7 research outputs found

    Sapta pesona wisata religi : analisis wisata religi Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang

    No full text
    Nama: Fatkhul Azmi, NIM: 1501036087. Judul skripsi: Sapta Pesona Wisata Religi (Analisis Wisata Religi Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang). Skripsi ini memfokuskan pada Bagaimana Pelaksanaan Sapta Pesona di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang serta membahas tentang Apa Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Sapta Pesona di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Sapta Pesona Wisata Religi Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang serta membahas tentang Apa Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Sapta Pesona di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif, dimana metode penelitian ini dilaksanakan dengan penelitian lapangan dan sumber data yang diperoleh melalui sumber data Primer dan Sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Penelitian ini dibuat agar masyarakat mengetahui tentang sadar wisata untuk mewujudkan Sapta Pesona pariwisata, yang nantinya dengan adanya sadar wisata dapat mengorganisir dukungan dan peran Pengelola dan Pemerintah terhadap pengembangan pariwisata, sedangkan Sapta Pesona dapat menjadikan suatu objek wisata dan daya tarik wisata lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Dengan adanya Sapta Pesona Pariwisata yang terdiri dari 7 unsur yaitu aman, nyaman, bersih, tertib, sejuk, indah, dan kenangan yang di terapkan di sebuah destinasi wisata, tentunya dapat menjadikan Pariwisata Kabupaten Batang, khususnya di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang ini yang lebih berkembang dan lebih memiliki daya tarik tersendiri di mata para wisatawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang memiliki potensi dan daya tarik wisata yang cukup besar, karena itu berdasarkan temuan penelitian bahwa Sapta Pesona Wisata Religi Makam Auliya Desa Wonobodro telah dikelola secara profesional dengan menerapkan tujuh unsur sapta pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan. Pelaksanaan Sapta Pesona pada wisata religi dan dalam pengelolaan untuk peningkatan pelayanan terhadap para peziarah tidak lepas dengan yang namanya hambatan, sama halnya dengan Pelaksanaan Sapta Pesona Wisata Religi Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang mempunyai pendukung, penghambat, peluang, dan ancaman. Pada intinya faktor pendukung dalam pelaksanaan Sapta Pesona di Komplekss Makam Auliya Desa Wonobodro sudah berupaya dengan memberikan fasilitasfaslitas dan pendukung yang diperlukan peziarah, sedangkan faktor penghambatnya yaitu lebih banyak berkaitan dengan sarana dan prasarana, serta masih kurangnya dukungan dari pemerintah

    Riba: Transaksi Kotor Dalam Ekonomi

    No full text
    In conducting various economic activities, Muslim society is often faced with the problem of usury. Seen to be a problem because usury is a normative thing that is forbidden religion and applicative apparently detrimental to certain parties. In Islam, levying usury or obtaining profit in the form of borrowing usury is haram. Prohibition of usury in various transactions of economic activity, presents the consequence that all economic activities should be clean and free from the element of usury. The writing of this article aims to reveal the nature of usury, the type of usury, the cause of prohibition of usury and the negative side or adverse effects of usury in economic activities. The author concludes, among other things: the negative impact of usury is causing discord and dissatisfaction among society and resulted in economic instability. Keywords: Riba, Islamic Law, Islamic Economic

    KONVERGENSI ISLAM DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT

    No full text
    &lt;p&gt;Abstrak:Tulisan ini mencoba mengungkap hubungan antara Islam dan sains dalam perspektif filsafat. Dengan menggunakan pendekatan doktrinal kajian kepustakaan, tulisan ini membahas teori-teori yang digunakan untuk menentukan hakikat kebenaran dalam filsafat, yaitu  teori realisme dan teori idealisme. Menurut penulis, perdebatan terhadap kedua teori tersebut tidak berakhir pada apa yang menjadi dasar penentuan kebenaran pengetahuan, tetapi juga pada perdebatan kepada asal pengetahuan itu sendiri. Hal tersebut melahirkan teori empirisme dan rasionalisme. Dalam hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan, paling tidak terdapat empat kubu, yakni kubu konflik yang menganggap sains dan agama bertentangan; kubu kontras yang memandang bahwa antara agama dan sains berdiri sendiri; kubukontak atau dialog yang mencoba menjembatani antara kedua bidang ini; dan kubu konfirmasi yang berupaya bahwa sains harus diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan. Dalam kajian ini, penulis menemukan bahwa konvergensi ilmu pengetahuan dan agama menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Abstract: The Convergence of Islam and Science in the Perspective of Philosophy.This essay attempts to reveal the relationship between Islam and science in the perspective of philosophy. By utilizing doctrinal literature studies approach, this writing discusses theories that determine the essence of truth in the realm of philosophy, namely realism and idealism theories. According to the author, the debate on such theories would not terminate in what became the basis for determining the truth of knowledge, but also to the issue of the origin of the knowledge itself, which gave birth to the theory of empiricism and rationalism. With regard to the relationship between religion and knowledge, there are at least four mainstreams which include first, conflict that regards religion and science in contradiction; second, contrast that considers both as independent; third, contact or dialoguethat tries to bridge the two; and forth, confirmation which  makes an effort to make both for human interest . In this study, the writer found that the convergence of knowledge and religion has turned into one integrated whole.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: ilmu, agama,  filsafat, sains, integrasi ilmu&lt;/p&gt;</jats:p

    Konvergensi Islam Dan Sains Dalam Perspektif Filsafat

    No full text
    : The Convergence of Islam and Science in the Perspective of Philosophy.This essay attempts to reveal the relationship between Islam and science in the perspective of philosophy. By utilizing doctrinal literature studies approach, this writing discusses theories that determine the essence of truth in the realm of philosophy, namely realism and idealism theories. According to the author, the debate on such theories would not terminate in what became the basis for determining the truth of knowledge, but also to the issue of the origin of the knowledge itself, which gave birth to the theory of empiricism and rationalism. With regard to the relationship between religion and knowledge, there are at least four mainstreams which include first, conflict that regards religion and science in contradiction; second, contrast that considers both as independent; third, contact or dialoguethat tries to bridge the two; and forth, confirmation which makes an effort to make both for human interest . In this study, the writer found that the convergence of knowledge and religion has turned into one integrated whole

    Analisis Metode Tafsir ayat Al-Qur’an: Kajian Terhadap manuskrip Kitab Bahjat Al-ʻUlūm Karya Abu Layst As-Samarqandi

    No full text
    AbstractExamining a manuscript will uncover numerous aspects of Islam. The Bahjat Al-ʻUlūm was discovered in Magelang City. This study aims to analyze the verses found in the manuscript of Bahjat Al-ʻUlūm by Abu Layts As-Samarkandi and elucidate the method and style of interpretation used. This study employed a descriptive analysis method with library study. The book Bahjat Al-ʻUlūm discusses the 'ilm al-kalam and includes nine Qur'anic verses. The analysis of these verses reveals that two verses illustrate the muqaddimah (preface); Allah’s trait Al-Razzaq is addressed in the third and fourth verses, belief in the angels is explored in the fifth verse, the names of prophets are mentioned in the sixth verse, the rewards for the believers and disbelievers are discussed in the seventh and eighth verses, and faith is elaborated in the ninth verse. The Quranic verses mentioned serve as a legal foundation. The author has determined that the verses were interpreted using the ijmali approach with a sufhi style.Keywords: Abu Layst As-Samarqandi, Bahjat Al-ʻUlūm, Manuscript, and Interpretation. AbstrakKajian pada sebuah manuskrip akan mengungkapkan berbagai aspek keislaman. Salah satu manuskrip yang ditemukan di Kota Magelang yakni manuskrip Bahjat Al-ʻUlūm. Tujuan penelitian untuk mempelajari ayat-ayat dalam manuskrip kitab Bahjat Al-ʻUlūm karya Abu layts assamarkandi, kemudian menjelaskan mengenai metode dan corak penafsirannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan studi kepustakaan. Kitab Bahjat Al-ʻUlūm menjelaskan tentang ilmu kalam dan terdapat sembilan ayat  Al-Qur’an. Temuan analisis ayat-ayat tersebut yaitu: dua ayat menjelaskan muqaddimah, Sifat Al-Razzaq dibahas pada ayat ketiga dan keempat, iman kepada malaikat dibahas pada ayat kelima, nama-nama nabi dibahas pada ayat keenam, respon orang mukmin dan kafir dibahas pada ayat ketujuh dan kedelapan, dan iman dijelaskan pada ayat kesembilan. Ayat-ayat  Alquran yang dikutip dimaksudkan sebagai landasan hukum. Setelah mempelajari ayat-ayat tersebut penulis mengetahui bahwa metode yang digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat tersebut adalah metode ijmali dengan corak tafsir shufi. Kata Kunci: Abu Layst As-Samarqandi, Bahjat Al-ʻUlūm, Naskah, dan Tafsir.Kajian pada sebuah manuskrip akan mengungkapkan berbagai aspek keislaman. Salah satu manuskrip yang ditemukan di Kota Magelang yakni manuskrip Bahjat Al-ʻUlūm. Tujuan penelitian untuk mempelajari ayat-ayat dalam manuskrip kitab Bahjat Al-ʻUlūm karya Abu layts assamarkandi, kemudian menjelaskan mengenai metode dan corak penafsirannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan studi kepustakaan. Kitab Bahjat Al-ʻUlūm menjelaskan tentang ilmu kalam dan terdapat sembilan ayat Al-Qur’an. Temuan analisis ayat-ayat tersebut yaitu: dua ayat menjelaskan muqaddimah, Sifat Al-Razzaq dibahas pada ayat ketiga dan keempat, iman kepada malaikat dibahas pada ayat kelima, nama-nama nabi dibahas pada ayat keenam, respon orang mukmin dan kafir dibahas pada ayat ketujuh dan kedelapan, dan iman dijelaskan pada ayat kesembilan. Ayat-ayat Alquran yang dikutip dimaksudkan sebagai landasan hukum. Setelah mempelajari ayat-ayat tersebut penulis mengetahui bahwa metode yang digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat tersebut adalah metode ijmali dengan corak tafsir shufi.Kata Kunci: Abu Layst As-Samarqandi, Bahjat Al-ʻUlūm, naskah, dan tafsi

    KONVERGENSI ISLAM DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT

    No full text
    Abstrak:Tulisan ini mencoba mengungkap hubungan antara Islam dan sains dalam perspektif filsafat. Dengan menggunakan pendekatan doktrinal kajian kepustakaan, tulisan ini membahas teori-teori yang digunakan untuk menentukan hakikat kebenaran dalam filsafat, yaitu  teori realisme dan teori idealisme. Menurut penulis, perdebatan terhadap kedua teori tersebut tidak berakhir pada apa yang menjadi dasar penentuan kebenaran pengetahuan, tetapi juga pada perdebatan kepada asal pengetahuan itu sendiri. Hal tersebut melahirkan teori empirisme dan rasionalisme. Dalam hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan, paling tidak terdapat empat kubu, yakni kubu konflik yang menganggap sains dan agama bertentangan; kubu kontras yang memandang bahwa antara agama dan sains berdiri sendiri; kubukontak atau dialog yang mencoba menjembatani antara kedua bidang ini; dan kubu konfirmasi yang berupaya bahwa sains harus diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan. Dalam kajian ini, penulis menemukan bahwa konvergensi ilmu pengetahuan dan agama menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.Abstract: The Convergence of Islam and Science in the Perspective of Philosophy.This essay attempts to reveal the relationship between Islam and science in the perspective of philosophy. By utilizing doctrinal literature studies approach, this writing discusses theories that determine the essence of truth in the realm of philosophy, namely realism and idealism theories. According to the author, the debate on such theories would not terminate in what became the basis for determining the truth of knowledge, but also to the issue of the origin of the knowledge itself, which gave birth to the theory of empiricism and rationalism. With regard to the relationship between religion and knowledge, there are at least four mainstreams which include first, conflict that regards religion and science in contradiction; second, contrast that considers both as independent; third, contact or dialoguethat tries to bridge the two; and forth, confirmation which  makes an effort to make both for human interest . In this study, the writer found that the convergence of knowledge and religion has turned into one integrated whole.Kata Kunci: ilmu, agama,  filsafat, sains, integrasi ilm

    Biobriquette Manufacturing from Orange Peel and Sugarcane Bagasse using Pyrolysis Method

    No full text
    The availability of domestic raw materials is gradually decreasing, while the need for energy sources is increasing. Therefore, it is necessary to have renewable energy sources, one of which is biomass. In this study, researchers will discuss the waste of sugarcane bagasse and orange peel which can be used as bio briquettes. Usually, these wastes are only used as animal feed, and sometimes they are just thrown away. The goals and benefits expected by the author in this study are to provide information that the manufacture of bio briquettes from bagasse and Pacitan's orange peel can be used as an alternative fuel. So, it can be implemented to reduce fossil fuels, whose availability is getting less and les
    corecore