1,720,967 research outputs found

    Hubungan Motivasi Belajar dan Persepsi Siswa terhadap Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Matematika

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan motivasi belajar dan persepsi siswa terhadap gaya mengajar guru dengan prestasi belajar matematika siswa MA.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif . Teknik pengambilan data digunakan metode tes untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa dan metode angket untuk mengetahui motivasi belajar dan persepsi siswa terhadap gaya mengajar guru. Analisis data menggunakan analisis regresi linear ganda.Hasil penelitian menunjukkan ada  hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar matematika. Dan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan persepsi siswa terhadapa gaya mengajar guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar matematika siswa M

    Pengembangan Komik Matematika untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep dan Motivasi Belajar Siswa SMP

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan komik yang layak dan mampu memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa SMP/MTs. Pengecekan efektivitas, validitas, dan praktibilitas dilakukan pada komik untuk mengetahui kelayakan produk. Komik dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli yang memperoleh skor total 3,23 dari total skor 4. Komik juga dinilai efektif bersadarkan hasil post-test dan skala yang berturut turut menunjukan ketuntasan 83,87 % dan 70%. Komik dinyatakan praktis pula berdasarkan hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran, komik mampu mencapai keterlaksanaan pembelajaran sebesar 70,24%. Oleh karena itu, komik matematika yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini layak digunakan untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa SMP/MTs

    Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri

    No full text
    Geometri merupakan materi yang sangat penting untuk dipelajari oleh siswa karena banyak konsep matematika yang dapat ditunjukkan atau dijelaskan dengan representasi geometris. Selain dapat menumbuhkembangkan kemampuan berpikir logis, geometri juga efektif untuk membantu menyelesaikan permasalahan dalam banyak cabang matematika. Di antara cabang matematika yang lain, geometri mendapat porsi paling besar dalam kurikulum dari SD sampai SMA. Tulisan ini bermaksud mengidentifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri dengan mengkaji hasil-hasil penelitian yang sudah ada. Hasil kajian ini adalah adanya dua jenis kesulitan yaitu kesulitan memahami konsep geometri dan kesulitan menyelesaikan masalah geometri. Kesulitan memahami konsep geometri meliputi kesulitan dalam memahami definisi bangun geometri seperti sudut, garis, simetri, bidang, dan ruang serta kesulitan mensintesis hubungan antar bangun geometri seperti membandingkan segitiga samakaki dengan samasisi dan membandingkan persegi dengan persegipanjang. Adapun kesulitan menyelesaikan masalah geometri terjadi saat membaca dan memahami masalah, kesulitan mentrasformasikan soal ke dalam model matematika, kesulitan keterampilan proses penyelesaian masalah, dan kesulitan dalam menarik kesimpulan. Kesulitan tersebut terjadi karena geometri merupakan materi yang abstrak dan kompleks. Untuk mengatasi kesulitan tersebut diperlukan solusi terutama dalam proses pembelajaran agar materi geometri yang sulit bisa disajikan dengan baik sehingga membantu siswa untuk memahami materi tersebut

    Modul Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa

    No full text
    Melihat tujuan dan standar proses pembelajaran matematika, penalaran matematis merupakan kemampuan yang diharapkan dapat dicapai siswa. Akan tetapi, penalaran matematis siswa Indonesia masih rendah dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas. Kemudian salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berupaya membuat modul matematika dengan model pembelajaran problem-based learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul matematika dengan model pembelajaran PBL untuk memfasilitasi kemampuan penalaran matematis siswa dan mengetahui bagaimana kevalidan modul tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan yaitu PPE yang terdiri dari Planning, Production, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data adalah uji validitas produk yang dilakukan oleh ahli materi yaitu dua dosen dan ahli media yaitu dua guru matematika dan satu dosen. Penelitian ini berhasil mengembangkan sebuah modul matematika dengan model pembelajaran PBL. Modul yang dikembangkan ini dikatakan valid dengan rata-rata skor aktual yaitu 94 dengan kriteria Baik dan 50,33 dengan kriteria Sangat Baik. Seeing the goals and standards of the mathematics learning process, mathematical reasoning is an ability that is expected to be achieved by students. However, Indonesian students\u27 mathematical reasoning is still low, and the learning resources used are still limited. Then one of the efforts to overcome this, the researchers tried to make a mathematics module with a problem-based learning (PBL) learning model. The purpose of this research is to develop a mathematics module with a PBL learning model to facilitate students\u27 mathematical reasoning abilities and find out how valid the module is. This research is a research and development with a development model, namely PPE which consists of Planning, Production, and Evaluation. The data collection technique is a product validity test conducted by material experts, namely two lecturers and media experts, namely two mathematics teachers and one lecturer. This research succeeded in developing a mathematics module with PBL learning model. The developed module is said to be valid with an average actual score of 94 with good criteria and 50.33 with Very Good criteria

    Pembimbingan persiapan menghadapi Kompetisi Sains Madrasah bidang matematika terintegrasi

    Full text link
    Kementerian Agama Republik Indonesia setiap tahun menyelenggarakan acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) sebagai sarana berkompetisi siswa madrasah. MTs Negeri 3 Sleman selama ini masih berada pada peringkat yang belum memuaskan sehingga ingin meningkatkan peringkat dalam ajang tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan memfasilitasi peningkatan kemampuan siswa pada pemecahan masalah soal KSM Matematika dengan mengadakan pembimbingan menghadapi KSM khususnya bidang matematika terintegrasi. Kegiatan pembimbingan ini menggunakan metode dengan tahapan yaitu: 1) Persiapan, berupa koordinasi dengan pihak terkait; 2) Pelaksanaan, berupa pretes, pendalaman materi matematika dan keagamaan, serta membahas soal KSM bidang matematika terintegrasi, dan posttes; 3) Monitoring dan Evaluasi, berupa analisis keterlaksanaan kegiatan. Data diperoleh dari tes dan dianalisis dengan rata-rata. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan penguasaan peserta pembimbingan dalam mengerjakan latihan soal-soal KSM bidang matematika terintegrasi. Kesimpulan dari hasil wawancara adalah bahwa kegiatan pembimbingan ini sangat bermanfaat dan dapat menambah minat peserta dan kesiapan peserta pembimbingan untuk mewakili madrasah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) pada bidang matematika terintegrasi. Kepala madrasah, guru matematika, dan wakil kepala madrasah juga sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini berlanjut pada semester berikutnya

    PENGEMBANGAN E-COMIC MATERI RELASI DAN FUNGSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MEMFASILITASI PEMAHAMAN KONSEP

    Full text link
    Dalam mempelajari matematika tidak lepas dari pemahaman konsep karena pemahaman konsep merupakan salah satu dasar agar siswa dapat menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu, pemahaman konsep matematika juga merupakan landasan penting dalam berpikir untuk menyelesaikan permasalahan matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu perlu dilakukan suatu perubahan dalam pembelajaran untuk membantu siswa memahami konsep matematika, salah satunya adalah dengan mengembangkan suatu media pembelajaran. Pada penelitian ini media pembelajaran yang dikembangkan ialah E-Comic Relasi dan Fungsi dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan tujuan untuk memfasilitasi pemahaman konsep pada kelas VIII SMP/MTs. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap evaluasi. Penelitian ini dilakukan sampai tahap evaluasi yang meliputi penilaian, validasi, dan revisi produk. Penilaian dan validitas produk ini dilakukan oleh dua ahli materi dan dua ahli media. Produk yang dinilai oleh ahli materi diperoleh rata-rata skor keidealan sebesar 3,14 dengan kualifikasi Baik dan oleh ahli media diperoleh rata-rata skor keidealan 3,46 dengan kualifikasi Sangat Baik, sehingga produk dinyatakan valid. Dari hasil penilaian siswa melalui proses uji coba terhadap produk yang dikembangkan, diperoleh rata-rata skor secara keseluruhan sebesar 3,37 dengan kualifikasi Sangat Baik. Sehingga media pembelajaran E-Comic ini dikatakan praktis dan layak digunakan untuk memfasilitasi pemahaman konsep materi Relasi dan Fungsi.  

    UNVEILING THE ETHNOMATHEMATICS OF BANTUL'S NITIK BATIK: A CULTURAL AND MATHEMATICAL JOURNEY

    Full text link
    Ethnomathematics is the mathematics embedded in a culture or understood as a discipline used to understand how mathematics is adapted from a culture. The purpose of this study is to determine (1) What symmetry patterns are present in Nitik batik? and (2) What philosophical meanings are associated with the symmetry patterns in Nitik batik? These are specifically referenced for students, particularly in the context of teaching transformation geometry, by incorporating cultural elements, namely the Nitik batik motifs from Yogyakarta. Ethnomathematics, as a medium for teaching mathematics, also aims to introduce and preserve Indonesia's cultural heritage. This study employs a descriptive research method with a qualitative approach. The data used to answer the research questions were obtained from document studies, including books, journals, and internet sources. Data analysis was performed using qualitative data analysis techniques, which include three main steps: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study reveal that in the Nitik batik of Bantul Yogyakarta, the Jaya Kirana motif features geometric patterns of reflection and translation

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KALKULUS UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan perangkat pembelajaran kalkulus MA yang meliputi silabus, RPP, LKS, dan instrumen penilaian untuk mencapai ketuntasan belajar dan keman-dirian belajar; (2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan perangkat pembelajaran kalkulus MA untuk mencapai ketuntasan belajar dan kemandirian belajar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengembangkan perangkat pembelajaran kalkulus dengan menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Tahap-tahap yang dilalui sampai diperoleh perangkat pembelajaran kalkulus yang valid, praktis, dan efektif meliputi: (1) tahap pendefinisian, (2) tahap perencanaan, dan (3) tahap pengembangan. Uji coba yang dilakukan meliputi uji coba ahli/validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Uji coba lapangan dilakukan di MA PK Ma\u27arif 01 Kebumen pada dua kelas XI IPS. Penelitian ini menghasil-kan perangkat pembelajaran kalkulus untuk MA kelas XI IPS terdiri atas silabus, RPP, LKS, dan THB yang berkualitas dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Masing-masing komponen perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus, RPP, LKS, dan THB telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk mencapai ketuntasan dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, kalkukus, ketuntasan belajar, kemandirian belajar. DEVELOPING A CALCULUS TEACHING PACKAGE TO ACHIEVE MASTERY AND SELF-REGULATED LEARNING Abstract This research aims to: (1) develop a calculus teaching package consisting of syllabus, lesson plan, worksheet, and test of Islamic high school to achieve mastery and self-regulated learning; (2) describe the quality of the calculus teaching in Islamic high school to achieve mastery and self-regulated learning. This research is a developmental research which develops calculus teaching package using the development model adapted from Thiagarajan, Semmel, and Semmel. The steps to get valid, practical, and effective calculus teaching package are: (1) definition step, (2) planning step, and (3) development step. The try out consisted of expert judgment, small group try out, and field try out. The field try out was held in MA PK Ma\u27arif 01 Kebumen at two classes of XI IPS. The research produces a calculus teaching package for class XI IPS students of MA consisting of the syllabus, lesson plan, worksheet, and test which are qualified and suitable for the teaching and learning process. Each teaching package component is valid, practical, and effective to achieve students\u27mastery learning and self-regulated learning. Keywords: development, teaching package, calculus, mastery learning, self-regulated learnin

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore