20 research outputs found

    Analisis Magneto-Impedansi Multilapisan [Ni80Fe20/Cu]N Hasil Elektro-deposisi pada Substrat Kawat Cu

    No full text
    Multilayers [Ni80Fe20/Cu]N has been resulted electro-deposition on the wire Cu substrate. This study aims to examine the relationship of the ratio of MI to: (i) frequency current ac measurement (20 kHz - 100 kHz) (ii) the number iteration N, (iii) the thickness of the conductive layer (spacer) Cu, and (iv) geometry samples (wire solenoid and extends straight wire). The research method includes the experimental electro-deposition fabrication with stages, as follows: preparation, manufacturing electrolytic solution, electro-deposition, characterization of sample, analysis, and conclusions. Multilayer sample [Ni80Fe20/Cu]N is with N = 1, 3 and 5. Then the thickness of spacer Cu on multilayer [Ni80Fe20 (800 nm)/Cu (y nm)]3 variable by y = 200 nm, 250 nm, 300 nm, 350 nm, and 400 nm. For variations of geometric shapes, the sample is made of two kinds of linear wire by coated [Ni80Fe20 (800 nm)/ Cu (300 nm)]3. The sample is wound up to form a coil with diameter of 0.3 cm. The result showed the ratio MI is greater with increasing frequency of ac current (20 kHz - 100 kHz). These result is consistent for all multilayer samples that have been produced. MI also increases by looping the number of layers in multilayer [Ni80Fe20 (800 nm)/ Cu (300 nm)]N. Another result of spacer Cu modification layer thickness is found that the thicker the Cu spacer layer, the ratio of the smaller MI. While, the sample MI ratio results of the characterization of the variation in the geometry indicates that the ratio of MI change with changes in the geometry of the sample, ie from wire shape to solenoid shape. Overall experimental observations indicates that the ratio of the highest MI is 118.26% and the highest magnetic field sensor sensitivity is 53.75 %/mT for the same sample, namely sample multilayer [Ni80Fe20 (800 nm) / Cu (200 nm)]3. Keywords: Magneto-impedance, Electro-deposited, Multilayer NiFe/Cu, Thickness of Spacer Cu, Number of Iteration NiFe/Cu, Solenoid

    Pengembangan media tutorial berbasis multimedia interaktif pada materi listrik dinamis (Skripsi)

    No full text
    Bibliografi hal. 72-73Ada CDxviii, 73 hlm. : il. ; 30 cm. . -- Lamp. (89 Lemb

    Analisis Profil Pelajar Pancasila pada Elemen Mandiri Untuk Membentuk Siswa Kelas II B di SD Negeri Joglo No 76 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini ialah untuk 1) profil pelajar Pancasila pada elemen mandiri untuk membentuk siswa kelas II B di SD Negeri Joglo No 76 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023, 2) kendala profilmpelajar Pancasila pada elemen mndiri untuk membentu siswa kelas II B di SD Neheri Joglo No 76 Surakarta Tahun Pelajarn 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas II B, siswa kelas II. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang didapatkanpada penelitian ini mengenai Analisis profil pelajar pancasila sekolah pada siswa kelas II B di SD Negeri Joglo No 76 Surakarta Pada Tahun Pelajaran 2022/2023 Berada Pada Peleksanaan kurikulum baru yang mengantikan kurikulum kurikulum 2013 dan sudah dilakukan sekolah sejak pada Tahun Pelajaran 2021/2022, Kurikulum profil pelajar pancasila di SD Negeri Joglo No 76 Surakarta juga sudah mendapatkan jabatan sekolah adiwiyata di Surakarta dan siswa kelas II B sudah termansuk siswa yang aktif dalam mengunakan maupun menerapkan elemen mandiri profil pelajar Pancasila. Kendala pembentukan profil pelajar Pancasila pada elemen mandiri untuk membentuk siswa kelas II B di SD Negeri Joglo No 76 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023 sudah berjalan dengan baik dan antusias siswa sangatlah aktif dalam proses pembelajaran dan tanggung jawab sangat besar, Akan tetapi kendala dalam pembentukan elemen mandiri yang utama adalah orang tua yang belum percaya besar kepada siswa dan memenjakanya lalu semau kegiatan di bantu maupun dikerjakan orang tuanya, sikap orang tua tersebut dapat menjadi akan tidak percaya diri atas hasil yang dikerjakan

    PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN/KOTA

    No full text
    Orang harus bebas untuk membentuk kehidupannya sendiri dan mempunyai suatu hak untuk ikut serta dalam keputusan-keputusan yang dibuat oleh sistem politik di negaranya.Apakah sumber daya yang ada di bumi ini kurang bagi kehidupan manusia? Kalau saja ada pembagian di seluruh dunia atas dasar yang lebih adil, maka tak akan perlu lagi ada orang yang kelaparan. Yang kurang bukanlah makanan melainkan pembagian yang jujur. Suatu proses pertumbuhan yang hanya menguntungkan minoritas yang paling kaya dan menjaga, atau bahkan menambah, perbedaan (disparitas) antara dan di dalam negara adalah bukan pembangunan, melainkan penghisapan (eksploitasi). Kita harus mencoba membangun suatu dunia di mana terdapat lebih sedikit penghisapan alam oleh manusia dan juga penghisapan manusia yang satu oleh manusia lainnya. Manusia perlu kebebasan dalam menentukan hidupnya, baik dalam mensejahterakan hidupnya dan berperan serta dalam pemerintahan di negaranya. Pernyataan kebebasan manusia dalam pemerintahan dapat kita temukan dalam Pasal 21 Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyatakan “Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negerinya, secara langsung atau melalui wakil-wakilnya yang dipilih dengan bebas; kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah”. Hak ini juga diakui dalam Pasal 44 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menyatakan : “Setiap orang baik sendiri maupun bersama-sama berhak mengajukan pendapat, permohonan, pengaduan dan atau usulan kepada pemerintah dalam rangka pelaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif dan efisien, baik dengan lisan maupun tulisan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Pasal 53, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan menyatakan :“Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan peraturan daerah”. Ada dua mekanisme penting yang perlu diperhatikan dalam konsep partisipasi yaitu pertama adalah masalah dengar pendapat pihak yang terlibat dan kedua adalah hak masyarakat atas informasi. Kedua mekanisme ini dapat menjamin kualitas partisipasi publik, dalam arti bahwa sebelum pemerintah membuat keputusan, harus didahului dengan mekanisme penjaringan aspirasi atau mendengar apa aspirasi atau keinginan dari pihak yang akan terkait atau stake holders. Di samping itu dari mekanisme hak atas informasi, masyarakat atau publik pun tahu adanya kebijakan baru yang akan diambil oleh Pemerintah. Arti penting partisipasi terletak pada fungsinya, fungsi pertama adalah sebagai sarana swaedukasi kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan publik. Partisipasi masyarakat tidak akan mengancam stabilitas politik seyogyanya berjalan di semua jenjang pemerintahan. Fungsi kedua, sebagai sarana untuk menampilkan keseimbangan antara masyarakat dan pemerintah sehingga kepentingan dan pengetahuan masyarakat dapat terserap dalam agenda pemerintahan. Kemudian jika dilihat dari manfaatnya, maka partisipasi dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat, karena didasarkan pada kepentingan dan pengetahuan riil yang ada di dalam masyarakat. Partisipasi juga bermanfaat dalam membangun komitmen masyarakat untuk membantu penerapan yang telah dibuat, karena komitmen ini merupakan modal utama bagi keberhasilan sebuah implementasi kebijakan sehingga dari adanya partisipasi ini dapat dianggap sebagai layanan dasar dan bagian integral dari local governance. Kenapa kebijakan publik yang dipilih adalah Perda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)? APBD merupakan salah satu perda yang dibuat oleh pemerintah daerah tiap tahunnya. Dari APBD tersebut masyarakat dapat mengetahui berapa biaya pembangunan daerahnya yang dianggarkan oleh pemerintah daerah dan dari APBD dapat juga diketahui arah pembangunan dari daerah tersebut. Mardiasmo, mengemukakan bahwa arti penting dari anggaran daerah (APBD) dapat dilihat dari dua aspek : a) Anggaran merupakan alat bagi pemerintah daerah untuk mengarahkan dan menjamin kesinambungan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. b) Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas. Oleh karena pentingnya anggaran tersebut maka perencanaan anggaran/penyusunan dan pembentukan APBD menjadi sesuatu yang amat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Pada akhirnya dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui alasan mengapa diperlukannya peran serta masyarakat (partisipasi publik) dalam pembentukan peraturan perundang-undangan terutama peraturan daerah tentang anggaran dan belanja daerah dan mekanisme/prosedur dalam menyalurkan aspirasi masyarakat sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembentukan perda baik oleh bihak eksekutif (pemerintah) melalui mekanisme musrenbang dan legislatif (DPRD) melalui mekanisme reses atau publik hearing

    Exploring motivational orientations of English as foreign language (EFL) learners: A case study in Indonesia

    No full text
    Motivation, which refers to students’ reasons for acting, has been well explored in language learning. However, studies on motivation in language learning in many countries have been predominantly inspired by theories of motivation in learning English developed in western countries. The current study serves to: i) identify the motivational orientations of EFL university students in Indonesia; and ii) to investigate whether the west-inspired theories of motivation are still relevant to the Indonesian EFL students. The subjects of the current study were 886 university students. With alphas .70, .53, and .77 for three motivational orientations, the data were then analysed by running Exploratory Factor Analysis with the varimax rotation. The results showed the existence of three reasonable motivational orientations of the EFL students in Indonesia and they are labelled as extrinsic, international and intrinsic orientation.Keywords: EFL settings; Indonesian contexts; international orientations; motivational orientations; self-determination theor

    Hubungan Antara Self Control dengan Kecenderungan Nomophobia pada Siswa

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Surakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII B yang berjumlah 60 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Metode angket, observasi, dan wawancara merupakan metode pokok yang digunakan untuk memperoleh data tentang self control dan kecenderungan nomophobia. Sedangkan metode dokumentasi adalah metode bantuan. Selain itu, teknik analisis yang digunakan adalah normalitas dan  korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data tentang hubungan self control dan kecenderungan nomophobia siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023, dengan uji normalitas data tersebut berdistribusi normal dan diperoleh nilai r hitung yaitu sebesar = 0,420. Selanjutnya nilai r hitung tersebut dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan N = 60 dan taraf signifikasi 5% dan 1% yaitu 0,254 dan 0,330 ternyata hasil analisis data yang diperoleh r hitung lebih besar dari r tabel atau 0,254 < 0,420 > 0,330. Sehubungan dengan hal tersebut, maka hipotesis nihil atau Ho yang berbunyi : “Tidak Ada Hubungan antara Self Control dengan Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023” tidak terbukti dan hipotesis kerja atau Ha diterima yang berbunyi : “Ada Hubungan antara Self Control dengan Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023”, diterima kebenarannya baik pada taraf sigifikansi 5% dan 1%

    EFEKTIVITAS PENERAPAN SUPLEMEN BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISW

    No full text
    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan suplemen berbasis kontekstual terhadap keampuan berpikir kritis siswa. Desain penelitian Pre Experiment dengan One Group Pretest-Posttest Design. Adapun subyek penelitian sebanyak 36 siswa XII IPA. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran menggunakan suplemen berbasis kontekstual. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. efektivitas diukur berdasarkan n-Gain hasil tes yang dianalisis dengan uji-t, respon siswa terhadap suplemen berbasis kontekstual, dan aktivitas siswa. hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen cukup efektif meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang dibuktikan dengan n-Gain kelas sebesar 0,55 pada kelas XII IPA 1 dan 0,65 pada kelas XII IPA 2, serta uji-t sebesar 0,000 untuk kelas XII IPA 1 Dan XII IPA 2. hasil uji kelayakan suplemen berbasis kontekstual oleh siswa sebesar 81%, serta persentase aktivitas siswa sebesar 83,06%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen berbasis kontekstual efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Abstract:  The purpose of this study was to determine the effectiveness of contextual supplements based on students' critical thinking skills. Pre Experiment research design with One Group Pretest-Posttest Design. The study was conducted at Tri Sukses High School class XII. The treatment in the experimental group was learning to use contextual supplements. The instruments used were test items, student activity observation sheets, and observations of learning outcomes. effectiveness is measured based on n-gain test results analyzed with paired sample t-test, student responses to contextual based supplements, and student activity. the results showed that the use of supplements was quite effective in practicing students' thinking skills, as evidenced by the n-gain grade of 0.55 in class XII IPA 1 and 0.65 in class XII IPA 2, as well as the t-test of 0,000 for classes XII IPA 1 and XII IPA 2. by students sebesae 81%, and the percentage of student activity by 83.06%. The results showed that contextual-based supplement was effective for practicing critical thinking skill

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Praktikum Konversi Energi Panas Ke Lisrik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan praktikum konversi energi panas ke listrik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Way Jepara. Pemilihan sample penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel kelas XII IPA 5 berjumlah 33 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest. Pembelajaran dilakukan dengan melakukan kegiatan praktikum menggunakan seperangkat alat konversi energi panas berbasis inkuiri terbimbing. Alat yang digunakan pada kegiatan praktikum menjadi keunggulan dalam penelitian ini karena belum ada penelitian sebelumnya yang menggunakan metode pembelajaran praktikum dengan alat konversi energi panas ke listrik.  Kegiatan praktikum dilakukan pada dua topik pembelajaran atau sebanyak dua kali praktikum.  Pada kegiatan praktikum topik satu mengenai spesifikasi satuan modul thermoelectric generator dan pada kegiatan praktikum topik dua mengenai rangkaian thermoelectric generator untuk menyalakan lampu LED. Data diuji dengan analisis N-gain, uji normalitas, uji Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-test dapat diketahui bahwa nilai signifikasi sebesar 0,00 yaitu kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan praktikum konversi energi panas

    Modification of Sensor Sensitivity of Magneto-Impedancy on Multilayer [Ni80Fe20/Cu]N as result of Electro-Deposition

    No full text
    Multilayer sensor sensitivity [Ni80Fe20/Cu]N as results of electro-deposition on Cu wire has been modified by several variables; namely (i) the frequency of measurement, (ii) the number of iteration N on the system [Ni80Fe20/Cu]N, and (iii) the thickness of the spacer layer of Cu. If applied as a magnetic sensor, the measured sensor sensitivity can be calculated using the formula; ξ = 2 [(ΔZ/Z)max]/ΔH. The results of the sensitivity calculations show that the increase in the ratio of magneto-impedance directly proportional to the sensitivity of the sensor. To modify the frequency of the sample [Ni80Fe20(800nm)/Cu(300 nm)]3, the measurement sensitivity increases with increases in frequency. And the highest sensitivity is obtained 8.91%/ mT at a frequency of 100 kHz. Similar results were obtained in the variation of the number of iteration N multilayer [Ni80Fe20 (800 nm) / Cu (300 nm)]N. Senitifitas measurements at a frequency of 100 kHz and the highest number of iteration (N=5) obtained the highest sensitivity, which is 26.63%/mT. Furthermore, the sensitivity of the sensor showed a tendency to decrease with the increase in the thickness of the spacer Cu in multilayer [Ni80Fe20 (800 nm)/Cu (y nm)]3. Finally, the highest sensitivity was obtained 53.75% / mT for most thin thickness of the spacer Cu (y = 200 nm) which is the highest value in the whole of this experimentKeywords: Sensor Sensitivity, Ni80Fe20 , Frequency Measurement, Iteration Number, Spacer C

    Analisis Kemampuan Literasi Numerasi melalui Penyelesaian Soal Cerita Matematika pada Peserta Didik Kelas IV SD N Tugu Jebres No.120 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    Guru SD N Tugu No.120 Jebres Surakarta dan siswa kelas empat berpartisipasi dalam penelitian ini selama bulan Juni dan Juli. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Siswa kelas 4 SD N Tugu No.120 Jebres Surakarta diwawancarai untuk penelitian ini. Tim peneliti menggunakan wawancara, catatan lapangan, dan bahan lain untuk menyusun temuan mereka. Reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi semuanya diperiksa untuk menentukan keandalan informasi yang digunakan dalam penelitian ini. Pertama, penelitian ini menemukan bahwa sebagian siswa kelas empat SD N Tugu Jebres No.120 masih berkutat dengan “tiga indikator literasi matematika” (a) merumuskan masalah secara matematis; (b) menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematis; dan (c) menafsirkan, menyimpulkan, dan merefleksi hasil matematika. Siswa kelas IV di SD N Tugu Jebres No.120 memiliki akses ke sejumlah sumber daya yang membantu mereka menjadi pemecah masalah berhitung dan mampu dalam soal cerita dengan pecahan
    corecore