1,789 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN CV AJI TOUR SEMARANG
Dalam situasi persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan jasa atau penyedia jasa harus dapat melihat faktor-faktor apa saja yang penting dan mempengaruhi kepuasan konsumennya demi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut. Kepuasan pelanggan adalah aspek penting dalam pencapaian keuntungan suatu perusahaan baik perusahaan penghasil barang atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy) dan bukti fisik (tangibles) terhadap kepuasan pelanggan CV Aji Tour Semarang. Populasi penelitian adalah seluruh pelanggan CV Aji Tour Semarang sebanyak 97 unit(sekolah/perguruan tinggi/instansi pemerintah/kelompok masyarakat). Seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Variabel yang diamati adalah kepuasan pelanggan terhadap keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik yang diberikan atau dimiliki CV Aji Tour Semarang; yang diukur melalui angket. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik terhadap kepuasan pelanggan, artinya apabila keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik meningkat maka kepuasan pelanggan juga akan meningkat
PENGARUH PEREDARAN HASIL TEMBAKAU ILEGAL TERHADAP POTENSI PENERIMAAN NEGARA DI KPPBC TIPE MADYA PABEAN B SURAKARTA
PENGARUH PEREDARAN HASIL TEMBAKAU ILEGAL TERHADAP POTENSI PENERIMAAN NEGARA DI KPPBC TIPE MADYA PABEAN B SURAKARTA
ALFITA AJI PURWANINGRUM
NIM F3412007
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh peredaran hasil tembakau ilegal terhadap potensi penerimaan negara khususnya di KPPB Tipe Madya Pabean B Surakar. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya rook ilegal dipengaruhi oleh motif mencari keuntungan dengan melanggar hukum serta semakin naiknya tarif cukai. Kesimpulan dari penelitian ini, adanya rokok ilegal berpengaruh pada penerimaan negara terhadap penerimaan cukai dan kesehatan masyarakat serta kerugian atas adanya peredaran rokok illegal dalam tiga tahun terakhir ini meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran bahwa KPPBC Tipe Madya Pabean B Surakarta diharpkan dapat lebih tegas dalam melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.
Kata kunci: Hasil tembakau, Rokok ilegal, Cukai Tembaka
MUSEUM TOSAN AJI DI SURAKARTA
Perubahan zaman dari masa dahulu ke masa sekarang dan masa yang akan datang merupakan suatu hal yang sudah pasti namun tidak kesemuanya itu berakibat bak contohnya seperti tosan aji yang pada zaman dahulu memiliki peranan penting bagi negara atau kerajinan dimana keberadaan tosan ajo cukup dibutuhkan oleh para penguasa pada waktu itu seperti untuk membunuh musuh dalam peperangan, symbol jabatan atau tanda penghargaan dari raja kepada bawahan dan lain-lain namun pada saat ini hanya dipakai sebagai perlengkapan dalam pernikahan saja atau sebagai hiasan rumah oleh karena itu tosan aji mengalami kemunduran jauh pada saat sekarang ini dimana era globalisasi membutuhkan teknologi yang maju agar bisa berkembang dengan maju dan pesat selain itu kurang dikenal di kalangan generasi muda padahal tosan aji merupakan cirri khas kebudayaan jawa dan bagian serta symbol dari kebudayaan jawa itu sendiri. Pada dasarnya potensi dari tosan aji belum dimanfaatkan secara optimal khususnya pada segi pariwisataan karena kurangnya komunikasi dan factor keadaan kondisi masyarakat yang memandang image dari tosan aji kurang baik. Selain itu masyarakat masih menyimpan dan memiliki tosan aji atau benda pusaka warisan leluhur. Namun, kebanyakan benda pusaka dalam keadaan kurang terawatt. Pasalnya, pemilik tidak tahu bagaimana cara yang tepat memperlakukan pusaka hasil karya para empu tersohor ratusan tahun silam itu. Di sisi lain, banyak pejabat tinggi dari Jakarta yang sering memburu pusaka hingga kepelosok=pelosok kota/desa, untuk sekedar dikoleksi atau dengan maksud tertentu karena dianggap memiliki daya linuwih.
Kota Surakarta sebagai salah satu daerah yang memiliki budaya jawa yang khas turun temurun dimana dulu Kota Surakarta merupakan pusat perkembangan kebudayaan jawa dan tosan aji di pulau jawa. Sudah saatnya dilakukan langkah untuk meningkatkan potensinya terutama dalam hal pariwisataan di Kota Surakarta dan tetap eksistensi dalam keadaan sekarang ini.
Pengembangan tosan aji untuk pariwisataan ini masih mengalami kendala, hal ini disebabkan oleh kurangnya atau terbatasnya sarana, prasarana dan fasilitas yang ada di Kota Surakarta selain itu juga adanya image buruk dikalangan masyarakat terutama dari kalangan religius karena dapat membahayakan bila ditinjau dari segi akidahnya. Untuk itu perlu adanya solusi yang mampu menengahi permasalahan tersebut seperti museum atau galeri dan lain-lain.
Keberadaan Museum Tosan Aji pada hakekatnya merupakan upaya melindungi asset budaya jawa terutama tosan aji dan mengenalkan sejarah dan cara-cara pembuatannya serta menambah khasanah bagi pariwisataan dan dokumentasi sejarah di Kota Surakarta. Untuk memberikan pengetahuan tentang benda pusaka, Paguyuban Tosan Aji menggelar jamasan dan sarasehan. Berikut petikan wawancara dengan pakar tosan aji yang juga kolektor benda-benda pusaka.
“Benarkah di Jawa Tengah masih banyak pemilik Tosan Aji ?
Benar, di Jawa Tengah masih banyak yang memiliki benda pusaka. Tetapi mereka kurang memahami cara merawat dan menyimpan pusaka. Buktinya, saat digelar jamasan ada sekitar 500 bilah keris yang didaftarkan untuk di-jamas. Banyak keris sepuh (tua) dengan tangguh masa Mataram serta memiliki dapur atau corak fisik yang indah. Ketika di-jamasi, dapur (fisik keris) sangat indah. Bahkan ada keris temuan karya pada zaman Empu Segaluh yang berusia 900 tahun dan Brojol berusia ratusan tahun. Tosan Aji rata-rata banyak yang berasal dari peninggalan zaman Mataram atau Majapahit, tetapi mungkin pula pemilik mewarisi pusaka dari kakek buyutnya, yang berasal dari Keraton Kasunanan Solo, Majapahit ataupun dari Keraton Yogyakarta.
Soal ide para kolektor membuat museum tosan aji, bagaimana menurut Anda?
Untuk tujuan hamemetri (melestarikan), museum tosan aji atau benda pusaka saya kira perlu. Kini sudah muncul gagasan dan mendapat respons. Sebab, keberaaan museum itu nanti akan memberi pendidikan kepada generasi muda tentang asal-usul keris dan sejarahnya. Jika museum tempat penyimpanan tosan aji sudah dibangun, para pemilik keris yang tidak mau merawat karena takut dianggap syirik, bisa menitipkan di museum. Sebab, ada pemilik yang membuang benda pusaka dengan cara melarung disungai atau mengubur begitu saja, karena khawatir dianggap syirik. ”
Dengan mengetahui serta mempertimbangkan permasalahan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tosan aji perlu diperkenalkan, dilestarikan dan didokumentasikan sejarahnya serta berkaitan erat dengan kebudayaan jawa atau salah satu unsure penting dari buday ajawa dan bisa meningkatkan wisata budaya di Kota Surakarta untuk mewujudkan aspirasi diatas dibutuhkan museum dan galeri tosan aji di Kota Surakarta sebagai salah satu alternative menjaga cagar budaya yang ada di Indonesia.
Aktualita :
1. perubahan zaman dari masa lampau ke masa sekarang mempengaruhi keberadaan tosan aji.
2. kurangnya dukungan dari masyarakat terhadap tosan aji
3. kurangnya sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada di Kota Surakarta yang dapat menunjang keberadaan tosan aji
4. keberadaan tosan aji kurang begitu dikenal di kalangan generasi muda.
Urgensi :
1. perlunya merancang bangunan yang dapat menampung dan mewujudkan aspirasi tersebut terutama dari kalangan penyuka tosan aji
2. perlunya merancang fasilitas pendukung yang memadai
3. perlunya memberi image yang bagus di kalangan masyarakat
Originalitas
Perancangan sebuah museum tosan aji yang mampu menampung segala aspirasi yang bisa mencitrakan tosan aji dan menceritakan sejarah tosan aji dan kaitannya dengan kebudayaan jawa serta melestarikannya
B. TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan pembahasan adalah melihat potensi dan permasalahan yang ada untuk kemudian dilakukan suatu kajian dan analisis mengenai tosan aji dan museum serta galeri sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan serta mengoptimalkan potensi tosan aji.
Sasaran yang hendak dicapai adalah merumuskan suatu landasan dalam penyusunan program perencanaan dan perancangan fisik bangunan museum tosan aji secara efisien dan mampu menampung aspirasi yang ada tanpa meninggalkan kaidah-kaidah arsitektural.
C. MANFAAT
Secara Subyektif
Digunakan sebagai landasan dalam proses perencanaan dan perancangan mengenai museum dan galeri tosan aji untuk memenuhi persyaratan LP3A.
Secara Obyektif
Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk menciptakan image yang bagus dari keberadaan tosan aji dan melestarikan sejarah Tosan Aji.
D. METODE PENULISAN
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun proposal ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif dan dokumentatif.
Langkah-langkah dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut :
a. Observasi Lapangan
Dengan mengadakan survey langsung ke lapangan yang sudah ada untuk kemudian melakukan pengamatan secara langsung sebagai bahan perbndingan dan pertimbangan dalam proses perencanaan dan perancangan selanjutnya.
b. Studi Literatur
Dengan mencari sumber data tambahan dari buku-buku maupun sumber-sumber lain yang relevan yang nantinya dapat dijadikan sebagai landasan teori dalam proses perencanaan dan perancangan.
E. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode penulisan, dan sistematika pembahasan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Membahas tentang tinjauan museum, tinjauan tosan aji, pengertian museum tosan aji, tinjauan rekreasi, tinjauan edukasi, dan hubungan antara rekreasi, edukasi dan museum tosan aji serta studi banding
BAB III TINJAUAN KOTA SURAKARTA
Berisi tentang kondisi fisik, kondisi non fisik, sejarah perkembangan kota, kebijakan pemerintah kota, kebijakan perencanaan pembangunan oleh BAPPEDA
BAB IV KESIMPULAN
Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan.
BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
Berisi tentang dasar pendekatan, pendekatan aspek fungsional, pendekatan aspek estetika, aspek teknis, penentuan lokasi dan tapak.
BAB VI KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
Bab ini berisi tentang tujuan perencanaan, konsep dasar perecanaan dan perancangan, factor perencanaan, program ruang dan lokasi tapak
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN IMUNISASI HEPATITIS B 0 < 24 JAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATU AJI KOTA BATAM PROVINSI KEPRI 2019
Cakupan Imunisasi hepatitis B 0 < 24 jam belum mencapai target nasional,walau program ini sudah dimulai dari tahun 1997 menjadi imunisasi wajib di Indonesia. Imunisasi hepatitis B bertujuan menurunkan infeksi baru dan menurunkan angka mortalitas penyakit hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pelaksanaan imunisasi hepatitis B 0 < 24 jam di wilayah kerja Puskesmas Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Uji yang digunakan adalah Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0.05. Pengambilan sampel berdasarkan total sampling yang berjumlah 93 orang, data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan imunisasi hepatitis B 0 yaitu kunjungan neonatal (p 0.031), pengetahuan (p 0,008) dan sikap (p 0.002). Diharapkan instansi kesehatan dapat mengembangkan program dan merencanakan strategi dalam pelaksanaan imunisasi Hepatitis B 0 < 24 jam sehingga bisa meningkatkan cakupan imunisasi hepatitis B 0< 24 jam dan mencapai target nasional
Kazasker Hâmid b. Mustafa Konevî ve Hâşiye alâ Tefsîri’l-Beyzâvî ve Tefsîri’z-Zemahşerî adlı eserinin tahkiki
Zemahşerî’nin Keşşâf’ı Beyzâvî'nın Envârü't-Tenzîl ve Esrârü't-Te'vîl' adlı eseri, dilbilimsel, dirâyet ve edebî tefsir bakımından büyük önem taşımaktadır. Bu, kendinden sonraki tefsir yazımını etkilemesi, üzerine pek çok şerh ve hâşiye yazılmasından anlaşılmaktadır. Beydâvî ve Zemahşerî’nin ilgili eserleri üzerine bir hâşiye yazmış bulunan Kazasker Hâmid b. Mustafa (ö. 1098/ 1687) hâşiyesinde genel nitelikli açıklamalarının yanında özellikle kelime ve cümlelerin lugavî ve belâgî tahlilleri üzerinde genişçe durmuştur. Bu iki âlime karşı takdir duyguları taşıyan yazar kelâmî ve lugavî meselelerde yer yer Zemahşerî ve Beydâvî'yi de uygun bir dille tenkit etmiştir. Biz bu araştırmamızda Kazasker Hâmid b. Mustafa'nın En’âm sûresinin ilk 30 ayeti üzerinden Keşşâf ve Envârü't-Tenzîl tefsirlerinin ilgili yerlerini açıklamak maksadıyla kaleme aldığı hâşiyesini incelemeye ve yazma halde bulunan eserin tahkikini yapmaya çalıştık. Birinci bölümde Kazasker Hâmid b. Mustafa'nın yaşadığı dönemden, hayatından, eğitiminden, hocaları ve talebelerinden, ilmi kişiliğinden, görevlerinden ve eserlerinden bahsedildi. İkinci bölümde ise hâşiyenin nüshaları, tahkîkte takip edilen metot, müellifin hâşiyedeki yöntemi, tefsirciliği, Kur’ân ilimlerine yaklaşımı ve hâşiyenin kaynaklarından bahsedildi. Çalışmamızı hâşiyenin tahkikli metni ile sonuçlandırdık.The work of Zemahshari, titled the Kashaf, and Beydawi's work titled Anwar al-Tanzil and Asrar al-Tawil, hold great importance in terms of linguistic, astute, and literary commentary. This can be understood from the fact that they influenced the later tafsir writing and that many commentaries and annotations were written on it. Kazasker Hamid bin Mustafa (d. 1098/ 1687), is also an author who wrote annotations on the relevant works of Baydawi and Zamakhshari. in addition to his general explanations, focused extensively on the lexical and rhetorical analyzes of words and sentences. The author, who has feelings of appreciation towards these two scholars, occasionally criticized Zemahshari and Beydawi in a respectful manner, especially in theological and linguistic issues. In our research, we examined the annotation written by Kazasker Hâmid b. Mustafa on the first 30 verses of Surah Al-An'am, aiming to explain the relevant parts of the Keşşaf and Envârü't-Tenzîl commentaries. The first section covers the period in which Kazasker Hâmid b. Mustafa lived, his life, education, teachers, students, scholarly personality, duties, and works. In the second section, we discussed the copies of the annotation, the methodology followed in the critical edition, the author's approach in the annotation, his approach to Quranic sciences, and the sources of the annotation. The study concluded with the critical text of the annotation
Taxonomy, phylogenetic and biogeographical relationships of African grassland Francolins (Genus: Scleroptila)
Bibliography: leaves 23-28.The potential for using a combination of molecular and whole-organismal data has opened up new avenues for avian taxonomy, phylogenetics and biogeography. Such a multifaceted approach is used here to identify diagnosable taxa within the Orange River Francolin Scleroptila levaillanloides species complex and resolve evolutionary relationships between these taxa and other mono-and polytypic forms within the Red-winged Group of francolins (= genus Scleroplila sensli lalo). Mitochondrial cytochrome-b DNA sequence data (±250 b.p.) from 50 individuals and 19 morphological characters extracted from reports in published literature were employed to achieve these aims. These characters were analysed separately and also in combination using maximum parsimony (DNA sequences and organismal data), maximum likelihood (DNA sequences) and distance (DNA sequences) analyses. Monophyly of the Red-winged Group plus the Ring-necked Francolin Dendroperdix slreptophorus was supported by all the analyses (bootstrap support ranged from 50%-94%) except distance analysis. The Orange River Francolin complex was found to be non-monophyletic. Two distinct clades were identified, one comprising taxa from southwestern and the other from northeastern Africa. Morphological analysis yielded a distinct clade of the southwestern Orange River Francolin. The other polytypic species and assemblages thereof show poor resolution. The results of this study clearly demonstrate a need for further assessment of the taxonomic status of Scleroptila spp. and their phylogenetic relationships
UPAYA MENINGKATAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN MELALUI METODE MIND MAPPING PADA ANAK KELOMPOK B TK ISLAM BAKTI IX SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
Luthfi Aji Ramdani. TO IMPROVE ABILITY OF LITERACY TROUGH MIND MAPPING METHOD TO THE CHILDREN IN B GROUP OF TK ISLAM BAKTI IX SURAKARTA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015. Thesis, Teacher Training and Education of Sebelas Maret University of Surakarta. July 2015.
The research aim is to improve the ability of literacy trough mind mapping method to the children in B group of TK Islam Bakti IX Surakarta in academic year 2014/2015.
The research used a classroom action research method with two cycles. Each cycle consist of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the research were the 15 children in B group of TK Islam Bakti IX Surakarta in academic year 2014/2015. The data resources from teacher and children. The data of the research were gathered through observation, in-depth interview, documentation, and test. They were validated by using the data source triangulation and the data gathering technique triangulation. The data were then analyzed by using the interactive model of analysis consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing.
The result of the research showed that through mind mapping can increasing the ability of literacy of the children in B group of TK Islam Bakti IX Surakarta from the pre test before the action to the first cycle, and from first cycles to the second cycles. The average score the ability of recognize numbers of the pre test before action was 40% or 6 children who were obtained complete criteria. The improvement occurred in first cycle, the average score in the ability of recognize numbers children was 53% or 8 children who were obtained complete criteria. Then second cycle the average score was 86.66% or 13 children who were obtained complete criteria. The conclusion of the research is that through mind mapping method is able to increase the ability of literacy of children in B group of TK Islam Bakti IX Surakarta in academic year 2014/2015.
Key Word: The ability of literacy, mind mapping method
PILU MEMBIRU MUSICAL FORM ANALYSIS BY KUNTO AJI
Musical form is the composition of music in a composition of motifs, themes, and phrases. Musical forms according to the number of sentences is divided into three types, namely one-part musical form, two-part musical form, and three-part musical form. This study aims to describe the musical form of the song "Pilu Membiru" by Kunto Aji. This research uses a qualitative descriptive research method. The data in the research were obtained using observation, interviews, and documentation by testing the validity of the data using triangulation. The results of this research indicate that the song "Pilu Membiru" by Kunto Aji has a complex three-part musical form. In the A complex section, there are 2 main themes and 1 transition theme. In part B complex there are 2 main themes with new themes that are played over and over again. Part C complex is a series of parts A complex and is played with increased dynamics to emphasize the part of the song. The complex three-part form of the song "Pilu Membiru" can be written in the musical form Ak (A, AI, B, BI, C ) - Bk (AII, D, D, D, D, D, D) - Ck (B, BI, C).The complex three-part form of the song "Pilu Membiru" can be written in the musical form Ak (A, AI, B, BI, C ) - Bk (AII, D, D, D, D, D, D) - Ck (B, BI, C)
Analisis Pengawasan dan Profesionalitas Apron Movement Controller (AMC) pada Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan
The purpose of this study was to determine the conditions, obstacles, and efforts/solutions related to the supervision and professionalism of Apron Movement Controller (AMC) employees at Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport, Balikpapan. The concept used in this study is supervision and professionalism. This research was conducted at Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport, Balikpapan, from April 2021 to August 2021. The results of this study are that employees of the AMC Unit at Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport, Balikpapan, have shown good supervision and professionalism, the obstacles that exist in companies such as: a) The minimum number of supervisors so that the workload piles up; b) Officials are difficult to contact; c) Self-decision making, and efforts made to overcome obstacles that can be carried out by employees: a) Opening job vacancies; b) Promotion; c) Education and training
- …
