1,720,975 research outputs found

    Evaluasi Kinerja Simpang Tiga Bersinyal Yang Berdekatan Menggunakan Metode PKJI 2014 dan Sofware Vissim (Studi Kasus Simpang Jl. Borobudur dan Simpang Jl. L. A. Sucipto, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur)

    Get PDF
    Permasalahan yang sering terjadi dan sulit terpecahkan dalam bidang transportasi jalur darat yaitu kemacetan arus lalu lintas. Yang terjadi salah satunya di Kota Malang contohnya pada dua persimpangan yang lokasinya berdekatan yaitu persimpangan Jl. Borobudur dan persimpangan Jl. Laksda Adi Sucipto yang merupakan jalan utama Kota Malang yang berperan sebagai akses dengan sebagian kota – kota di sekitar Kota Malang. Di simpang berdekatan permasalahan kemacetan yang terjadi pada umumnya disebabkan siklus traffic light, padatnya transportasi yang melewati simpang tersebut sehingga menyebabkan adanya tundaan dan antrian di ruas jalan masing – masing. Perlu dilakukan peningkatan kinerja simpang yang berdekatan tersebut dengan cara perhitungan, analisa, dan pemodelan baru sehingga didapat solusi alternatif perbaikan kinerja simpang . Analisis dan perhitungan yang dilakukan menggunakan metode PKJI 2014 dan pemodelan VISSIM. Hasil dari perhitungan dan analisa menggunakan metode PKJI 2014 didapat tingkat pelayanan kedua simpang yang berdekatan yaitu Simpang Jl. Borobudur D dan Simpang Jl. L. A. Sucipto E. Dengan nilai DJ maksimum 0,932 pada Simpang Jl. Borobudur dan 0,935 pada Simpang Jl. L. A. Sucipto. Nilai PA maksimum 196,301 m pada Simpang Jl. Borobudur dan 350,432 m pada Simpang Jl. L. A. Sucipto. Dan nilai T rata – rata 36,094 skr/det pada Simpang Jl. Borobudur dan 46,783 skr/det pada Simpang Jl. L. A. Sucipto. Hasil analisa menggunakan Vissim didapat tingkat pelayanan pada kedua simpang yang berdekatan yaitu Simpang Jl. Borobudur D dan Simpang Jl. L. A. Sucipto E. Nilai PA maksimum 243,703 m pada Simpang Jl. Borobudur dan 136,609 m pada Simpang Jl. L. A. Sucipto. Dan nilai T rata – rata maksimum 138,239 skr/det pada Simpang Jl. Borobudur dan 123,643 skr/det pada Simpang Jl. L. A. Sucipto. Setelah dilakukan beberapa perencanaan alternatif perbaikan kinerja pada simpang yang berdekatan yaitu Alternatif 1 Optimasi Waktu Sinyal Eksisting, Alternatif 2 Pelebaran Jalan, dan Alternatif 3 Koordinasi sinyal, masih belum mendapatkan hasil yang efektif sehingga harus mencari solusi alternatif lain agar kinerja simpang menjadi optimal

    Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada karyawan di area produksi bagian weaving PT Unitex Tbk, tahun 2010

    No full text
    Kecelakaan kerja akibat tindakan human eror masih terjadi di PT Unitex Tbk. PT Unitex Tbk adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang tekstil atau pembuatan kain. Berdasarkan data kecelakaan akibat human error di PT UNITEX Tbk mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 pada karyawan agar faktor-faktor tersebut dapat lebih dioptimalkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 527 orang. Pengambilan data dilakukan secara random dengan menggunakan metode simple random sampling yang berjumlah 117 sampel. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik ganda. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui faktor-faktor yang tidak mempengaruhi perilaku K3 seperti pengetahuan, sikap, persepsi, dan lama bekerja. Sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku K3 adalah variabel motivasi. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pekerja akan berubah sebesar 3,375 kali menjadi perilaku K3 positif apabila motivasi tinggi. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar meningkatkan pelaksanaan pengawasan secara teratur dan konsisten dan diadakannya penghargaan (reward) dan hukuman (punishment)

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERAN BADAN PENGAWAS PEMILU DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENYELESAIAN SENGKETA HASIL PEMILU DI MAHKAMAH KONSTITUSI

    Get PDF
    The 2019 General Election is an important event in the history of democracy, the design of the simultaneous election in which there are 5 (five) elections including the Presidential and Vice-Presidential Election, the Election of Members of the People's Representative Council (DPR), Members of the Regional Representatives Council (DPD), Members of the Regional People's Representative Council Province (Provincial DPRD) and Members of Regency/City Regional People's Representative Council (Regency/City DPRD). Disputes over election results are closely related to the process of voting and counting and recapitulation of vote counting because the output is the result of votes, Bawaslu as the party giving information at the Court session Constitution on several cases of dispute over election results as an effort and role of Bawaslu as election supervisor which conveys the results of supervision, handling of violations, both as stated in the main arguments of the petition and outside the main petition, as one of the considerations of the judges of the Constitutional Court in deciding dispute cases. the election results. The construction of Bawaslu's authority as a supervisory agency in it is related to the resolution of election disputes and is an integral part in handling violations. In this case, Bawaslu's prevention efforts (preventiom of electoral disputes) can accommodate election participants in conveying their dissatisfaction and interests with the election organizers, in this case the General Election Commission.Pemilihan Umum tahun 2019 merupakan peristiwa penting dalam sejarah demokrasi, desain pemilu serentak dimana terdapat 5 (lima) pemilihan diantaranya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD Provinsi) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (DPRD Kab/Kota).Sengketa hasil pemilu erat kaitannya dengan proses pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi penghitungan suara karena outputnya adalah hasil perolehan suara, Bawaslu sebagai pihak pemberi keterangan pada sidang Mahkamah Konstitusi terhadap beberapa perkara perselisihan hasil pemilu sebagai upaya dan peran Bawaslu sebagai pengawas pemilu yang menyampaikan bagaimana hasil pengawasan, penanganan pelanggaran baik yang dituangkan terhadap pokok dalil permohonan maupun diluar pokok permohonan sebagai salah satu pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam memutus perkara perselisihan hasil pemilu. Kontruksi kewenangan Bawaslu sebagai lembaga pengawas didalamnya terkait penyelasaian sengketa pemilu dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penanganan pelanggaran. Dalam hal ini Upaya pencegahan Bawaslu (preventiom of electoral disputes) dapat mengakomodir peserta pemilu dalam menyampaikan ketidakpuasan serta kepentingannya dengan penyelenggara Pemilu dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum

    Penerapan pendidikan agama Islam dalam lingkungan keluarga kelas bawah: studi kasus di Dusun Suru Desa Curahrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: bagaimana penerapan pendidikan agama Islam dalam lingkungan keluarga kelas bawah di Dususn Suru Desa Curahrejo Kabupaten Pasuruan? Apa kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan agama Islam dalam lingkungan keluarga kelas bawah di Dusun Suru Desa Curahrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan berikut solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis dan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama pada anak keluarga muslim Dususn Suru Desa Curahrejo Kabupaten Pasuruan secara umum baik. Hal ini bisa diketahui dari sebagian besar sikap orang tua yang selalu memperhatikan dan memerintahkan anaknya untuk melaksanakan shalat, memberikan materi pendidikan aqidah, ibadah dan akhlak dengan menggunakan metode pembiasaan serta memberikan contoh atau teladan yang baik kepada anak-anaknya

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore