Pendidikan Agama Islam di MTs Badrul Ulum Sidigede Welahan Jepara. Jenis penelitian ini termasuk jensi penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan dalam situasi alamiah akan tetapi didahului oleh semacam intervensi (campur tangan) dari pihak peneliti. Dalam penelitian ini penulis melakukan studi lapangan di MTs Badrul Ulum Sidigede Welahan Jepara yakni pada ruang lingkup seluruh kelas yang ada di sekolah tersebut yaitu VII-IX (A,B, dan C). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari peserta didik keseluruhan yang berjumlah 315 peserta didik, kemudian diambil sampel sebesar 145 peserta didik dengan menggunakan tehnik simple random sampling. Dalam analisis ini penulis menggunakan analisis statistik yaitu regresi dan korelasi, baik sederhana, ganda dan korelasi parsial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1) Penerapan tingkat berpikir abstrak guru dalam kategori baik yaitu 63, tingkat komitmen guru dalam kategori cukup yaitu 50 dan kinerja guru Pendidikan Agama Islam dalam kategori baik yaitu sebesar 63. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan tingkat berpikir abstrak guru dengan kinerja guru PAI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model Ŷ = 31,30 + 0,497 X1, hubungan keduanya positif & signifikan. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat komitmen guru dengan kinerja guru PAI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model Ŷ = 32,44 + 0,59X2 hubungan keduanya positif dan signifikan. 4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat berpikir abstrak dan tingkat komitmen guru secara simultan terhadap kinerja guru PAI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan model Ŷ = 23,47 + 0,45X1 + 0,21X2 dan hubungan tingkat berpikir abstrak dan tingkat komitmen guru secara simultan dengan kinerja guru PAI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah positif & signifikan

    ETIKA BISNIS DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    Islam tidak memandang aktivitas bisnis hanya dalam tataran kehidupan dunia sebab semua aktivitas dapat bernilai ibadah jika dilandasi dengan aturan- aturan yang telah disyariatkan Allah SWT. Dalam dimensi inilah konsep keseimbangan kehidupan manusia mestinya terjadi yakni menempatkan aktivitas keduniaan dan keakhiratan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan, termasuk dalam kegiatan bisnis pun harus dilandasi dengan pendangan etis/etika yang menjadi dasar transaksional antara pelaku bisnis dan customer guna mewujukan nilai ibadah dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dalam pengertian ini, etika bisnis dapat diposisikan sebagai aturan- aturan mengenai perilaku seseorang atau kelompok masyarakat yang dianggap sebagai perilaku baik yang menekan standar norma dan moral dalam urusan bisnis agar tidak melakukan tiindakan menyimpang, melanggar, dan merugikan orang lain dalam berbisnis.. Secara aplikatif, etika bisnis dalam kerangkan teologis Islam pada perinsnya menekankan beberapa hal dinataranya; (1) Menghindari transaksi bisnis yang diharamkan agama Islam. Seorang muslim harus komitmen dalam berinteraksi dengan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah SWT, (2) Menghindari cara memperoleh dan menggunakan harta secara tidak halal, (3) Persaingan yang tidak fair sangat dicela oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah: 188. (4) Pemalsuan dan penipuan, Islam sangat melarang memalsu dan menipu karena dapat menyebabkan kerugian, kezaliman, serta dapat menimbulkan permusuhan dan percekcokan. Sehingga adanya implementasi nila etika dalam bisnis juga dapat menjauhkan diri dari kerugian dan ketidaknyamanan antara pelaku bisnis dan masyarakat. Lebih dari itu, bisnis yang berdasarkan etika akan menjadikan sistem perekonomian akan berjalan secara seimbang dunia dan akhirat dalam kehidupan sosial masyarakat

    Platinum-induced peripheral neurotoxicity: From pathogenesis to treatment

    No full text
    Platinum-induced peripheral neurotoxicity (PIPN) is a common side effect of platinum-based chemotherapy that may cause dose reduction and discontinuation, with oxaliplatin being more neurotoxic. PIPN includes acute neurotoxicity restricted to oxaliplatin, and chronic non-length-dependent sensory neuronopathy with positive and negative sensory symptoms and neuropathic pain in both upper and lower limbs. Chronic sensory axonal neuropathy manifesting as stocking-and-glove distribution is also frequent. Worsening of neuropathic symptoms after completing the last chemotherapy course may occur. Motor and autonomic involvement is uncommon. Ototoxicity is frequent in children and more commonly to cisplatin. Platinum-based compounds result in more prolonged neuropathic symptoms in comparison to other chemotherapy agents. Patient reported outcomes questionnaires, clinical evaluation and instrumental tools offer complementary information in PIPN. Electrodiagnostic features include diffusely reduced/abolished sensory action potentials, in keeping with a sensory neuronopathy. PIPN is dependent on cumulative dose but there is a large variability in its occurrence. The search for additional risk factors for PIPN has thus far yielded no consistent findings. There are currently no neuroprotective strategies to reduce the risk of PIPN, and symptomatic treatment is limited to duloxetine that was found effective in a single phase III intervention study. This review critically examines the pathogenesis, incidence, risk factors (both clinical and pharmacogenetic), clinical phenotype and management of PIPN

    MODERASI ISLAM DI INDONESIA

    No full text
    Islamic moderation is a hot topic that is always discussed in Indonesia. Many things that mingle are still contradicted. Therefore, herein lies the importance of understanding the moderation of Islam in Indonesia by using research types of literature. In the results it is concluded that Islamic moderation is a form of middle ground without disputing. The history of Islamic moderation cannot be separated from historical figures such as Wali Songo who spread Islam without coercion and still maintain tolerance both religiously and culturally This paper aims to find out about Islamic moderation in Indonesia, as a manifestation of the development of moderate Islam in the era of globalization. Then the author will also explain about: (1) Understanding Moderation in Islam, (2) History of the Development of Islamic Moderation in Indonesia, (3) Figures and Thoughts on Islamic Moderation in Indonesia, (4) Forms of Islamic Moderation in Indonesia. At the end of this paper, the author will also conclude that the relevance of Islam in Indonesia has the concept of Nusantara Islam in which there is tolerance for differences, appreciation that has been made since the beginning, progress with the times, and freedom in decision making in Islamic law

    POKEDIS (PODCAST LEADERSHIP IN ISLAM) AS EDUCATION MEDIA ABOUT LEADERSHIP IN ISLAM FOR STUDENTS

    No full text
    Leaders according to Islam are very close to the figure of the Prophet Muhammad SAW who is a role model for Muslims. Leadership in Islam aims to show the way to Allah SWT and achieve His pleasure. As a leader, we must have 4 mandatory characteristics for the Apostle that we can emulate, including Siddiq, Amanah, Tabligh and Fathanah. In addition, a leader who should also have Islamic leadership qualities, namely fair, istiqamah, open and visionary. Many leaders do not imitate the Prophets and Apostles, especially among students. Therefore, the author conducted research on how the product that the author developed could educate students about leadership in Islam. The author's purpose is to find out how to design educational podcast media about Islamic leadership and find out podcast media products for education about Islamic leadership for students. In this study, the author uses a Design and Development (D&D) model research methodology using the ADDIE research procedure (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) where researchers will design, develop and develop a product that has been developed, namely a podcast entitled "POKEDIS (Podcast Leadership in Islam). The results of the assessment of 55 student respondents that the POKEDIS product was highly accepted as a medium of education about leadership in Islam by 63.6% and several other students stated that it was acceptable with a score of 30.9%. So that the POKEDIS product that the author developed can be accepted as an educational medium about leadership in Islam. Pemimpin menurut Islam sangat erat kaitannya dengan sosok Nabi Muhammad SAW yang merupakan suri tauladan bagi umat muslim. Kepemimpinan dalam Islam bertujuan untuk menunjukkan jalan kepada Allah SWT dan mencapai ridha-Nya. Sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki 4 sifat wajib bagi Rasul yang bisa kita teladani diantaranya Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Selain itu, pemimpin yang semestinya juga memiliki sifat-sifat kepemimpinan Islami yaitu adil, istiqamah, terbuka dan visioner.  Banyak pemimpin yang tidak meneladani para Nabi dan Rasul terutama di kalangan mahasiswa. Maka dari itu, penulis melakukan penelitian tentang bagaimana produk yang penulis kembangkan bisa mengedukasi mahasiswa mengenai kepemimpinan dalam Islam. Tujuan penulis yaitu untuk mengetahui bagaimana desain media podcast edukasi mengenai kepemimpinan Islam dan mengetahui produk media podcast untuk edukasi mengenai kepemimpinan Islam bagi kalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metodologi penelitian model Design and Development (D&D) dengan menggunakan prosedur penelitian ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dimana peneliti akan merancang, mengembangkan dan mengevaluasi produk yang telah dikembangkan yaitu podcast yang berjudul “POKEDIS” (Podcast Kepemimpinan dalam Islam).  Hasil penilaian dari 55 responden mahasiswa bahwa produk POKEDIS sangat diterima sebagai media pendidikan tentang kepemimpinan dalam Islam sebesar 63,6% dan beberapa mahasiswa lainnya menyatakan dapat diterima dengan skor 30,9%. Sehingga produk POKEDIS yang penulis kembangkan dapat diterima sebagai media edukasi mengenai kepemimpinan dalam Islam
    corecore