105,328 research outputs found
NILAI-NILAI ŪLŪ AL- ‘AZMI DALAM TAFSĪR IBN KATHĪR
QaṣṣÄs al-Qur’Än merupakan bagian kandungan dari Alquran, yang salah satunya menjelaskan kisah Nabi-Nabi yang digelari Ūlū al-‘Azmi, banyak ulama mengatakan bahwa Nabi-Nabi yang diberi gelar Ūlū al-‘Azmi merupukan Nabi yang sangat sabar terhadap ujian yang Allah Swt., dibanding dengan Nabi-Nabi yang lain, namun apakah dalam Alquran hanya menjelaskan kesabaran saja? Perlu pula untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam kisah  Ūlū al-’Azmi dalam Alquran, penulis menggunakan penaifsiran Ibn  KathÄ«r sebagai mufasir yang condong kepada al-RiwÄyah sebagai sandaran dalam kisah-kisah Alquran. Penelitian ini bersifat kualitatif, yang berbentuk library research.  Kesimpulan dari penelitian ini ialah  nilai-nilai Ūlū al-‘Azmi dalam Alquran meliputi: (1). Bersyukur, (2). Dzi hijr (memiliki daya juang) , (3). Terbuka, (4). Rendah hati, (5). Pembelajar, (6). Gigih, (7). Semangat, (8). Pantang menyerah, (9). Tawakal, (10). Ilahiyah (terkoneksi dengan Allah), (11). Pemenang, (12). Pengendalian diri, (13). Patuh, (14). Tunduk, (15). khusyu, (16). Keyakinan, (17). Lembut hati, (18). Sopan, (19). Keteguhan, (20). Keistiqamahan, (21). Teladan, (22). Tidak pengecut dan (23). Tangguh
Membudayakan profesionalisme guru Pendidikan Islam yang cemerlang
Membudaya profesionalisme guru Pendidikan Islam memberi maksud untuk membiasakan sesuatu tingkah laku yang baik supaya berbudaya atau beradab dengan sifat kemampuan, kemahiran, dan cara pelaksanaan sebagaimana yang sewajarnya dilakukan oleh seorang yang bersifat profesional (Anom, 2005). Tingkah laku profesional tersebut pula dikaitkan dengan tatacara kehidupan guru Pendidikan Islam yang berlandaskan di atas landasan cemerlang guru dari perspektif Islam (Jasmi, Kamarul Azmi, 2008d; Jasmi, 2010; Jasmi & Nawawi, 2012).Tulisan ini akan cuba mengupas sikap membudayakan profesionalisme guru Pendidikan Islam yang cemerlang yang terdiri daripada budaya pengajaran yang cemerlang yang berinovasi (Tamuri, Ab. Halim et al., 2004; Tamuri, Ab Halim et al., 2012b; Sulaiman & Jasmi, 2013; Nawawi & Jasmi, 2013; Jasmi & Salleh, 2013; Jasmi, 2013; Ilias et al., 2013), budaya kecekapan bertahap tinggi (Shuib, 2006; Abdullah & Ngang, 2006), budaya sosial yang versatile (Jasmi et al., 2007; Zaid & Jasmi, 2012), dan budaya keilmuan yang bertaraf mampan (Jasmi & Tamuri, 2007c; Jasmi, Kamaru Azmi, 2014)
Konsep Ulu Al-‘Azmi menurut Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an Karya Al-Qurthubi
Ulu al-‘Azmi adalah gelar yang di berikan kepada rasul yang memiliki kesabaran dan keteguhan. Sebagaimana kebanyakan orang tahu bahwa jumlah rasul yang termasuk kedalam ulu al-‘Azmi yaitu lima orang antara lain Nabi Nuh a.s, Ibrahim a.s, Musa a.s, Isa a.s dan nabi Muhammad Saw. Namun di balik semua itu banyak sekali pendapat yang menyatakan lebih dari lima nabi sebagaimana kebanyakan orang tidak tahu. Dalam tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an dijelaskan amat mendetail mengenai ulu al-‘Azmi. Menurutnya yang di sebut dengan ulu al-‘Azmi adalah para rasul yang telah diberi syari’at oleh Allah SWT dan diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada seluruh manusia yaitu berupa tauhid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keistimewaan di banding dengan yang lainnya karena pada dasarnya setiap nabi memiliki tingkat kesabaran dan keteguhan yang lebih dari manusia biasa.
Metode penelitian yang dilakukan penulis yaitu menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan memaparkan dan menggambarkan masalah penelitian melalui penafsiran ayat-ayat tentang ulu al-‘Azmi dan menganalisanya dengan bahan atau data yang sesuai dengan pokok kajian. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu kitab tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Alquran dan data sekunder berupa buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan ulu al-‘Azmi. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara studi pustaka atau penelaahan terhadap berbagai buku literatur, catatan ilmiah maupun laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan di Analisa.
Hasil dari penelitian ini antara lain untuk menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca mengenai ulu al-‘Azmi. Karena seolah-olah jumlah ulu al-‘Azmi ini kebanyakan sepakat berjumlah lima orang, dan nabi yang termasuk golongan ulu al-‘Azmi ini adalah para nabi yang sabar dan memiliki keteguhan lebih, pernyataan itu penulis rasa kurang tepat karena hanya berpacu kepada kata azm nya saja tanpa melihat bagaimana konteks ayat yang terdapat dalam ayat tentang ulu al-‘Azmi ini. Padahal kita tahu banyak sekali nabi-nabi yang lebih sabar di banding dengan nabi yang lima orang itu, sebagai misal yaitu Nabi Ayyub ‘a.s yang amat sabar ketika diberi cobaan berupa kehilangan keluarga, harta, dan di turunkan penyakit yang tak kunjung sembuh dan beliau bisa melewati itu semua. Namun sebagaimana di atas nabi Ayyub ‘as tidak termasuk ke dalam golongan ulu al-‘Azmi. Dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu yang di sebut dengan rasul ulu al-‘Azmi tak hanya di lihat dari kesabaran maupun keteguhannya melainkan ada indikator lain yang melatar belakanginya yaitu tugas berupa Syariat
Pengaplikasian E-Book dalam Memperkenalkan Nabi Ulul Azmi Kepada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan kisah Para Nabi Ulul Azmi kepada siswa tingkat sekolah dasar dengan mengaplikasikan penggunaan E-Book atau Buku Digital. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi langsung. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN Sukamana. Penelitian ini mendapatkan hasil temuan dari pemanfaatan e-book menggunakan teknik penyebaran angket. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan e-book berbasis web dengan melakukan penelusuran laman google secara mandiri tanpa bantuan. Kegiatan pembelajaran agama di sekolah dasar kelas tinggi masih dilaksanakan secara individu, dan pembelajaran sepenuhnya masih bergantung kepada guru. Untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam belajar tentang Nabi Ulul Azmi, peneliti menggunakan e-book untuk membantu para peserta didik belajar secara mandiri dalam memahami materi Nabi Ulul Azmi dan mengaplikasikan hal positif di kehidupan sehari-hari. Penggunaan media pembelajaran buku berbasis digital atau e-book dapat membantu dan menunjang pembelajaran, karena pembelajaran menjadi lebih mudah diaplikasikan dan peserta didik semakin mudah memahami materi melalui media pembelajaran yang menarik. Media ilustrasi pada e-book memiliki fungsi sebagai media pengajaran yang mendatangkan manfaat serta perubahan dalam dunia pembelajaran
Pendidikan kesabaran para Nabi Ulul Azmi dalam Al-Quran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana: 1) Kisah Para Nabi Ulul ‘Azmi Dalam Al Quran. 2) Pendidikan Kesabaran Para Nabi Ulul Azmi Dalam Al Quran.
Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif, dengan Penelitian Kepustakaan(library research)menggunakan Alquran sebagai sumber Primer didukung oleh beberapa tafsir dan buku-buku terkait .
Adapun Hasil temuan dalam Penelitian ini adalah: 1) Kisah Nabi Ulul ‘Azmi dalam Alquran Secara umum adalah menjelaskan tentang dakwah yang mengajak kaumnya untuk bertauhid kepada Allah.Adapun kaum atau ummat yang dihadapi adalah yang sangat keras kepala, sombong dan raja yang zalim.
2) Pendidikan Kesabaran Para Nabi Ulul ‘Azmi Ulul Azmi mencakup: a). Pengertian Kesabaran, b). Kesabaran Dalam Pengertian Waktu, c). Lebih Mencintai Allah Daripada Anak. d). Kesabaran Psikologis. e). Sabar Dalam Pengertian Kasih Sayang, dan f). Antara Ketegasan dan Kelembutan
Maktabat Al Muthanna Baghdad Feb-May 1962
On the same date, Ali Al-Mansouri issued an official financial statement confirming that the Al-Khanji Foundation owed a total of 11.375.أصدر علي المنصوري بيانًا ماليًا رسميًا بتاريخ 25 نيسان 1962 يُفيد بأن مؤسسة الخانجي مدينة بمبلغ إجمالي قدره 11,375
Konsep Ulul dalam Al-Qur'an (Al-Bab, Nuha, Azmi, Abshar)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep cara berfikir Ulul Albab, Ulil Al-Azmi, dan An-Nuha, dalam Al-Qur’an. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan(library research) atau peneliti menggunakan yang dilakukan dengan cara: 1) membaca, 2) mengkaji, 3) menyajikan data, 4) menganalisis dan menafsirkan, 5) menyimpulkan ayat al-qur’an yang berkaitan dengan akal pikiran manusia
Syarah 'Aqidatu al-Thahawi
Buku ini membahas mengenai akidah dan ilmu kalam. Pembahasannya meliputi: mengimanai apa yang dibawa Rasulullah SAW, macam-macam tauhid, Akhlak, mu'tazilah, kalam (Qur'an) sebagai makhluk, melhat Allah, asal usul agama, mahabbah dan ridha, rasul ulul azmi, tingkatan cahaya keimanan di dalam hati, hukum beriman tanpa adanya amal, ruh dan jiwa, kekalnya neraka, pahala sedekah, syaithan, takhrij hadits oleh Syaikh nashiruddin al-Albani, dan lain-lain
PENERAPAN PENDEKATAN BCCT (BEYOND CENTER AND CIRCLE TIME) DALAM MENGEMBANGKAN MULTIPLE INTELLIGENCES ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK BERMAIN AL-AZMI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pendekatan BCCT dalam pendidikan anak usia dini, khususnya pada kelompok bermain Al-Azmi. Penelitian berkembang seiring dengan penerapan pendekatan BCCT dalam mengembangkan multiple intelligences anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk memaparkan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan BCCT pada Kelompok Bermain Al-Azmi. (2) untuk memaparkan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan BCCT pada Kelompok Bermain Al-Azmi. (3) untuk memaparkan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan BCCT pada Kelompok Bermain Al-Azmi. (4) untuk memaparkan bentuk perkembangan multiple intelligences anak usia dini melalui penerapan pendekatan BCCT pada Kelompok Bermain Al-Azmi. (5) untuk memaparkan faktor-faktor apa saja yang menjadi Pendorong dan penghambat dalam penerapan pendekatan BCCT dalam mengembangkan multiple intelligences anak usia dini pada Kelompok Bermain Al-Azmi.
Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari konsep Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), konsep BCCT (Beyond center and circle time), dan konsep multiple intelligences.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah sembilan orang responden, yakni satu orang ketua, satu orang sekertaris, satu orang tutor, tiga orang tua warga belar, dan tiga warga belajar kelompok bermain Al-Azmi.
Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan, diperoleh hasil penelitian mengenai : (1) Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan BCCT, melalui enam tahapan, diantaranya: tujuan, materi, metode, media, waktu, dan tempat. (2) Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan BCCT, terdiri dari empat tahapan, yaitu: pijakan lingkungan sebelum main, pijakan lingkungan, pijakan sebelum main, pijakan saat main, dan pijakan setelah main. (3) Evaluasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan BCCT terdiri dari dua, yaitu: evaluasi hasil pembelajaran dan evaluasi program. Evaluasi hasil pembelajaran pada kelompok bermain Al-Azmi dilakukan dengan empat cara, yaitu: pengamatan, portofolio, pencatatan anekdot serta pemberian tugas. (4) Bentuk pengembangan multiple intelligences anak usia dini melalui pendekatan BCCT, terdiri dari pengembangan kecerdasan linguistik-verbal, kecerdasan logika-matematik, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan spiritual. (5) faktor-faktor pendorong dan penghambat penerapan pendekatan BCCT pada kelompok bermain Al-Azmi, diantaranya: tutor, pengelola (lembaga), warga belajar, orang tua, dan program PAUD kelompok bermain Al-Azmi.
Dari seluruh rangkaian penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa multiple intelligences anak menjadi lebih berkembang setelah mengikuti kegiatan belajar/bermain menggunakan pendekatan BCCT pada kelompok bermain Al-Azmi
Al-Quran dan geologi
Dalam Al-Quran ada dinyatakan mengenai geologi dan juga geografi yang kedua-duanya memainkan peranan penting bagi mengekalkan keseimbangan bumi. Oleh itu, perbincangan dalam bab ini ditumpukan kepada definisi geologi dan geografi. Selain itu, dalam al-Quran ada juga disebutkan gunung sebagai pasak, ciri fizikal gunung, pergerakan gunung, pergerakan benua, pembentukan gunung berapi di bawah laut, gempa bumi, pengajaran di sebalik kejadian gempa bumi dan gunung berapi, dan kemenangan byzantine. Kesemuanya dibincangkan kerana mempunyai kaitan antara satu sama lain
- …
