215 research outputs found

    MODEL WARMING UP BERBASIS PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 6-8 TAHUN. (PENELITIAN Pada Siswa -siswi Sdn Cipinang Besar 05 Pagi)

    Full text link
    RINGKASAN MOCH ULIL AZMI, “MODEL WARMING UP BERBASIS PERMAINAN UNTUK ANAK USIA 6-8 TAHUN”, Program Studi Ilmu Keolahrgaan Olahraga Rekreasi, Fakultas Ilmu olahraga Universitas Negeri Jakarta. Ringkasan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model warming up berbasis permainan untuk anak usia 6-8 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) menurut Sukmadinata, dimana penelitian menggunakan 3 tahapan yaitu studi pendahuluan, uji coba terbatas dan uji coba lebih luas, uji produk dan sosialisasi hasil. Hasil penelitian ini menghasilkan produk yang berupa model warming up bermain melalui permainan untuk anak usia 6-8 tahun sebanyak 24 model yang telah di uji cobakan dalam kelompok kecil melibatkan 20 siswa-siswi kelas bawah Sekolah Dasar Negeri Kayu Putih 03 Pagi dan uji coba kelompok besar melibatkan 30 siswa-siswi kelas bawah Sekolah Dasar Negeri cipinang besar utara 05 Pagi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model warming up berbasis permainan ini layak diterapkan dan digunakan. Hasil akhir dari model warming up berbasis permainan untuk anak usia 6-8 tahun berupa buku model warming up berbasis permainan. Kata Kunci: Permainan, warming up, anak usia dini. ABSTRACT MOCH ULIL AZMI, "GAME-BASED WARMING UP MODELS FOR BEST ON GAMES FOR CHILDREN 6-8 YEARS", Jakarta, Study Program of Recreational Sports Sport Science, Faculty of Sport Science, State University of Jakarta. Abstract. This study aims to create a game-based warming up model for children aged 6-8 years. This research method uses research and development (R&D) methods according to Sukmadinata, where the research uses 3 stages, namely preliminary studies, limited trials and wider trials, product tests and results socialization. The results of this study produce a product in the form of warming up playing through games for children aged 6-8 years as many as 24 models that have been tested in small groups involving 20 students in the lower grade of SDN cipinang besar utara 05 Pagi and large group trials involving 30 students in the lower class at Sekolah Dasar Negeri cipinang besar utara 05 Pagi. Based on the results of the study showed that the game-based warming up model is feasible to be applied and used. The final result of the game-based warming up model for children aged 6-8 years is in the form of a game-based warming up model book. Keywords: Games, warming up, early childhood

    Study analisis terhadap pendapat Yusuf Qardhawi tentang zakat barang-barang investasi

    Full text link
    Ulil Azmi (NIM: 2102308). Study Analisis Terhadap Pendapat Yusuf Qardhawi Tentang Zakat Barang-Barang Investasi. Skripsi, Semarang: Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo, 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Bagaiana pendapat Yusuf qardhawi tentang ketentuan zakat barang-barang investasi?. 2). Bagaimanakah metode istinbath hukum yang digunakan Yusuf Qardhawi dalam menentukan zakat barang-barang investasi?. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research) Selanjutnya data-data dikumpulkan dengan menggunakan data yang diperoleh dari beberapa literatur baik karya langsung Yusuf Qardhawi dan orang lain, kemudian dianalisa dengan metode Content Analysis (mengenai makna dan identifikasi pendapat), Komparatif (dari isi teks yang satu dengan lainnya), Historis, dan Ushuliyah (mengenai bahasa tentang dalil atau kaidah). Dari permasalahan ini dapat diambil kesimpulan. Yaitu : 1. Zakat atas hasil barang-barang investasi hukumnya wajib sesuai syarat wajib zakat adalah, bila harta itu mengalami pertumbuhan (an-nama’) Kadar yang dikeluarkan investasi adalah sebesar 5%-10% yang diqiaskan dengan zakat pertanian, dan 2.5%. disamakan zakatnya dengan zakat dagang. Masa penghitungan nishab berdasarkan tahun, dan berdasarkan nishab uang senilai 85 gram emas. 2. Untuk menentukan bagaimana hukum zakat investasi, Qardhawi menggunakan ijtihad intiqa’i, sehingga pendapat yang terkuatlah yang dipilih, bahwa zakat hasil investasi wajib hukumnya. Dalam menentukan kadar yang harus dikeluarkan, Qardhawi menggnakan metode integrasi antara intiqa’i dan insya’i yaitu mentalfiqkan beberapa pendapat dari berbagai ulama, sehingga dapat ditentukan, bahwa besar zakat barang-barang investasi adalah 2.5%, 5%, dan 10%. Sedangkan mengenai nishab zakat investasi Qardhawi menggunakan metode ijtihad insya’i dan istihsan. Sebab nishab zakat investasi belum pernah dikemukakan para ulama terdahulu sehingga Qardhawi mengemukakan pendapat baru, yaitu ditetapkannya besar zakat investasi dengan zakat uang

    Konsep Ulul dalam Al-Qur'an (Al-Bab, Nuha, Azmi, Abshar)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep cara berfikir Ulul Albab, Ulil Al-Azmi, dan An-Nuha, dalam Al-Qur’an. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan(library research) atau peneliti menggunakan yang dilakukan dengan cara: 1) membaca, 2) mengkaji, 3) menyajikan data, 4) menganalisis dan menafsirkan, 5) menyimpulkan ayat al-qur’an yang berkaitan dengan akal pikiran manusia

    ANALISIS DAYA TERIMA KONSUMEN DAN NILAI GIZI KERUPUK OPAK DENGAN PENAMBAHAN IKAN LUEBIM (CANTHIDERMIS MACULATA)

    Full text link
    ABSTRAKUlil, Azmi. 2019. Analisis Daya Terima Konsumen dan Nilai Gizi Kerupuk Opak dengan Penambahan Ikan Luebim (Canthidermis maculata). Skripsi, Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Dra. Suryati Sufiat, M.Pd., (2) Dra. Indani, M.PdKata kunci: Daya terima, Konsumen, Kerupuk opak, Gizi, Ikan luebimIkan luebim (Canthidermis maculata) merupakan salah satu jenis ikan yang dapat diolah sebagai tambahan nutrisi kerupuk opak. Tujuan Penelitian untuk (1) mengetahui daya terima konsumen melalui uji organoleptik terhadap penambahan ikan luebim, (2) nilai gizi kerupuk opak ikan luebim. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan 2 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini menggunakan 3 tingkatan dari penambahan daging ikan luebim (0%), (20%),(40%). Dari hasil uji penerimaan yang dilakukan oleh 30 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan menggunakan 5 tingkatan skala hedonic scale, hasilnya menunjukkan kerupuk opak dengan penambahan daging ikan luebim sangat disukai dan nilai gizinya juga meningkat. Berdasarkan hasil uji penerimaan hampir secara keseluruhan formula yang disukai penelis konsumen adalah pada formula AI dan memiliki nilai tertinggi yaitu dengan penambahan daging ikan luebim 20% pada kerupuk opak karena memiliki karakteristik aroma khas ikan luebim, tekstur renyah, rasa umami sedangkan untuk warna panelis konsumen lebih menyukai formula A0 yakni tanpa penambahan daging ikan luebim pada kerupuk opak. Hasil uji proksimat diketahui kerupuk opak ikan luebim mengandung unsur gizi karbohidrat 83,32%, kadar protein 8,42%, kadar lemak 1,99%, kadar abu 0,47%, dan kadar air 3,00%

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INFLASI DAN NERACA PERDAGANGAN TERHADAP GROSS DOMESTIC PRODUCT INDONESIA

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Analisis Pengeluaran Pemerintah, Inflasi dan Neraca Perdagangan Terhadap Gross Domestic Product Indonesia” ini ditulis oleh Muhammad Fajar Ulil Azmi, NIM. 17402153525, pembimbing Dr. Agus Eko Sujianto, S.E, M.M. Penelitian ini merupakan rekomendasi atas jurnal yang ditulis oleh Fatmawati yang membahas masalah Gross Domestic Product atau biasa disebut Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian disuatu negara peran pemerintah disini sangatlah penting seperti intervensi anggaran pada kebijakan anggaran negara atau pengeluaran pemerintah. Selain itu permasalahan yang sering disoroti oleh pemerintah Indonesia maupun negara-nagara lain yang berimbas pada masalah perekonomian adalah inflasi. Inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ekspor dan impor ternyata tidak kalah penting dalam mempengaruhi peningkatan dan penurunan PDB. Tingkat ekspor yang tinggi juga dapat meningkatkan PDB namun kegiatan impor yang tinggi juga dapan menurunkan PDB. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengeluaran pemerintah, inflasi dan neraca perdagangan terhadap gross domestic produk di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder pada tahun 1981 sampai 2017. Teknik analisis data menggunakan analisis data time series dengan model ECM (Error Correction Model) untuk jangka pendek dan OLS (Ordinary Least Square) untuk jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengeluaran Pemerintah dalam jangka pendek berpengaruh terhadap GDP, begitupun dalam jangka panjang pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap GDP sebesar 0,95%. 2) Inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang berpengaruh negatif terhadap GDP sebesar -0.19% dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang sebesar -0.08%. 3) Neraca Perdagangan dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap GDP dengan coefficient sebesar 0,012%, pada jangka panjang neraca perdagangan juga tidak berpengaruh terhadap GDP namun memberikan nilai negatif sebesar -0,022%. Kemudian melalui uji simultan diketahui bahwa variabel pengeluaran pemerintah, inflasi dan neraca perdagangan berpengaruh positif terhadap GDP, terlihat pada angka Adjusted R Square sebesar 0,951% yang menunjukkan bahwa 95,1% variabel GDP mampu dijelaskan oleh ketiga variabel independen yang digunakan dan sisanya 4,9% dijelaskan oleh variabel diluar penelitian. Kata kunci : pengeluaran pemerintah, inflasi, neraca perdagangan dan gross domestic produc

    Pemanfaatan Tes Deoxyribo Nucleat Acid (Dna) Oleh Penyidikan Untuk Identifikasi Pelaku Dan Korban Terorisme (Studi Kasus di Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan di Kepolisian Daerah Sumatera Utara)

    Full text link
    Pemanfaatan tes DNA dalam mengungkap pelaku tindak pidana terorisme merupakan langkah strategis yang mungkin dilakukan saat ini mengingat keotentikan alat bukti tes DNA itu sendiri, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP tentang alat bukti yang sah. Sebagai alat bukti petunjuk, tentunya berdampak sangat signifikan dalam pengungkapan kasus terorisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukum pemanfaatan tes DNA oleh penyidik untuk identifikasi pelaku dan korban terorisme, untuk mengetahui pelaksanaan tes DNA oleh penyidik untuk identifikasi pelaku dan korban terorisme, dan untuk mengetahui kendala dalam pemanfaatan tes DNA oleh penyidik untuk identifikasi pelaku dan korban terorisme. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum yang bersifat deskriptif analisis dan menggunakan jenis penelitian yuridis empiris yaitu penggabungan atau pendekatan yuridis normatif dengan unsur-unsur empiris yang diambil data primer dengan melakukan wawancara dan data sekunder dengan mengolah data dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, dan juga penelitian ini mengelola data yang ada dengan menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa Pengaturan Hukum Pemanfaatan Tes DNA Oleh Penyidik Untuk Identifikasi Pelaku Dan Korban Terorisme hanya diatur dalam KUHAP dan itupun tidak secara khusus tersirat, sehingga berakibat masalah legalitasnya bersifat sangat interpretatif. Pelaksanaan Tes DNA Oleh Penyidik Untuk Identifikasi Pelaku Dan Korban Terorisme melalui Pemanfaatan tes DNA dalam mengungkap pelaku tindak pidana terorisme merupakan langkah strategis yang mungkin dilakukan saat ini mengingat keotentikan alat bukti tes DNA itu sendiri, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP tentang alat bukti yang sah. Sebagai alat bukti petunjuk, tentunya berdampak sangat signifikan dalam pengungkapan kasus terorisme. Kendala Dalam Pemanfaatan Tes DNA Oleh Penyidik Untuk Identifikasi Pelaku Dan Korban Terorisme yaitu belum menetapkan aturan secara baku yang mengatur tentang keberadaan alat bukti tes DNA ini dalam proses identifikasi pelaku dan korban terorisme

    Ulil Amri Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Al-Bagawi Dan Tafsir Al-Fakhru Ar-Razi)

    Full text link
    Basically every human being is a leader and will be held accountable for his leadership. In addition, the Qur'an is a guide for human life which if you stick to it, you will not go astray. In the Qur'an, terms that describe leaders, including the term Ulil Amri. The word ulil amri itself is mentioned in the Qur'an twice, namely in QS An-Nisa' verse 59 and also QS An-Nisa' verse 83. In that verse it is not only mentioned the term ulil amri but also the term obedience to ulil amri the. In this study the author will focus on the study of QS An-Nisa' verse 59 and verse 83, through the interpretive approach of Imam Al-Bagawī and Imam Al-Fakhru Ar-Rāzī. Bagawī and Imam Al-Fakhru Ar-Rāzī against QS An-Nisa' verses 59 and 83 regarding ulil amri? What are the differences and similarities in the interpretation of Imam Al-Bagawī and Imam Al-Fakhru Ar-Rāzī of QS An-Nisa' verses 59 and 83 regarding ulil amri? supporting hadiths that lead to the meaning of ulil amri itself. This is different from the interpretation of Imam Al-Fakhru Ar-Rāzī who is more critical of the meaning of the word ulil amri. He provides a very scientific and logical understanding so that there will be no more objections to his statements

    NILAI- NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM HATI SUHITA KARYA ARCHIE HEKAGERY

    Full text link
    ‘Azmi, Mahbub Ulil. 2025. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Hati Suhita Karya Archie Hekagery, Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Moh. Ali Abdul Shomad Very Eko Atmojo, M.Pd.I. Kata kunci: Karakter, Beriman Kepada Allah, Gotong royong. Dalam hidup ini, manusia selalu bersinggungan dengan suatu nilai. Suatu nilai bisa terkandung dalam aspek apapun, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Ada berbagai macam nilai yang terkandung dalam bidang education atau yang biasa disebut dengan istilah pendidikan. Salah satu nilai yang terdapat dalam bidang pendidikan adalah nilai karakter. Karakter identik dengan akhlak, sehingga karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang universal yang meliputi seluruh kegiatan manusia, baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama makhluk, maupun dengan lingkungan, yang tercipta dalam akal, perbuatan, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma agama, hukum tata krama, budaya, dan adat istiadat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Film Hati Suhita karya Archie Hekagery Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka atau literer dengan jenis analisis isi (content analysis) dengan menggunakan paradigma kualitatif dan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primernya berupa Film Hati Suhita Karya Archie Hekagery dan sumber data sekunder dalam peneltian ini adalah skripsi karya Archie hekagery dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Hati Suhita. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes (1915 1980). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat [1] Nilai Karakter Beriman Kepada Allah yang terdapat dalam film hati suhita adalah Akhlak Beragama, Akhlak Pribadi, Akhlak Manusia, Akhlak Alam, [2] Nilai karakter bergotong royong, Kolaborasi, Kepedulian, Berbagi

    Potensi Santri Dayah Raudhatul Qur'an Darussalam dalam Menghafal Al-Qur'an Melalui Pembentukan Grup Tahfizh

    Full text link
     &#x0D; Setiap muslim percaya bahwa Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam. Hal tersebut merupakan doktrin yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Seseorang tidak dapat dikatakan sebagai muslim sejati jika ia melanggar keyakinan tersebut. Dengan demikian, setiap lembaga pendidikan Islam semestinya menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pembelajaran dan terkhusus dalam dunia pendidikan dayah. Membaca atau mengaji, menulis, menghafal dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup merupakan kompetensi yang sepatutnya dimiliki oleh setiap muslim. Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam yang notabene merupakan salah satu dayah di Aceh yang menganut sistem pendidikan tradisional tidak memiliki program untuk menghafal Al-Qur’an secara khusus, tetapi melakukan proses membaca, menulis dan mengkaji serta mengamalkan kandungannya. Lantas, bagaimana animo dan potensi santri Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam dalam menghafal Al-Qur’an. Hal tersebut menjadi masalah utama dalam penelitian ini yang jawabannya ditemukan melalui pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi minat santri dalam menghafal Al-Qur’an. Selanjutnya, inovasi yang dilakukan untuk menggerakkan program tahfiz al-qur’an serta sikap pengurus dayah terhadap potensi santri dalam menghafal Al-Qur’an.</jats:p

    Implementasi pembelajaran tematik di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri

    Full text link
    INDONESIA: Implementasi pembelajaran tematik merupakan suatu penerapan atau pelaksanaan pembelajaran dari rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya berdasarkan pemaduan beberapa materi pembelajaran dari berbagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dari satu atau beberapa mata pelajaran pada suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, sehingga pelaksanaan pembelajaran tematik ini tidak akan monoton karena menggunakan berbagai media dan alat pembelajaran lain yang sesuai dengan tema pembelajaran yang dilaksanakan. Berdasarkan pada latar belakang diatas maka permasalahan yang timbul adalah: (1) Bagaimana implementasi pembelajaran tematik yang mencangkup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran pada kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri?, (2) Apa kendala atau problematika pembelajaran tematik pada kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri?, (3) Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam pembelajaran tematik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang implementasi pembelajaran tematik yang mencangkup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri, untuk mengetahui apa saja kendala atau problematika pembelajaran tematik yang mencangkup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran tematik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri, dan untuk mengetahui tentang upaya yang dilakukan dalam perencanaan, pelaksaan, dan evaluasi di dalam pembelajaran tematik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri. Penelitian yang penulis lakukan ini termasuk kedalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam perjalanan pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu berupa gambaran dengan kata-kata atau kalimat yang di pisah-pisahkan menurut kategori data penelitian guna mendapatkan suatu kesimpulan, gambaran dengan kata-kata atau kalimat dengan cara induktif. Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan disini, bahwasannya implementasi pembelajaran tematik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri ini belum menerapkan pembelajaran tematik secara menyeluruh. Hal ini dapat di lihat terutama pada evaluasi pembelajarannya yang masih menggunakan per mata pelajaran, bukan secara holistik dan di intergrasikan. Sedangkan di dalam perencanaan pembelajarannya di susun dengan tulisan tangan sendiri oleh bapak Syafaat selaku wali kelas 1A yang mencangkup analisis hari efektif, analisis pekan efektif, PROTA, PROSEM, pemetaan, penentuan tema dan jaring-jaring tema, KKM, silabus, RPP, dan evaluasi. Dan terkait pelaksanaannya dilakukan dengan mengaplikasikan perencanaan yang sudah di buat serta melakukan pembelajaran sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Kendala yang ditemui di dalam pembelajaran tematik adalah terletak pada medianya yang sangat terbatas, sedangkan problematika yang ditemui guru di dalam pembelajaran tematik terletak pada pemetaan tema. Sehingga di dalam mengatasi kendala ataupun problematika pembelajaran tematik tersebut antar guru melakukan diskusi ataupun musyawarah dengan saling bertukar ilmu kepada guru lain yang sudah memahami terkait pembelajaran tematik yang mencangkup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. ENGLISH: Implementation of thematic learning is a learning application or implementation of the lesson plan that had been developed previously by integrating multiple learning materials from various standards of competence and basic competences from one or more subjects in a process of interaction with educators and learners learning resources in a learning environment, so that the implementation of this thematic learning will not monotonous because it uses a variety of media and other learning tools that fit the theme of learning undertaken. Based on the above background, the problems that arise are : (1) How does the implementation of thematic learning which include lesson planning, lesson implementation, and evaluation of learning in the classroom 1 State Government Elementary School (MIN) Doko Gampengrejo Kediri?, (2) What obstacles or problems of thematic study on grade 1 Elementary School Affairs (MIN) Doko Gampengrejo Kediri?, (3) How can the efforts of teachers in grade 1 thematic learning State Government Elementary School (MIN) Doko Gampengrejo Kediri?. The purpose of this study is to describe on implementation of thematic learning which include planning, implementation, and evaluation of classroom teaching 1 State Government Elementary School (MIN) Doko Gampengrejo Kediri, to find out what are the obstacles or problems of thematic learning which covers the planning, implementation, and evaluation of learning thematic class 1 State Government Elementary School (MIN) Doko Gampengrejo Kediri, and to know about the efforts made in the planning, implementation, and evaluation of learning in the classroom thematic 1 State Government Elementary School (MIN) Doko Gampengrejo Kediri. Research by the author is included into the qualitative descriptive study using a case study approach. In the course of data collection, the author uses the method of observation, interviews, and documentation. As for the analysis, the writer uses descriptive qualitative analysis techniques in the form of a picture with words or phrases that are split apart by category of research data in order to obtain a conclusion, a picture with words or sentences inductive manner. The results of research by the author can be submitted here, implementation of thematic learning class 1 State Government Elementary School (MIN) Doko Gampengrejo Kediri have not implemented the overall thematic learning. This can be seen especially in the evaluation of learning which still uses per subject, not holistically and in intergrasikan. While in the planning of learning in the bunk with his own handwriting by the father as guardian Intercession 1A class that covers the analysis of the effective, effective the week of analysis, Prota, PROSEM, mapping, determination of themes and theme nets, KKM, sylabus, lesson plans, and evaluation . And related implementation is done by applying the planning that has been made and do the learning in accordance with a predetermined theme. Obstacles encountered in the thematic learning medium is located on a very limited, while the problems encountered in the learning of teachers in thematic mapping lies in the theme. Hence, in overcoming obstacles or problems of the thematic learning between teachers conduct discussions or deliberations by exchanging knowledge to other teachers who have a grasp of relevant thematic learning which covers the planning, implementation and evaluation
    corecore