142 research outputs found
CHIZIQLI FUNKSIYA VA UNING GRAFIGI
Chiziqli funksiya deb, у = kx + b ko'rinishidagi funksiyaga aytiladi, bu yerda к va b — berilgan sonlar. b = 0 bo'lganda chiziqli funksiya у = kx ko'rinishga ega bo'ladi va uning grafigi koordinatalar boshidan o'tuvchi to'g'ri chiziq bo'ladi. Bu dalilga asoslanib, у — kx + b chiziqli funksiyaning grafigi to'g'ri chiziq bo'lishini ko'rsatish mumkin. Ikki nuqta orqali birgina to'g'ri chiziq o'tganligi sababli у = kx+b funksiyaning grafigini yasash uchun shu grafikning ikki nuqtasini yasash yetarli bo'ladi
Uning-uningan Dalam Horja Tindang Saur Matua Di Bius Si Onom Ompu Bakara Kabupaten Humbang Hasundutan
Horja Tindang Saur Matua adalah sebuah upacara adat kematian dengan
tahap paling tinggi dalam masyar akat Batak Toba di lingkup Bius Si Onom Ompu
Bakara yang menghadirkan Uning Uningan dalam iringan upacara. Upacara ini
secara khusus diatur dan dijalankan oleh Bius Si Onom Ompu . Bius Si Onom
Ompu adalah kumpulan 6 Marga yang didirikan oleh Raja Sisingaman garaja,
dimana ke enam Marga ini yakni; Bakara, Sinambela, Sihite, Simanullang,
Marbun dan Simamora. Dari beberapa aspek kebudayaan serta adat istiadat yang
dijalankan oleh Bius Si Onom Ompu , Penulis menyorot Musik yang disebut
Uning U ningan yang digunakan pada upacara adat Horja Tindang Saur Matua .
Penulis merumuskan masalah menjadi dua, yakni; 1. Bagaimana bentuk
lagu Uning uningan dalam Horja Tindang Saur Matua di Bius Si Onom Ompu
Bakara kabupaten Humbang Hasundutan dan 2. Bagaimana fungsi Uning uninga n
dalam Horja Tindang Saur Matua di Bius Si Onom Ompu Bakara Kabupaten
Humbang Hasundutan?. Penulis menggunakan teori dari Carl Edmund Prier
dalam bukunya yang berjudul Ilmu Bentuk Analisa Musik untuk membedah
rumusan masalah yang pertama, serta menggunaka n teori Interaksionisme
Simbolik dari Herbert Blumer. Dalam membedah objek kajian ini, penulis
menggunakan penelitian kualitatif dengan cara observasi, pengumpulan data dan
kemudian mendeskripsikannya melalui pendekatan Etnomusikologi. Melalui
bidang kajia n Etnomusikologi ini, penulis mendeskripsikan fungsi Uning
Uningan dalam masyarakat Bius Si Onom Ompu Bakara sebagai media hiburan,
dan menganalisa bentuk lagu Uning U ningan oleh salah satu grup musik di
Bakara pada sebuah upacara adat Horja Tindang Saur M atua
Uning-uningan dalam horja tindang saur matua di bius si onom ompu bakara Kabupaten Humbang Hasundutan
Horja Tindang Saur Matua adalah sebuah upacara adat kematian dengan tahap paling tinggi dalam masyar akat Batak Toba di lingkup Bius Si Onom Ompu Bakara yang menghadirkan Uning Uningan dalam iringan upacara. Upacara ini secara khusus diatur dan dijalankan oleh Bius Si Onom Ompu . Bius Si Onom Ompu adalah kumpulan 6 Marga yang didirikan oleh Raja Sisingaman garaja, dimana ke enam Marga ini yakni; Bakara, Sinambela, Sihite, Simanullang, Marbun dan Simamora. Dari beberapa aspek kebudayaan serta adat istiadat yang dijalankan oleh Bius Si Onom Ompu , Penulis menyorot Musik yang disebut Uning U ningan yang digunakan pada upacara adat Horja Tindang Saur Matua . Penulis merumuskan masalah menjadi dua, yakni; 1. Bagaimana bentuk lagu Uning uningan dalam Horja Tindang Saur Matua di Bius Si Onom Ompu Bakara kabupaten Humbang Hasundutan dan 2. Bagaimana fungsi Uning uninga n dalam Horja Tindang Saur Matua di Bius Si Onom Ompu Bakara Kabupaten Humbang Hasundutan?. Penulis menggunakan teori dari Carl Edmund Prier dalam bukunya yang berjudul Ilmu Bentuk Analisa Musik untuk membedah rumusan masalah yang pertama, serta menggunaka n teori Interaksionisme Simbolik dari Herbert Blumer. Dalam membedah objek kajian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan cara observasi, pengumpulan data dan kemudian mendeskripsikannya melalui pendekatan Etnomusikologi. Melalui bidang kajia n Etnomusikologi ini, penulis mendeskripsikan fungsi Uning Uningan dalam masyarakat Bius Si Onom Ompu Bakara sebagai media hiburan, dan menganalisa bentuk lagu Uning U ningan oleh salah satu grup musik di Bakara pada sebuah upacara adat Horja Tindang Saur Matua
Paxtachilik Sohasida Ishlab Chiqarish Jarayonlari Samaradorligini Oshirishning Innovatsion Yechimlari Va Uning Foydaga Ta'sirini Baholash
Maqolada global darajadagi muammolar mavjud bo‘lgan hozirgi kunda paxtachilik sohasida mahsulot ishlabchiqarish samaradorligi va paxta xom ashyosi sifat ko‘rsatkichlarini oshirish muhim ahamiyat kasb etishi, uning sohadaishlab chiqarish quvvatlari oshishiga, to‘qimachilik mahsulotlarini chuqur qayta ishlashni yo‘lga qo‘yishga imkon berishihamda pirovardida sohada ishlab chiqarish samaradorligi, foydani oshishga ta'siri o‘rganilgan
JISMONIY TARBIYANING O`RGANILISH TARIXI VA UNING AHAMIYATI
<p>Mazkur maqola jismoniy tarbiyaning o`rganilish tarixi va uning ahamiyati yoritib o'tgan. Shuningdek, maqolada sportning rivojlanish tarixiga oid bo'lgan ko'plab qimmatli ma'lumotlar keltirilgan.</p><p><strong>Kalit so'zlar</strong>: Jismoniy tarbiya tarixi, jamiyat madaniyati, sport tarixi, arxeologik va etnografik manbalar, arxiv materiallari, ilmiy kitoblar, jismoniy madaniyat.</p>
Presentation of Gondang Sabangunan and Uning-Uningan by Sanggar Gemilang Sentosa at the Saur Matua Ceremony in Medan City: Analysis of Musical Function and Structure
This thesis is entitled "Presentation of Gondang Sabangunan and Uning-Uningan by Sanggar Gemilang Sentosa at the Saur Matua Ceremony in Medan City: Analysis of Musical Function and Structure". The purpose of this study is to analyze the function and musical structure of the presentation of Gondang Sabangunan and Uning-Uningan by Sanggar Gemilang Sentosa in Glugur Darat Village, East Medan District, Medan. To answer the above problems, the author uses Bruno Nettl's structural analysis theory, namely about the treasury of tones, scales, tonality, intervals, melodic cantour, rhythm, tempo, and form. Allan P. Merriam's theory about the meaning of use and function in the context of music. The research method used is a descriptive qualitative research method by conducting observations, interviews, and recordings in the field. The results of this study are the death ceremony of Saur Matua which in its traditional event uses gondang sabangunan and uning-uningan.76 PagesSkripsi Sarjan
VIRUSLI GEPATIT B VA UNING PROFELAKTIKASI
Virusli gepatit B - nima? Bu gepatit B virusi tomonidan chaqiriladigan, jigar to’qimasining yallig’lanishi bilan kechadigan,kechishi va oqibati jixatidan bir nechta turlari mavjud bo’lgan virusli kasallik xisoblanadi. Jahon sog‘liqni saqlash tashkilotining ma’lumotiga ko‘ra, Yer shari axolisining 1/3 qismidan ko’pi gepatit B bilan zararlangan. Hozirda gepatit B virusi tashuvchilar soni 350 milliontani tashkil etadi. Bu infeksiya ayniqsa Janubiy sharqiy Osiyo va Afrika davlatlarida keng tarqalgan. Shu boisdan har bir inson o’z sog’ligiga e’tiborsiz bo’lmasligi darkor
PENINGKATAN KREATIVITAS SENI MELALUI BERMAIN MEMBENTUK BEBAS TERARAH PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PEDAGOGIA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seni melalui bermain membentuk bebas terarah pada anak kelompok B di TK Pedagogia Yogyakarta. Kreativitas seni membentuk bebas terarah yang ditingkatkan antara lain originalitas, fleksibilitas, fluency dan elaborasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bersifat kolaboratif. Desain penelitian yang digunakan mengadopsi model spiral dari pendapat Kemmis dan Mc. Taggart (dalam Suharsimi Arikunto) melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek Penelitian Tindakan Kelas berjumlah 17 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Objek penelitian adalah kreativitas seni melalui bermain membentuk bebas terarah. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan membentuk bebas terarah dengan plastisin yang dilakukan secara individu dengan menggunakan tahap bermain paralel play dapat meningkatkan kreativitas seni. Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya kemampuan kreativitas seni membentuk pada kondisi pra siklus berkriteria baik sebanyak 3 anak pada kondisi siklus I mengalami sedikit kenaikan menjadi 5 anak, sedangkan pada kondisi siklus II mengalami peningkatan sebanyak 15 anak, maka tindakan dihentikan karena kemampuan kreativitas seni membentuk bebas terarah sudah mencapai indikator keberhasilan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan antara lain, (1) guru memberikan apersepsi tema, (2) guru memberikan penjelasan secara klasikal tentang cara membentuk dengan plastisin, (3) guru memberikan contoh kemudian anak berkreasi menggunakan media plastisin dan membentuk sesuai sub tema, (4) pembelajaran dilakukan dengan setting kelas baik di dalam maupun di luar kelas dengan tahap bermain paralel play, (5) guru membimbing dalam berkreasi membentuk bebas terarah.
Kata kunci: kreativitas seni, bermain membentuk bebas terarah, TK Kelompok
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DI BIDANG TEKNOLOGI REPRODUKSI (KLONING)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kloning menimbulkan kontroversi, terutama yang bersangkutan dengan kloning manusia. Isu yang mengedepan dan menjadi perdebatan pada forum internasional adalah apakah larangan terhadap kloning manusia bersifat mutlak atau terbatas pada kloning reproduktif manusia. Kloning manusia diidentifikasi menimbulkan beberapa masalah, baik masalah etika dan moral, masalah ilmiah, serta masalah sosial.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Perlukah hukum pidana digunakan untuk membatasi penggunaan teknologi kloning? (2) Bagaimana formulasi tindak pidana tentang kloning manusia?
Penelitian ini ditujukan untuk: (1) mencari landasan untuk menetapkan kebijakan hukum pidana di bidang kloning manusia; (2) merumuskan formulasi ‘tindak pidana’ kloning reproduktif manusia dalam perundang-undangan pidana Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Bahan penelitian meliputi, bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum diperoleh dengan studi dokumen. Wawancara dilakukan untuk melengkapi data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis yang bersifat kualitatif. Kesimpulan ditarik secara deduktif.
Simpulan yang dapat ditarik adalah: (1) Kloning reproduksi manusia merupakan suatu permasalahan sosial yang perlu ditanggulangi oleh hukum pidana. Analisis terhadap perkembangan teknologi cloning (SCNT), perspektif nilai (agama, bioetika dan biomedis, HAM), serta kecenderungan internasional menunjukkan bahwa: (a) Teknologi kloning (SCNT) diidentifikasi bertentangan dengan tujuan pembangunan nasional; (b) dari perspektif agama, bioetika dan biomedis, serta hak asasi manusia, kloning reproduksi manusia tidak dapat diterima; (c) Analisis dari aspek untung dan rugi kerugian potensial lebih banyak dibandingkan manfaat potensial yang didapat; (d) Kriminalisasi terhadap kloning reproduksi manusia tidak secara signifikan menambah beban aparat penegak hukum; (e) Masyarakat internasional sepakat menolak kloning reproduksi manusia dan terhadap kloning terapeutik tidak ada keseragaman pendapat. (2) Formulasi ‘tindak pidana’ kloning manusia dalam perundang-undangan pidana Indonesia terbatas pada kloning reproduksi manusia (reproductive cloning of human beings). Kriminalisasi kloning reproduksi manusia terutama untuk melindungi kepentingan hukum klon, donor dan sumber sel somatic, wanita sebagai donor ovum maupun surrogate mother’.
Kata kunci: kebijakan hukum pidana, kloning reproduktif manusi
- …
