686 research outputs found
ADAPTASI SOSIAL MAHASISWA PERANTAU DENGAN MASYARAKAT LOKAL (Studi pada Mahasiswa Asal Daerah Tanah Bumbu Kalimantan Selatan di Kota Malang)
ABSTRACT
Bachrul Ilmi Karima 2024, 201910030311005. SOCIAL ADAPTATION OF MIGRANT STUDENTS WITH LOCAL COMMUNITIES
(A Study on Students from Tanah Bumbu, South Kalimantan, in Malang City)
This research aims to understand how migrant students from Tanah Bumbu, South Kalimantan, adapt to the local community in Malang City. The study employs a qualitative descriptive approach, with purposive sampling as the method for selecting research subjects. Data collection techniques used in this study include 1. Observation, 2. Interviews, and 3. Documentation. The results of this research indicate that migrant students initially face difficulties in adjusting to the new environment in Malang, particularly due to differences in culture, language, and daily habits compared to their place of origin. Additionally, these students face challenges related to the different weather conditions and managing finances independently. However, over time, migrant students begin to adapt through their experiences, supported by fellow migrant students or peers from the same region. Social interactions between the local community and the migrant students are generally positive. The adaptation process for migrant students, especially those from Tanah Bumbu, involves various activities such as greeting local residents, participating in community events like communal work or mutual aid, joining carnivals, and celebrating major holidays. Through these processes, students from Tanah Bumbu not only gain an understanding of the local culture but also build strong social networks and adhere to the norms set by the local community. However, obstacles such as culture shock, differences in culture and language, homesickness, and economic challenges can slow down the adaptation process, particularly for students from Tanah Bumbu. If they do not adapt quickly, students may experience anxiety, overthinking, and deep homesickness
Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Di Perpustakaan SDN Watukosek Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Ilmi, Bachrul. 2016. Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Di Perpustakaan SDN Watukosek Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan SastraIndonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Kusubakti Andajani, M.Pd., (2) Moh.Safii, S.Kom., M.Hum. Kata Kunci: sistem informasi perpustakaan, web, perpustakaan sekolah, pusatsumber belajar. Perpustakaan sekolah memiliki peran sebagai pusat sumber belajar yangmenyediakan bahan penunjang pembelajaran yang relevan. Namun dalampelaksanaannya, perpustakaan sekolah masih kurang diminati untuk kegiatanpembelajaran. Supaya dapat mewujudkan peran tersebut, maka perlu adanyakolaborasi yang baik antara pustakawan dan guru. Guru sebagai pengajar perlumengevaluasi tingkat kejenuhan siswa dalam belajar dikelas, kemudianmenginformasikannya pada pustakawan. Melalui kerjasama yang demikian,pustakawan dapat mengidentifikasi kekurangan perpustakaan, sehingga munculinovasi sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan fungsiperpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Salah satu inovasi tersebut adalahmengembangkan suatu sistem informasi pada perpustakaan yang dapat menyediakanmateri beserta pendukungnya berupa video, dan dokumen dari guru, kemudian diolahpustakawan dan dilayankan ke siswa, sehingga dapat meningkatkan ketertarikansiswa ke perpustakaan untuk belajar serta mempercepat pemahaman terhadap materisecara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sistem informasiperpustakaan berbasis web, dan menghasilkan panduan operasional sistem informasiperpustakaan berbasis web. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Analysis,Design, Development, Implement, Evaluation (ADDIE) yang dikembangkan olehBranch (2009). Tahap penelitian ini yaitu analisis, perancangan, pengembangan,implementasi, dan evaluasi. Produk sistem informasi perpustakaan berbasis webyang telah jadi kemudian divalidasi oleh ahli teknologi informasi bidang web,praktisi (guru), dan praktisi (pustakawan). Produk yang telah divalidasi selanjutnyadi uji cobakan pada siswa kelas 5 SDN Watukosek yang berjumlah 36 anak. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari ahli teknologi informasi bidangweb memberikan kriteria “Sangat Valid”, praktisi (guru dan pustakawan)memberikan kriteria “Sangat Valid”, dan hasil uji coba lapangan terhadap siswamemberikan kriteria “Sangat Baik”. Selain memberikan penilaian, validator jugamemberikan saran perbaikan produk. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapatdisimpulkan bahwa sistem informasi perpustakaan berbasis web yang dikembangkansetelah direvisi menunjukkan kriteria “Sangat Valid” sehingga sistem informasi perpustakaan berbasis web layak digunakan.
IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI PERPUSTAKAAN DENGAN SOFTWARE SLiMS (SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM) SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMAN 8 MALANG
ABSTRAK Ilmi, Bachrul. 2015. Implementasi Sistem Otomasi Perpustakaan dengan Software SLiMS (Senayan Library Management System) Sebagai Penunjang Kegiatan Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan SMAN 8 Malang. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurchasanah, Dr., M.Pd, (II) Taufiq Kurniawan, SIP., M.IP. Kata Kunci: pengolahan, bahan pustaka, software perpustakaan, otomasi, SLiMS Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada dalam instansi sekolah dan merupakan penyedia, pengolah bahan pustaka, serta pendukung terwujudnya tujuan pendidikan di sekolah. Pemanfaatan teknologi untuk perpustakaan saat ini menjadi hal yang penting untuk mengurangi beban petugas perpustakaan, terutama pada bidang pengolahan yang merupakan salah satu kegiatan penting di perpustakaan. Pelaksanaan kegiatan pengolahan di perpustakaan SMAN 8 Malang masih konvensional. Oleh karena itu, diterapkan sistem otomasi menggunakan software SLiMS versi 5 untuk kegiatan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan SMAN 8 Malang. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam tugas akhir ini meliputi (1) kegiatan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan SMAN 8 Malang, (2) permasalahan pada kegiatan pengolahan bahan pustaka, (3) proses penerapan sistem otomasi perpustakaan pada bagian pengolahan bahan pustaka dengan software SLiMS, dan (4) kendala dalam pengolahan bahan pustaka menggunakan sistem otomasi dengan software SLiMS. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan sesuai pedoman analisis data dengan tahapan (1) reduksi data, (2) pemberian kode, (3) kategorisasi, (4) pengolahan data, (5) penentuan hasil, dan (6) penafsiran hasil. Hasil penelitian tugas akhir ini antara lain (1) kegiatan pengolahan di perpustakaan SMAN 8 Malang meliputi inventarisasi, kegiatan klasifikasi buku, kelengkapan buku, dan penyusunan buku di rak; (2) permasalahan yang terjadi di bagian pengolahan bahan pustaka mencakup permasalahan terkait dengan kegiatan inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, permasalahan kelengkapan buku, dan permasalahan penyusunan buku di rak; (3) proses penerapan software SLiMS di perpustakaan SMAN 8 Malang melalui tahapan persiapan hardware, persiapan software, instalasi software, konfigurasi jaringan lokal, dan implementasi software SLiMS di bagian pengolahan; dan (4) kendala pada pemanfaatan SLiMS pada bagian pengolahan di perpustakaan SMAN 8 Malang meliputi kendala jaringan, belum ada perangkat pendukung, masih terdapat item bibliografi yang belum lengkap, dan petugas perpustakaan masih belum mengenal software SLiMS. Hasil penelitian dalam tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi evaluasi kerja dan membantu petugas perpustakaan dalam mengatasi kendala di perpustakaan, khususnya pada kegiatan pengolahan bahan pustaka menggunakan software SLiMS di perpustakaan SMAN 8 Malang
Strategi Ekspansi China Railway Group Limited di Indonesia dalam Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tahun 2015
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi ekspansi China Railway
Group Limited di Indonesia dalam proyek pembangunan kereta cepat
Jakarta – Bandung tahun 2015. China Railway Group Limited adalah
perusahaan yang baru meluncurkan sistem kereta cepat pada tahun 2008.
Kemudian pada tahun 2015, perusahaan ini menjadi pihak yang
mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung dengan nilai proyek
USD 5,9 miliar mengalahkan Jepang yang juga ikut dalam proses lelang.
Proyek ini adalah proyek pertama China Railway Group Limited di Asia
Tenggara. Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung diduga
memiliki keterkaitan dengan kebijakan OBOR China yang meletakan
Indonesia sebagai salah satu negara tujuan kebijakan tersebut. Penelitian ini
menggunakan konsep latecomer firm yang dibawakan oleh John A.
Mathews yang menjelaskan kerangka linkage, leverage dan learning atau
3L. Ketiga kerangka tersebut menjelaskan tentang strategi sebuah
perusahaan yang tergolong sebagai latecomer dalam mengejar
ketertinggalan dari para pesaingnya yang telah mapan dalam industri
terkait. Kemudian, keberhasilan perusahaan ini melakukan ekspansi di
Indonesia dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung tidak
terlepas dari peran pemerintah China. Peran tersebut sekaligus sebagai
upaya diplomasi China dalam kerangka kebijakan OBOR
TA : Rancang Bangun Aplikasi Presensi dan Penggajian Karyawan Pada UD. Sukri Dana Abadi Surabaya
Kelemahan penerapan sistem manual dalam proses presensi dan penggajian karyawan pada UD. Sukri Dana Abadi diantaranya adalah data presensi yang tidak akurat karena tidak adanya pembuktian data presensi, penyimpanan data presensi dan data gaji karyawan tidak terkelola dengan baik sehingga rentan terjadinya kehilangan data, cara perhitungan gaji karyawan membutuhkan waktu yang lama karena perhitungan gaji karyawan dilakukan oleh bagian administrasi yang hanya terdiri atas satu orang, sulitnya akses data dan informasi mengenai karyawan, serta adanya kesulitan dalam pembuatan laporan mengenai presensi dan penggajian karyawan.
Oleh karena itu dibuatlah Rancang Bangun Aplikasi Presensi dan Penggajian Karyawan Pada UD. Sukri Dana Abadi Surabaya yang mampu melakukan pembuktian data presensi, mengelola data presensi, menghitung gaji karyawan secara otomatis, mempermudah akses data dan informasi mengenai karyawan, serta mempermudah pembuatan laporan presensi dan penggajian karyawan.
Aplikasi ini akan dapat membantu proses presensi karyawan sehingga data presensi karyawan dapat dilakukan pembuktian, dapat menghitung dan menghasilkan bukti penggajian karyawan, dapat membantu proses pembuatan laporan presensi karyawan dan laporan penggajian karyawan
LKP : Sistem Informasi Administrasi Bengkel Pada CV. TS MOTOR Surabaya
Administrasi adalah usaha dan kegiataan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi : catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.
Sistem Informasi Administrasi Bengkel merupakan sistem informasi yang sangat diperlukan dalam melakukan pencatatan data-data administrasi bengkel dan proses pelaporan. Dalam sistem informasi ini ada tiga proses administrasi yang di masukan kedalam sistem, yaitu pencatatan data pelanggan, data transaksi, dan data barang digudang.
Permasalahan yang dihadapi dalam proses administrasi CV. TS MOTOR bermula pada proses pencatatan data pelanggan yang dilakukan secara manual membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya karena setiap pelanggan ingin melakukan transaksi bagian pendaftaran harus mencatat data pelanggan terlebih dahulu, kemudian pada proses pencatatan data transaksi juga terkendala dengan tidak diketahuinya harga pasti setiap transaksi hanya menggunakan hafalan harga saja, dan proses pencatatan data barang di gudang tidak tercatat secara akurat didalam laporan pembelian dan penjualan barang. Solusi dari permasalahan diatas adalah dengan membuat Sistem Informasi Administrasi Bengkel yang dapat mebantu proses pencatatan data pelanggan, data transaksi, dan data barang di gudang.
Diharapkan dengan adanya Sistem Informasi Administrasi Bengkel ini, proses pencatatan data pelanggan, data transaksi, dan data barang di gudang dapat di percepat dan dapat lebih akurat
LKP : Sistem Informasi Administrasi Bengkel Pada CV. TS MOTOR Surabaya
Administrasi adalah usaha dan kegiataan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi : catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.
Sistem Informasi Administrasi Bengkel merupakan sistem informasi yang sangat diperlukan dalam melakukan pencatatan data-data administrasi bengkel dan proses pelaporan. Dalam sistem informasi ini ada tiga proses administrasi yang di masukan kedalam sistem, yaitu pencatatan data pelanggan, data transaksi, dan data barang digudang.
Permasalahan yang dihadapi dalam proses administrasi CV. TS MOTOR bermula pada proses pencatatan data pelanggan yang dilakukan secara manual membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya karena setiap pelanggan ingin melakukan transaksi bagian pendaftaran harus mencatat data pelanggan terlebih dahulu, kemudian pada proses pencatatan data transaksi juga terkendala dengan tidak diketahuinya harga pasti setiap transaksi hanya menggunakan hafalan harga saja, dan proses pencatatan data barang di gudang tidak tercatat secara akurat didalam laporan pembelian dan penjualan barang. Solusi dari permasalahan diatas adalah dengan membuat Sistem Informasi Administrasi Bengkel yang dapat mebantu proses pencatatan data pelanggan, data transaksi, dan data barang di gudang.
Diharapkan dengan adanya Sistem Informasi Administrasi Bengkel ini, proses pencatatan data pelanggan, data transaksi, dan data barang di gudang dapat di percepat dan dapat lebih akurat
KWARTET: PRESERVING THE CULTURE BY PLAYING IT
Tradition, art and culture are part of the nation's identity. Where each person as a member of nation has an obligation to preserve it. This paper aims to explain how traditions, art and culture are preserved through the game named "Kwartet Eskabe" in Banyuwangi, East Java. This game gives the children knowledge by games concerning one's their own culture in a fun way, but they still get the essence of cultural preservation inside. This research uses qualitative approach and the result is presented descriptively. Data obtained from interviews, observation, documentation. This study involved several parties, namely the founder of Kampoeng BATARA as an informant who was also part of the independent organization "Sengker Kuwung Blambangan", children-members of Kampoeng BATARA as participant of practice, first author as purpose determining of research, and second author as adviser. The result shows that Kwartet games: (1) can be a medium to transfer culture value through culture embedded in the card and game rules; (2) transfer knowledge of culture occurred in Kwartet Eskabe game are internalization and externalization; and (3) the preservation of knowledge occurred is selection, storage, actualization, where cultural knowledge is selected, poured in the card form and understood by the players. The study is limited to Kwartet Eskabe games, that placed in Banyuwangi district, Indonesia. Thus, the discussion of games in the other regions will be restricted. This paper will be helpful for the society to teach the culture, tradition, can be conducted by pleasure way. Such way can also preserve the culture and tradition with playing it by children who are as the next generation, so that the culture can be embedded in their mind, furthermore the children will spread this game to their other friends. In the end, the essence of the culture embedded in the Kwartet Eskabe can be widely recognized by others
PENDAYAGUNAAN KATALOG SEBAGAI SARANA PENELUSURAN INFORMASI OLEH PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG
Majunya teknologi informasi membuat informasi yang diterima oleh masyarakat juga menjadi sangat beragam dan memunculkan adanya perilaku pencarian informasi. Perpustakaan sebagai penyedia smber informasi bagi pemustaka dituntut untk dapat memberikan sarana penelusuran dan temu kembali informasi yang dapat memudahkan pemustaka dalam memperoleh informasi yang mereka perlukan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, perpustakaan menyediakan katalog sebagai sarana penelusuran dan temu kembali informasi. Kemudian penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektivitas katalog sebagai alat bantu penelusuran dan temu kembali informasi oleh pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan katalog sebagai sarana penelusuran dan temu kembali informasi masih sangat minim diketahui oleh pemustaka, dan belum berjalan dengan efektif dan terdapat pula tuntutan akan layanan penelusuran informasi yang lebih cepat dan akurat dengan berbasis teknologi informasi dari pemustaka kepada perpustakaan dengan pertimbangan keefisienan waktu
- …
