240 research outputs found
Kontruksi pesan dakwah flim "Satu Amin Dua Iman" dalam media streaming WeTV
Penelitian ini bersifat kualitatif dan bertujuan untuk memahami kontruksi pesan dakwah yang terdapat dalam Film Satu Amin Dua Iman. Peneliti menggunakan model analisis framing dengan teknik dengan teknik pengumpulam data observasi dan dokumentasi.. Berdasarkan analisis framing model William A. Gamson dan Modigliani pada film “Satu Amin Dua Iman” yang mengisahkan tentang dua orang yang saling mencintai namun terhalang oleh keyakinan. Maka framing yang dibentuk oleh sutradara, mengenai peristiwa konversi agama salah satunya dengan faktor social lingkungan yaitu sering bertemunya Arya dan Aisya dalam satu acara. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa dalam film“ Satu Amin Dua Iman” cenderung membangun/mengkonstruksi kategori pesan akidah yaitu, keyakinan kepada Allah SWT akan kuasa-Nya dan mengucapkan syahadat bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Adapun akhlak yakni: cara berpakaian orang muslim, sholat tepat waktu dan etika berjabat tangan dengan lawan jenis. Dan yang termasuk untuk kategori syariah yaitu niat hijrah dijalan Allah dan istiqomah dalam ketaqwaan dan beribadah. Rekomendasi dalam skripsi ini diharapkan dapat dijadikan acuan peneliti selanjutnya yang juga meneliti pesan dakwah dalam flim “Satu Amin Dua Iman” dalam media streaming WeTV agar menggunakan metode analisis yang lain nya dan bisa menggali lebih dalam lagi pembahasan penelitian didalamnya
Iman kepada Allah (proses munculnya iman sad,dzan dan ilmu)
Kata iman tersusun dari tiga huruf (hamzah-mim-nun), Kemudian disebutkan dalam kitab Mu’jam Mufahros jumlah keseluruhan ayat di dalam Al-Qur’an tempat dimana kata-kata berakar pada huruf a-m-n ada 387.3 Sedangkan kata iman itu sendiri mempunyai arti membenarkan atau mempercayai.
Iman kepada Allah adalah percaya sepenuh hati akan eksistensi Allah dan keEsaannya dan mengikuti sesuai dengan tuntutan atau bimbingan Tuhan dan Rasulnya. Rasulullah mengajarkan keimanan secara totalitas; dengan hati, lisan, dan perbuatan. Artinya kepercayaan dan keyakinan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala harus dibarengi dengan perbuatan-perbuatan yang baik (amal shalih) dalam setiap kesempatan dan di manapun berada. Sebagai umat yang memeluk ajaran Islam kita harus meyakini akan keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Kita sebagai manusia dimana makhluk paling sempurna memiliki kelebihan untuk berfikir dengan akal yang diberikan Allah kepada kita umatnya.
Hampir-hampir umat Islam terfokus pada kajian iman dalam pengertian yang terbatas, parsial dengan melihat aspek iman hanya persoalan teologis kepada Allah, Rasul, kitab-kitab, malaikat, hari kiamat dan takdir. Padahal al-Qur’an mulia dan hadis-hadis tentang iman menyatakan secara tegas bahwa iman selalu dikaitkan dengan amal saleh dan akhlak
Solesteps : sneakers / Muhammad Haikal Amin Azian Amin ...[et al.]
This business plan will introduce SOLESTEPS. SOLESTEPS is a new brand introduced from Kuala Lumpur. SOLESTEPS is a brand that sells sneakers for Malaysian people that can suit with their daily life. SOLESTEPS have a wide target market. SOLESTEPS target market is Malaysian adult people. The sneakers that SOLESTEPS sells can be wear by adults. SOLESTEPS also will only sell the sneakers in Malaysia because SOLESTEPS does not have a plan to sell it internationally. The materials that SOLESTEPS use is high quality because its imported. SOLESTEPS offers product that made of high quality material and with affordable price. SOLESTEPS choose this range of price because SOLESTEPS is a new company in the market. Hence, SOLESTEPS need to find and give good first impression to its first customers so that they would continue to support SOLESTEPS sneakers in the future. This kind of service would attract more customer in the future so that the brand can continuously grow in the market. SOLESTEPS is confident that it can make profit by using this strategy. This is because SOLESTEPS has conducted a lot of researches and studies before deciding to establish this business. During the planning stage, SOLESTEPS has discover various and attractive ways to attract customers in the market. This would help SOLESTEPS to plan an efficient marketing and production strategy so that it can generate profit from the product sales. SOLESTEPS choose to open its first boutique in Cheras because of its strategic location. Cheras has a high amount of people population which is SOLESTEPS target market. Cheras is also located at the centre of Kuala Lumpur which connects with the main highway to the city. This way, people would see SOLESTEPS store when they are passing by the highway
Upper bound of second Hankel determinant for subclass of close-to-convex functions / Muhammad Fazrul Azmi... [et al.]
Geometric function theory is an extraordinary area of complex analysis. This area of
study is more often associated with geometric properties of analytic function such as
extremal properties, radius properties, representation theorem and coefficient bound.
Many researchers raised the interest in studying properties in different classes that have
been introduced. In this research, we focus on defining new subclasses of analytic
functions, L(a,<5,t,s) afterwards determining the upper bound of second Hankel
determinant for the selected class of function
Perkembangan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Tahun 1936-2015
ABSTRAK Pondok Pesantren (PP) merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pendidikan di Indonesia. PP. Al-Amin merupakan salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang sehingga menarik untuk dikaji, hal ini dikarenakan dari faktor pendirinya yang merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yaitu KH. Muhammad Amin Musthofa, atas kegigihannya dalam melawan penjajah serta mengajarkan Islam di Lamongan, namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Lamongan. PP. Al-Amin yang berdiri tahun 1936 merupakan pesantren tertua kedua di Lamongan setelah PP. Tarbiyatut Tholabah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Paciran, (2) mendeskripsikan perkembangan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Paciran Lamongan Tahun 1936-2015.Penilitian ini menggunakan metode penelitian historis yang terdapat lima tahapan, yaitu: pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan data, dalam hal ini penulis menggunakan teknik wawancara, studi kepustakaan serta dokumentasi, setelah itu dilakukan kritik, yaitu kritik ekstern dan intern, selanjutnya tahap interpretasi atau penafsiran data, dan yang terakhir adalah historiografi yaitu penulisan sejarah berdasarkan data-data yang telah diperoleh.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diperoleh tiga kesimpulan. Pertama, PP. Al-Amin didirikan oleh KH. Muhammad Amin Musthofa pada tahun 1936 di Desa Tunggul - Paciran - Lamongan. Pada awal berdirinya PP. Al-Amin hanya berupa sebuah surau kecil yang diberi nama Al-Iman wal Islam, yang kemudian berganti nama menjadi Al-Amin. Kedua, PP. Al-Amin telah mengalami enam kali pergantian kepemimpinan, yaitu: KH. Muhammad Amin Musthofa (1936-1949), KH. Abdurrahman Syamsuri (1949-1952), KH. Ahmad Hazim Amin (1957-1966), KH. Abdul Wahab Adelan (1966-1967), KH. Sabiq Suryanto Amin (1967-1972), KH. Miftahul Fattah Amin (1972-2015). Ketiga, berdirinya PP. Al-Amin di Desa Tunggul memberi dampak positif terhadap masyarakat dari berbagai aspek terutama dari aspek pendidikan keagamaan. Sebelum berdirinya PP. Al-Amin masyarakat Desa Tunggul belum banyak yang memeluk ajaran Islam murni, kemudian setelah masuknya KH. Muhammad Amin Musthofa perlahan masyarakat mulai banyak yang memeluk agama Islam. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang PP. Al-Amin dengan tema yang lain. Salah satu contohnya yaitu tentang Perkembangan dari aspek bangunan fisik dari awal berdirinya pesantren yaitu tahun 1936 sampai tahun 2015 serta biografi KH. Muhammad Amin Musthofa yang merupakan pendiri PP. Al-Amin
Pesan Dakwah dalam Novel di Antara Dua Sujud Karya Muhammad Irata
Novel dengan gaya bahasa yang menarik mampu membuat pembaca
masuk dalam imajinasi dan merasakan kisah apa yang tertulis dalam novel
tersebut. Salah satu novel yang menarik untuk dibaca adalah novel Di Antara Dua
Sujud Karya Muhammad Irata, merupakan novel genre romance yang mana di
dalamnya juga terdapat pesan-pesan dakwah. Terkait hal tersebut, tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja pesan-pesan dakwah yang
terkandung dalam novel tersebut. Penelitian ini merupakan library research
dengan metode kualitatif, yang digunakan untuk mendapatkan data secara
mendalam pada suatu data yang mengandung makna. Data yang terkumpul
melalui teknik numerik dan narasi diolah dengan teknik coding yang selanjutnya
dilakukan analisis isi kualitatif dari novel Di Antara Dua Sujud Karya Muhammad
Irata sebagai objek pada penelitian ini. Pesan yang terdapat pada novel ini yaitu
pesan aqidah meliputi Allah Maha Pengampun, Maha Penolong, percaya terhadap
kitab-kitab_Nya, hari akhir dan ketetapan-Nya. Pesan lain berupa syariah meliputi
taharah dan salat, serta pesan akhlak berupa etika berdakwah. Berdasarkan data
dan hasil analisis disimpulkan bahwa pesan dakwah yang terkandung dalam novel
Di Antara Dua Sujud Karya Muhammad Irata meliputi aqidah, syariah, dan
akhlak. Aqidah terdiri dari keimanan kepada Allah bahwa Allah Maha
Pengampun dan Maha Penolong, iman kepada Kitab-kitab-Nya, Hari Akhir, serta
Qada dan Qadar. Adapun syariah terdiri dari ibadah dan muamalah dan akhlak
yaitu berdakwah menyampaikan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Untuk itu
disarankan bagi pembaca untuk bisa mengambil isi pesan dari novel ini bukan
hanya untuk sekedar membacanya saja
KONSTRUKSI PENAFSIRAN KONSEP ISLAM MUHAMMAD SYAḤRŪR DAN IMPLIKASINYA DALAM MELIHAT FENOMENA AKSI BELA ISLAM
Salah satu kajian Syaḥrūr yang menarik adalah pembahasan tentang islammuslim
dan iman-mu‟min. Menurutnya, dalam beberapa tempat istilah-istilah
antara muslim-mu‟min dan islam-iman seringkali bercampur aduk dan maknanya
tidak dibedakan antara keduanya. Muslim seringkali dijadikan mu‟min, sedangkan
mu‟min dijadikan muslim, semuanya dianggap sebagai pengikut Muhammad.
Islam selama ini di dalam masyarakat banyak dimaknai hanya sebagai suatu
agama keyakinan yang dibawa Nabi Muhammad. Menurut Syahrur, islam dan
iman merupakan dua hal yang berbeda. Islam selalu lebih dulu daripada iman dan
muslimin tidak terbatas hanya pengikut Muhammad.
Secara garis besar, penelitian ini berupaya untuk mengkaji tentang
konstruksi konsep Islam menurut Muhammad Syahrur. Kajian tentang konsep
islam menurut Syahrur tersebut kemudian akan digunakan untuk melihat
fenomena Aksi Bela Islam. Aksi Bela Islam diikuti oleh ribuan orang yang
mengatasnamakan Islam berkumpul melakukan aksi demonstrasi. Dalam hal ini
penamaan aksi dengan nama Aksi Bela Islam mewakili pemahaman mayoritas
masyarakat tentang term dan konsep Islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-analitis,
sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
politik Islam dominan. Dalam penelitian ini penafsiran Islam menurut Muḥammad
Syaḥrūr akan dideskripsikan atau dipaparkan secara rinci dan kemudian dianalisis
dengan kritis dan sistematis dengan pendekatan politik islam dominan kemudian
digunakan untuk membaca fenomena Aksi Bela Islam.
Dengan berpijak pada rumusan masalah dan dikaji dengan metode serta
penelitian tersebut, penelitian ini menyimpulkan dua hal sebagai berikut. Pertama,
pemaknaan konsep Islam menurut Muhammad Syahrur sejatinya tidak hanya
terbatas pada agama yang yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan muslim tidak
hanya pengikut Muhammad. Islam sudah ada jauh sejak jaman Nabi Nuh. Hal ini
didasari dari kajian Syahrur terhadap Tanzil Hakim. Berbeda dengan pengertian
Islam yang mayoritas dipahami di masyarakat. Salah satu gambarannya adalah
terjadi dalam sebuah aksi demo yang mengatasnamakan Aksi Bela Islam. Istilah
Islam dalam Aksi Bela Islam tersebut dimaknai terlalu sempit yaitu Islam sebagai
sebuah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Jika melihat dengan konsep
Islam menurut Syahrur, definisi Islam dalam penamaan aksi tersebut kurang
sesuai. Namun di sisi lain, aksi bela islam tersebut juga membawa nilai-nilai
keislaman seperti kedamaian dan keselamatan. Kedua, politisasi atas Islam sangat
disayangkan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syahrur bahwa jika ada yang
mempolitisasi Islam maka sesungguhnya Islam dan politik keduanya sama-sama
akan sia-sia
Epistemologi Pengembangan Pemikiran Islam Menurut Muhammad Abid Al-Jabiry
Era globalisasi masa kini umat Islam sedunia secara otomatis bersentuhan denganbudaya dan keyakinan yang berbeda-beda. Dunia pemikiran Islam pasca kodifikasi (tadwin)terhadap karya-karya ilmiah terutama ilmu-ilmu keislaman abad 2/3 H-7/8M hingga kinimerupakan cermin sekaligus manifestasi dari sejarah panjang pergulatan para sarjana muslimbaik dalam bidang: filsafat, teologi, ideologi, hukum, medis, serta bidang-bidang lain hasilpengembangan sains.Fokus Persoalan aliran epistemologi modern yang dimotori oleh Descrates adalahmempertentangkan secara tegas antara dunia “subyek dan obyekâ€, Ciri utama adalah menekankanpada “kenyataanâ€, bahwa manusia dapat merasa yakin-mengalami keraguan sekalipun itu adalah:keberadaan dirinya sendiri. Sedangkan Muhammad Abid al-Jabiry mengharap perlu membangunmetodologi tersendiri terhadap tradisi Islam (turath Arab).maka al-Jabiry membuat proyek besardan ambius (Naqd al-Aql al-Araby), tegasnya al-Jabiry ingin mengungkapkan kecenderunganepistemologi yang berlaku dikalangan bangsa Arab Islam, yakni bayani, irfani, dan burhani
Prevalence of Potentially Pathogenic Bacteria in Rodent Populations Near Natural Water Bodies From Sarawak
The gut microbiota of rodents forms a dynamic ecosystem within the gastrointestinal tract, actively contributing to the host’s physiological processes. The gut microbiome composition of wild rodents in particular could be influenced by external environmental factors. However, the specific determinants within the environments that directly affect the gut environment of wild rodents remain uncertain. One such influential factor could be natural water bodies, where bacterial communities can exploit the readily available organic matter for growth and circulate with the surrounding rodent populations. Additionally, rodents are known to be natural reservoirs of pathogenic bacteria due to their synanthropic nature and can transmit them through various pathways. Hence, this study aims to characterise the gut microbiome of wild rodents near natural water bodies and to identify pathogenic bacteria within the gut environment. To achieve these objectives, sampling was conducted across forested areas throughout Sarawak. Faecal samples of wild rodents were collected from a total of five sampling sites located near human settlements, accompanied by water quality sampling of natural water bodies across these localities. Nanopore sequencing was performed on the extracted faecal DNA for the characterisation of the gut microbiome of 16 wild rodent individuals belonging to six different species. A total of 1052 bacterial genera were detected, contributing to the gut microbiota of rodents at varying compositions and abundances. The most prominent bacterial families include Lachnospiracea, Lactobacillaceae and Oscillospiraceae, belonging to the phylum Bacillota. They could be considered members of the core rodent gut microbiome due to their high prevalence across various rodent individuals. Also, potentially pathogenic bacteria were detected, and they represent 11% of the total overall abundance. 51 potentially pathogenic bacterial genera, comprising of 774 species, that can cause zoonotic diseases were detected from all sampling
iv
sites, notably from the genera Clostridium, Klebsiella and Helicobacter. Additionally, while water quality parameters did not exhibit a significant association with the alpha diversity of the gut microbiome or the abundance of pathogenic bacteria, the genus Enterococcus displayed a positive correlation with biochemical oxygen demand. Overall, the characterisation of the gut microbiome of wild rodents across different localities revealed distinct variations. The site-specific bacterial species detected in this study highlights the potential environmental influences on the gut microbiota. This includes the detection of pathogenic bacteria that could potentially transmit to nearby human settlements, implying considerable health concerns
Pembinaan dan Pemantauan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kabupaten Pesawaran, Lampung: Coaching and Monitoring for a Healthy Boarding School at Nurul Iman Islamic Boarding School, Pesawaran District, Lampung
Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis.
Hasil: Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran
Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis.
Hasil: Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan pesantren sehat yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meliputi 3 kegiatan yakni persiapan, Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMP) dan kunjungan ke poskestren Nurul Iman. Hasil kunjungan pembinaan dan pemantauan Poskestren menunjukkan bahwa pengelola dan kader Poskestren Nurul Iman telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan pesantren sehat. Namun, masih terdapat beberapa aspek dalam pesantren sehat yang masih perlu diperhatikan. Pesantren Nurul Iman belum mempunyai struktur organisasi poskestren, sarana tempat cuci tangan di dalam poskestren, media edukasi dan masih adanya pemberian obat antibiotik yang tidak disertai resep dokter.
Kesimpulan: Poskestren Nurul Iman telah melaksanakan dan mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Namun, ditemukan beberapa aspek yang masih harus diperbaiki dan ditindak lanjuti. Sehingga, Poskestren Nurul Iman masih perlu pembinaan dan pemantauan rutin oleh Puskesmas Kalirejo dalam menjalankan fungsinya
- …
