8 research outputs found
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS APPY PIE TENTANG SITUS MAKAM SUNAN PRAPEN UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X MAN 1 GRESIK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie tentang situs makam Sunan Prapen serta untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas produk dari segi kualitas maupun kuantitas tampilan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan lembar tes yang dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil penelitian uji coba pemakaian menunjukkan perolehan sebesar 91,15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan
Pengembangan Bahan AjarInteraktif Berbasis Appy Pie Tentang Situs Makam Sunan Prapen Untuk Pembelajaran Siswa Kelas X MAN 1 Gresik
Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang sudah menggunakan smartphone dalam pembelajaran di sekolah, pemanfaatan smartphone yang sangat baik oleh siswa bisa memudahkan siswa dalam belajar dengan hasil siswa semakin semangat dalam proses pembelajaran. Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis Appy pie dengan mengangkat materi situs makam Sunan Prapen ini juga dilatarbelakangi oleh ketidak tahuan siswa pada sejarah lokal yang ada di daerahnya sendiri khusunya pada situs makam Sunan Prapen dan juga letak sekolah yang jauh dengan lokasi obyek sejarah. Hal tersebut yang kemudian menjadi alasan peneliti dalam mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis Android (Appy Pie).Adapun tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan berupa bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie tentang Situs Makam Sunan Prapen Untuk Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X MAN 1 Gresik. Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie tentang situs makam Sunan Prapen ini disesuaikan dengan KD 3.7 yakni tentang menganalisis berbagai teori tentang masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia.Metode yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie ini yaitu menggunakan model penelitian dan pengembangan Sugiyono (2016) yaitumeliputi(1) potensidanmasalah,(2) pengumpulan data,(3) desainproduk,(4) validasidesain,(5) revisidesain,(6) ujicobaproduk,(7) revisiproduk,(8) ujicobapemakaian,(9) revisiproduk, dan(10) produksiakhir.Sebelum diuji cobakan kelapangan, produk yang telah dikembangkan terlebih dahulu divalidasi oleh ahli materi dan ahli bahan ajar.Pada tahap validasi media mendapatkan hasil 88% sehingga bahan ajar dinyatakan layak dan tidak revisi, hanya saja terdapat beberapa saran dari validator untuk menyempurnakan produk. Sedangkan pada validasi materi mendapatkan hasil 96,6% dengan kategori sangat layak dan tidak revisi, hanya ada beberapa masukan untuk penambahan denah lokasi pada situs makam Sunan Prapen agar lebih baik.Pada tahap selanjutnya yakni uji coba produk yang dilakukan di kelas X IPS 1 MAN 1 Gresik, tahap uji coba produk ini dilakukan melalui dua tahap yakni pre test dan post test dan juga angket kelayakan. Hasil pre test dan post test mendapatkan hasil meningkat dengan nilai pre test sebesar 50% dan nilai post test 89% dengan selisih hasil sebesar 39% dan pada uji kelayakan mendapatkan hasil 93% dari kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar ini sangat efektif dan layak untuk pembelajaran sejarah. Tahap selanjutnya yakni uji coba pemakaian yang dilakukan di kelas X IPS 2 MAN 1 Gresik, tahap uji coba produk ini dilakukan melalui dua tahap yakni pre test dan post test dan juga angket kelayakan. Hasil pre test dan post test mengalami peningkatan sebesar 25% dan pada uji kelayakan mendapatkan hasil 90% dari kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar ini sangat efektif dan layak untuk dijadikan bahan ajar. Bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie pada materi situs makam Sunan Prapen ini diperuntukkan bagi semua kalangan khusunya pada kelas X MAN 1 Gresik sebagai bahan ajar yang bisa menunjang pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas sekaligus memperkenalkan dan memperkaya siswa akan pengetahuan tentang sejarah lokal yang ada di Gresik. Langkah disimenasi yang dapat dilakukan yakni dapat mengenalkan dan menyebarluaskan produk bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie dalam lingkup pendidikan yang lebih luas melalui aplikasi shareit dan juga whatsapp karena bentuk dari produk ini juga soft file sehingga lebih memudahkan produk ini untuk disebarluaskan. Selain itu bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie ini juga bisa disebarluaskan oleh peneliti melalui jurnal penelitian, agar mahasiswa pendidikan, guru atau pihak lainnya yang ingin mengmbangkan bahan ajar bisa mendapatkan informasi mengenai bahan ajar yang inovatif
Ilmu dalam Tinjauan Filsafat: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
Various reflective thoughts on matters relating to the foundation of science and the relationship of a science to all aspects of human life are referred to as the philosophy of science. Science itself has certain parts where in science there are objects, statements, propositions, and characteristics where the four aspects are actually highlighted by the three foundations of philosophical thinking about ontology, epistemology, and axiology. In this article, the author uses the literature study method or conducts a study of various books and other scientific works related to the topic raised. The purpose of this paper is to describe science in terms of philosophy: ontology, epistemology, and axiology. From the results of the study, it can be concluded that ontologically basically talks about the nature of "that which exists". Science is viewed ontologically trying to prove and examine that a science can really be proven to exist. Epistemology talks about the basis of knowledge, sources, characteristics, the truth of knowledge, and how to get knowledge. Science is highlighted through epistemology, the discussion is focused on how the sources used by scientists in developing science and what the methods are. Axiology basically talks about the relationship between science and values. Because it is related to values, axiology relates whether or not it is appropriate for a science to be developed
Analysis of "E-Patient UNS" Application System for Online Registration of UNS Hospital Patients
The UNS Hospital E-Patient Application for Online Registration of UNS Hospital Patients is an application belonging to the UNS Hospital that can be used by old UNS Hospital patients to register for polyclinic visits online. Analysis of the "E-Patient Hospital UNS" application system from the results of an interview with the Head of the UNS Hospital Electronic Data Installation, which is the person in charge of the management of the application. The author also uses the results of the application user survey from January 1, 2020 s.d. November 27, 2020 to determine the level of customer satisfaction in conducting system analysis. The purpose of this system analysis is to find out how much the function or usefulness of this application system is to unravel or minimize the problems that become obstacles related to registration of polyclinic patient visits at UNS Hospital
Sintesis Isopropil Alginat melalui Esterefikasi menggunakan n-Alkohol
RINGKASAN
Asam Alginat merupakan salah satu polisakarida dan golongan Phaeophiceae (Alga Coklat) yang telah lama digunakan sebagai zat pengemulsi dalam berbagai bidang industri. Akan tetapi penggunaan asam alginat sebagai zat pengemulsi masih terbatas pada konsentrasi zat teremulsi yang rendah karena tidak memiliki gugus hidrofob dan juga kurang tahan terhadap kondisi asam.
Oleh karena itu, dilakukan suatu modifikasi struktur asam alginat dengan memasukkan gugus hidrofob. Salah satu cara yang telah diterapkan adalah melalui esterifikasi berkatalis asam atau disebut dengan esterifikasi Fischer. Isopropil alginat merupakan salah satu ester alginat antara asam alginat dan isopropil alkohol dengan bantuan asam suIfat sebagai katalis asam. Isopropil alginat diharapkan memiliki daya emulsi yang lebih baik dan pada asam alginat karena telah memiliki gugus hidrofob.
Esterifikasi asam alginat berlangsung reversibel dan parsial. Oleh karena itu perlu ditentukan kondisi optimum reaksi untuk menghasilkan produk ester dengan rendemen dan derajat esterifikasi yang besar serta meningkat daya emulsinya. Penentuan kondisi optimum reaksi dilakukan dengan memvariasi pH pada 2, 3, 4 dan 5 serta suhu reaksi pada 40 °C, 50 °C, 70 °C, kemudian ditentukan nilai :rendemen, derajat esterifikasi serta nilai CMC isopropil alginat.Hasil eksperimen :menunjukkan bahwa kondisi optimum sintesis isopropil alginat adalah pada pH 3 suhu 70 °C dengan nilai rendemen 24,61 %; derajat esterifikasi sebesar 80,9 % dan mempunyai nilai CMC sebesar 10 ppm. Alginic acid, a polysaccharides from Phaeophiceae (Brown Algae), has been used long time ago as emulsifier in many industries. Instead, the using of alginic acid is still limited to the lower concentrated emulsion, because it has no hydrophobic units and also less hold up to acid.
Because of that, a structure modification of alginic acid to include the hydrophobic units, has been done. A way applied is esterification with acid catalyst or Esterification Fischer. Isopropyl alginate, an esterified alginate between alginic acid and isopropyl alcohol and the presence of sulfuric acid as catalyst, is expected having a better emulsion power than alginic acid because it had has hydrophobic units.
Alginate is partly esterified and esterification runs reversible. Since that, it needs to determine the optimum condition of reaction to get ester product with a big yield and degree of esterification value, and also emulsion power increased. Optimum condition determination has been done by varying pH at 2, 3, 4, 5 and temperature at 40 °C, 50 °C, 70 °C. Isopropyl alginate than determined its yield, degree of esterification and value of CMC. The experiment result showed that optimum condition of synthesis isopropyl alginate, i.e. 24.61 % of product yield; 80.9 % of degree of esterification and 10 ppm of CMC, was performed under pH 3 and temperature 70 °C.
vi
This document is Undip Institutional Repository Collection. The author(s) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translite the submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one copy.:of this submissior1 for purposes of security, back-up and preservation. ( http://eprints.undip.ac.id
Asuhan Keperawatan pada Pasien Harga Diri Rendah dengan Terapi Latihan Keteramplan Sosial di Wilayah Puskesmas Wanareja 2
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DENGAN TERAPI LATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL DI WILAYAH PUSKESMAS WANAREJA 2 Ayu Novita Rokhmah1) (2019), Herry Prasetyo, MN2) , Mukhadiono, SST., MH2) 1) Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Purwokerto 2) Dosen Program Studi D III Keperawatan Purwokerto Keperawatan : Poltekkes Kemenkes Semarang Email : [email protected] ABSTRAK Latar belakang, gangguan jiwa adalah individu yang tidak mampu mempertahankan hubungan interpersonal yang positif dapat mengakibatkan reaksi yang negatif dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menurunkan produktivitas individu tersebut. Apabila produktivitas individu menurun dan berespon negatif sehingga terganggu kemampuannya dalam berkomunikasi dengan orang lain maka beresiko terjadi gangguan konsep diri salah satunya adalah harga diri rendah. Harga diri rendah merupakan suatu keadaan dimana individu tidak percaya dan selalu berpikiran negatif pada dirinya sendiri. Tujuan, menggambarkan asuhan keperawatan harga diri rendah dengan terapi latihan keterampilan sosial. Metode, desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengolahan data secara naratif kepada 2 responden dengan kriteria inklusi, usia 18-55 tahun, dan kooperatif. Hasil, pasien sudah mampu berinteraksi dengan orang lain. Simpulan, tindakan asuhan keperawatan didasarkan pada proses pengkajian, menganalisis masalah keperawatan yang muncul, menentukan rencana tindakan, melakukan implementasi dan evaluasi. Saran, diharapkan penulis mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam asuhan keperawatan sehingga pasien dapat menerapkan terapi yang diajarkan. Kata Kunci : gangguan jiwa, harga diri rendah, latihan keterampilan sosial NURSING CARE IN PATIENTS LOW SELF ESTEEM WITH SOCIAL SKILLS TRAINING THERAPY IN WANAREJA HEALTH CENTERS 2 Ayu Novita Rokhmah1) (2019), Herry Prasetyo, MN2) , Mukhadiono, SST., MH2) 1) Student of Study Program DIII Purwokerto Nursing 2) Lecturer of Study Program DIII Purwokerto Nursing Email : [email protected] ABSTRACT Background, mental disorders are individuals who are unable to maintain positive interpersonal relationships can lead to negative reactions and can lead to disruption in daily life, so as to reduce the productivity of these individuals. If individual productivity decreases and responds negatively so that it is impaired in its ability to communicate with other people, the risk of self-concept interference is one of which is low self-esteem. Low self-esteem is a condition where individuals do not believe and always think negatively on themselves. The aim is to describe nursing care for low self-esteem with social skills training therapy. Method, the research design used is descriptive research. Narrative data processing to 2 respondents with inclusion criteria, ages 18-55 years, and cooperative. Results, patients are able to interact with others. Conclusion, nursing care actions are based on the assessment process, analyze nursing problems that arise, determine action plans, carry out implementation and evaluation. Suggestions, it is expected that the author is able to improve knowledge and skills in nursing care so that patients can apply the therapy taught. Keywords: mental disorders, low self-esteem, social skills trainin
Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Cahaya di Atas Cahaya karya Oki Setiana Dewi
INDONESIA:
Pendidikan akhlak adalah usaha sadar dalam membimbing, mengarahkan, dan menerapan perilaku yang dianggap baik menurut agama dan adat kebiasaan masyarakat. Hal tersebut menjadi tolak ukur nilai sebuah perbuatan yang dapat dianggap baik atau buruk. Tujuan pendidikan akhlak sendiri adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, untuk membangun konsep yang ditentukan oleh Allah.
Novel Cahaya di Atas Cahaya merupakan salah satu karya sastra anak bangsa yang banyak memberikan pesan mengenai nilai-nilai pendidikan Akhlak terhadap pembacanya, hal ini sangat bermanfaat serta dapat dijadikan suri tauladan yang baik jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana bentuk nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam novel Cahaya di Atas Cahaya?, 2) Bagaimana amanat dari tujuan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Cahaya di Atas Cahaya?. Sedangkan tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam novel Cahaya di Atas Cahaya serta mendeskripsiskan amanat dari tujuan yang ingin di capai oleh nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel tersebut.
Dalam prakteknya, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskritif yang berupa kata-kata tertulis dan bukan angka. Dengan demikian, laporan penelitian ini akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. Kutipan-kutipan data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk lampiran tabel yang diperoleh dari pemahaman makna yang terdapat pada setiap kata, kalimat, paragraf, dan teks. Dalam analisisnya, peneliti menggunakan analisis isi (Content Analysis). Maka kegiatan yang dilakukan adalah pemberian makna pada paparan bahasan berupa : (1) Data berupa paparan bahasa yang mengandung nilai-nilai pendidikan akhlak, (2) Data berupa paparan bahasa yang mengandung amanat dari tujuan yang ingin di capai oleh nilai-nilai pendidikan akhlak. Pemahaman dan analisis tersebut dilakukan melalui kegiatan membaca, menganalisis, dan mengklasifikasikan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam novel Cahaya di Atas Cahaya karya Oki Setiana Dewi secara global terbagi menjadi tiga ruang lingkup : 1) Akhlak kepada Allah, yang meliputi a. Iman, b. Ihsan, c. Takwa, d. Ikhlas, e. Tawakkal, f. Syukur, g. Sabar. 2) Akhlak kepada sesama manusia yang meliputi a. Akhlak kepada Rasulullah, b. Akhlak kepada orang tua, c. Akhlak kepada diri sendiri, d. Akhlak kepada keluarga, karib, maupun kerabat, e. Akhlak kepada tetangga, f. Akhlak kepada lingkungan masyarakat. 3) Akhlak terhadap alam sekitar.
Adapun amanat dari tujuan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam novel Cahaya di Atas Cahaya adalah 1) Tujuan nilai akhlak kepada Allah adalah membiasakan manusia untuk senantiasa memupuk sikap iman, ihsan, takwa, ikhlas, tawakkal, syukur, dan sabar melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, 2) Tujuan nilai akhlak kepada sesama manusia adalah membiasakan manusia untuk berbuat baik kepada sesama, baik kepada Rasulullah sebagai bukti bahwa kita adalah umat Nabi yang mengikuti segala Sunnah-nya, berbuat baik kepada kedua orang tua, memperlakukan diri sendiri, keluarga, kerabat, tetangga dan lingkungan masyaraat dengan baik dalam membangun hubungan dan komunikasi yang harmonis di antara sesama manusia agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan, 3) Tujuan akhlak terhadap alam sekitar adalah membiasakan diri untuk menjaga apa yang Allah titipkan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, menurut peneliti nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam novel Cahaya di Atas Cahaya baik nilai akhlak kepada Allah, sesama manusia, dan alam sekitar dapat memberian konstribusi terhadap pembaca sehingga dapat mewujudkan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam pribadi masyarakat muslim serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ENGLISH:
Moral education is conscious affort to leads, direct and aplly a good behaviour according to religion and culture. It become a benchmark value of an action that can be considered good or bad. The goal is to foster moral education of the human, as a personal and groups so can aplly the function as a servant of God and the caliph, to establish the concept servant that determined of God.
“Cahaya di Atas Cahaya” novel is one of native author that gives a lot of good and moral values of education for the readers. It is so usefull and can be used as good. Paragon when apllied in daily life. Problem to discuss in this research is : 1) How is the of the moral values contained in the “Cahaya di Atas Cahaya” novel?, 2) How is the message of the objectives moral values in the “Cahaya di Atas Cahay” novel?. Whereas the purpose of this research is to describe the form of moral values that is contained in the “Cahaya di Atas Cahaya” novel and to describe the message of the objectives to be achieved by the values of moral education in the novel.
In practice, this research used a qualitative descriptive approach as a research procedure that produces descriptive data in written words and not numbers. This is report will contain excerpts of data to provide ilustration for presentation of the report. Excerpts data in this research presented in appedix tables derived from the understanding of the meaning contained in each word, sentence, paragraph, and text. In it’s analysis, the research using content analysis. The activities that can be conducted is giving the meaning to language exposure in the form of : 1) The data is exposure of language that contains the moral educations values, 2) The data is exposure of language that contains the massage of the objective to be achieved by the moral education values. Novel the understanding and analysis is conducted through reading, analyzing, and classifying the data.
The results showed that the moral education values is contained in the “Cahaya di Atas Cahaya” novel by Oki Setiana Dewi globally devided into three scope : 1) Morals to God, which include sincere : a. Faith, b. Charity, c. Piety, d. Sincere, e. Resignation, f. Gratitude, g. Patience. 2) Morals of their fellow human beings which include : a. Morals to Rasulullah, b. Morals to parents, c. Morals to ourself, d. Morals family, intimates, and relatives, e. Morals to neighbor, f. Morals to social life. 3) Morals to nature.
As for the mandate of the objectives of moral education values contained in the “Cahaya di Atas Cahaya” novel is 1) Destination moral values of God is accustom human to constantly cultivate faith, charity, piety, sincere, resignation, gratitude, patience through habituation in everyday life. 2) Destination moral values to his fellow human beings is accustom people to do good to others, accustom people to do good to others either to the Rasulullah as. proof that we are the people of the prophet who followed all this Sunnah, do good to parents, treat ourself, family, relatives, neighbor, and the community well in building relationship and a harmonious community among people to conform to what is expeted goal. 3) Moral purpose to the nature is accustom ourselves to keep what God has entrusted with the best. Therefore according to investigators moral education values contained in this novel kind of moral value to God, humans social life, and environment can contribute to the reader to realize the muslim values of personal moral education in muslim society and can be practiced in everyday life
Filsafat Pendidikan Keluarga Dalam Pendidikan Islam
Education is a process of helping children to develop their full potential. The family is a means to enforce education and Islamic law in which love and love are grown in order to obtain tranquility and peace as a form of devotion to Allah SWT. Education in the family is an important aspect in shaping one's behavior. The purpose of family education is to build a child's character and intellectual foundation. In this article the author takes several verses of the Qur'an and takes some of the materials studied, including: (1) Family and Education, (2) The Nature of Family Education, (3) The Purpose of Family Education, (4) Methods of Family Education, ( 5) Aspects in Family Education, (6) The Importance of Religion in Family Education. The purpose of this study is to find out about the philosophy of education in the family.
The method used in this research is library research. The results of this study indicate that ontological education is a process of helping children to develop all their potential. The family is the first and foremost educational center that has a fundamental task in preparing children for their future lives. The basics of behavior, attitudes to life, and various habits are instilled in children from the family environment. According to epistemology, how do families provide a good education for their children. In teaching education can not be separated from a method, the methods of family education such as, 1) prayer method, 2) exemplary method, 3) discipline method, 4) punishment method, 5) reward method. According to the axiology of family education in Islamic education, it is undeniable that the important role of the family in helping children become fully human. Family is the foundation of character and intellectual development. In essence, education is the responsibility of parents, namely fathers and mothers who are central figures in education. Fathers and mothers are responsible for helping humanize, civilize, and instill values in their children.
